cover
Contact Name
Alfith
Contact Email
alfith.st.tumangguang@gmail.com
Phone
+6281374314242
Journal Mail Official
jtv@itp.ac.id
Editorial Address
Kampus 2, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Padang, Jl. DPR, Kel. Aia Pacah, Kec. Kuranji Koto Tangah, Kota Padang. Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Vokasi
ISSN : 29858690     EISSN : 29643694     DOI : https://doi.org/10.21063/jtv
Jurnal Teknologi dan Vokasi (JTV) mengakomodasi pemaparan informasi ilmiah dalam bentuk artikel penelitian, artikel teknis, artikel konseptual, ataupun artikel laporan studi kasus yang sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal ini. Ruang lingkup JTV mencakup semua masalah di bidang Teknologi Rekayasa Listrik, Rekayasa Kontruksi Bangunan, dan Teknik Mesin, tapi tidak terbatas pada topik: Sistem tenaga listrik, Mesin-mesin listrik dan sistem konversi energi, Mikrokontroler dan arduino, Teknologi informasi dan sistem kontrol, telekomunikasi, Teknik elektromedik Transportasi Jalan dan Jembatan Manufaktur Material Energi Baru dan Terbarukan Go Green
Articles 156 Documents
ANALISA KARAKTERISRTIK BATUAN DAN FLUIDA FORMASI UNTUK MENENTUKAN ZONA PRODUKTIF DENGAN METODE INTERPRETASI LOG TRIPLE COMBO MENGGUNAKAN SOFTWARE INTERACTIVE PETROPHYSICS PADA SUMUR-X LAPANGAN MIGAS RIAU Richa Melysa; Ady Setiyawan Al As’ad
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2023.1.1.17-27

Abstract

Dalam proses melakukan Initial Well Completion untuk merubah sumur pemboran menjadi sumur produksi kita perlu menganalisa karakteristik maupun properties batuan dan fluida formasi, yang dapat dilakukan dengan metode Logging While Drilling (saat pengeboran berlangsung) atau Conventional Logging (dilakukan setelah proses pengeboran). Dan juga dilakukan pekerjaan analisa pendukung seperti analisa core dengan metode Conventional Coring maupun Sidewall Coring untuk menganalisis secara langsung serta mengkonfirmasi hasil pembacaan logging dengan hasil analisis lab (core sample analysis). Pada penelitian ini metode logging yang digunakan adalah conventional logging  dan analisa core dilakukan dengan mengambil sample core dengan metode sidewall coring. Kemudian melakukan swabbing job untuk mengetahui index produktifitas sumur tersebut (productivity index). Dalam penelitian ini, Penulis telah menentukan zona produktif (pay zone) pada sumur yang dianalisis berdasarkan interpretasi log gamma ray dan log resistivity serta menghitung nilai porositas dan Sw (water saturation) pada formasi tersebut. Dari hasil interpretasi didapatkan 8 zona produktif yaitu pada kedalaman 1) 1840-1860ft, 2) 2001 – 2006 ft, 3) 2035-2058ft, 4) 2065-2075ft, 5) 2080-2090ft, 6) 2093-2099, 7) 2102-2158ft), 8) 2190-2205ft. kemudian dikonfirmasikan dengan hasil analisis core yang tertera pada marked log yang telah disediakan oleh perusahaan untuk mengkonfirmasi hasil interpretasi yang dibuat dalam penelitian ini sudah match dengan hasil interpretasi dari perusahaan. Setelah itu penulis akan membuat plan design initial completion berdasarkan hasil interpretasi tersebut, meliputi ; perencanaan perforasi, swabbing job, dan detail rancangan tahapan pekerjaan initial completion. Pada desain komplesi penulis akan merekomendasikan untuk melakukan komplesi sebanyak 14 interval, dan rekomendasi menggunakan surface casing ukuran 9 5/8”, Production Casing 7”, dan Liner sebanyak 63 joints ukuran 3 ½”.
PENGUKURAN KETELITIAN GEOMETRI MESIN BUBUT  BV20L-1 BERDASARKAN STANDAR ISO 1708 Marfizal Marfizal; Dedi Wardianto; Ilham Febriandi
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2026.4.2.%p

Abstract

Ketelitian geometrik mesin bubut merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas hasil pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi geometrik mesin bubut BV20L-1 berdasarkan standar ISO 1708 melalui pengujian kerataan alas mesin (G1), kesejajaran gerak eretan terhadap sumbu spindle (G2), ketegaklurusan gerak eretan melintang (G3), run-out spindle arah radial dan aksial (G4), serta pengukuran pada spindle utama (G5). Metode penelitian dilakukan dengan pengukuran langsung menggunakan alat ukur presisi dan setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kerataan alas mesin masih berada pada kondisi yang relatif baik meskipun terdapat penyimpangan pada beberapa titik pengukuran. Kesejajaran gerak eretan terhadap sumbu spindle memiliki penyimpangan maksimum sebesar 0,013 mm pada arah horizontal dan 0,011 mm pada arah vertikal. Pengukuran ketelitian spindle utama menghasilkan rata-rata penyimpangan sebesar 0,00967 mm, sedangkan nilai run-out spindle maksimum sebesar 0,0025 mm. Pengukuran pada spindle utama menunjukkan rata-rata penyimpangan sebesar 0,0093 mm. Seluruh hasil pengujian masih berada dalam batas toleransi yang diperkenankan oleh standar ISO 1708. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mesin bubut BV20L-1 masih memiliki kondisi geometrik yang baik dan layak digunakan untuk proses pembubutan dengan tingkat ketelitian yang memadai. Perawatan dan kalibrasi berkala tetap diperlukan untuk menjaga kinerja dan akurasi mesin dalam jangka panjang.
EVALUASI KOMPARATIF GRADASI AGREGAT DALAM  CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-WC) DENGAN UJI MARSHALL: Studi Kasus: Quary Air Dingin dan Quary Aripan Hendri Nofrianto; Muhammad Rasyid Alkoromi
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2026.4.2.%p

Abstract

Perkembangan infrastruktur jalan yang pesat memerlukan perhatian khusus terhadap kualitas material yang digunakan dalam konstruksi, salah satunya adalah material agregat yang digunakan dalam campuran aspal. Agregat merupakan komponen utama dalam campuran aspal panas yang berfungsi untuk memberikan kekuatan dan ketahanan pada lapisan perkerasan jalan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus, dicampur, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Oleh karena itu, karakteristik dasar material agregat sangat penting untuk menentukan kualitas dan daya tahan campuran aspal yang digunakan dalam proyek jalan raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dasar material agregat yang digunakan dalam campuran panas baik dari segi fisik maupun mekaniknya serta membandingkan kadar aspal optimum yang diperoleh dari Quary Air Dingin yang terletak di Alahan Panjang dan Quary Aripan yang terletak di Kota Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membuat sampel dari masing-masing Quary dan melakukan pengujian ini dengan Marshall Test. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil  bahwa nilai kadar aspal optimum untuk Quary Aripan adalah 5,80%, dan nilai kadar aspal optimum Quary Air Dingin 5,70%. Maka disarankan kepada penyedia jasa untuk sebaik mungkin yang memenuhi spesifikasi adalah Quary Air Dingin dengan kadar aspal optimum.
SIMULASI LOAD FLOW PADA SISTEM DISTRIBUSI DAYA BANGUNAN RUMAH SAKIT TIPE C Fuad Galih Pambudi; Maun Budiyanto
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2026.4.2.%p

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas publik dengan ketergantungan kritis terhadap energi listrik untuk menjamin keselamatan pasien dan keberlangsungan operasional perangkat medis 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem distribusi kelistrikan rumah sakit yang andal sesuai dengan standar Permenkes No. 40 Tahun 2022. Metodologi yang digunakan meliputi perancangan dalam bentuk Single Line Diagram (SLD) dan validasi performa melalui simulasi aliran daya menggunakan perangkat lunak DigSILENT PowerFactory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total beban dapat terlayani secara optimal oleh transformator 1250 kVA dengan tingkat pembebanan 75% pada skenario PLN, serta didukung oleh generator set 1250 kVA dengan pembebanan 74% pada skenario cadangan. Analisis pembebanan penghantar pada seluruh panel distribusi berada dalam batas aman (tertinggi 78%), sementara profil tegangan stabil pada kisaran 0,988 pu hingga 1,00 pu. Hasil simulasi membuktikan bahwa rancangan sistem kelistrikan ini memenuhi kriteria kontinuitas dan kualitas daya yang disyaratkan untuk infrastruktur kesehatan.  
PENGEMBANGAN HEXACOPTER SPRAYER BERKAPASITAS 5 LITER DENGAN SISTEM AKTIVASI NOZEL SELEKTIF BERBASIS KERAPATAN PADA LAHAN TERFRAGMENTASI Al Al; Aswir Premadi; Asnal Effendi; Antonov Bachtiar; Dasman Dasman
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2026.4.2.%p

Abstract

Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa kelangkaan tenaga kerja, aplikasi pestisida yang tidak efisien, serta paparan bahan kimia berbahaya terhadap petani. Meskipun drone sprayer berkapasitas besar (10–30 L) telah banyak diadopsi untuk perkebunan ekstensif, penggunaannya masih tidak ekonomis dan tidak fleksibel bagi petani pemilik lahan kecil yang mengelola lahan terfragmentasi dengan topografi kompleks. Penelitian ini mengembangkan hexacopter sprayer berkapasitas 5 liter dengan konfigurasi enam nozel berbasis aktivasi selektif yang disesuaikan dengan kerapatan tajuk tanaman. Sistem yang diusulkan mengintegrasikan tangki 5 L dengan enam nozel yang dipasang pada lengan hexacopter, di mana empat nozel diaktifkan untuk tanaman dengan tajuk penuh dan dua nozel (diposisikan tepat di bawah propeler sisi kiri dan kanan) diaktifkan untuk tanaman dengan tajuk jarang atau aplikasi perkebunan. Prototipe dikembangkan dari platform hexacopter fotogrametri sebelumnya dengan kapasitas angkat 12 kg dan kemampuan terbang otonom. Pengujian laboratorium memperoleh durasi terbang 24,6 menit tanpa beban dan 20,4 menit pada beban penuh (22,7 kg total). Pengujian operasional lapangan di kebun manggis Banjaloweh, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menunjukkan bahwa operasi dua nozel selektif mencapai targeted spot spraying dengan efisiensi kimia yang lebih tinggi (1 menit per pohon, cakupan 8 × 8 m²), sementara operasi empat nozel mempercepat waktu aplikasi menjadi 0,5 menit per pohon namun meningkatkan drift ke area non-target. Sistem yang diusulkan meningkatkan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dari 6 menjadi 7, menawarkan solusi yang skalabel dan ekonomis untuk lahan pertanian skala kecil dan terfragmentasi di Indonesia.
ANALISA PERENCANAAN DAN INSTALASI SISTEM PENYALUR PETIR EKSTERNAL TIPE EARLY STREAMER EMISSION DI BATAMINDO POWER HOUSE Sumarsono Sumarsono; Arif Febriansyah Juwito; Hasnira Hasnira; Irwanto Zarma Putra; Yusiran Yusiran; Robi Kurniawan; Jihan Zeinyuta Rosafira; Muhammad Veven; Muhammad Syafei Ghozali
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2026.4.2.%p

Abstract

Indonesia secara geografis terletak di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis dan dikelilingi oleh lautan, menyebabkan tingginya tingkat hari guruh yang terjadi diwilayah ini. Begitu pula dengan pulau Batam yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau memiliki karakteristik hari guruh yang tinggi, dimana hal ini dapat dilihat dari tingkat isokraunic level sambaran yang terjadi di area ini yang dapat mencapai lebih dari 215 sambaran per tahun. Kondisi ini menyebabkan perlunya perencanaan dan instalasi sistem penyalur petir eksternal yang dilakukan di area Power House Batamindo Industrial Park, agar kehandalan suplai energi listrik untuk pelanggan diwilayah industri tetap handal dan aman, walaupun tingkat sambaran petir diwilayah ini tinggi. Perencanaan dan instalasi sistem penyalur petir dilakukan dengan mengacu standar Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) dan standar nasional melalui Persyaratan Umum Instalasi Penangkal Petir. Dari hasil perencanaan dan instalasi sistem penyalur petir yang dilakukan oleh PT Lancang Kuning Sukses (PT LKS) selaku kontraktor pelaksana project ini, dilakukan pengumpulan data berupa data sheet head unit penyalur petir dimensi ketinggian dan luasan area proteksi serta melakukan pengukuran tahanan pentanahan. Dari pengukuran yang dilakukan terhadap pentanahan sistem penyalur petir diperoleh nilai sebesar 0,56 Ohm, dimana besar nilai pentanahan ini telah sesuai dengan standar PUIL sebesar < 5 Ohm.