cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 3 (2015): November" : 17 Documents clear
ANALISIS TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DI KUPANG DENGAN PROSES HIRARKI ANALITIK DAN METODE VALUASI KONTINGENSI (Analysis of Waste Treatment Technology in Kupang with Analytic Hierarchy Process and Contingent Valuation Method) Santhy Chamdra; Marthen R. Pellokila; Ruslan Ramang
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18761

Abstract

ABSTRAKPengelolaan sampah perlu mendapat perhatian khusus baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat terutama terkait dengan teknologi pengolahan sampah. Semakin terbatasnya lahan untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) maka perlu dikembangkan teknologi lain. Dalam penelitian ini ada empat alternatif teknologi yang ditawarkan yaitu insinerator, sanitary landfill, pengomposan dan daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat para stakeholder mengenai skala prioritas penerapan teknologi pengolahan sampah di Kota Kupang, mengestimasi nilai willingness to pay (WTP) masyarakat untuk peningkatan pelayanan pengelolaan sampah di Kota Kupang dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar masyarakat untuk masing-masing alternatif teknologi pengolahan sampah. Metode penelitian yang digunakan untuk menarik kesimpulan tentang teknologi pengolahan sampah yang menjadi prioritas adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan 28 responden dan metode valuasi kontingensi untuk mengetahui nilai WTP dengan total responden 100 KK. Berdasarkan analisis AHP maka didapat teknologi pengolahan sampah yang merupakan prioritas utama untuk kegiatan pengolahan sampah di Kota Kupang adalah pengomposan. Nilai WTP masyarakat untuk peningkatan pelayanan pengelolaan sampah di Kota Kupang dengan masing-masing alternatif teknologi pengolahan sampah per bulan per KK adalah insinerator sebesar Rp. 16.309,45,-; kompos sebesar Rp. 13.638,45,-; sanitary landfill sebesar Rp. 12.311,93,-; dan daur ulang sebesar Rp. 13.188,07,-. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar masyarakat adalah untuk teknologi insinerator, kompos dan daur ulang faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata adalah tingkat pendapatan dan kemampuan membayar. Untuk teknologi sanitary landfill tidak terdapat faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap WTP. ABSTRACTWaste management needs special attention from both the government and the public, primarily associated with the waste processing technology. The more limited land for Final Processing Places (FPP) will need a development of alternative technology. There are four alternative technologies offered in this study incineration, sanitary landfill, composting and recycling. The objectives of this research were to analyze the opinions of the stakeholders on the priority scale of waste processing technology implemented in Kupang, estimating the value of Willingness to Pay (WTP) for public service improvement of waste management in Kupang and to analyze the factors affecting the public's willingness to pay for each alternative waste treatment technology. The method used applied in this research is Analytic Hierarchy Process (AHP) with 28 respondents and contingent valuation method to determine the value of WTP with a total of 100 households. The result of AHP analysis showed that the priority waste treatment technology for waste management activities in Kupang is composting. The value of WTP for the improvement of the public waste management services in Kupang with each alternative waste treatment technologies per month per household are i.e. incinerator Rp. 16,309,45,-; composting Rp. 13,638.45,-; sanitary landfill Rp. 12,311.93,-; and recycling Rp. 13,188.07,-. In addition the factors affecting the public's willingness to pay are for the incineration technology, composting and recycling, the factors that influence WTP are the level of income and ability to pay. In terms of sanitary landfill technology there is no significant factor that affects the WTP.
OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI BERBASIS KAKAO UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAS KRUENG SEULIMUM PROVINSI ACEH (Land Optimization of Cocoa Based on Farming for Agricultural Sustainable Development in Krueng Seulimum Watershed Aceh Province) Halim Akbar; Kukuh Murtilaksono; Naik Sinukaban; Sitanala Arsyad
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18762

Abstract

ABSTRAKPerubahan penggunaan lahan di DAS Krueng Seulimum menjadi lahan pertanian tanpa penerapan agroteknologi telah menyebabkan tingginya erosi dan produktivitas lahan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik lahan dan agroteknologi yang diterapkan pada tanaman kakao, menganalisis alokasi lahan optimal untuk usahatani berbasis kakao dan agroteknologi yang cocok untuk mengurangi erosi dan meningkatkan pendapatan petani, dan merumuskan perencanaan usahatani berbasis kakao berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani berbasis kakao berkelanjutan dapat dicapai dengan penerapan agroteknologi pemupukan lengkap pada lereng 7%, pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras pada lereng 14% dan pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras + pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 pada lereng 21% dapat mengendalikan erosi hingga lebih kecil dari erosi yang dapat ditoleransikan (ETol) dan memberikan pendapatan usahatani lebih besar dari kebutuhan untuk hidup layak (KHL). Tipe usahatani yang optimal di DAS Krueng Seulimum adalah tipe usahatani kakao+pisang (KPs) pada lahan 1,50 ha dengan menerapkan agroteknologi pemupukan+pembuatan teras gulud+tanaman penguat teras ditambah dengan pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 dapat menekan erosi di bawah ETol (16,03-38,64 ton.ha-1.thn-1) dengan pendapatan optimum sebesar Rp 42,954,150 kk.thn-1. ABSTRACTLand use changes in the Krueng Seulimum watershed into agricultural land without application of suitable agro-technology have led to high erosion and low land productivity. This study aims to assess the characteristics of the land and agro-technology applied the cocoa crop, analyze the allocation of optimal land for cocoa farming and suitable agro-technology to reduce erosion and to increase farmers’ income and formulate cocoa based on sustainable farming plans. The results show that sustainable cocoa based farming can be achieved with the implementation of agro-technology with complete fertilizer at 7% slope, complete fertilizer plus making grass planted bund-terrace at 14% slope and making grass planted bund terrace plus mulching 6 ton.ha-1.year- at the 21% slope, to reduce erosion less than ETol and provide farming income bigger than the need for minim living standart (MLS). Cocoa farming type plus banana (KPs) in the Krueng Seulimum watershed on 1.5 ha land area by applying agro-technology bund terrace plus mulching 6 ton.ha-1.year-1 can suppress erosion under ETol (16.03 - 38.64 ton.ha-1.year-1) with optimum income of Rp 42,954,150 kk-1.year-1.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE DUMBO Clarias sp. MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PEDESAAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN BULELENG (Aquaculture Development of Catfish Clarias sp. through Fisheries Business Development in Village on Fish Aquac I Ketut Wija Negara; Marsoedi Marsoedi; Edi Susilo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18763

Abstract

ABSTRAKPermintaan produksi lele dumbo yang tinggi di Provinsi Bali belum mampu dimaksimalkan peluangnya oleh para Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) penerima bantuan langsung masyarakat melalui program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP PB) tahun 2011 – 2013 di Kabupaten Buleleng. Faktornya adalah jumlah penyuluh perikanan yang mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut, kemampuan Pokdakan pada bidang budidaya, terbatasnya informasi teknik budidaya, kontinunitas ketersediaan benih yang berkualitas di Kabupaten Buleleng. Hasil evaluasi dan tidakan melalui Participatory Action Research (PAR) adalah memanfaatkan faktor lingkungan eksternal melalui pemanfaatan aliran irigasi subak untuk budidaya pembesaran lele dumbo, pemberian pellet fermentasi mendapatkan perbandingan Feed Convertion Ratio (FCR) 0,997 : 1,0. Hasil matrik IFAS dan EFAS, dari penelitian ini didapatkan jumlah x = 0,296 dan y = 0,058 yang menunjukan strategi progresif yang menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan lingkungan perairan dari aliran irigasi untuk kegiatan usaha budidaya pembesaran lele dumbo di Kabupaten Buleleng sehingga dapat memenuhi tingginya permintaan lele dumbo di Provinsi Bali. ABSTRACTThe high demand of catfish production in Bali province has not been able to be made use by local fish cultivation groups (Pokdakan) which are recipients of Fisheries Business Development in Village on Fish Aquaculture Program (PUMP PB) 2011 – 2013 Buleleng regency. The contributing factors are the number of the attending fishery counselors in the program implementation, the ability of Pokdakans on aquacultural field, the limited information on aquaculture techniques and the continuity of high quality seed availability in Buleleng regency. Evaluation and treatment result of Participatory Action Research (PAR) is that subak irrigation system can be used for the catfish rearing aquaculture, fermented feed utilization showed Feed Conversion Ratio (FCR) 0.997 : 1.0. Based on IFAS and EFAS matrices analysis, achieved x value = 0.296 and y = 0.058 showed progressive strategy which means a strong and opportune organization. One strategy is utilization of subak irrigation system for catfish rearing aquaculture in Buleleng regency to meet the high demand of the catfish in Bali province.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERILAKU DAN PENDAPATAN PETANI (The Impact of Climate Change to Farmers’ Behavior and Revenue) Elly Rasmikayati; Endah Djuwendah
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18764

Abstract

ABSTRAKPemanasan global selama abad terakhir telah mengakibatkan perubahan iklim yang sebagian besar terindikasi sebagai bencana lingkungan hidup seperti banjir, kekeringan dan bergesernya musim hujan. Bencana-bencana lingkungan hidup ini sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian karena sektor ini memiliki ketergantungan tinggi pada kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap perilaku mitigatif petani dan pendapatan petani. Penelitian dilakukan dengan metode survey-eksplanatory, dengan teknik pengambilan sampel multi-stage cluster random sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap perilaku mitigatif petani adalah bahwa secara umum perilaku petani padi sawah di Jawa Barat dan Jawa Timur telah cukup sesuai dengan perilaku yang mitigatif terhadap perubahan iklim seperti memperluas lahan, pemilihan sumber irigasi, memilih varietas unggul berorientasi iklim, pertimbangan iklim dalam memilih pupuk, perbaikan teknik usahatani, perubahan pola tanam serta menggeser masa tanam dan waktu panen. Sedangkan yang belum sesuai dengan perilaku yang mitigatif terhadap perubahan iklim adalah masih sedikitnya yang mengikuti sekolah iklim. Perilaku-perilaku mitigatif yang telah dilakukan sebagian besar petani terhadap perubahan iklim menyebabkan produktivitas padi petani menjadi meningkat sehingga menyebabkan pendapatan petani di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi meningkat pula. ABSTRACTGlobal warming over the past century has caused the climate change which mostly indicated as the environmental disasters such as floods, droughts and shifting rainy season. Environmental disasters are very influential on the agricultural sector because this sector has a high dependence on climatic conditions. This research aims to examine the impact of climate change on mitigative behavior of farmers and farmers' income. The research was conducted by Survey-explanatory method by using Multi Stage Cluster Random Sampling Techniques. Results revealed that the impact of climate change on farmer’s mitigative behavior is that in general rice farmer’s behavior in West Java and East Java have been quite in accordance with the behavior mitigative to climate change such expanding the field, selecting irrigation source, selecting climate-oriented varieties, climate considerations in choosing fertilizers, improved farming techniques, changes in cropping patterns and shifts the planting and harvest time. Meanwhile, the farmer’s behavior that is not in accordance with the mitigative behavior to climate change are still at least that followed the climate school. Mitigative behaviors that have been done by the most of farmers to climate change led to the productivity of rice farmers be increased, causing farmers’ income in West Java and East Java to be increased as well.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARI BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU KALEDUPA, KABUPATEN WAKATOBI, PROVINSI SULAWESI TENGGARA (Community Based Marine Tourism Development in Kaledupa Island, Wakatobi Regency, South East Sulawesi Province) Hadiwijaya Lesmana Salim; Dini Purbani
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18765

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengetahui pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di Pulau Kaledupa dan sekitarnya, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – November 2014. Penelitian menggunakan metode analisis prospektif partisipatif, wawancara, analisis pengaruh antar-variabel kunci, membangun skenario, dan analisis implikasi strategis dan aksi antisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel utama yang harus dititikberatkan dalam pengembangan wisata bahari di Pulau Kaledupa dan sekitarnya, yaitu informatif, koordinasi antar instansi, dan sumberdaya alam. Penitikberatan pada ketiga variabel tersebut diharapkan dapat menghilangkan kesalahpahaman dan kesalahpenafsiran atas informasi yang diberikan sehingga dapat menunjang hubungan yang harmonis antar pemangku kepentingan pengembangan wisata bahari. Koordinasi yang harmonis diharapkan dapat mensinergikan antar perencanaan, pengembangan dan pengelolaan. Diharapkan pula sumberdaya alam yang ada berkesinambungan tanpa mengurangi dan merusak kualitasnya. ABSTRACTThe research on community based marine tourism development at Kaledupa island has been conducted on October – November 2014. This research used participatory prospective analysis, interview, Influence Analysis of inter key variables, scenario building, and Analysis of Strategic Implication and Anticipative act. The result shows that there are three key variables that should be focused on marine tourism development at Kaledupa island i.e informative, inter-institutions coordination, and natural resources. These variables should be focused in order to relieve misconception and misinterpretation on information which is given, so that it can support harmonic relationship between marine tourism stakeholders. The synergy of planning, development, and management can be expected from harmonic coordination. It is also expected that existing natural resources are sustainable without reducing and damaging the quality.
DAMPAK PEMBERANTASAN KORUPSI TERHADAP PEREKONOMIAN, EMISI KARBON DAN SEKTOR KEHUTANAN INDONESIA (Corruption Eradication Impacts on The Economy, Carbon Emissions and Forestry Sector in Indonesia) Sigit Andy Cahyono; Sofyan Partidjo Warsito; Wahyu Andayani; Dwidjono Hadi Darwanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18766

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan, korupsi, dan perubahan iklim menjadi persoalan dunia yang tidak dapat dipisahkan dari masalah politik, moral, budaya, kelembagaan, dan ekonomi. Beberapa kajian menunjukkan korupsi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi sedangkan kajian lainnya menunjukkan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak pemberantasan korupsi terhadap perekonomian, emisi karbon (lingkungan) dan sektor kehutanan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis ekonometrika persamaan simultan dinamis dengan data tahun 1969—2012. Metode pendugaan model menggunakan Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi akan meningkatkan investasi, pertumbuhan ekonomi, pajak, dan menurunkan pengangguran, namun tidak berdampak pada kemiskinan. Pemberantasan korupsi meningkatkan aktivitas ekonomi sehingga emisi karbon meningkat. Sektor kehutanan dapat berperan menurunkan emisi karbon dan diuntungkan dengan pemberantasan korupsi meskipun kinerja industri kehutanan dan dana reboisasi sedikit turun. ABSTRACTEnvironment problem, corruption and climate change have become the world issues that cannot be separated from political, moral, cultural, institutional, and economic problems. Several studies have pointed out that corruption lowered the economic growth while other studies suggested the opposite. This study aims to determine the impacts of corruption eradication on the economy, carbon emissions (environment) and forestry sector in Indonesia. This study used an econometric analysis of dynamic simultaneous equation based on the time series data spanned from the year of 1969 to 2012. The estimation model was performed by using Two Stage Least Squares (2SLS) method. The results indicated that the successful of corruption eradication will both increase investment, economic growth, and taxes, as well as reduce unemployment, but it had no impact on poverty alleviation. Corruption eradication increased economic activities that result in a rising of carbon emissions. The forestry sector can contribute to reduce carbon emissions and benefit from the eradication of corruption even though the performance of forestry industries and reforestation funds will be slightly decreased.
EVALUASI EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 DI PABRIK BAN XYZ-JAWA BARAT (Evaluation on The Effectiveness of Implementation ISO 14001 Environmental Management System in XYZ Tyre Factory-West Java) Muhammad Ryan Natasaputra; Prastowo Prastowo; Yudi Chadirin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.556

Abstract

ABSTRAKPabrik ban XYZ yang berlokasi di Jawa Barat merupakan salah satu industri ban yang telah memiliki komitmen untuk meningkatkan kinerja lingkungan dengan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penerapan SML ISO 14001 berdasarkan kinerja manajemen, kinerja lingkungan, dan kesesuaian dengan sertifikasi Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode, yaitu pengumpulan data primer melalui pemantauan lapang dan data sekunder melalui dokumen-dokumen yang berhubungan dengan SML serta data hasil pengukuran Aspek Lingkungan Penting (ALP). Data tersebut dievaluasi dan dibandingkan dengan SNI 19-14001-2005, program lingkungan perusahaan, serta peraturan perundangan yang berlaku agar diketahui efektivitas penerapan SML ISO 14001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan telah sesuai dengan tiga komitmen utama dalam SNI 19-14001-2005. Prosedur identifikasi dan klasifikasi ALP telah dilaksanakan dengan metode penilaian terhadap empat kriteria yang dibuat oleh pihak manajemen pabrik ban. Data hasil pengukuran ALP yang dievaluasi meliputi kebisingan, debu, limbah cair industri, dan penggunaan air. Efektivitas penerapan SML ISO 14001 di pabrik ban melalui hasil penilaian kinerja manajemen sebesar 80% dan kinerja lingkungan dari data hasil pengukuran ALP sebesar 81,3%, secara umum membuktikan bahwa penerapan SML ISO 14001 dengan nilai pencapaian sebesar 80,7% telah efektif dalam memenuhi tujuan dari komitmen pencegahan pencemaran, penerapan program lingkungan, dan peraturan perundangan yang berlaku. Ketidaksesuaian disebabkan oleh masalah komunikasi, kesadaran karyawan, dan kelayakan teknis. Dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja terdapat integrasi dengan OHSAS 18001 melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan prosedur tanggap darurat. ABSTRACTXYZ tyre factory in West Java is one of the tyre industry that has been committed to improve the environmental performance by adopting the ISO 14001 Environmental Management System (EMS). The objective of this research was to evaluate the effectiveness of implementation ISO 14001 EMS towards management performance, environmental performance, and conformity with Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 certification. This research was conducted with two methods, primary data collection through field monitoring and secondary data collection through documents related with EMS along with measurement data results of Significant Environmental Aspect (SEA). The data were evaluated and compared with SNI 19-14001-2005, company environmental programs, along with prevailed regulatory legislation in order to determined the effectiveness of implementation ISO 14001 EMS. The result of research shows that the environmental policy was appropriate with three principal commitments in SNI 19-14001-2005. Identification and classification procedure of SEA was carried out with assessment method about four criteria that made by tyre factory management. The measurement data result of SEA that evaluated were set of noise, dust, industrial waste water, and the use of water. The effectiveness of implementation ISO 14001 EMS in tyre factory through the assessment result of management performance was 80% and environmental performance from the measurement data result of SEA was 81.3%, generally proved that the implementation of ISO 14001 EMS with the accomplishment value 80.7% was effective in comply with the purpose of preventing pollution commitment, application of environmental programs, and prevailed regulatory legislation. Nonconformity caused by the problem of communication, employee awareness, and technical worthiness. In case of occupational health and safety there was an integration with OHSAS 18001 through Personal Protective Equipment (PPE) and emergency preparedness procedure.

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue