cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 444 Documents
EVALUASI EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 DI PABRIK BAN XYZ-JAWA BARAT (Evaluation on The Effectiveness of Implementation ISO 14001 Environmental Management System in XYZ Tyre Factory-West Java) Muhammad Ryan Natasaputra; Prastowo Prastowo; Yudi Chadirin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.556

Abstract

ABSTRAKPabrik ban XYZ yang berlokasi di Jawa Barat merupakan salah satu industri ban yang telah memiliki komitmen untuk meningkatkan kinerja lingkungan dengan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penerapan SML ISO 14001 berdasarkan kinerja manajemen, kinerja lingkungan, dan kesesuaian dengan sertifikasi Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode, yaitu pengumpulan data primer melalui pemantauan lapang dan data sekunder melalui dokumen-dokumen yang berhubungan dengan SML serta data hasil pengukuran Aspek Lingkungan Penting (ALP). Data tersebut dievaluasi dan dibandingkan dengan SNI 19-14001-2005, program lingkungan perusahaan, serta peraturan perundangan yang berlaku agar diketahui efektivitas penerapan SML ISO 14001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan telah sesuai dengan tiga komitmen utama dalam SNI 19-14001-2005. Prosedur identifikasi dan klasifikasi ALP telah dilaksanakan dengan metode penilaian terhadap empat kriteria yang dibuat oleh pihak manajemen pabrik ban. Data hasil pengukuran ALP yang dievaluasi meliputi kebisingan, debu, limbah cair industri, dan penggunaan air. Efektivitas penerapan SML ISO 14001 di pabrik ban melalui hasil penilaian kinerja manajemen sebesar 80% dan kinerja lingkungan dari data hasil pengukuran ALP sebesar 81,3%, secara umum membuktikan bahwa penerapan SML ISO 14001 dengan nilai pencapaian sebesar 80,7% telah efektif dalam memenuhi tujuan dari komitmen pencegahan pencemaran, penerapan program lingkungan, dan peraturan perundangan yang berlaku. Ketidaksesuaian disebabkan oleh masalah komunikasi, kesadaran karyawan, dan kelayakan teknis. Dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja terdapat integrasi dengan OHSAS 18001 melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan prosedur tanggap darurat. ABSTRACTXYZ tyre factory in West Java is one of the tyre industry that has been committed to improve the environmental performance by adopting the ISO 14001 Environmental Management System (EMS). The objective of this research was to evaluate the effectiveness of implementation ISO 14001 EMS towards management performance, environmental performance, and conformity with Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 certification. This research was conducted with two methods, primary data collection through field monitoring and secondary data collection through documents related with EMS along with measurement data results of Significant Environmental Aspect (SEA). The data were evaluated and compared with SNI 19-14001-2005, company environmental programs, along with prevailed regulatory legislation in order to determined the effectiveness of implementation ISO 14001 EMS. The result of research shows that the environmental policy was appropriate with three principal commitments in SNI 19-14001-2005. Identification and classification procedure of SEA was carried out with assessment method about four criteria that made by tyre factory management. The measurement data result of SEA that evaluated were set of noise, dust, industrial waste water, and the use of water. The effectiveness of implementation ISO 14001 EMS in tyre factory through the assessment result of management performance was 80% and environmental performance from the measurement data result of SEA was 81.3%, generally proved that the implementation of ISO 14001 EMS with the accomplishment value 80.7% was effective in comply with the purpose of preventing pollution commitment, application of environmental programs, and prevailed regulatory legislation. Nonconformity caused by the problem of communication, employee awareness, and technical worthiness. In case of occupational health and safety there was an integration with OHSAS 18001 through Personal Protective Equipment (PPE) and emergency preparedness procedure.
PENGARUH PENAMBAHAN UREA TERHADAP PENINGKATAN PENCEMARAN NITRIT DAN NITRAT DALAM TANAH (Influence of Addition of Urea to Increased Pollution of Nitrite and Nitrate in The Soil) Aida Mawaddah; Roto Roto; Adhitasari Suratman
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 3 (2016): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22473

Abstract

ABSTRAKNitrat dan nitrit merupakan sumber nitrogen bagi tanaman. Nitrogen sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Bentuk-bentuk nitrogen di lingkungan mengalami transformasi sebagai bagian dari siklus nitrogen seperti nitrifikasi dan denitrifikasi. Apabila kadar nitrogen dalam tanah rendah, maka urea digunakan sebagai sumber nitrogen. Perubahan urea menjadi nitrit atau nitrat pada beberapa sampel tanah perlu diketahui. Kadar nitrit dan nitrat yang tinggi dapat meningkatkan pencemaran di dalam tanah. Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah pasir, tanah sawah, tanah pupuk kompos dan tanah pupuk kandang. Analisis nitrit dan nitrat dilakukan dengan menggunakan pereaksi asam p-amino benzoat (PABA) yang dikopling dengan N-naftiletilendiamin (NEDA) dan reduktor spongy cadmium. Sebelum digunakan untuk analisis nitrit dan nitrat, metode divalidasi terlebih dahulu. Hasil validasi metode analisis nitrit dan nitrat dengan pereaksi PABA/NEDA menunjukkan persentase perolehan kembali masing-masing antara 87,15–100,8% untuk nitrit dan 88,16–105,7% untuk nitrat. Setelah ditambah urea sebesar 0,66 g.kg-1 ke dalam tanah, konsentrasi nitrit dan nitrat pada semua sampel tanah mengalami peningkatan. Dari penelitian ini diketahui bahwa peningkatan kadar nitrit dan nitrat setelah ditambahkan urea sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. ABSTRACTNitrate and nitrite were sources of nitrogen for plants. Nitrogen is indispensable for the growth and development of plants. The forms of nitrogen in the environment undergoes a transformation as part of the nitrogen cycle like nitrification and denitrification. If nitrogen level in the soil is low, urea is used as a source of nitrogen. Changes of urea into nitrite or nitrate in some of soil samples need to be known. The levels of nitrite and nitrate are high can increase pollution in the soil. Some of soil samples which is used in this research were sandy soil, paddy soil, compost soil and manure soil. Analysis of nitrite and nitrate were conducted by using a reagent p-amino benzoic acid (PABA) / N-napthylethylenediamine (NEDA) and spongy cadmium as reductor. Before being used for the analysis of nitrite and nitrate, this method was validated first. The results of validation of nitrite and nitrate analysis method by using a reagents PABA / NEDA showed the percent recovery were respectively 87.15-100.8% for nitrite and 88.16-105.7% for nitrate. After the addition of 0.66 g.kg-1 urea into the soil, nitrite and nitrate concentration in all soil sample has increased. Based on this research was known that the increased levels of nitrite and nitrate after the addition of urea was influenced by soil condition.
TINGKAT KEPEKAAN MANGROVE INDONESIA TERHADAP TUMPAHAN MINYAK (The Sensitivity Levels of Indonesian Mangrove to Oil Spills) Muarif Muarif; Ario Damar; Sigid Hariyadi; Mennofatria Boer; Dewayani Soetrisno
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 3 (2016): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22476

Abstract

ABSTRAKKepekaan mangrove merupakan komponen penting dalam menentukan tingkat kepekaan ekosistem mangrove terhadap tumpahan minyak. Mangrove Indonesia dapat dikelompokkan dalam 5 tingkat kepekaan terhadap tumpahan minyak, yaitu tidak peka (Acanthus, Nypa, Inocarpus, Acrostichum), kurang peka (Aegiceras, Excoecaria, Hibiscus, Lumnitzera, Ficus, Scyphiphora, Thespasia, Merope, Osbornea, Pandanus), cukup peka (Bruguiera, Ceriops, Xylocarpus, Heritiera), peka (Rhizophora), dan sangat peka (Avicennia, dan Sonneratia). Penilaian terhadap komunitas mangrove di Indonesia menunjukkan sebagian besar tergolong ke dalam katagori sangat peka dan peka apabila komunitas mangrove tersebut terkena tumpahan minyak. ABSTRACTThe sensitivity of mangrove is an important component to determine the sensitivity of mangrove ecosystem to oil spills. The Indonesian mangrove can be grouped into five levels of sensitivity to the oil spill, include not sensitive (Acanthus, Nypa, Inocarpus, and Acrostichum), low sensitive (Aegiceras, Excoecaria, Hibiscus, Lumnitzera, Ficus, Scyphiphora, Thespasia, Merope, Osbornea, and Pandanus), intermediate sensitive (Bruguiera, Ceriops, Xylocarpus, and Heritiera), sensitive (Rhizophora), and very sensitive (Avicennia, and Sonneratia). Assessment of mangrove communities in Indonesia showed mostly belong to the category of very sensitive and sensitive if the mangrove communities injured by the oil spill.
COMMUNITY ENGAGEMENT WITH URBAN RIVER IMPROVEMENT: THE CASE OF YOGYAKARTA CITY (Melibatkan Masyarakat dalam Memperbaiki Lingkungan Sungai Perkotaan : Kasus Kota Yogyakarta) Hari Kusnanto; Suprapto Dibyosaputro; Suwarno Hadisusanto; Sri Puji Saraswati
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 3 (2016): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22484

Abstract

ABSTRACTThe restoration of urban rivers has shifted from predominantly physical and ecological to community oriented social and economic improvement. Community engagement is needed in the people approach of development. Information sharing and public consultation are not enough. A case study among the riverside communities living in Yogyakarta city indicated that these communities need to move out of poverty and destitution through coaching and mentoring by various experts, and at the same time they would assure the ecosystem functioning of urban rivers. ABSTRACTRestorasi sungai-sungai perkotaan telah bergeser dari peningkatan fisik dan ekologis menjadi lebih berorientasi pada sosial dan ekonomi. Keterlibatan masyarakat dibutuhkan dalam pendekatan manusiawi pembangunan. Pemberian informasi dan konsultasi public tidak cukup studi kasus pada komunitas-komunitas yang hidup di pinggir sungai di kota Yogyakarta menunjukkan bahwa komunitas tersebut perlu mengentaskan diri dari kemiskinan dan keterbelaknagn dengan bantuan ahli, dan pada saat yang sama menjaga fungsi ekosistem sungai-sungai perkotaan.
Indeks Subyek Editor Editor
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 3 (2016): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22535

Abstract

Index Subject Editor Editor
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 3 (2016): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22536

Abstract

POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI KAMPUNG TANJUNG BATU, KECAMATAN PULAU DERAWAN, KABUPATEN BERAU (Potential Development of Mangrove Ecotourism in Tanjung Batu Village, Derawan Island District, Berau Regency) Mukhlisi Mukhlisi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22939

Abstract

ABSTRAKJasa lingkungan berupa ekowisata pada kawasan hutan mangrove di Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan ekowisata mangrove di Kampung Tanjung Batu berdasarkan penilaian kondisi obyek daya tarik wisata alam, persepsi wisatawan dan masyarakat, serta potensi nilai ekonomi yang dimiliki. Metode penelitian yang digunakan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi pustaka. Analisis data obyek daya tarik wisata alam dilakukan melalui skoring dan pembobotan, persepsi wisatawan dan masyarakat dilakukan secara deskriptif, sedangkan potensi nilai ekonomi berdasarkan pada nilai kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan mangrove Tanjung Batu prospektif untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dengan skor total daya tarik wisata alam berada pada kategori tinggi. Persepsi wisatawan dan masyarakat sekitar mendukung penuh upaya pengembangan ekowisata dengan potensi nilai ekonomi diperkirakan sebesar Rp. 1.423.914.894 tiap tahun. ABSTRACTEnvironmental services in the form ecotourism at mangrove forest of Tanjung Batu, Berau District, East Kalimantan Province is one of the natural resources that have not been used. The aim of this study was to analyze the potential of ecotourism development in mangrove forest of Kampung Tanjung Batu which is based on rating natural tourist attraction object, the perception of tourists and local community, as well as potential economic value. Data were collected through observation, interviews, and study of related literature. Natural tourist attraction object analysis was conducted by the scoring, whereas the perception of tourists and local community by descriptive method, and economic value based on willingness to pay. The result of study showed that mangrove forest area of Tanjung Batu prospective to be developed as an ecotourism destination with a total score of natural attractions that were in the high category. The perception of tourists and the local community fully supports the efforts of ecotourism development with potential economic value was estimated at Rp. 1.423.914.894 per annum.
KARAKTERISTIK HABITAT MANGROVE DI SEKITAR PERTAMBANGAN TIMAH LEPAS PANTAI KABUPATEN BANGKA SELATAN (Characteristic Of Mangrove Habitat Around Tin Offshore Mining in South Bangka Regency) Ricca Affressia; Erny Poedjirahajoe; Soewarno Hasanbahri
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22997

Abstract

AbstrakKegiatan penambangan timah lepas pantai di Kabupaten Bangka Selatan dapat mengganggu komponen biotik mangrove terkait kualitas air meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, oksigen terlarut, pH, kedalaman lumpur, kandungan logam berat dari air laut dan komponen abiotik mangrove seperti vegetasi mangrove dan Plankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik habitat mangrove berdasarkan kualitas perairan, vegetasi mangrove serta kandungan logam pada wilayah mangrove tanpa aktivitas pertambangan timah dan mangrove dengan aktivitas pertambangan timah. Metode pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara systemactic sampling with random start, kemudian dianalisis dengan analisis independent sample test. Pengujian kualitas perairan dan kandungan logam dilakukan dengan mengacu pada baku mutu kebutuhan biota laut KepMenLH 2004. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beda nyata rata-rata ketebalan lumpur pada kawasan mangrove alami 64 dan 179 cm pada kawasan mangrove di wilayah pertambangan timah lepas pantai, salinitas 32,56  dan 11,79  ‰, derajat keasaman (pH) 7,3 dan 6,2, oksigen terlarut 15,14 dan 12,82 ppm, kekeruhan 32 dan 9 cm, kelimpahan plankton 435.273 dan 546.800 individu/mL dengan keanekaragaman plankton 4,08 dan 2,99. Kerapatan jenis mangrove alami yaitu 46.600 individud/ha dan kerapatan jenis di kawasan mangrove pertambangan timah lepas pantai sebesar 18.300 individud/ha dengan keanekaragaman jenis 0,74 dan 0,84 dan perbandingan Suhu  28,4 dan 28,7 oC berdasarkan analisis sample test tidak menunjukkan beda nyata. Kandungan logam Timbal (Pb) dan Cu (tembaga) memiliki nilai yang sama, yaitu Pb < 0,0161 mg/L dan Cu < 0,0069 mg/L. Kadar Pb dan Cu di kawasan mangrove alami dipengaruhi oleh kondisi kepulauan merupakan jalur transportasi kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar, sedangkan pada wilayah pertambangan timah di pengaruhi oleh limbah buangan hasil penambangan timah.Abstract Tin offshore mining in South Bangka Regency activity can disturb biotic component of mangrove related to water quality such as temperature, turbidity, salinity, dissolved oxygen pH, the depth of mud, the content of heavy metal of sea and mangrove abiotic component such as mangrove vegetation and plankton. The purpose of this study was to find the characteristic of mangrove habitat based on water quality, vegetation, and the content of heavy metal in the mangrove area with and without tin mining activities. The method of sample this research was done in systematic sampling with random start, and then was analyzed by using independent sample test. The quality of water and the content of heavy metal was analyzed referred to sea water quality standards for heavy marine life KepMenLH 2004. The research showed, there were obvious different of the mud thickness average value at the natural mangrove 64 and 179 cm of mangrove area in tin mining offshore. Salinity 32.56  and 11.79 ‰, degree acidity (pH) 7.3 and 6.2, dissolved oxygen 15.14 and 12.82 ppm, turbidity 32 and 9 cm, plankton 435,273 and 54,800 individual/mL which species diversity 4.08 and 2.99. Species density of offshore mining in mangrove area is 18,330 individual/ha and the natural mangrove 46,600 individual/ha which species diversity 0.74 and 0.84 and comparison of temperature 28.4 and 28.7oC of independent sample test can’t show different real. The content of lead metal (Pb) and Cu (copper) having the same value, Pb <0.0161 mg/L and Cu <0.0069 mg/L. Levels Pb and cu in the natural mangrove was influenced by the island was the transportation ships using fuel, while in the tin mining areas were influenced by the waste disposal of tin mining.
REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL SUKU MOILE DAN SUKU MEYAH DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT (Rehabilitation of Forest and Land Based On Local Knowledge of Moile and the Meyah in Manokwari Regency West Papua Province) Mervin Arison Asmuruf; Ris Hadi Purwanto; Lies Rahayu Wijayanti Faida
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23043

Abstract

ABSTRAKKajian Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat telah dilakukan dengan berdasarkan kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis–jenis tanaman lokal, indentifikasi kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah dan merumuskan strategi RHL berdasarkan kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kampung Sub Sai Distrik Warmare dan Kampung Lebau Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Teknik pengambilan data adalah pendekatan metode kombinasi data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan teknik Snowball sampling dan penelusuran dokumen. Metode deskriptif dengan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tanaman lokal yang berpotensi digunakan dalam kegiatan RHL di Kabupaten Manokwari adalah: tanaman yang mempunyai kualitas kayu pertukangan yang baik dan memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti: kayu besi (Intsia bijuga), kayu susu (Astonia sp), kayu matoa (Pometia sp).  Di samping tanaman yang buah dan kulitnya bernilai ekonomi tinggi sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat, seperti: buah merah (Pandanus conoideus), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Mangga (Manggifera indica), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio Zibethinus). Masyarakat Arfak pada kawasan ini memiliki nilai dan kearifan budaya Igya Ser Hanjob yang artinya berdiri menjaga batas. Kawasan hutan yang dimanfaatkan terbagi atas 4 (empat) bagian yakni Susti, Bahamti, Nimahamti dan Tumti, dengan fokus kegiatan RHL seharusnya dilakukan di Susti dan Nimahamti yang berfungsi sebagai kawasan penyangga.ABSTRACTStudy of the Forest and Land Rehabilitation (FLR) in Manokwari Regency West Papua Province have been done based on local knowledge of Moile and the Meyah. This research aims to know the type of local plants, identification the local wisdom of a tribal society Moile and Tribe Meyah and formulate the FLR strategy based on the wisdom of the local community. The study is done in sub sai vilagge warmare district and lebau vilagge manokwari the northern district manokwari counties provincial west papua. Techniques used in the data is the approach combination method through observation field, interviews with snowball sampling techniques and the tracing documents. Descriptive method with an analysis Miles and Huberman used to identify local knowledge of Moile and Meyah. The results showed that the local-crop potentially used FLR in the district Manokwari intsia bijuga asltonia sp, pometia .sp, where its have good quality for use as timber carpentry having high as well as economic value and Pandanus conoideus, Aquilaria malaccensis, Manggifera indica, Nephelium lappaceum, Durio Zibethinus which fruit and the skin can be utilized to add community incomes. The community arfak in this area has a value and culture igya wisdom similar hanjob which means keeping the limit stood, forest areas being utilized divided over 4 (four) : susti, bahamti, nimahamti and tumti , where RHL activities should be undertaken in susti and nimahamti because it can function as buffer area
PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI DI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG (Marine Ecotourism Development in Padang Cermin, Pesawaran, Lampung) Muhammad Altab; Lies Rahayu Wijayanti Faida; Chafid Fandeli
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 25, No 2 (2018): 2
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23044

Abstract

ABSTRAKKajian pengembangan ekowisata bahari di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi potensi atraksi wisata bahari yang ada, mengetahui persepsi wisatawan dan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan ekowisata dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata bahari yang sesuai dengan potensi atraksi wisata bahari dan potensi pasar yang dimilikinya. Sebagai responden dipilih sejumlah 100 orang wisatawan dan 100 orang masyarakat dipilih dari empat objek yaitu Pantai Mutun, Pantai Klara, Pantai Sari Ringgung dan Pulau Pahawang. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan observasi. Analisis potensi dan daya tarik wisata alam menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi–Objek dan Daya tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi pengembangan ekowisata dan AHP untuk menentukan tingkat priorotas strategi pengembangan ekowisata. Hasil penelitian adalah bahwa Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran memiliki potensi yang sangat sesuai untuk pengembangan ekowisata bahari dan disetujui masyarakat setempat. Persepsi wisatawan terhadap potensi objek ekowisata bahari dari aspek ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana penunjang masih rendah. Beberapa prioritas strategi pengembangan ekowisata bahari telah dibahas pada aspek ekologi sosial, dan ekonomi. ABSTRACTStudy of marine ecotourism development in Padang Cermin, Pesawaran District, Lampung Province has been carried out. The research objectives are to identify the potential of existing marine tourism attractions, finding out the perceptions of tourists and public participation in the development of ecotourism from social, economic and environmental aspects, and to formulate a marine ecotourism development strategy that is in accordance with the potential of marine tourism attractions and its market potential. As respondents, 100 tourists were selected and 100 people were selected from four objects, namely Mutun Beach, Klara Beach, Sari Rutut Beach and Pahawang Island. Data collecting was conducted using interview and observation. Data was collected by interview and observation. Analysis potential and attractive ecotourism used the orientation of operation area analysis object and motivation ecotourism. SWOT analysis was used to determine development strategy of ecotourism and AHP is used to determine the priority level of ecotourism development strategy. The result showed that Padang Cermin District, Pesawaran Regency, has a very suitable potential for the development of marine ecotourism and has been approved by the local community. The perception of tourists about the potential objects of marine ecotourism from the aspect of the availability of supporting facilities and infrastructure is still low. Several priority strategies for developing marine ecotourism have been discussed in the aspects of social and economic ecology.

Filter by Year

2001 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue