cover
Contact Name
Novan Andrianto
Contact Email
sintesa@untag-sby.ac.id
Phone
+6289667391830
Journal Mail Official
sintesa@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru No.45, Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60118
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sintesa
ISSN : -     EISSN : 29863759     DOI : https://doi.org/10.30996/sintesa.v2i02
Jurnal Sintesa is a peer-reviewed journal, published by Masters Degree of Communication Science at Post-Graduate Studies Social Politic Faculty Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Sintesa Journal publish twice a year (February and August ). Sintesa Journal was first published in 2023. Jurnal Sintesa is a journal dedicated to publishing research dan conceptual article in areas of communication. Papers published by the journal aim to represent important advances of significance to specialist within each field. Jurnal Sintesa seeks to share knowledge between those who study communication and those who practice it by publishing theoritical and empirical research. This journal is valuable source of knowledge for the following people: academics, communication practitioners, students, goverment, and private companies
Articles 63 Documents
ANALISIS PRAKMATIS DALAM TOXIC RELATIONSHIP PADA "FILM LAYANGAN PUTUS" Novan Andrianto
Sintesa Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sintesa Volume 1 No 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v1i2.8188

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna pragmatis dari ekspresi tokoh dalam Layangan Putus, penggunaan makna pragmatis dalam Toxic Relationship yang dominan dalam Layangan Putus, dan alasan mengapa makna Toxic Relationship dikatakan paling dominan. di dalam film. Bahasa karakter film Layangan Putus karya Mommy Asf. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatis. Penelitian deskriptif mencoba mendeskripsikan data, yaitu data berupa makna pragmatis berdasarkan kata, kalimat yang diucapkan oleh tokoh Ibu Asfi Layangan Putus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter yaitu. membangkitkan data yang ditemukan dalam film Kite Breaks, dan dialog dianalisis berdasarkan makna pragmatisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 17 ujaran yang memiliki makna pragmatis dalam Toxic Relationship berupa sapaan, atau setara dengan 15 dari 17 ujaran yang memiliki makna pragmatis berupa pujian, atau 15%. Alasan makna Toxic Relationship sapaan dan pujian dikatakan lebih dominan karena konteks situasi berbicara dan keadaan yang terkait dengan karakter dalam setiap ucapan cenderung menginisiasi kata atau ajakan dalam bentuk sapaan. dan sering menghargai atau memuji lawan bicara
MAKNA PATRIOTISME PADA FOTO MILITER KARYA ERIC IRENG Faizal Wahyu Pamungkas; Merry Palupi; Arief Darmawan
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8461

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fotografi militer yang merupakan aliran fotografi dengan menceritakan bentuk-bentuk kemiliteran di Indonesia. Akun Instagram @ericireng menjadi salah satu akun fotografer yang membagikan unggahan foto-foto militer di Indonesia. Foto yang identik dengan penggambaran kemiliteran di Indonesia, sehingga foto tersebut dapat memberikan makna tersendiri di dalamnya seperti makna patriotisme. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis yang memiliki tujuan membongkar makna-makna yang terkandung pada foto militer tersebut. Pembongkaran makna tanda yang terkandung, menggunakan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Pemaknaan semiotika Barthes memiliki tiga tahapan antara lain yaitu pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos. Penggunaan analisis semiotika model Roland Barthes ini dimaknai sendiri oleh peneliti berdasarkan pengelihatan, pengalaman, dan pengetahuan lainnya. Hasil dari pembahasan penelitian ini adalah makna denotasi yang menggambarkan bentuk kegiatan kemiliteran yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Sedangkan makna konotasi nya adalah bagaimana bentuk ketulusan seorang prajurit saat menjalankan tugasnya. Adapun mitos dapat disimpulkan bahwa sosok prajurit kemiliteran yang diyakini sebagai alat pertahanan memiliki makna tersembunyi sebagai propaganda TNI yang merupakan bentuk penggambaran kekuatan kemiliteran yang dimiliki oleh Indonesia.
IMPLEMENTASI CYBER PUBLIC RELATIONS MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA DALAM MEMBANGUN CITRA PASCA PANDEMI Rheza Pratiwi; Rahmat Bilal
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dan implementasi cyber PR yang dilakukan oleh Humas Monumen Pers Nasional Surakarta dalam upaya untuk membangun citra lembaga pasca pandemi. Hal ini mengingat adanya perkembangan era digital yang memberikan transformasi dan penyesuaian kinerja bagi para PR, guna mendukung cara berkomunikasi efektif mereka dengan sejumlah publik dari lembaga. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pemerolehan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Melalui analisis data secara interaktif dan keabsahan data melalui triangulasi sumber, praktik PR siber yang diteliti juga diarahkan pada pengamatan virtual terhadap beberapa media sosial yang digunakan oleh Humas Monumen Pers Nasional Surakarta, yaitu Instagram, Facebook, dan Twitter. Hasil analisis menggambarkan praktik PR siber yang dilakukan secara spesifik menggunakan strategi optimalisasi media sosial sebagai media publikasi. Melalui perencanaan konten yang akan diunggah, Monumen Pers Nasional Surakarta secara konsisten melakukan: 1) strategi one day one post pada media sosial yang digunakan; 2) melakukan integrasi pada beberapa unggahan informasi dalam sejumlah media sosial yang digunakan; 3) secara khusus menetapkan target dan segmentasi untuk edukasi bagi publik yang dinilai masif dalam mengakses internet, yakni rentang usia 18-36 tahun; dan 4) selalu melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap pengelolaan internet yang digunakan (followers, jangkauan unggahan, dan engagement).
KETERBUKAAN DIRI PENGGUNA SITUS PENCARIAN JODOH Yohana Kasiwalli; Arif Darmawan; Widiyatmo Ekoputro
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8463

Abstract

Manusia melakukan komunikasi dengan berbagai macam cara, tidak harus bertemu langsung namun juga dapat melalui media berbasis internet seperti chatting. Terdapat aplikasi chatting yang menjadi media manusia untuk berinteraksi, satu diantaranya yaitu aplikasi pencari jodoh. Aplikasi kencan seperti Bumble, mempertemukan dua individu yang saling menyukai. Dua pengguna yang awalnya tidak saling kenal menjadi kenal dan memiliki hubungan yang jauh lebih dekat seperti pertemanan ataupun romantis. Ketika terdapat kecocokan pada pengguna maka akan terjadi pertukaran informasi pribadi, hal ini yang disebut dengan keterbukaan diri. Peneliti ingin memahami keterbukaan diri yang dilakukan oleh para pengguna aplikasi kencan Bumble pada pasangan matchnya saat melakukan chatting. Penelitian ini menggunakan metode etnografi virtual, peneliti akan melihat keterbukaan diri pengguna secara mendalam dalam lingkup virtual. Berdasarkan wawancara online serta data yang dikumpulkan, Keterbukaan diri dipengaruhi oleh lima dimensi keterbukaan diri, sehingga membuat keterbukaan diri setiap orang berbeda-beda bergantung pada tingkat hubungan yang dibangun. Melalui proses keterbukaan diri, teori penetrasi sosial melihat bagaimana perkembangan hubungan yang diciptakan oleh individu apakah semakin intim (penetrasi) atau justru terjadi penarikkan diri (depenetrasi).
KLASIFIKASI BENTUK, FAKTOR PENYEBAB, DAN DAMPAK PELECEHAN SEKSUAL PADA FILM PENYALIN CAHAYA Rivga Agusta; Noqza Siana
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8464

Abstract

Pelecehan seksual marak terjadi dalam lingkungan masyarakat karena edukasi yang belum tersampaikan dengan baik, oleh karena itu sudah seharusnya masyarakat mengetahui bentuk, faktor penyebab, dan dampak pelecehan seksual agar setiap masyarakat paham dan bagaimana harus menangani dan bertindak ketika ada pelecehan seksual sehingga bisa meminimalisir adanya kasus pelecehan seksual. Film “Penyalin Cahaya” mengisahkan seorang perempuan dan beberapa temannya untuk mengungkapkan kasus pelecehan seksual yang terjadi pada dirinya dan beberapa teman lainnya. Pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh teman satu teater Mata Hari. Pada film Penyalin Cahaya pelecehan seksual digambarkan sangat dekat dengan realita yang ada dimasyarakat, dimana para korban tidak mendapatkan keadilan karena pelaku memiliki kekuasaan dan status sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada teori Semiotika model Ferdinand de Saussure yaitu penanda dan petanda yang bersifat arbitrer. Objek penelitian ini adalah film Penyalin Cahaya, sedangkan subjek berupa persoalan terkait pelecehan seksual yang terdapat pada film Penyalin Cahaya. Hasil dari penelitian ini adalah adanya klasifikasi bentuk, faktor penyebab, dan dampak pelecehan seksual pada film Penyalin Cahaya.
DINAMIKA PARTISIPASI POLITIK KAUM MUDA DALAM PLATFORM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DANYOUTUBE Pradipta Pratama; Arif Yahya
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8465

Abstract

Keikutsertaan generasi muda di kehidupan politik tidak jarang menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Generasi milenial dan generasi Z.beberapa kali dianggap kelompok masyarakat yang tidak peka terhadap kehidupan politic. Hal ini diperkuat oleh sedikitnya minat anak muda dalam masalah politik, minimnya rasa percaya yang rendah terhadap politik dan politikus serta memandang rendah dengan pemerintahan dan para pejabat. Namun dilain sisi, kaum milenial di Indonesia menjadi pionir dalam penggunaan media sosial yang terkenal intens. Digitalisasi di era saat ini menawarkan untuk kaum milenial dan Z untuk ikut serta dalam arena informasi dan sosial ini. Arah penelitian ini untuk pemahaman pemilih kaum muda di ranah media sosial serta dampak media sosial dalam ambil bagian dalam politik khususnya di platform twitter dan Instagram.
PERSONAL BRANDING GANJAR PRANOWO DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI POLITIK DI MEDIA SOSIAL Erfina Adah; Mika Murbantoro
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8466

Abstract

Media sosial dimanfaatkan oleh para aktor politik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepadanya dan membangun image di mata masyarakat. Personal branding yang dilakukan oleh politisi di media sosial akan membentuk persepsi masyarakat akan dirinya dan memudahkan para politisi untuk melakukan komunikasi politik. Ganjar Pranowo merupakan salah satu aktor politik yang aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakatnya. Instagram menjadi salah satu media sosial yang digunakannya untuk memudahkan komunikasi dua arah dengan masyarakatnya dengan membawa ciri khas yang dimilikinya dan membentuk image baik tentang dirinya yang kemudian akan memudahkannya dalam melakukan komunikasi politik. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teori personal branding dengan hasil penelitian; a) terlihat (the law of visibility) yaitu Ganjar Pranowo konsisten membangun citra diri yang bergaya milenial dan dekat dengan masyarakat. b) kesatuan (the law of unity); yaitu memiliki jiwa gotong royong. c) keteguhan (the law of persistence) yaitu Ganjar Pranowo memiliki gaya kepemimpinan yang kekinian dan sangat milenial, berani, tegas, semangat, ulet, transparan dan akuntabel. d) nama baik (the law of goodwill) yaitu Ganjar menjadi sosok yang lebih dapat diterima oleh generasi muda terutama aktivitas melalui sosial media instagram
PERAN KEY OPINION LEADER (KOL) MUJIGAE PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK Aat Ruchiat; Er Finda
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8467

Abstract

Memasuki era dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat telah mempengaruhi berbagai kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam hal penyediaan pesan. Di tengah kondisi pandemi Covid-19, internet dan sosial media menjadi salah satu aspek utama yang menunjang aktivitas di segala sektor dan bidang kehidupan manusia yang diakibatkan adanya pembatasan aktivitas di ruang publik dan beralihnya menuju ruang virtual. besarnya penetrasi platform Tiktok dalam menyebarkan pesan, brand afiliasi dari Mujigae resto yang lahir di tengah pandemi Covid-19, tertarik menggunakan aplikasi tersebut sebagai media promosi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Key Opinion Leader (KOL) yang digunakan oleh Mujigae merupakan bagian dari aktifitas program public relations perusahaan yang dijalin secara kerjasama yang saling menguntungkan. Adapun pemilihan key opinion leader dalam mempromosikan produk Mujigae pada platform Tiktok yaitu utamanya yang mampu mempersuasi secara verbal dan nonverbal audiens. Kesimpulan penelitian ini adalah Key Opinion Leader (KOL) yang digunakan oleh Mujigae di platform Tiktok sudah efektif yang terbukti dari views pada media sosial akun resmi produk Mujigae meningkat.
PENERAPAN STRATEGI PUBLIC RELATIONS DI LINGKUNGAN MASJID DARUSSALAM KOTA WISATA CIBUBUR Muhamad Jibril; Mohammad Shibab
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8469

Abstract

Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur di Kabupaten Bogor adalah salah satu masjid yang ingin menjadi pusat kemakmuran masyarakat, khususnya masyarakat muslim. Masjid yang telah berdiri sejak tahun 1998 ini berkembang menjadi masjid yang modern. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penerapan strategi public relations di lingkungan Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Jawa Barat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana strategi public relations diterapkan di masjid tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dengan dua informan kunci yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program PR masjid ini. Selain itu, studi dokumen juga dilakukan untuk memperkaya informasi yang didapatkan dari artikel pada portal-portal berita yang terindeks oleh Google News. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur sudah menerapkan berbagai strategi public relations, di antaranya dengan melaksanakan program kajian, pemberdayaan masyarakat, dan filantropi. Program-program PR tersebut disebarluaskan melalui saluran-saluran PR digital resmi yang dibuat oleh pengurus masjid, seperti website, Youtube, Instagram, Facebook, dan Twitter. Kami merekomendasikan pengurus masjid, khususnya divisi PR, untuk meningkatkan kompetensi PR agar program PR ini dapat berjalan lebih optimal.
ANALISIS PELAKSANAAN KONVERGENSI MEDIA DI ERA TV DIGITAL, STUDY KASUS STASIUN TELEVISI SWASTA ANTV Angghi Muliya Ma'mur; Tuty Mutiah; Fajar Kurniawan
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8471

Abstract

Melimpahnya penggunaan internet menjadi salah satu faktor utama pendorong industri media, termasuk industri televisi, untuk mewujudkan konvergensi media. Konvergensi media dalam industri pertelevisian tidak hanya diperlukan untuk memperoleh informasi dengan lebih mudah dan cepat, tetapi juga untuk meningkatkan jangkauan siaran. Mengkaji dampak konvergensi media pada industri televisi secara umum dan mengkaji penerapan konvergensi media pada saluran televisi Antv merupakan tujuan dari penelitian ini. Melalui pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara serta didukung data sekunder dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa stasiun televisi Antv menerapkan konvergensi media melalui pengembangan situs web digital Antv Klik, yang menyiarkan program langsung setiap hari dan mendiversifikasi konten yang berfokus pada hiburan/infotainment, dengan target audiens Milenial dan Gen Z. Konvergensi media saluran Antv TV dengan mengintegrasikan program siaran melalui media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan Tiktok.