cover
Contact Name
Arifin Hidayat
Contact Email
arifin@uinsyahada.ac.id
Phone
+6281228269512
Journal Mail Official
jurnalhikmah@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Hik/about/editorialTeam
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 2085113     EISSN : 24069485     DOI : https://doi.org/10.24952/hik.v16i2
Core Subject : Social,
Jurnal Hikmah terbit 2 kali setahun ini diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan pada tahun 2007 dalam bentuk edisi cetak dan online. Tim redaksi menerima tulisan ilmiah baik merupakan hasil pemikiran konseptual maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian dakwah dan komunikasi Islam yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Tim penyunting berhak untuk melakukan revisi terhadap tulisan yang masuk ke meja redaksi untuk keseragaman format tanpa mengubah isi dan maksud tulisan. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080.
Articles 199 Documents
Tinjauan Laki-Laki Feminin Perspektif Regulasi Penyiaran Indonesia dan Sosial Budaya Dalam Moderasi Islam Muhammad Husni Ritonga
Hikmah Vol 13, No 2 (2019): HIKMAH: JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v13i2.2045

Abstract

Feminine male behavior is the behavior of a man imitating a person’s feminity. For some people, this behavior is a natural thing in the world of entertainment, but for others it is a matter that violates the normative. It is often performed by the actors who play a role in a television broadcast program, the implications of such behavior in fact inconsistent with the values or religion, culture, and age restictions. However, regulation of such behavior of considered weak because it does not specify the prohibition of such behavior. On the hand, this regulations become something protected, there will be the possibility  of some people who give propaganda against male behavior feminine through broadcast media. Result found first, that the feminine male behavior is not accordance with norms of religion, and culture. Second, the absence of regulation significantly explain the behavior of men who resemble women in the Code of Conduct of Broadcast (P3) and the Broadcast Program Standards (SPS) 2012. Third, the link with the socio-cultural behavior is deliberately displayed on the broadcast program to destabilize heterosexual normative view.
Analisis Wacana Kritis Video Youtube “Presiden Seumur Hidup” di Akun CakNun.com Riyan Gunawan; Ahmad Choirul Rofiq
Hikmah Vol 16, No 2 (2022): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v16i2.6606

Abstract

Wacana jabatan presiden tiga periode ditanggapi secara serius oleh publik dan memunculkan perdebatan banyak politikus dan budayawan yang salah satunya adalah Muhammad Ainun Nadjib. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis teks wacana dalam video “Presiden Seumur Hidup” di akun YouTube CakNun.com, kognisi sosial pemilik akun CakNun.com, dan konteks sosial yang berkembang di masyarakat. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh data, kemudian melakukan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dalam analisis teks, tema teks adalah penolakan wacana presiden tiga periode. Kedua, analisis kognisi sosial yang mempengaruhi, yaitu nilai demokrasi yang dipegang erat sebagai ideologi dan pengalaman dalam peristiwa pelengseran Presiden Soeharto yang berkuasa 32 tahun. Ketiga, analisis konteks sosial meliputi dua faktor, yaitu praktik kekuasaan dan akses yang mempengaruhi wacana yang ditimbulkan karena pengaruh Muhammad Ainun Nadjib dan wacana presiden tiga periode.
Youtube Sebagai Media Komunikasi Dalam Berdakwah Di Tengah Pandemi Ricka Handayani
Hikmah Vol 15, No 1 (2021): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v15i1.3569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan youtube sebagai media komunikasi dakwah di kota Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang ebrsifat deskriftif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pengumpulan dokumentasi dan wawancara yang dilakukan dengan menyebarkan link google formulir untuk diisi oleh para informan. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan yang bersifat deskripsi.Hasil yang diperoleh dari hasil wawancara adalah yang menjadi daya tarik pendakwah untuk membuat konten youtube adalah untuk menyebarkan dakwah dan menyampaikan ilmu. Karena sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin serba digital, pendakwah dituntut untuk menguasai teknologi dan media dalam berdakwah.Youtube adalah salah satu media yang sejalan dan mendukung dalam penyampaian dakwah yang efektif. Karena visualnya, beragam gaya dan pola, kemudahannya akses, dan durasi yang  lama membuat youtube menjadi media yang paling diminati para pembuat konten. inilah yang menjadi kelebihan youtube dibandingkan dengan media sosial lainnya. Youtube juga lebih efisien dalam penghematan biaya, tempat dan waktu. Dengan youtube, ceramah dari para pendakwah dapat dijangkau oleh masyarakat luas dimanapun dan kapanpun. Kata kunci: Youtube, Media Komunikasi, dan Dakwah
بوادر حركة الدعوة في صفوف المسلمات ندونسيا Ahmad Asri Lubis
Hikmah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v11i1.714

Abstract

توطئةبسم لله والحمد والصلاة والسلام على رسول لله وآلھ وصحبھ ومن تبعھ ووالاه، وبعد فھذهالحلقة الثالثة من سلسلسة تاریخ الدعوة التي قام بھا المسلمات بأرض إندونیسیا في القرنالمنصرم؛ فقد تناولت الحلقة الأولى تاریخ دخول الإسلام إلى الجزر الإندونیسیة، كما خصصتالحلقة الثانیة لمناقشة وجھة نظر الإسلام حول دور المرأة المسلمة في حقل العمل الإسلامي. أماھذه الحلقة فتعالج بوادر حركة الدعوة في صفوف المسلمات الإندونیسیات، وھذه البوادر تعود إلىالعامل الدیني بظھور الحركة الإصلاحیة بأرض الوطن، والتي قادھا الزعماء الإصلاحیون، كماللعامل الاستعماري أیضا دور فعال لھذه البوادر الطیبة؛ لتأتي بعد ذلك في الحلقة التالیة الجھودالفردیة تمھیدا للمساعي الجماعیة.
KEBIJAKAN UIN SUNAN KALIJAGA DALAM PENGUATAN BUDAYA MENULIS MAHASISWA DI MEDIA MASSA Faisal Ismail
Hikmah Vol 13, No 1 (2019): HIKMAH: JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v13i1.1330

Abstract

Focusing on the journalism indeed is not always associated with certain mass media. One can be a freelance journalist and still having some free time. This is made possible by being a freelance writer writing columns. Columns on the mass media are open for public. This means a good opportunity for university students, who are used to critical thinking. University students in their role as a social control related to various problems in the society do not have to go to the streets but they can do so by the mass media writing activities.Building a mass media writing culture in the students requires a real support from Universities. With the existing policy, students are expected to actively write on the mass media columns. Looking at the number of the mass media columns, students by all means have many choices. There are several columns on the mass media, ranging from columns on news, opinions, features, short stories, poems, book reviews, etc. Newspapers are mostly about news, and the news writers are the permanent journalists in that newspapers office. Permanent journalists have a contract and fixed income from the media where they work, while articles, book reviews, and features are columns open for public. They who actively write articles are also called freelance journalists. As freelance journalists, they do not have contracts with certain media, and the income they get corresponds to the number of published articles.Keyword: journalism, mass media, columns, university students, journalists Menekuni bidang jurnalistik sesungguhnya tidak harus selalu terikat dengan media massa tertentu. Seseorang bisa menjadi wartawan lepas dengan waktu yang tidak terlalu terikat. Hal itu bisa dilakukan dengan menjadi penulis lepas (freelance) lewat rubrik (kolom)  artikel. Kolom artikel di media massa terbuka untuk umum. Ini berarti merupakan kesempatan yang baik untuk mahasiswa yang terbiasa berpikir kritis. Mahasiswa dalam melakukan kontrol sosial terkait dengan berbagai problem sosial di tengah masyarakat, tidak harus turun ke jalan, melainkan bisa dilakukan dengan aktivitas menulis di media massa.Membangun budaya menulis bagi mahasiswa di media massa tentu perlu ada dukungan nyata Perguruan Tinggi. Dengan kebijkan yang ada diharapkan mahasiswa bisa aktif mengisi berbagai rubrik yang ada di media massa. Dilihat dari rubrik yang ada di media massa, tentu banyak pilihan bagi mahasiswa. Ada beberap rubrik yang di media massa, mulai dari rubrik berita, artikel (opini), feature,  cerpen, puisi, resensi buku dll. Sebagian besar isi surat kabar adalah berita, dan penulis berita adalah wartawan tetap di surat kabar tersebut. Wartawan tetap berarti mempunyai ikatan dan penghasilan tetap dari media tempatnya bekerja. Sedangkan artikel, resensi buku, dan feature adalah kolom  yang terbuka untuk umum. Mereka yang aktif dalam menulis artikel disebut juga dengan wartawan freelance (penulis lepas). Sebagai penulis lepas, mereka tidak terikat dengan media tertentu, dan penghasilan (honor)  yang mereka peroleh sesuai dengan jumlah tulisan yang dimuat.Kata Kunci: jurnalistik, media massa, rubrik, mahasiswa, wartawan
Pengaruh Hallyu Wave Terhadap Komunikasi Interpersonal Santri Lina Amiliya
Hikmah Vol 16, No 1 (2022): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v16i1.5099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Hallyu Wave terhadap komunikasi interpersonal santri. Lokasi dalam penelitian ini terdapat di Pondok Pesantren Darussalam Bangunsari kabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bersifat eksplanatif kuantitatif, yaitu penelitian dengan menggunakan statistik inferensial untuk menguji hipotesis serta bertujuan menjelaskan korelasi antara dua variabel atau lebih. Dari jumlah populasi 100 santri putra dan putri telah diambil sampel 50 responden yang terdiri dari 4 laki-laki dan 46 perempuan. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah teknik sampel non random dan teknik sampel sengaja atau purposive sampling.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket). Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus Pearson Correlation (Product Moment), yaitu:  Setelah dilakukan penelitian, maka diperoleh hasil bahwa pengaruh Hallyu Wave terhadap komunikasi interpersona santri adalah sedang, yaitu dengan nilai r = 0,670. Angka korelasi antara Hallyu Wave (X) dan komunikasi interpersonal (Y) tidak bernilai negatif, artinya terdapat korelasi positif diantara kedua variabel tersebut.Selanjutnya dilakukan uji t serta hasil menunjukkan bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel dengan signifikansi 5 %, yaitu 6,26 2,011. Maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Sehingga memang terdapat ada pengaruh (korelasi yang signifikan) antara Hallyu Wave (X) dan komunikasi interpersonal (Y). Sedangkan sumbangsi Halyu Wave terhadap komunikasi interpersonal santri adalah KP = 0,670² x 100 % = 44,89 %. Artinya komunikasi interpersonal santri mendapat sumbangan dari Hallyu Wave sebesar 44,89 % dan 55,11 % disumbangkan oleh faktor lain.
Reinterpretasi Makna Moderasi Beragama Dalam Konteks Era Pasca Kebenaran (Post-Truth) Shinta Lailatul Maghfiroh; Muhammad Hamdan Yuwafik; Siti Rohmah
Hikmah Vol 14, No 2 (2020): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v14i2.3197

Abstract

Tulisan ini menggambarkan bagimana reinterpretasi makna moderasi dalam beragama pada konteks era pasca kebenaran (post-truth) khusunya yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan library research dan studi literatur melalui karya peneliti lainya yang didaptkan melalui jurnal, buku, maupun blog website yang terpercaya. Hasil studi ini menunjukan bahwa reinterpretasi makna moderasi beragama pada era post-truth dapat dilihat dari beberapa konsep yang disampaika oleh beberapa tokoh ulama agama Islam di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan makna moderasi beragama  yaitu untuk menyebut umat Islam yang perilaku keagamaannya seimbang antara urusan dunia (duniawi) dan urusan akhirat (ukhrawi), antara sikap ekstrem (penganut paham konservatif dalam agama) dan sikap liberal (penganut paham yang mendewakan akal dalam agama), moderat ada di tengah-tengahnya.
السكینة في الحیاة الزوجیة التعددیة بین النظریة القرأنیة وتطبیقھا في إندونیسیا Zainal Arifin
Hikmah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v10i1.692

Abstract

QS al-Nisa’ (4) ayat 3 menimbulkan pertanyaan apakah bisakeluarga poligami menjadi keluarga sakinah? Tulisan ini berupayamemberikan kontribusi atas tujuan tersebut dengan membatasi telaahpada semangat bahasa Alquran, merumuskan konsep sistem nilainyadan melacak sejarah kehidupan sosial masyarakat yang terjadi padasaat itu dan saat ini di Indonesia. Tulisan ini menemukan bahwapoligami adalah solusi saat jumlah wanita lebih banyak, 3 syarat dalamundang-undang pernikahan di Indonesia bukan syarat syah poligami.Pemikiran kontemporer dan praktek lapangan dalam menafsirkan ayatpoligami sebagai ayat yang terkait dengan ayat 1 (takwa) yangbermuara pada sakinah. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwasakinah ditemukan dengan memilih istri yang cantik dan muda,sakinah terkadang timbul ketidak harmonisan, seperti yang terjadipada keluarga Nabi Muhammad. Kesimpulan dari tulisan ini bahwadalam poligami Nabi dan praktek poligami di Indonesia, sakinah dalampoligami dapat terwujud selama bertakwa kepada Allah.
Kinerja Ditinjau Dari Teori Mutasi, Iklim Organisasi, Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja Yummil Hasan
Hikmah Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v12i1.849

Abstract

In general, performance is limited as a person's success in performing a job. Performance is one's success in performing the task. Another opinion states that performance is the work achieved by a person or group of persons within an organization, in accordance with their respective powers and responsibilities, in an effort to achieve the objectives of the organization in a legal, unlawful, and moral and ethical manner. Factors that affect performance are conditions, biological and social factors that affect the environment of one's life. This behavior will be brought into his new environment including in personal life.Key word: Performance, mutation, organizational climate, transforma-tional leadership, job satisfaction.
Hambatan Komunikasi Antar Budaya: Menarik Diri, Prasangka Sosial dan Etnosentrisme Icol Dianto
Hikmah Vol 13, No 2 (2019): HIKMAH: JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v13i2.1847

Abstract

Intercultural communication is process of interaction between two groups of different cultures. These differences include differences in ideology, value systems, social organization experience, and history. The complexity of the differences triggers barriers to communication, namely efforts to withdraw, social prejudice, and ethnocentrism. The purpose of writing this article is to reveal how the factors of withdrawal, prejudice and ethnocentrism emerge as barriers to intercultural communication and explain the Islamic approach in resolving these barriers. The author uses a literature study with a qualitative descriptive approach, found that barriers to intercultural communication occur when attempts to withdraw from social life are based on low levels of self-confidence, excessive individual privacy, and differences in the values of individual idealism with social value systems. Meanwhile, social prejudice arises from doctrinal activities through social education and ethnocentrism arises from excessive loyalty to the truth of one's own cultural values. To remove these obstacles, Islam offers a formulation as an alternative to solving the problem, namely the hujuratism approach by making a change of perspective from ‘withdrawing to interaction, ethnocentrism to objectivism, and prejudice to positive thinking.Keywords: Intercultural Communication, Pulling Away, Prejudice, Ethnocentrism, Hujuratism Approach. Komunikasi antar budaya merupakan proses interaksi antara dua kelompok yang berbeda budaya. Perbedaan itu meliputi perbedaan ideologi, sistem nilai, pengalaman organisasi sosial, dan sejarah. Kompleksitas perbedaan itu memicu hambatan-hambatan untuk menjalin komunikasi, yaitu adanya upaya menarik diri, prasangka sosial, dan etnosentrisme. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengungkapkan bagaimana faktor menarik diri, prasangka dan etnosentrisme muncul sebagai hambatan komunikasi antar budaya dan menjelaskan pendekatan Islam dalam menyelesaikan hambatan tersebut. Penulis menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, ditemukan bahwa hambatan komunikasi antar budaya terjadi jika upaya menarik diri dari kehidupan sosial didasari atas tingkat kepercayaan diri yang rendah, privasi individual berlebihan, dan perbedaan nilai idealisme individu dengan sistem nilai sosial. Sementara itu, prasangka sosial muncul dari kegiatan doktrinisasi melalui pendidikan sosial dan etnosentrisme muncul dari loyalitas berlebihan terhadap kebenaran nilai budaya sendiri. Untuk menghilangkan hambatan-hambatan tersebut, Islam menawarkan formulasi sebagai alternatif penyelesaian permasalahan, yaitu pendekatan hujuratisme (hujuratism approach)dengan melakukan perubahan perspektif dari ‘menarik diri menjadi interaksi, etnosentrisme ke objektivisme, dan prasangka ke berpikir positif.Kata Kunci: Komunikasi Antar Budaya, Menarik Diri, Prasangka, Etnosentrisme, Pendekatan Hujuratisme.

Page 11 of 20 | Total Record : 199