cover
Contact Name
Muhammad Iqbal
Contact Email
umuslimlentera@gmail.com
Phone
+6281360939723
Journal Mail Official
lentera@umuslim.ac.id
Editorial Address
Kampus Ampon Chik Universitas Almuslim Jl. Banda Aceh-Medan (AAC Ampoen Chik Building) Matangglumpangdua, Bireuen, Aceh 24261
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Lentera
Published by Universitas Almuslim
ISSN : 2548835X     EISSN : 25487663     DOI : https://doi.org/10.51179/ltr2
Jurnal Ilmiah Lentera merupakan publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya, baik berupa observasi empiris maupun kajian konseptual, yang merupakan penemuan baru, serta koreksi, pengembangan, dan penguatan paradigma, konsep, prinsip, hukum, dan teori. fasilitas yang ada serta sarana komunikasi bagi civitas akademika, mahasiswa, dosen dan masyarakat di lingkungan dan di luar Universitas Almuslim.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA IBU RUMAH TANGGA: LAPORAN KASUS Wizar Putri Mellaratna; Chataya Syah Dhafa Siregar
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan (DKI) adalah peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap pengaruh faktor ekstrinsik dan/atau intrinsik langsung dengan tubuh. DKI dapat terjadi karena paparan bahan kimia yang menyebabkan kelainan berupa eritema multiforme (eritema, edema, papula, folikel, sisik, likenifikasi) dan pruritus. Dilaporkan kasus seorang wanita berusia 37 tahun, seorang ibu rumah tangga, didiagnosis sebagai DKI kronis. Pada pemeriksaan klinis, terdapat makula difus hiperpigmentasi multipel dengan bentuk tidak teratur, ukuran plak, likenifikasi, dan sisik putih pada kedua kaki. Kombinasi terapi topikal diberikan dexosimetasone 2,5% dan salep fusilex dua kali sehari. Cetrizin 2x10 mg per hari dan Metilprednisolone 8 mg 2 tablet pada pagi hari sebagai pengobatan sistemik. Komunikasi, informasi dan pendidikan diperlukan untuk mengobati DKI kronis.
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS: LAPORAN KASUS Ikhsan Ikhsan; Teuku Muhammad Furqan
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit paru yang ditandai dengan penyumbatan kronis aliran udara di paru yang mengganggu pernafasan normal yang bisa mengancam jiwa. Faktor resiko terjadinya PPOK adalah merokok, pekerjaan, usia, dan polusi udara. Telah dilaporkan pasien laki-laki 64 tahun dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan nyeri dada. Penegakkan diagnosis PPOK berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pulsed lips breathing, bentuk dada barrel chest, retraksi intercostae, sela iga melebar, dan ekspirasi memanjang. Berdasarkan foto thoraks didapatkan gambaran diapragma mendatar, jantung menggantung, lapang paru melebar semua hal tersebut merupakan ciri khas poto thorax pada pasien dengan PPOK. Tatalaksana yang telah dilakukan pada pasien adalah dengan pemberian nutrisi dan hidrasi yang cukup melalui pemberian cairan serta pemberian oksigen 02 2-4 l/i, tindakan nebulisasi combivent dan flexotide, pemberian obat batuk ambroxol pemberian antibiotik ceftazidime.
SEORANG ANAK LAKI-LAKI 5 TAHUN DENGAN TUBERKULOSIS PARU DAN BRONKOPNEUMONIA Salma Fitri; Ahmad Fikri Pulungan2
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang paling sering mengenai paru-paru. Sistem organ lain juga dapat terkena termasuk sistem gastrointestinal (GI), sistem limforetikuler, kulit, sistem saraf pusat, sistem muskuloskletal, sistem reproduksi dan hati. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet yang dikeluarkan oleh penderita TB lainnya misalnya saat batuk atau bersin. Dilaporkan kasus seorang anak laki-laki berusia 5 tahun didiagnosis sebagai tuberkulosis paru dan bronkopneumonia. Pada pemeriksaan klinis , terdapat pembesaran kelenjar getah bening di leher, pernapasan retraksi dinding dada, dan auskultasi rhonki di kedua lapang paru. Penatalaksanaan berupa tatalaksana suportif, simtomatik dan antibiotik. Tatalaksana yang diberikan berupa bedrest, hidrasi yang adekuat, pemberian obat simtomatik seperti antipiretik, antihistamin, mucolitik, mucoliary clearence, bronkodilator dan antibiotik
EXANTHEMATOUS DRUG ERUPTION Nurhafizah Muzainy; Nurhafizah Muzainy
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilaporkan kasus seorang wanita berusia 53 tahun, didiagnosis sebagai drug eruption. Pada gambaran klinis erupsi alergi obat akan mempunyai kemiripan dengan gangguan kulit lain pada umumnya. Gambaran tersering yang sering terjadi adalah gambaran makulopapular atau morbiliformis atau dikenal juga sebagai exanthematous drug eruption. Penatalaksanaan meliputi tatalaksana umum berupa edukasi untuk menghentikan konsumsi obat penyebab dan tatalaksana khusus yang bersifat simptomatis berupa pemberian antihistamin oral, topikal kortikosteroid, atau bahkan penggunaan sistemik kortikosteroid.
Fistula Perianal Zilva Hayati; Zilva Hayati
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fistula perianal merupakan sebuah hubungan yang abnormal antara epitel dari kanalis anal dan epidermis dari kulit perianal. Fistula perianal adalah bentuk kronik dari abses anorektal yang tidak sembuh yang membentuk traktus akibat inflamasi. Fistula ani sering terjadi pada laki laki berumur 20 – 40 tahun, berkisar 1-3 kasus tiap 10.000 orang sehingga diperlukan terapi yang tepat dalam pengobatannya. Telah dilaporkan kasus fistula perianal pada laki-laki berusia 18 tahun dengan riwayat sebelumnya memiliki bisul disekitar anus sejak 1 tahun terakhir, dengan gambaran klinis didapatkan abses pada arah pukul 4 di perianal dan pada pemeriksaan fistulografi didapatkan gambaran track fistula mengisi cutis subcutis regio inferior gluteus kanan dengan gambaran enterocutan. Diagnosis ditegakkan bedasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan fistulografi. Penderita dilakukan tindakan fistulectomy dan didapatkan adanya pus dan fistel di perianal arah jam 4.00. Dilakukan drainase dan pasien dirawat di ruangan rawat bedah pria. Tindakan pembedahan yang dilakukan memberikan perbaikan yang menyebabkan lama rawatan pasien sebentar. Kata kunci : Abses anorektal, laki-laki, Fistula Perianal
IMPETIGO KRUSTOSA PADA ANAK USIA 18 BULAN Salsabilla Humaiya; Wizar Putri Mellaratna
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impetigo adalah penyakit kulit superfisial yang disebabkan oleh infeksi piogenik oleh bakteri gram positif. Impetigo dibagi menjadi nonbulosa dan bulosa. Impetigo nonbulosa merupakan 70% kasus impetigo. Impetigo lebih sering terjadi pada usia anak-anak, tetapi dapat terjadi pada orang dewasa dari segala usia. Biasanya, impetigo nonbulosa muncul di wajah, dimulai sebagai papula eritematosa yang menjadi vesikel dan pustula yang pecah dan menyebabkan krusta berwarna madu pada dan menyebabkan dasar eritematosa. Diagnosis impetigo non bulosaberdasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Impetigo non bulosa dapat diobati dengan antimikroba oral atau topikal dan dengan mengangkat krusta dengan membersihkannya. Prognosisnya baik dan dapat sembuh dengan atau tanpa bekas luka. Kata kunci : impetigo non bulosa, krusta, anak
PENGARUH RISIKO BISNIS, PERTUMBUHAN PENJUALAN DAN SET KESEMPATAN INVESTASI TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Agustin Nurhayati
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to find out how big the influence of Business Risk, Sales Growth and Investment Opportunity Set on Capital Structure. In this study, the samples taken were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2011-2020. The data collection technique used in this study is to collect documentation in the form of financial statements of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2011-2020. The data analysis method used in this research is using panel data regression. The results of this study indicate that business risk has a positive and significant effect on capital structure, sales growth has a positive and significant effect on financial performance, the investment opportunity set has no positive and significant effect on capital structure. It is hoped that this research will be able to provide information about the factors that influence the capital structure analyzed using business risk variables, sales growth and investment opportunity sets in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange with the aim of making the right decisions regarding the company's performance.
PERANAN PENDAMPING DESA DALAM PENDIDIKAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA Cholizar
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 1 (2023): LENTERA, FEBRUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Lawe Sigala-gala adalah salah satu kecamatan penerima bantuan keuangan dari pusat yang tertuang dalam UUD No.6 Tahun 2014 tentang desa yang bersumber dari APBN yang dialokasikan untuk penunjang kegiatan masyarakat, baik itu untuk pengembangan ekonomi, pengembangan pendidikan, pembangunan maupun sosial budaya. Kecamatan Lawe Sigala-gala terletak di Kabupaten Aceh Tenggara dan tergolong kriteria daerah ekstrim (sangat-sangat sulit). Kecamatan tersebut mempunyai masyarakat yang multikultural yang terdiri dari banyak suku seperti suku Aceh, Batak, Jawa, Padang, Cina dan Gayo, sedangkan agama juga berbeda terdiri dari agama islam, kristen katolik, kristen protestan dan budha. Untuk membina kerukunan antar masyarakat diperlukan adanya satu kesepahaman tentang nilai-nilai multikultural ini, agar terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan menghargai serta tolong menolong. Dengan kondisi keberagaman tersebut, sangat rentan terjadinya perselisihan dalam interaksi lingkungan sosial. Namun hal ini bisa menjadi permasalahan ketika mereka tidak bisa menerima perbedaan-perbedaan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberagaman yang ada di Kec. Lawe Sigala-gala, juga peran Pendamping Desa dalam pemberdayaan pendidikan masyarakat multikultural dan juga untuk mengetahui peluang dan tantangan yang dihadapi Pendamping Desa dalam pemberdayaan pendidikan masyarakat tersebut. Subjek penelitian ini adalah Camat, Datuk Penghulu, dan dua orang warga yang berbeda agama dan suku. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif bersifat deskriptif analisis. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapat gambaran bahwa di Kecamatan Lawe Sigala-gala terdapat agama yang beragam, suku/etnis, bahasa, budaya dan golongan. Pendamping Desa mempunyai peran yang sangat penting seperti sebagai nara sumber, motivator, mediator dan sebagai guru. Peluang bagi Pendamping Desa dalam pemberdayaan pendidikan yaitu, partisipasi dan antusias masyarakat masih besar terhadap pendidikan, adanya program pemerintah seperti PNPM MPd dan Dana Desa, sedangkan tantangan yang dihadapi yaitu, kurangnya pemahaman terhadap tupoksi, partisipasi masyarakat yang tergolong sedang, konflik internal baik dalam politik desa, antara anak-anak dan yang berbuntut ke arah kriminal.
METODOLOGI PEMBELAJARAN PAI MENURUT K. H. IMAM ZARKASYI Ikhwani; Muhammad Iqbal
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 5 (2022): Lentera, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu upaya merubah pola fikir, sikap dan perilaku peserta didik, dari yang negatif menuju positif. Perubahan tersebut dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari, sejauh mana seseorang mampu berfikir, bersikap dan berperilaku positif dalam menyelesaikan problema hidup, dan kehadirannya memberaikan manfaatan bagi manusia lain. Dia tidak hanya hidup, tapi menghidupi, bergerak dan menggerakkan, berjuang dan memperjuangkan. Ilmu pendidikan Islam terkesan lamban perkembangannya bila mana dibandingkan dengan ilmu-ilmu di lain. Hal ini perlu segera diatasi dengan cara menumbuhkembangkan kajian di bidang ilmu pendidikan Islam seperti Imam Zarkasyi yang dianggap sebagai tokoh pembaharu pendidikan Islam di Indonesia. Pemikiran dan perjuangan Imam Zarkasyi dalam mengembangkan pendidikan Islam sampai sekarang banyak diikuti oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren. Banyak tumbuh dan berkembang pesantren-pesantren yang bercorak modern dengan menggabungkan materi pelajaran agama dengan umum. Pada era globalisasi tidak hanya dibutuhkan generasi yang mahir dalam ilmu agama tetapi juga mahir dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Imam Zarkasyi memilih model Normal Islam School (Kulliyyatul Mu'allimin al-Islamiyyah) yang didirikan gurunya, Mahmud Yunus, di Padang Panjang, Sumatra Barat, yang tersentuh pembaruan dengan kurikulum yang baik, meliputi ilmu pengetahuan umum, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Metode dan sistem pendidikan “klasikal” yang terpimpin secara terorganisir dalam bentuk penjenjangan kelas dalam jangka waktu yang ditetapkan.
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (KALANCHOE PINNATA L.) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN Mustaqim
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 5 (2022): Lentera, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) secara tradisional telah digunakan untuk menurunkan suhu tubuh sebagai antipiretik. Berbagai senyawa terdapat dalam ekstrak daun cocor bebek, salah satunya senyawa flavonoid dapat digunakan sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang efektif untuk mencapai efek antipiretik pada mencit (Mus musculus) jantan yang diinduksi pepton 5%. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan skrining fitokimia meliputi pemeriksaan alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dan fenolik/tanin. Penelitian ini menggunakan mencit (Mus musculus) jantan sebanyak 25 ekor. Mencit selanjutnya dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan yang terlebih dahulu diinduksi demam menggunakan pepton 5%. Perlakuan tererdiri dari kelompok 1 diberikan Na-CMC 1% (kontrol negatif), kelompok 2 diberikan parasetamol (kontrol positif), kelompok 3 diberikan ekstrak dengan dosis 150 mg/g BB mencit, kelompok 4 diberikan ekstrak dengan dosis 300 mg/g BB mencit, dan kelompok 5 diberikan ekstrak dengan dosis 450 mg/g BB mencit.Setelah diberi perlakuan suhu rektal mencit diukur kembali sampai percobaan pada menit ke 150 dengan interval waktu 30 menit. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS dengan uji normalitas dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) memiliki kandungan fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, steroid, dan fenolik/tanin. Berdasarkan data yang diperoleh ekstrak etanol daun cocor bebek pada dosis 150 mg, 300 mg, dan 450 mg/gram BB, memiliki aktivitas antipiretik. Data yang dihasilkan tidak berdistribusi normal (p<0,05), dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis data yang digunakan pada kelompok perlakuan adalah sama Asymp.sig > 0,05. Dosis ekstrak etanol daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) yang efektif sebagai antipiretik adalah 450 mg/gram BB mencit

Page 11 of 28 | Total Record : 277