cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS" : 9 Documents clear
Dr. H. Samsi Jaccobalis, DSB. Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binahong, Herbal Berkhasiat Obat Budi Kidarsa
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) TERHADAP Candida albicans Janti Sudiono; Melisa Gunawan; Renata Maharani; Stephanie Aipassa
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binahong atau Anredera cordifolia {Tenore) Steenis merupakan suatu tanaman obat yang berasal dari daratan China dan juga ditemukan di Lembang dan daerah sekitarnya. Daun tanaman ini mengandung saponin dan alkaloid yang merupakan kandungan aktif anti jamur. Candida a/bicans merupakan organisme penyebab infeksi rongga mulut yang paling umum. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efek anti-jamur ekstrak etanol 70% daun binahong (BLEE) terhadap Candida albicanssecara in vitro. Ujiinhibisipada penelitian ini menggunakan metode difusi dari pelbagai konsentrasi BLEE mulai 0.2% sampai 100% dengan melakukan streakingpada media agar, sementara suspensi oral nystatin dan akuades digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Ujidengan metode streakingdilakukan pada konsentrasiBLEE yang dengan metode dilusi memberikan hasil positif atau suspensilarutan tetap keruh.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koloni Candida albicanstidak  ditemukan pada BLEE 25% sehingga diasumsikan bahwa konsentrasi inimerupakan nilaiminimum antijamur (MFC).Jumlah koloni terkecil ditemukan pada konsentrasi BLEE 12,5% yang merupakan konsentrasi hambat mini­ mal (MIC). Juga tidak ditemukan perbedaan bermakna dari efek hambat Candida a/bicans antara pelbagai konsentrasi BLEE dan dengan suspensi oral nystatin (p>0.05 ;t test=O)
Profil Klinis Pasien Hospital Acquired Pneumonia Di Ruang Rawat Penyakit Dalam Samuel Halim; Zulkifli Amin
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospital Acquired Pneumonia(HAP) merupakan infeksinosokomial yang sering dijumpaipasien yang dirawat di rumah sakit. Mortalitas  akibat HAP sangat tinggi, bahkan dapat mencapai 50%, namun belum ada data mengenai hal tersebut di Indonesia. Informasi mengenai karakteristik profil pasien HAP diIndonesia juga belum diketahui. Data tersebut penting untuk meningkatkan tata kelola HAP dalam rangka menurunkan angka mortalitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan karakteristik demografis,klinis dan profil kuman pasien HAP serta mengetahui proporsi mortalitas pada pasien tersebut. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang. Data diambil dari rekam medik mulai Januari 2006 sampai Desember 2012.Sebaran data numerik dinilai dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Data dengan sebaran normal ditampilkan dalam bentuk rerata dan simpang baku,sedangkan data dengan sebaran tidak normal ditampilkan dalam bentuk median dan range. Selama penelitian kami mendapatkan 204 subjek dengan HAP pada kurun waktu yang telah ditentukan,dengan proporsi mortalitas sebesar 44,1%. Sebanyak 109 subjek (53,4%) adalah pria dengan rentang usia 18 sampai 88 tahun (median 51tahun). Komorbidatas tersering yang didapatkan adalah hipertensi(17,22%).Dari hasil kultur sputum,kami dapatkan kuman terbanyak adalah Klebsiella pneumonia yaitu 36 dari 61 isolat.
Pengaruh Latihan Fisik Anaerobik Intermiten Selama 4 Dan 12 Minggu Terhadap Kadar Laktat Darah Tikus Wistar Jantan Susy Olivia Lontoh; Puspita Eka Wuyung; Dewi Irawati; Minarma Siagian
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan fisik anaerobik merupakan jenis latihan fisik berdurasi singkat dengan intensitas tinggi. Latihan fisik anaerobik tidak menggunakan oksigen sebagai sumber energi. Keadaan anaerobik menghasilkan asam laktat sehingga terjadi peningkatan kadar laktat darah.  Latihan fisik anerobik selain dilakukan secara kontinu, juga dapat dilakukan secara intermiten. Tetapi, hingga saat ini, sedikit penelitian mengenai latihan fisik anerobik yang dilakukan secara intermiten dan kadar laktat darah. Penelitian inibertujuan mengukur kadar laktat darah tikus Wistar setelah latihan fisik anaerobik intermiten selama 4 dan 12 minggu. Enam belas tikus Wistar dibagi menjadi dua kelompok,yaitu kelompok kontrol dan perlakuan anaerobik. Tiap kelompok perlakuan anaerobik dibagimenjadi dua subgrup,yaitu subgrup 4-minggu dan 12-minggu.Pada kelompok anaerobik dilakukan latihan fisik mengunakan treadmill T-6000 dengan kecepatan 35 m/menit selama 15 menit,dan setiap 5 menit diistirahatkan selama 90 detik. Pengukuran kadar laktat dilakukan dengan kit L-lactate (PAP) Randox (LC 2389). Kadar laktat darah kelompok perlakuan latihan fisik anaerobik intermiten sekama 4 minggu mengalamipeningkatan yang bermakna (p=O.OOO;p<0.05) dibandingkan kelompok kontrolnya (4.04±0.09mmoi/L dibanding 1.53±0.16mmoi/L). Kadar laktat darah post exercisekelompok perlakuan anaerobik intermiten selama 12 minggu mengalami peningkatan bermakna (p=O.OOO; p<0.05) dibandingkan kelompok kontrol12 minggu (3.91±0.03mmoi/L dibanding 2.53±0.03mmoi/L, A=1,38mmoi/L). Penelitian ini menunjukkan latihan fisik anaerobik intermiten selama 4 maupun 12 minggu menyebabkan perubahan kadar laktat darah tikus Wistar.
Analisis Kadar Hemoglobin Terhadap Mortalitas Pasien Infark Miokard Akut Selama Perawatan Liong Boy Kurniawan; Uleng Bahrun; Darmawaty Rauf; Mansyur Arif
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan darah rutin merupakan tes yang umum diperiksa pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Sebagian pasien infark miokard akut mengalami anemia dan berpotensi menyebabkan peningkatan mortalitas selama perawatan. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada pasien infark miokard akut saat masuk rumah sakit dan menilai pengaruhnya terhadap mortalitas pasien selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan studi potong silang dengan mengambil data sekunder dari rekam medik 81 pasien infark miokard akut yang dirawat di Unit Perawatan Jantung Intensif Rumah Sakit    Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Juli 2010 hingga Juni 2011. Kadar hemoglobin yang diteliti diperoleh saat pasien masuk rumah sakit dan diklasifikasikan sebagai anemia,hemoglobin normal dan polisitemia. Uji statistik dilakukan dengan Uji {Student T} dan Mann Whitney. Rerata kadar hemoglobin pada penderita infark miokard akut yang survive dan meninggal selama perawatan adalah 14,13±1,73 g/ddl an 13,59±2,59 g/d(lp=0,269). Risiko mortalitas pada pasien dengan anemia sebesar 2,96 kali dibandingkan dengan kadar hemoglobin normal (interval kepercayaan 95%, 0,71-12,25; p=0,144) dan pasien dengan polisitemia sebesar 2,37 kali dibandingkan dengan kadar hemoglobin normal (interval kepercayaan 95%,0,54-10,47; p=0,257). Pasien infark miokard akut yang disertai dengan anemia atau polisitemia memiliki kecenderungan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar hemoglobin yang normal.
Perbandingan Pemberian Packed Red Cell Dan Fresh Frozen Plasma Dengan Stored Whole Blood Terhadap Prothrombin Time Pada Pasien Trauma Tumpul Abdomen Peter Ian Limas; Basrul Hanafi
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian darah dalam transfusi pada kasus trauma seringkali tidak beraturan. Pada masa lalu,darah diberikan dalam bentuk whole blood. Saat ini telah ditinggalkan karena pemberian komponen darah dalam bentuk Packed Red Ceii(PRC) lebih menguntungkan. Rekam medis pasien dipelajari. Kriteria inklusi: usia minimal14 tahun,tidak sedang hamil. Memerlukan 6 hingga 9 kantung transfusi,tidak sedang hamil. Dibentuk dua kelompok,kelompok pertama diberi PRC dengan FFP dalam  rasio 3:1./nternational Normalized Ratio(INR) kedua kelompok pasien diperbandingkan. Terdapat 30 kasus dengan trauma tumpul abdomen yang memenuhi kriteria inklusi. Rerata transfusi untuk kelompok pertama adalah 7,1kantung;dan 3,3 kantung FFP. Kelompok kedua adalah 7 kantung WB, dan 0,5 kantung FFP.Terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil akhir INR antara kedua kelompok. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa pelaksanaan transfusi pada pasien dengan trauma tumpul saat ini sebagian telah sesuai dengan petunjuk yang ada dalam penggunaan produk darah. Konsensus adalah FFP:PRC tidaklah selalu dapat dijalankan. Pemberian FFP ke pada pasien trauma tumpul abdomen dengan perdarahan bersifat efektif dalam memperbaiki hemotasis.
Reproductive Toxicity Of Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs Fia Fia
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are the one of a drug-class that is generally consumed by most of pregnant women in the world for many different indications during their pregnancy. It is important for doctor who prescribes to know well the safety of these drugs, since these drugs are also given for indications (of illnesses) that also could give detrimental effects in pregnancy, as viral infections. Here in this article, the effects of NSAIDs drugs, especially diclofenac is assessed. This review is based on journals in studies that had been conducted to know the reproductive toxicity of NSAIDs. It is known now that NSAIDs in preconception time could affect women's fertility and in first trimester possibly could increase the risk of spontaneous abortion. In the second trimester they are associated with kidney disorder of the offspring and in the last trimester they cause premature closure of ductus arteriosus and leading to pulmonary hypertension in the newborn infants. So it is advised that the use of these drugs for pregnant women should be given only for certain indications when there are no other option for a saver drug.
Keajaiban Antioksidan Irmawati Irmawati
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9