cover
Contact Name
Mohamad Ihsan
Contact Email
mohammad.xzan@gmail.com
Phone
+62816675419
Journal Mail Official
agronomika.uniba@gmail.com
Editorial Address
Jl. Agus Salim No.10, Sondakan, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Agronomika
ISSN : 16930142     EISSN : 25979019     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agronomika, Receive scientific manuscripts of scientists / academics and practitioners in agriculture or related, could be a result of research, case studies, as well as new innovations that have never been published to support agricultural development. This journal contains the results of agricultural research. JURNAL AGRONOMIKA covers research in the following areas: 1. Agrotechnology 2. Pest Management 3. Organic farming 4. Plant Breeding 5. Sustainable agriculture 6. Horticulture 7. Agribusiness 8. Social-economic agricultural issues 9. Agricultural development 10. Agricultural diversification
Articles 106 Documents
KAJIAN LIMBAH PADAT PENGOLAHAN TEPUNG TAPIOKA (Onggok) SEBAGAI BAHAN APUNG PADA KOMPOSISI PAKAN IKAN LELE (Pelet) Bangun Satrio Nugroho Bangun Satrio Nugroho
AGRONOMIKA Vol 11 No 01 (2016): Agronomika Vol 11, No.01, Februari – Juli 2016
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan ikan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam proses pertumbuhan ikan. Pertumbuhan ikan dapat berjalan optimal apabila jumlah pakan, kualitas pakan dan kandungan nutrisi terpenuhi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji daya apung dan kandungan nutrisi pakan ikan dengan memanfaatkan limbah padat hasil pengolahan tepung tapioka, biasa disebut onggok. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui salah satu formulasi pakan yang optimum meliputi kandungan nutrisi pakan dan daya apung. Terdapat tiga perlakuan (P) yang terdiri dari tepung onggok, tepung ikan, tepung jagung, dedak padi (%) dengan campuran berturut-turut 10-50-30-10 (P1), 15-45-30-10 (P2), 20-40-3010 (P3). Kualitas pakan yang mendekati SNI dan memiliki daya apung baik terdapat pada P1. Perlakuan P1 memiliki Kualitas pakan 21,01%, Lemak 4,78%, Abu 9,26%, Kadar air 12,19% dengan daya apung selama lebih dari 10 jam. Perlakuan tersebut memiliki kandungan abu paling rendah dari perlakuan lain. Sehingga P1 menjadi yang terbaik dari tiga perlakuan yang ada
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM TATA KELOLA SUMBER DAYA AIR DI KOTA MATARAM DAN KABUPATEN LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT (Kajian Berbasis Lingkungan dalam pengelolaan SDA) Richardus Indra Gunawan, S.TP., M.Si Richardus Indra Gunawan, S.TP., M.Si
AGRONOMIKA Vol 11 No 01 (2016): Agronomika Vol 11, No.01, Februari – Juli 2016
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Governance in water resources become the importance topic that concerned in today. This is based on the restricted role of the community. The actor that plays in the role is still from the government which also becomes regulator as well as executor. This research aim to gathering the information what is the best model that fit with the three party scheme (government, community, and business). The research held in Mataram City and West Lombok, West Nusa Tenggara by using purposive sampling with focus group discussion for two kinds of respondents, there are PDAM subscribers and non PDAM subscribers. From the research can be collected information that the higher participation from the community in water resources governance will impact to the guarantee of water supply to the wider community.
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) DI KECAMATAN TURI SLEMAN YOGYAKARTA (The Development of Ettawa Crossbreeds at Turi Subdistrict, Sleman, Yogyakarta) Suci Nur Utami, S. Pt., M. Si. Suci Nur Utami, S. Pt., M. Si.
AGRONOMIKA Vol 11 No 01 (2016): Agronomika Vol 11, No.01, Februari – Juli 2016
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas pengembangan agribisnis kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kecamatan Turi. Metode analisis data dengan perhitungan analisis Location Quotient (LQ), analisis SWOT, dan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agribisnis Kambing PE di Kecamatan Turi merupakan komoditas unggulan agribisnis di bidang peternakan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis LQ sebesar 2,32. Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan, agribisnis kambing PE berada pada kuadran 1 yang berarti ada pada kondisi strategi agresif, artinya memiliki beberapa kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Prioritas strategi pengembangan agribisnis kambing PE di Kecamatan Turi adalah diferensiasi produk dengan tetap mempertahankan kualitas (TAS=14,991), dan kontinuitas dalam produksi susu (TAS=14,182).
PERAN GA3 DAN LAMA PENAMBAHAN CAHAYA PADA HASIL DAN PEMBUNGAAN KRISAN SPRAY (Chrysanthemum morifolium) Libria Widiastuti, SP, MP Libria Widiastuti, SP, MP
AGRONOMIKA Vol 11 No 01 (2016): Agronomika Vol 11, No.01, Februari – Juli 2016
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga potong krisan atau seruni termasuk salah satu komoditas pertanian kelompok hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan prospek pemasaran cerah. Pada skala nasional kebutuhan akan bunga potong cenderung meningkat tidak kurang dari 10% per tahun. Permintaan bunga potong pada setiap akhir tahun selalu melonjak 100%. Pada tanaman krisan lama penambahan cahaya menentukan berhasil tidaknya tanaman tumbuh dengan kuat, produktif dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang menguntungkan. Efektifitas perendaman/penyemprotan/pemberian GA3 banyak hal/faktor yang berpengaruh yang perlu dipertimbangkan salah satunya adalah saat aplikasi. Waktu aplikasi yang tepat sangat berpengaruh dalam laju osmosisnya. Percobaan diatur dalam rancangan petak terpisah (Split Plot Design), yang terdiri dari dua faktor dan lima ulangan. Lama penambahan cahaya sebagai petak utama dan waktu aplikasi GA3 sebagai anak petak. Lama penambahan cahaya terdiri dari 3 taraf, yaitu : 0 – 25 hari setelah tanam , 0 – 30 hari setelah tanam, dan 0 – 35 hari setelah tanam relatif terhadap pencahayaan di bawah rumah plastik. Waktu aplikasi GA3 terdiri dari 5 taraf, yaitu : Tanpa aplikasi GA3 (kontrol), 30 hari setelah tanam, 35 hari setelah tanam, 40 hari setelah tanam, dan 45 hari setelah tanam. Berdasarkan hasil analisis ragam uji F taraf 5%, perlakuan saat aplikasi GA3 dan lama penambahan cahaya menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap semua parameter. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata pada seluruh parameter. Berdasarkan hasil analisis ragam uji F taraf 5%, umur bibit dan konsentrasi GA3 menunjukkan perlakuan umur bibit dan konsentrasi GA3 berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata pada seluruh parameter pertumbuhan kecuali jumlah daun.
PERAN PUPUK CAIR ORGANIK URIN SAPI UNTUK PERTUMBUHAN BIBIT ADENIUM (Adenium obesum) PADA BEBERAPA MACAM KOMBINASI MEDIA TUMBUH Mohamad Ihsan Mohamad Ihsan
AGRONOMIKA Vol 11 No 01 (2016): Agronomika Vol 11, No.01, Februari – Juli 2016
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to know the influence of foliar organic fertilizer and three kinds of cattle manure organic fertilizer on growth of adenium seedling. This pot experiment was conducted in the  glass house which arranged as factorial Completely Randomized Design with two factors as treatment that were: concentration of cow urine as foliar fertilizer i.e. : 0 cc/ lt of water, 2,5 cc/lt of water, 5 cc/ lt of water and 7,5 cc/ lt of water. The second factor was application of organic fertilizer that were three kinds of cattle manure that were: cow, goat and chicken.  The adenium seedling planted and there were several parameters of plant growth were observed. Result of research showed that there significant relation between the kind of cattle manure organic fertilizer application toward all parameters of plant growth observed. Can be concluded that there was not significant influence of foliar fertilization on adenium seedling growth. The best cattle organic fertilizer was chicken manure which combine with application of cow urine 5 cc/ lt  of  water
PENGARUH BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM POT ORGANIK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata) DI LAHAN BERPASIR Fitria Gemma Tyasari Bambang Suhartanto Bambang Suwignyo
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produktivitas kacang tunggak yang ditanam di lahan pasir dengan perbaikan lingkungan tumbuh melalui penggunaan pot organik sebagai media tanam. Tiga blok lahan pasir (sebagai ulangan) ditanami kacang tunggak dengan menggunakan 5 macam pot organik sebagai media tanam terbuat dari kompos kotoran ayam, kambing, dan sapi, sludge biogas, dan sampah organik, serta kontrol (tanpa pot). Tiap blok lahan pasir dibagi menjadi 6 plot secara acak sesuai dengan perlakuan macam pot organik. Lima buah pot organik ditanam dalam tiap plot yang telah diisi tanah kemudian ditanam 2 biji kacang tunggak. Pemanenan dilakukan pada minggu ke-8, produksi hijauan ditimbang pada saat akhir penelitian Data dianalisis dengan analisis variansi menurut rancangan blok acak lengkap dan perbedaan rerata diuji Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam pot organik tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman. Lahan di blok II memiliki pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman (58,20 cm), produksi bahan kering (41,23 g), produksi bahan organik (39,18g), dan produksi protein (5,65 g) dibanding blok lahan yang lainnya. Dapat disimpulkan bahwa media tanam pot organik ayam lebih baik dibandingkan pot organik lainnya. Penggunaan media tanam pot organik pada lahan pasir akan memperbaiki pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang tunggak.
PENGARUH SUMBER KALIUM DAN DOSIS PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Sunarto Srie Juli Rachmawatie Mohamad Ihsan
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam sumber kalium dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun  (Allium fistulosum, L) telah dilaksanakan di Desa Blumbang,  Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan pertama adalah sumber pupuk kalium (K) terdiri dari atas K1=KNO3, K2=KCl, dan K3= Fertika, sedangkan perlakuan kedua adalah dosis pupuk nitrogen (N) terdiri dari N1=45 kgN/ha, N2=65 kgN/ha, N3=85 kgN/ha. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan macam sumber kalium dan dosis pupuk nitrogen berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan yang meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun,  berat akar segar, berat tanaman segar per tanaman, berat tanaman segar per petak, berat konsumsi, dan jumlah tunas per rumpun. Interaksi macam sumber kalium dan dosis pupuk nitrogen menunjukkan hasil  yang juga berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kombinasi pupuk KNO3 dengan takaran pemberian nitrogen 65 kgN/ha memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman dengan hasil tertinggi pada pengamatan berat konsumsi  seberat 205,50 gram.
PREFERENSI PETANI TERHADAP BEBERAPA VARIETAS PADI DI KECAMATAN BLORA KABUPATEN BLORA Nurainy Muthohharoh Lutfi Aris Sasongko Shofia Nur Awami
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui preferensi petani terhadap benih padi varietas Ciherang, mengetahui alternatif pengganti varietas Ciherang, untuk mengetahui karakteristik atribut yang mempengaruhi petani dalam memilih varietas Ciherang serta mengetahui karakteristik atribut dari beberapa varietas padi yang ditanam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pemilihan lokasi dengan cara purposive sampling. Lokasi penelitian adalah Desa Sendangharjo, Desa Tambaksari, dan Desa Purwosari di Kecamatan Blora Kabupaten Blora. Pengambilan sampel petani dilakukan secara proporsional, dengan  responden yang dilibatkan sebanyak 80 petani. Analisis data menggunakan metode analisis tabulasi dan perceived quality. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada musim tanam I benih padi varietas Ciherang lebih banyak ditanam di Kecamatan Blora Kabupaten Blora tetapi pada musim tanam II yang lebih banyak ditanam adalah padi Varietas Mapan 05. Alternatif pengganti Varietas Ciherang adalah Varietas Mapan 05 sebanyak 52,5%. Karakteristik atribut rerata terhadap Varietas Ciherang adalah hasil produksi (0,11) dan ketahanan terhadap hama dan penyakit (0,11). Keseluruhan atribut Varietas Mapan 05 dan Mentik Wangi lebih disukai dibandingkan Varietas Ciherang.
RESPON SEMBILAN VARIETAS KEDELAI (Glycine max. L (MERRIL)) YANG DITANAM PADA KONDISI JENUH AIR Miftah Dieni Sukmasari Acep Atma Wijaya Umar Dani, Budi Waluyo
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respon Sembilan kultivar kedelai pada pertanaman jenuh air. Penelitian dilakukan di lahan petani Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok sembilan varietas kedelai sebagai faktor tunggal antara lain Grobogan, anjasmoro, argomulyo, Mutiara 2, Dega 1, Dering, Detam 1, Gema dan Mitani dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, indeks luas daun, kandungan klorofil, serapan N, panjang akar, jumlah bintil akar efektif, jumlah biji pertanaman dan bobot biji pertanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam (Uji F) pada taraf α. = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan varietas kedelai menunjukkan respon pada keadaan jenuh air pada variabel kandungan klorofil, serapan N, jumlah biji pertanaman dan bobot biji pertanaman, namun pada variabel tinggi tanaman, indeks luas daun, panjang akar dan nisbah pupus akar tidak menunjukkan respon yang berbeda nyata. Varietas Argomulyo, Grobogan, Dega 1, Dering dan Anjasmoro menunjukkan respon paling baik terhadap kandungan klorofil, serapan N, jumlah biji pertanaman dan bobot biji pertanaman
KARAKTER EKOLOGI SERANGGA OPT DAN MUSUH ALAMINYA DI SAWAH ORGANIK DAN SAWAH ANORGANIK DESA MRENTUL KECAMATAN BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN Mochamad Hadi Rully Rahadian, Udi Tarwotjo
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisme  pengganggu tanaman (OPT) bagi tanaman padi di Jawa Tengah dalam sepuluh tahun terakhir adalah Penggerek Batang Padi. Pada penelitian ini diteliti mengenai karakter ekologi serangga OPT dan  musuh alaminya di sawah organik dan anorganik Desa Mrentul, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen. Struktur ekologi dianalisis dengan penghitungan indeks keragaman jenis Shannon-Wiener (H’), indeks kelimpahan populasi (Di), indeks kemerataan persebaran (e) dan indek dominansi. Pengambilan data dilakukan selama satu kali musim tanam padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ekologi OPT dan musuh alaminya hampir tidak berbeda antara sawah organik dan anorganik. Jumlah jenis OPT di sawah organik berkisar antara 1-4 jenis sedangkan di sawah anorganik 2-6 jenis dan di sawah semi organik 3-4 jenis. Jumlah jenis musuh alami antara sawah organik dan sawah anorganik juga hampir sama. Jumlah jenis musuh alami di sawah organik 6-8 jenis, di sawah anorganik 4 jenis dan di sawah semi organik 4-8 jenis.  Jumlah individu OPT di sawah organik berkisar antara 1-10 individu, lebih sedikit dibandingkan dengan di sawah anorganik, 12-24 individu maupun di sawah semi organik , 10-37 individu. Sedangkan jumlah individu musuh alami di sawah organik 31-55 individu, relatif lebih banyak dibandingkan di sawah anorganik 18-30 individu dan di sawah semi organik 16-54 individu.

Page 4 of 11 | Total Record : 106