cover
Contact Name
Mohamad Ihsan
Contact Email
mohammad.xzan@gmail.com
Phone
+62816675419
Journal Mail Official
agronomika.uniba@gmail.com
Editorial Address
Jl. Agus Salim No.10, Sondakan, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Agronomika
ISSN : 16930142     EISSN : 25979019     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agronomika, Receive scientific manuscripts of scientists / academics and practitioners in agriculture or related, could be a result of research, case studies, as well as new innovations that have never been published to support agricultural development. This journal contains the results of agricultural research. JURNAL AGRONOMIKA covers research in the following areas: 1. Agrotechnology 2. Pest Management 3. Organic farming 4. Plant Breeding 5. Sustainable agriculture 6. Horticulture 7. Agribusiness 8. Social-economic agricultural issues 9. Agricultural development 10. Agricultural diversification
Articles 106 Documents
SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN KELAPA KOPYOR DI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI Eka Dewi Nurjayanti Shofia Nur Awami
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa kopyor merupakan jenis kelapa abnormal yang mempunyai potensi ekonomi tinggi dibanding kelapa normal. Rasa kelapa kopyor yang khas menjadikan kelapa kopyor banyak diminati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui saluran pemasaran dan margin pemasaran kelapa kopyor di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Tayu merupakan salah satu kecamatan sentra penghasil kelapa kopyor di Kabupaten Pati. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode snow ball sampling. Pola saluran pemasaran diketahui dengan menelusuri alur penjualan kelapa kopyor dari petani sampai ke konsumen. Analisis margin pemasaran dihitung berdasarkan pengurangan harga penjualan dengan harga pembelian pada setiap tingkat lembaga pemasaran atau perbedaan harga yang diterima oleh petani dengan harga yang dibayarkan oleh konsumen. Terdapat 3 jenis saluran pemasaran kelapa kopyor yang terbentuk di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Saluran Pemasaran I melibatkan Petani → Pedagang Kecamatan → Konsumen. Saluran Pemasaran II terdiri dari  Petani → Pedagang Desa → Pedagang Kecamatan → Konsumen. Sedangkan Saluran Pemasaran III meliputi Petani → Pedagang Desa → Pedagang Kecamatan → Pedagang Besar → Konsumen. Farmer’s share yang diterima petani pada saluran pemasaran I sebesar 74,55%;  saluran pemasaran II sebesar 57,43 persen; dan saluran pemasaran III sebesar 44,40%. Dari ketiga saluran pemasaran tersebut, saluran pemasaran I merupakan saluran pemasaran yang paling menguntungkan bagi petani.
IDENTIFIKASI NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH DI KPHL TARAKAN Mohammad Wahyu Agang Mohammad Wahyu Agang
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri minyak kayu putih sebagai salah satu bentuk industri yang mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih, memiliki peran dalam peningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan serta menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu sampai saat ini, agroindustri minyak kayu putih berkembang cukup pesat di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Tarakan yang dikelola oleh UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Tarakan namun belum ada analisis secara mendalam mengenai nilai tambah dari agroindustri tersebut yang dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan pengembangan usaha yang lebih luas. Dalam menganalisis nilai tambah agroindustri minyak kayu putih di KPHL Tarakan ini menggunakan metode Hayami  dimana pada akhirnya akan diperoleh hasil berupa nilai output, nilai tambah, balas jasa tenaga kerja dan keuntungan pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri minyak kayu putih memberikan keuntungan sebesar Rp 1.006.113 dalam setiap bulan. Sedangkan nilai tambah  sebesar Rp 2366/kg daun kayu putih dan keuntungan sebesar Rp 1406/kg daun kayu putih. Hal ini menandakan bahwa agroindustri minyak kayu dapat lebih ditingkatkan lagi karena prospektif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama yang menanam kayu putih
KERAGAAN SUMBER DAYA MANUSIA PENGRAJIN TATAH SUNGGING TERHADAP KEBERHASILAN USAHA DI DESA SONOREJO KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Endang Siti Rahayu Sutrisno Hadi, Endang Tri R, Shanti Emawati, Ayu Intan Sari
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu  permasalahan UMKM adalah lemahnya SDM pengrajin  (Tambunan 1996).  Hal itu diperkuat pendapat Megginson et al (2000) industri kecil memiliki potensi yang sangat besar untuk mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun masih banyak permasalahan yang dihadapi, diantaranya kualitas SDM. Tujuan  penelitian (1) untuk mengetahui kondisi SDM pengrajin tatah sungging, (2) pengaruh kualitas SDM terhadap keberhasilan usaha pengrajin tatah sungging. Metode penelitian didasarkan pada teori Manajemen SDM, yang intinya digunakan untuk memperbaiki efektivitas dan efiisiensi kerja UMKM tatah sungging.  Efektivitas kerja didefinisikan sebagai suatu keadaan mencapai tujuan dengan baik bila sumberdaya (resources) yang ada untuk mencapai kemampuan manusia, sedangkan effisiensi kerja yang dimaksud adalah kemampuan manusia untuk memperoleh hasil yang tinggi dengan pengorbanan yang se kecil-kecilnya. Penelitian dirancang dengan survai yang dilakukan pada pengrajin tatah sungging. Pengambilan responden secara sensus dari semua pengrajin tatah sungging  yang ada. Data yang digunakan adalah data primer, sedangkan data sekunder digunakan sebagai data penunjang. Teknik analisa data adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengrajin UMKM tatah sungging telah mengadopsi teknologi proses, dan teknologi produksi. Kesimpulan (1) pengrajin UMKM berusaha menaikkan pengetahuan dan ketrampilannya dengan berbagai cara antara lain ikut dalam pelatihan, ikut dalam kelompok usaha dan ikut dalam berbagai pameran (2) kondisi itu mengakibatkan naiknya jumlah omzet penjualan 510%, (3) meningkatkan pendapatan 10-15%. Disarankan pengrajin tatah sungging untuk (1) perkuatan kelembagaan dan (2) perkuatan permodalan pengrajin tatah sungging untuk menjamin kontinyuitas usaha
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PENGGALIAN POTENSI PROTEIN HEWANI ASAL RUMINANSIA KECIL Aan Kardiana Suherlan
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kambing dan domba (Kado) yang merupakan bagian dari ruminansia kecil adalah sumber protein hewani selain sapi yang memiliki prospek cukup baik untuk dikelola secara komersial dan berskala industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi data produksi protein yang bersumber dari Ruminansia Kecil. Penelitian dilakukan di : Kelompok Ternak Kambing Perah Neqtasari Pasirjambu Kabupaten Bandung, Dagker Farm Fakultas Peternakan IPB, MT Farm Tegal Waru Ciampea Kabupaten Bogor, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut dan Laboratorium e-Health Universitas YARSI. Tahapan penelitian terdiri dari pengumpulan, manajemen, eksplorasi, pra pemrosesan, pengolahan, analisis datadan analisis kebutuhan sistem melalui survey dan wawancara ke responden. Hasil penelitian yang diperoleh adalah telah dilakukan kajian dan upaya oleh kalangan akademisi, lembaga pemerintah, komunitas peternak dan pihak terkait berupa : manajemen pemeliharaan, strategi pemberian pakan, pemasaran, variasi usaha, standarisasi ternak, dan lain-lain. Pendataan yang dikumpulkan oleh peternak masih terbatas pada: jumlah populasi yang dimiliki, jenis kelamin, bangsa ternak, dan usia, tetapi belum terdokumentasi dengan baik. Lembaga pemerintah melakukan pendataan populasi Kado dari setiap Desa/Kelurahan setiap tahun, menjelang Idul Adha dan hari-hari besar. Telah dihasilkan media pendataan ternak untuk dokumentasi data yang dihasilkan. Peternak dan Lembaga pemerintah terkait perlu mengoptimalkan pendataan pengelolaan Kado agar dapat memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan peternak
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN JUMLAH PAKAN TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH RAKYAT Dewi Hastuti Renan Subantoro Muammar Ismail
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi peternak sapi perah, biaya, pendapatan dan tingkat pendapatan serta pengaruh karakteristik sosial ekonomi dan jumlah pakan terhadap pendapatan peternak sapi perah di Kecamatan Gunungpati Kota Seamarang. Metode penelitian menggunakan metodologi survey dengan kuisioner untuk mengumpulkan data dasar. Penentuan lokasi dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang dengan sengaja mengambil lokasi populasi sapi perah terbesar dan responden yang memiliki sapi perah laktasi. Total sampel adalah 80 peternak dari Kelurahan Sumurrejo, Plalangan dan Nongkosawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata biaya sebesar Rp. 22.907.363 per tahun dan penerimaan rata-rata Rp. 32.106.188 per tahun, sedangkan rata-rata pendapatan Rp. 9,198,825 per tahun atau Rp. 766.569 per bulan dengan rata-rata kepemilikan sapi perah sebanyak 3 ekor.  Analisis regresi linier berganda menunjukkan uji F signifikan (P <0,01) yang berarti bahwa variabel populasi ternak laktasi, umur responden, pendidikan, pengalaman peternak, jumlah pakan ternak dan jumlah pakan tambahan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel pendapatan. Secara parsial (uji t) efek jumlah ternak laktasi, pengalaman peternak, pakan ternak dan pakan tambahan berpengaruh sangat nyata (P <0,01) terhadap pendapatan usahatani sapi perah
PENGARUH BODY CONDITION SCORE TERHADAP SERVICE PER CONCEPTION DAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SIMMENTAL Novia Dimar Dwitarizki Yanuar Achadri Fitria Gemma Tyasari
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Body Condition Score terhadap Service per Conception (S/C) dan gangguan reproduksi pada sapi Peranakan Ongole (PO) dan Peranakan Simmental. Data ternak yang digunakan dalam sampling yaitu 45 ekor sapi betina PO dan 45 ekor sapi betina Peranakan Simmental yang masing-masing terdiri atas 15 ekor dengan BCS 1,5-2; 15 ekor dengan BCS 2,5-3; dan 15 ekor dengan BCS 3,5-4. Data yang diperoleh berupa umur, BCS, S/C, dan data gangguan reproduksi. Data di analisis menggunakan T-test untuk mengetahui pengaruh jenis sapi terhadap umur, BCS, dan S/C, serta analisis Faktorial 2x3 untuk mengetahui interaksi pengaruh jenis sapi dan BCS terhadap S/C. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05) antara umur Sapi PO (2,36±0,76 tahun) dan Simmental (2,86 ± 0,74 tahun) yang digunakan pada penelitian. Namun, terdapat perbedaan yang tidak signifikan pada rata-rata BCS (2,5-3,0 vs 2,5-3,0) dan S/C (1,42 ± 0,75 vs 1,36 ± 0,53) antara sapi PO dan Simmental. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan antara jenis sapi, nilai BCS, maupun interaksi antara jenis dan BCS terhadap S/C pada sapi PO dan Peranakan Simmental. Tingkat gangguan reproduksi tidak dipengaruhi oleh angka BCS, namun angka S/C yang tinggi menunjukkan gejala gangguan reproduksi
PENGARUH PENAMBAHAN FOLLICLE STIMULATING HORMONE PADA MEDIUM MATURASI TERHADAP KEMAMPUAN MATURASI OOSIT KAMBING LOKAL IN VITRO Yanuar Achadri Diah Tri Widayati Sigit Bintara
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Follicle Stimulating Hormone (FSH) pada medium maturasi terhadap kemampuan maturasi oosit kambing lokal in vitro. Ovarium diambil dari rumah potong hewan dan dibawa ke laboratorium dalam larutan NaCl sebagai medium transport ovarium yang mengandung antibiotik pada suhu 31-34ºC. Oosit diaspirasi menggunakan syringe 3 ml dan jarum 23G yang telah diisi 1 ml flushing medium. Pengamatan oosit dilakukan di bawah mikroskop stereo. Oosit dicuci 2 kali pada Dubelco’s Phosphat Basa Saline (DPBS) dan dicuci sekali di Tissue Culture Medium (TCM) kemudian dimasukkan ke dalam incubator CO2 pada suhu 39.5ºC, kelembaban 95%, dan kadar CO2 5% selama 24 jam. Oosit dibedakan dalam tiga kelompok berdasarkan penambahan FSH (0 IU/mL, 50 IU/mL, dan 100 IU/mL. Data kemampuan maturasi in vitro dianalisis menggunakan oneway ANOVA dengan oosit mature, rusak, dan tidak mature sebagai faktor-faktor utama. Persentase mature oosit dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan immature mempunyai sel kumulus yang rapat mengelilingi zona pellucida, dan sedikit vesikel dalam ooplasma, sedangkan pada oosit yang mature tampak ekspansi sel-sel kumulus yang merenggang dan mengelilingi oosit. Persentase oosit mature berturut-turut adalah 73.33±6.29%, 74.35±5.73%, 64.72±6,58%, untuk masing-masing penambahan dosis FSH 100 IU/mL, 50 IU/mL, dan 0 IU/mL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan FSH pada medium tidak memberikan pengaruh terhadap kemampuan maturasi oosit kambing lokal in vitro.
PROFIL DAN KARAKTERISTIK PETERNAK KAMBING DI LERENG PEGUNUNGAN KARST GOMBONG – JAWA TENGAH Doso Sarwanto Sari Eko Tuswati
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji profil dan karakteristik peternak kambing di lereng pegunungan karst Gombong Jawa Tengah dalam usahanya mengembangkan ternak kambing. Penelitian mengambil lokasi di Desa Kalisari Kecamatan Rowokele (ketinggian wilayah >100 m dpl) dan Desa Redisari Kecamatan Rowokele  (ketinggian wilayah <100 m dpl). Metode yang digunakan adalah  metode survey dengan pengambilan sampel responden dilakukan secara acak terhadap 50 peternak kambing disetiap desa terpilih. Variabel yang diamati meliputi profil peternak kambing (umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman beternak, jumlah kepemilikan kambing) dan karakteristik peternak kambing (sikap terhadap teknologi hijauan pakan).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan ketinggian >100 m dpl mempunyai potensi lebih tinggi dibandingkan wilayah dengan ketinggian <100 m dpl untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha ternak kambing di lereng pegunungan karst Gombong – Jawa Tengah
PEMANFAATAN KURKUMIN DAN CAHAYA MONOKROMATIK DALAM MENINGKATKAN PERFORMA PRODUKSI DAN MUTU TELUR ITIK LOKAL Kasiyati Sumiati Damiana Rita Ekastuti, Wasmen Manalu
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki potensi produksi dan mutu telur itik lokal sehingga mendukung produksi telur berkelanjutan melalui suplementasi kurkumin dan pemberian cahaya monokromatik artifisial. Penelitian ini menggunakan seratus empat puluh empat ekor itik magelang betina dengan rancangan acak lengkap pola faktorial 4x4 dengan 3 ulangan dan setiap ulangan menggunakan 3 ekor itik magelang betina. Faktor pertama adalah dosis kurkumin yang terdiri atas 4 level, yaitu 0, 9, 18, dan 36 mg/ekor/hari. Faktor kedua adalah warna cahaya monokromatik yang terdiri atas 4 level, yaitu putih, merah, hijau, dan biru. Hasil penelitian menunjukan bobot badan dewasa kelamin lebih tinggi 9.42 dan 6.89% (P<0.05), masing-masing pada cahaya merah dan hijau dibandingkan dengan cahaya putih. Umur dewasa kelamin lebih lambat sekitar 7.0, 13.72, dan 5.32 hari pada dosis 36 mg/ekor/hari, secara berurutan pada cahaya putih, hijau, dan biru dibandingkan dengan kontrol pada warna cahaya yang sama. Produksi telur duckday paling tinggi terdapat pada dosis 9mg/ekor/hari pada cahaya biru dan 36 mg/ekor/hari pada cahaya putih. Nilai HU yang dihasilkan pada penelitian ini dikategorikan AA, dengan skor warna kuning telur meningkat pada dosis 9, 18, dan 36 mg/ekor/hari.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan cahaya merah, hijau, dan biru dapat meningkatkan bobot badan dewasa kelamin yang disertai dengan peningkatan produksi telur selama delapan minggu pada kombinasi dosis 9 mg/ekor/hari dengan cahaya biru dan dosis 36 mg/ekor/hari pada cahaya putih. Telur yang dihasilkan bermutu baik dan tidak mengalami perubahan
PENGEMBANGAN UMKM BATIK WARNA ALAM KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA Irma Wardani Tria Rosana Dewi
AGRONOMIKA Vol 13 No 01 (2018): AGRONOMIKA Vol. 13 No. 01 Februari – Juli 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik termasuk industri kreatif dari kerajinan berbasis kearifan lokal yang menjadi salah satu industri andalan di Jawa tengah. Surakarta khususnya Kampung Batik Laweyan merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak di bidang batik pewarnaan alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan strategi yang dapat diterapkan pada UMKM batik warna alami untuk lebih meningkatkan daya saing produk. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT yang berupa Matriks Internal Eksternal (IE), Matriks SWOT dan QSPM (Quantitative Strategic Planing Matrix). Hasil analisis situasi menunjukkan bahwa : (1) Posisi UMKM Batik Laweyan pada sel I yaitu tumbuh dan bina; (2) skor tertinggi dari Internal Factor Evaluation pada faktor kekuatan adalah kualitas batik premium, skor tertinggi pada kelemahan yaitu teknik pewarnaan yang lama dan warna tidak mudah menyatu pada jenis kain tertentu, sedangkan skor tertinggi dari Eksternal Factor Evaluation pada peluang adalah trend pasar, sedangkan skor tertinggi untuk ancaman yaitu segmen pasar menengah ke atas. Sedangkan hasil Prioritas strategi yang dapat diterapkan adalah pengembangan produk. yang tepat ide, tepat produk dan tepat sasaran dengan cara diversifikasi produk (menciptakan produk selain kain batik) dengan pewarna alami, mengembangkan motif batik dengan desain yang sedang trend mengikuti selera pasar, serta menginovasi IPTEK terkait dengan teknik pewarnaan pada batik warna alam.

Page 5 of 11 | Total Record : 106