cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatisingarimbun@adm.unand.ac.id
Phone
+6289617699764
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Cluster Gajah Mada Kapling 2 Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethics and Law Journal: Business and Notary
ISSN : -     EISSN : 29881293     DOI : -
The Ethics and Law Journal: Business and Notary (ELJBN) is a scholarly publication dedicated to exploring the intersection of ethics, law, business, and notarial practices. Our journal aims to provide a platform for researchers, academics, legal professionals, and practitioners to contribute to the advancement of knowledge and discourse in these fields. ELJBN publishes original research articles, critical reviews, case studies, and thought-provoking commentaries that delve into the ethical and legal dimensions of business activities and notarial practices. ELJBN covers a wide range of topics related to business law, corporate governance, commercial transactions, contracts, intellectual property, dispute resolution, regulatory frameworks, and the evolving landscape of notarial practices. Our journal encourages interdisciplinary perspectives, drawing insights from law, business, economics, ethics, and related disciplines to foster a comprehensive understanding of the complex issues at hand. We seek to promote the highest standards of research integrity, analytical rigor, and ethical inquiry within the realm of business and notary law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 43 Documents clear
Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara Indonesia Korban Penyelundupan Migran di Luar Negeri Putri Ayunita
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.128

Abstract

Immigrant smuggling out of the country is a common problem that has yet to be resolved. Indonesian citizens who are victims of immigrant smuggling abroad are entitled to legal protection as obtained by victims of other crimes. In order to obtain the expected results, this research is written using normative juridical method through literature study using primary and secondary legal materials. The objectives of this research are 1) Knowing how law enforcement against immigrant smuggling crime in Indonesia; and 2) Knowing how legal protection for victims of immigrant smuggling. Legal protection is provided through at least 2 (two) efforts, namely preventive efforts and resistance efforts. Preventive efforts are intended to prevent criminal acts from occurring while resistance efforts are efforts made to prosecute the perpetrators of these criminal acts. Abstrak Penyelundupan Imigran keluar negeri adalah permasalahan umum yang sampai saat ini belum juga terselesaikan. Warga negara Indonesia yang menjadi korban penyelundupan imigran keluar negeri berhak mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana yang didapatkan oleh korban kejahatan lainnya. Guna memperoleh hasil yang diharapkan, maka penelitian ini ditulis dengan metode yuridis normative melalui studi kepustakaan dengan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui bagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana penyelundupan imigran di Indonesia; dan 2) Mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi korban penyelundupan imigran. Perlindungan hukum diberikan melalui setidaknya 2 (dua) upaya yaitu upaya preventif dan upaya perlawanan. Upaya preventif dimaksudkan guna mencegah tindak pidana terjadi sedangkan upaya perlawanan adalah upaya yang dilakukan untuk mengadili pelaku tindak pidana tersebut. Kata Kunci: Hukum; Imigran; Penyelundupan; Perlindungan
Tinjauan Terhadap Penyebab Sengketa Perselisihan Tentang Hasil Pemilihan Umum di Indonesia Fitra Mutiara Al Hasna
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.129

Abstract

Disputes over election results often arise, especially when elections are conducted simultaneously. This research aims to examine the causes of disputes over the results of Indonesia's general elections as well as the role of the Constitutional Court as an independent and impartial institution authorised to resolve disputes. The methodology used in this research is normative juridical. The causes of disputes over general election results can be from internal and external factors. The role of the Constitutional Court is vital in resolving disputes over election results quickly and fairly. ABSTRAK Perselisihan tentang hasil pemilihan umum seringkali muncul, apalagi jika pemilihannya dilakukan secara serentak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebab-sebab perselisihan mengenai hasil pemilihan umum Indonesia serta peran Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang independen dan imparsial yang berwenang menyelesaikan perselisihan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat yuridis normatif. Penyebab perselisihan hasil pemilihan umum bisa dari faktor internal dan eksternal. Peran Mahkamah Konstitusi sangat vital dimana harus menyelesaikan sengketa hasil pemilu secara cepat dan adil. Kata kunci : Penyebab, Sengketa, Mahkamah Konstitusi
Efektifitas Arbitrase sebagai Penyelesaian Perselisihan Rini Eka Agustina
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.130

Abstract

Arbitration is a form of dispute resolution outside conventional court channels, where the parties involved in the dispute agree to submit the dispute resolution to one or more arbitrators. The aim of this research is to increase insight into the effectiveness of arbitratiodn dispute resolution, find out the methods and processes for resolving disputes with arbitration and study the advantages and disadvantages of arbitration. The research method used is normative juridical, guided by existing laws and regulations, then using library research to collect data assisted by references that are appropriate to the problems discussed. It is hoped that the results of this research will be able to discuss the effectiveness of arbitration in resolving disputes outside of court so that later we will know the processes used to resolve them and we will know what the strengths and weaknesses of arbitration are. Abstrak Arbitrase adalah suatu bentuk penyelesaian sengketa di luar jalur pengadilan konvensional, di mana pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa sepakat untuk menyerahkan penyelesaian sengketanya kepada satu atau lebih arbitror. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menambah wawasan mengenai efektivitas penyelesaian sengketa arbitrase, mengetahui cara dan proses menyelesaikan sengketa dengan arbitrase serta mempelajari kelebihan dan kelemahan dari arbitrase. Metode penelitian yang digunakan ialah normatif yuridis berpedoman dengan peraturan perundang-undangan yang ada kemudian menggunakan studi kepustakaan dalam mengumpulkan data dibantu referensi yang sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian ini nantinya bisa diharapkan dapat membahas mengenai kefektivitasan arbitrase dalam menyelesaikan sengketa di luar pengadilan sehingga nantinya kita akan mengetahui proses-proses yang digunakan untuk menyelesaikannya serta kita akan mengetahui apa saja yang menjadi kelebihan dan kelemahan arbitrase. Kata Kunci: Arbitrase, Sengketa, Luar pengadilan
Kinerja Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali dalam Menjamin dan Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar Negeri di Kota Denpasar Ni Putu Kamila Mustika Putri; Putu Eka Purnamaningsih; Ni Wayan Supriliyani
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.131

Abstract

Education is very important for a person and is required as a basic need that can be achieved in educational units. The quality of education in educational units in various regions still has educational gaps. Due to this, BPMP Bali Province has the task of guaranteeing and improving the quality of public elementary school education in Denpasar City through quality mapping, quality planning, quality implementation, and evaluation in improving quality. The type of research used by the author is qualitative, using research indicators proposed by Agus Dwiyanto (2006), namely Productivity, Service Quality, Responsiveness, Accountability and Accountability. The results of this research show that BPMP Bali Province's productivity in terms of productivity has met the set targets. In terms of the quality of BPMP Bali Province services, it is still not optimal due to a lack of human resources so that the services provided are less than optimal. The next indicator is the responsiveness of BPMP Bali Province which has carried out its obligations but the impact has not been felt significantly. Responsibility indicators have been running quite well because while running the program, the Bali Province BPMP worked in accordance with the applicable SOPs. Then, the accountability indicators are said to be running well, which is proven by the existence of an accountability report made. Abstrak Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang dan dituntut sebagai kebutuhan dasar yang dapat ditempuh pada satuan pendidikan, kualitas pendidikan di satuan pendidikan di berbagai wilayah masih terdapat kesenjangan pendidikan. Adanya hal tersebut BPMP Provinsi Bali memiliki tugas untuk melakukan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan Sekolah Dasar Negeri di Kota Denpasar melalui pemetaan mutu, perencanaan mutu, pelaksanaan mutu, dan evaluasi dalam peningkatan mutu. Adapun jenis penelitian yang digunakan penulis adalah kualitatif, dengan menggunakan indikator penelitian yang dikemukakan oleh Agus Dwiyanto (2006), yakni Produktivitas, Kualitas Layanan, Responsivitas, Responsibilitas, dan Akuntabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Produktivitas BPMP Provinsi Bali dalam hal produktivitas telah memenuhi sasaran yang ditetapkan. Dalam hal kualitas layanan BPMP Provinsi Bali masih belum optimal karena kurangnya sumber daya manusia sehingga layanan yang diberikan kurang maksimal, selanjutnya adalah indikator responsivitas BPMP Provinsi Bali sudah menjalankan kewajiban tetapi dampaknya belum dirasakan secara signifikan. Indikator responsibilitas sudah berjalan dengan cukup baik karena selama menjalankan program, BPMP Provinsi Bali bekerja sesuai dengan SOP yang berlaku. Kemudian Indikator akuntabilitas yang dikatakan sudah berjalan baik yang dimana hal ini dibuktikan dengan adanya laporan pertanggungjawaban dibuat. Kata Kunci: Kinerja, BPMP, Mutu Pendidikan, Kota Denpasar
Kinerja Dinas Sosial dalam Menangani Disabilitas Lanjut Usia Melalui Program Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kota Denpasar Yunifa Sari; Putu Eka Purnamaningsih; I Putu Dharmanu Yudartha
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.132

Abstract

The purpose of this study was to determine the performance of the Social Service in handling elderly people with disabilities through the District Social Welfare Worker (TKSK) program in Denpasar city. This research uses qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data sources. The results showed that the Denpasar City Social Service in handling elderly people with disabilities through the District Social Welfare Worker (TKSK) program was declared not optimal by referring to the following 5 indicators (1) productivity indicators that are not optimal due to lack of quantity of human resources and limited budget, (2) indicators of service quality, responsiveness, responsiveness of the Denpasar City Social Service which can be said to be optimal, (3) accountability indicators which are said to be not optimal and require transparency through publications related to funding to the public. Suggestions for the Denpasar City Social Service can overcome indicators that are not optimal in a way that human resources can be added so that the quality of service can run optimally while for budget problems it can make budget refocusing and in making transparency of budget accountability reports to the public in the form of LkjiP can be accessed by the public so that the public can monitor the amount of budget used in the District Social Welfare Worker (TKSK) program this is done so that the performance of the Denpasar City Social Service can run optimally. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja Dinas Sosial dalam menangani penyandang disabilitas lanjut usia melalui program Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Denpasar dalam menangani penyandang disabilitas lanjut usia melalui program Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dinyatakan belum optimal dengan merujuk pada 5 indikator berikut (1) indikator produktivitas yang belum optimal karena kekurangan kuantitas SDM dan terbatasnya anggaran, (2) indikator kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas Dinas Sosial kota Denpasar yang dapat dikatakan optimal, (3) indikator akuntabilitas yang dikatakan belum optimal dan memerlukan transparansi melalui publikasi terkait dengan pendanaan kepada masyarakat. Saran pada Dinas sosial Kota Denpasar dapat mengatasi indikator yang belum optimal dengan cara pada SDM agar dapat ditambah sehingga kualitas pelayanan dapat berjalan optimal sedangkan untuk permasalahan anggaran dapat membuat refocusing anggaran dan dalam melakukan transparansi laporan pertanggung jawaban anggaran kepada masyarakat dalam bentuk LkjiP dapat diakses oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat memantau jumlah anggaran yang dipakai dalam program Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) hal ini dilakukan agar kinerja Dinas Sosial Kota Denpasar dapat berjalan secara optimal. Kata Kunci: Dinas Sosial, Disabilitas, Kinerja, Lanjut Usia
Optimalisasi Reformasi Birokrasi Terhadap Kinerja Pelayanan Kelurahan Airlangga Kecamatan Gubeng Kota Surabaya Rio Febriant Rizaldy; Komang Adi Sastra Wijaya; Putu Eka Purnamaningsih
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.134

Abstract

This research aims to optimize the implementation of Bureaucratic Reform on service performance in Airlangga Village. The research method used in this research is descriptive qualitative. Data was collected using observation, interviews and documentation methods. Based on a literature review, this research uses public policy theory with the concept of optimization according to Siringoringo (2005) through 3 (three) indicators, namely: Objective Indicators, Decision Alternative Indicators and Limiting Resource Indicators. The results of the research show that the objective indicators are running well, indicated by the compatibility between the problem and the service activities being carried out. Furthermore, alternative decision indicators have been running optimally, judging from the implementation process, they can help sub-district employees and the community. However, resource indicators that limit the aspects of human resources, support and support are still not optimal. This is indicated by the level of competency or educational background of sub-district employees, facilities and infrastructure as well as supervision during the program. The recommendations that the author provides are: Carrying out training and development for sub-district employees in using information technology, involving the community in the planning and evaluation process for bureaucratic reform, implementing a monitoring and evaluation system, and procuring and increasing the availability of facilities, means and infrastructure to support service performance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Reformasi Birokrasi terhadap kinerja pelayanan di Kelurahan Airlangga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan kajian pustaka, penelitian ini menggunakan teori kebijakan publik dengan konsep optimalisasi menurut Siringoringo (2005) melalui 3 (tiga) indikator, yaitu: Indikator Tujuan, Indikator Alternatif Keputusan dan Indikator Sumber Daya yang Membatasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator tujuan sudah berjalan dengan baik ditandai dengan kesesuaiaan antara permasalahan dan aktivitas pelayanan yang dijalankan. Selanjutnya indikator alternatif keputusan sudah berjalan dengan optimal, dilihat dari proses pelaksanaanya dapat membantu pegawai kelurahan dan masyarakat. Namun indikator sumber daya yang membatasi pada aspek sumber daya manusia, penunjang dan pendukung masih belum optimal. Hal tersebut ditandai dari tingkat kompetensi atau latar belakang pendidikan pegawai kelurahan, fasilitas sarana dan prasarana serta pengawasan selama program berlangsung. Adapun rekomendasi yang penulis berikan yaitu Melakukan pelatihan dan pengembangan pegawai kelurahan dalam menggunakan teknologi informasi, Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan evaluasi reformasi birokrasi, Menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi, dan Pengadaan dan peningkatan ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja pelayanan. Kata Kunci : Kinerja Pelayanan, Optimalisasi, Reformasi Birokrasi
Efektivitas Program Bolsa da Mãe-Jerasaun Foun (BdM-JF) di kantor Ministerio Solidariedade Sosial no Inkluzaun (MSSI) Timor-Leste. Salvador Suro Dos Santos Bucar; Putu Eka Purnamaningsih; I Putu Dharmanu Yudartha
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.135

Abstract

The main objective of the Bolsa da Mae Jerasaun Foun Program (New Generation Scholarship Program) is to reduce poverty, reduce malnutrition and food shortages as well as strengthen the household economy, and improve the quality of Human Resources (HR), especially in poor community groups. The informants for this research consisted of 1) the Social Security Institute, 2) the main director of Social Solidarity, 3) pregnant women who were recipients of the Bolsa da Mãe program. Data collection techniques were carried out by conducting interviews and observations. The data analysis technique used was qualitative research with a descriptive approach. The results of this research indicate that the implementation of the Bolsa da Mae Jerasaun Foun Program (New Generation Scholarship recipients) has been running well. The Bolsa da Mae Jerasaun Foun (New Generation Scholarship recipients) program can run effectively and can help eradicate existing poverty. This is one of the important factors that can also influence the current level of poverty. The Bolsa da Mae Jerasaun Foun program (New Generation Scholarship recipients) is rightly targeted at recipients who really need it. Abstrak Tujuan utama dari Program Bolsa da Mae Jerasaun Foun (Program beasiswa generasi baru) adalah untuk mengurangi kemiskinan, pengurangan kekurangan gizi dan kekurangan pangan serta penguatan ekonomi rumah tangga, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama pada kelompok masyarakat miskin. Informan penelitian ini terdiri dari 1) Lembaga Jaminan Sosial, 2) Direktur utama Solidaritas Sosial, 3) Ibu hamil penerima progam Bolsa da Mãe. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Efektivitas Program Bolsa da Mae Jerasaun Foun (penerima Beasiswa Generasi Baru sudah berjalan dengan baik. program Bolsa da Mae Jerasaun Foun (penerima Beasiswa Generasi Baru) dapat berjalan dengan efektif maka dapat membantu dalam memberantas kemiskinan yang ada. Ini merupakan salah satu faktor penting yang juga dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan yang ada saat ini. Dari program Bolsa da Mae Jerasaun Foun (penerima Beasiswa Generasi Baru) sudah tepat sasaran kepada penerima yang benar-benar membutuhkan. Kata Kunci: Efektivitas, Program Bolsa Da Mae Jerasaun Foun
Kualitas Pelayanan Perpanjangan SIM dalam Aplikasi Digital Korlantas Polri Melalui Fitur Layanan SIM Nasional Presisi (SINAR) di Kepolisian Resor Kota Denpasar Nabila Irdha Az-Zahra; I Putu Dharmanu Yudartha; Kadek Wiwin Dwi Wismayanti
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.138

Abstract

Digital government transformation in bureaucracy can improve interaction between government and society, simplifying two-way communication so as to increase public efficiency. The Precision National SIM Service (SINAR) is a technological breakthrough in the industrial revolution 4.0 amidst the Covid-19 pandemic. This service is national, so that all SIM Administration Units (SATPAS) in Indonesia can implement this innovation. This research uses a qualitative approach. Using Primary and Secondary data sources. This research used a purposive sampling technique. The Driving License Administration Organizing Unit (SATPAS) plays a role in providing services to the community in terms of driving license services. The indicators contained in the theory of Public Service Quality proposed by Fitzsimmons in Zaenal Mukarom & Muhibidin (2015), namely: (1) physical evidence (tangible) (2) reliability (3) response (responsiveness) (4) guarantee (assurance) and (5) empathy (empathy) Based on the results of research regarding the quality of SIM extension services in the National Police Traffic Corps Digital application through the National Precision SIM (SINAR) service feature at the Denpasar Police Station, it is not fully running optimally, so it requires improvements in terms of service applications . Abstrak Transformasi digital government dalam birokrasi dapat meningkatkan interaksi antar pemerintah dan masyarakat, menyederhanakan komunikasi dua arah sehingga agar dapat meningkatkan efisiensi publik. Layanan SIM Nasional Presisi (SINAR) merupakan terobosan teknologi revolusi industry 4.0 ditengah pandemic Covid-19. Layanan ini bersifat nasional, sehingga seluruh Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) yang ada di Indonesia dapat menerapkan inovasi iniPenelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif. Menggunakan sumber data Primer dan Sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (SATPAS) berperan dalam pelaksanaan pemberian pelayanan kepada masyarakat dalam hal pelayanan SIM. Adapun indikator yang terdapat dalam teori Kualitas Pelayanan Publik yang dikemukakan oleh Fitzsimmons dalam Zaenal Mukarom & Muhibidin (2015), yaitu: (1) bukti fisik (tangible) (2) kehandalan (reliability) (3) tanggapan (responsiveness) (4) jaminan (assurance) serta (5) empati (empathy)Berdasarkan dari hasil penelitian terkait kualitas pelayanan perpanjangan SIM dalam aplikasi Digital Korlantas Polri melalui fitur layanan SIM Nasional Presisi (SINAR) di Polresta Denpasar belum sepenuhnya berjalan dengan optimal, sehingga membutuhkan peningkatan dari segi aplikasi layanan. Kata Kunci: Digital Government, SATPAS, SIM Nasional Presisi, Kualitas Pelayanan
Efektivitas Program Sukra Mesari dalam Pelayanan Sertifikasi Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar Ni Made Isabel Victoria Syalom B; I Putu Dharmanu Yudharta; Kadek Wiwin Dwi Wismayanti
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.139

Abstract

Tanah merupakan sumber daya alam yang memegang peran sentral dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan masyarakat, tanah digunakan sebagai tempat tinggal, tempat beraktivitas maupun sebagai sumber kehidupan. Hal ini menunjukan bahwa tanah merupakan salah satu unsur yang penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan infrastruktur sangat tergantung pada tanah. Manusia memiliki hak untuk memiliki tanah, dan hak-hak tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Pasal 16 ayat (1) dari undang-undang tersebut dengan jelas menyebutkan berbagai hak atas tanah yang dapat dimiliki, antara lain hak milik atas tanah sebagai hak guna bangunan, hak pakai, hak sewa, hak membuka tanah, hak memungut hasil hutan. Untuk memperoleh hak atas tanah, setiap individu memiliki kesempatan untuk mengajukan permohonan dan mendaftarkan tanah yang mereka ingin miliki di Badan Pertanahan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Undang - Undang. Dengan demikian, Undang-Undang Agraria menjadi dasar hukum yang kuat bagi warga negara untuk memiliki atau mengatur kepemilikan hak atas tanah mereka sesuai dengan hak-hak yang diatur dalam undang-undang tersebut.
Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Pengaduan Kelompok Rentan Pada DISKOMINFO Badung dan Yayasan MBM Beta Nuke Devine; I Dewa Ayu Putri Wirantari; Putu Eka Purnamaningsih
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.142

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan pengaduan terhadap partisipasi aktif kelompok rentan tentunya tidak dapat dicapai sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sebuah kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses collaborative governance dalam pengelolaan pengaduan kelompok rentan pada DISKOMINFO Badung dan Yayasan MBM. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori collaborative governance. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi sudah berjalan cukup baik, kendati demikian terdapat beberapa permasalahan seperti tidak adanya pertemuan rutin antar stakeholder, DISKOMINFO Badung belum mengeluarkan Surat perjanjian Kerjasama, SDM pengelolaan pengaduan masih rangkap fungsi, Yayasan MBM memiliki hambatan dalam membangun partisipasi aktif kelompok rentan, sampai saat ini belum adanya pengaduan dari kelompok rentan, serta antara keduanya tidak adanya monitoring dan evaluasi. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan yaitu memperkuat komunikasi antara DISKOMINFO Badung dan Yayasan MBM melalui saluran yang teratur dan efektif, penting untuk terus melakukan evaluasi terhadap kolaborasi dalam pengelolaan pengaduan kelompok rentan, dan Masyarakat Kabupaten Badung kelompok rentan diharapkan lebih berpartisipasi aktif dalam kanal pengaduan yang telah disediakan. Kata Kunci: Collaborative Governance, Kelompok Rentan, Pengelolaan Pengaduan ABSTRACT Complaint management towards active participation of vulnerable groups certainly cannot be achieved alone by the government, but requires collaboration. This study aims to determine how the collaborative governance process in managing complaints from vulnerable groups at DISKOMINFO Badung and MBM Foundation. The research uses a type of qualitative research with descriptive methods. The analysis in this study uses collaborative governance theory. The findings of this study indicate that collaboration has been running quite well, although there are several problems such as the absence of regular meetings between stakeholders, DISKOMINFO Badung has not issued a Cooperation agreement letter, human resources for complaints management still have multiple functions, MBM Foundation has obstacles in building active participation of vulnerable groups, until now there have been no complaints from vulnerable groups, and between the two there is no monitoring and evaluation. The recommendations that can be given are to strengthen communication between DISKOMINFO Badung and the MBM Foundation through regular and effective channels, it is important to continue to evaluate collaboration in managing complaints from vulnerable groups, and the Badung Regency community for vulnerable groups is expected to participate more actively in the complaints channel that has been provided.