cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+62895366103685
Journal Mail Official
jurnalkognisi@gmail.com
Editorial Address
Pulutan Lor, Rt. 1, Rw 2 Sidorejo Salatiga, Jawa Tengah
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan
ISSN : -     EISSN : 29870240     DOI : https://doi.org/10.59698/kognisi.v1i1.2
Core Subject : Education, Social,
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan mencakup penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan sekolah, dan penelitian yang dilakukan untuk perbaikan kualitas pembelajaran di kelas. Jurnal Kognisi bertujuan untuk membantu mengatasi masalah-masalah pembelajaran di kelas dan masalah manajemen pengelolaan sekolah. Peneliti, Akademisi, Praktisi (Guru dan Kepala Sekolah), dan mahasiswa dipersilakan untuk menerbitkan hasil riset PTK dan PTS nya di jurnal Kognisi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Perencanaan Bisnis Event Organizer di SMK Negeri 1 Sukoharjo Vivi Zahrotun Khasanah; Trisno Martono
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.256

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis proyek sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila melalui konsep merdeka belajar. Hal tersebut menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik melalui proyek yang memberikan pengalaman belajar bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Perencanaan Bisnis Event Organizer di SMK Negeri 1 Sukoharjo dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, metode deskriptif, jenis studi kasus. Pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat merencanakan pembelajaran dengan baik sesuai tahapan perencanaan pembelajaran mulai dari analisis capaian, asesmen diagnostik, penyusunan modul ajar, penyesuaian capaian, pelaksanaan asesmen, dan evaluasi, namun guru perlu melaksanakan asesmen diagnostik sebagai tahap yang berdiri sendiri, bukan termasuk dalam modul ajar, serta melengkapi komponen yang belum ada dalam modul ajar, sementara pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan modul ajar yang dibuat oleh guru dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, metode diskusi, presentasi, dan praktik dengan berbantu media PPT, gambar, dan video pembelajaran yang meningkatkan keaktifan belajar dan kreativitas peserta didik. Guru dan sekolah harus bekerja sama dalam mengembangkan bahan ajar untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran Perencanaan Bisnis Event Organizer, sehingga peserta didik memiliki pedoman belajar yang jelas.
Model Cooperative Learning dan PBL pada Mata Pelajaran Ekonomi dalam Menunjang Keberhasilan Profil Pelajar Pancasila Hanif Prasetyo Wibowo; Trisno Martono
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.257

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai pembelajaran ekonomi dengan model Cooperative learning dan Problem Based Learning (PBL) dalam menunjang keberhasilan Profil Pelajar Pancasila di SMA N 1 Surakarta. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi proses perencanaan, dan pelaskaan pada mata pelajaran ekonomi, serta mengidentifikasi ketercapaian Profil Pelajar Pancasila dengan model PBL dan Cooperative Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Menggunakan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Surakarta sudah baik dan sesuai dengan tuntutan Kemdikbud. Modul ajar yang telah dibuat guru telah sesuai dengan standar komponen minimum modul ajar dari Kemdikbud. Proses pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Surakarta sudah berjalan dengan sangat baik, dan sesuai dengan prinsip kunci penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu pembelajaran yang bersifat berpusat pada peserta didik dan kontekstual. Model pembelajaran yang digunakan guru fase E adalah PBL, dan fase F adalah Cooperative learning. Guru fase E adalah menggunakan metode ceramah dan role playing, dan fase F adalah ceramah, kontekstual, dan diskusi kelompok (cooperative learning). Ketercapaian Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 1 Surakarta melalui model pembelajaran Cooperative Learning dan PBL adalah bernalar kritis, gotong royong dan berkebhinekaan global, mandiri, kreatif. Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 1 Surakarta diantaranya diwujudkan melalui pelaksanaan pembelajaran, projek P5, dan kegiatan tersendiri dari satuan pendidikan.
Transforming Islamic Religious Education Learning through Differentiated Learning in the Merdeka Curriculum Edi Nurhidin; Maimunatun Habibah
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.261

Abstract

This paper investigates the transformation of Islamic religious education (PAI) learning through differentiated learning in the Merdeka Curriculum setting. The curriculum, heralding a shift towards contemporary educational paradigms, aims to cater to individual student differences through enhanced personalized learning strategies. This paper used a qualitative research method, using literature type by collecting data from books, journal articles, conference or seminar papers, and other publications related to three main concepts: differentiated learning, Islamic religious education, and the Merdeka Curriculum. The findings highlight three significant insights. Firstly, the emphasis on personalized learning, as viewed by Tomlinson, is crucial for adapting education to meet diverse student needs, including their readiness, interest, and learning environment, a key principle of the Merdeka Curriculum. This curriculum supports such individualized strategies and represents a significant shift towards enhancing learning experiences. Secondly, this curriculum's alignment with differentiated learning is evident in its promotion of learner-centered approaches, making education more inclusive and effective. Thirdly, applying differentiated learning in Islamic Religious Education (PAI) within the Merdeka Curriculum framework demonstrates a dynamic approach to catering to diverse student requirements, thus fostering deeper engagement and comprehension in PAI subjects. This study confirms a meaningful link between differentiated learning and the Merdeka Curriculum's goals, indicating a progressive direction for PAI learning, potentially improving educational outcomes and challenging traditional Islamic education methods. This study posits differentiated learning as a key strategy in actualizing the goals of the Merdeka Curriculum, thus significantly contributing to the ongoing discourse on educational reform in Indonesia.
Pengaruh Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Peran Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Batik 2 Surakarta Sekar Endah Pratiwi
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.262

Abstract

Pendidikan selalu berupaya menciptakan lingkungan belajar yang memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi mereka, dengan motivasi belajar sebagai kunci utamanya. Penelitian ini dilakukan di SMK Batik 2 Surakarta untuk mengkaji dampak Kurikulum Merdeka dan peran guru terhadap motivasi siswa kelas XI jurusan manajemen perkantoran. Pendekatan kuantitatif dengan data statistik digunakan untuk mengevaluasi hubungan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa , sementara peran guru memiliki pengaruh yang kurang signifikan. Meskipun demikian, secara keseluruhan, baik Kurikulum Merdeka maupun peran guru secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa di sekolah tersebut yang dibuktikan dengan nilai F hitung 13,812 yang lebih besar dari Ftabel 3,20 dan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000.
Critical Literacy in Indonesian ELT: A Multicultural Approach Based on Banks’ Dimensions of Education Saputra, Heru; Dolendra Paudel
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.428

Abstract

In Indonesia’s diverse sociocultural landscape, English language teaching (ELT) is crucial in shaping students’ understanding of multicultural perspectives. However, ELT materials often lack cultural inclusivity and fail to encourage critical engagement with diverse narratives. This conceptual paper explores the integration of the Critical Literacy Approach in ELT to promote multicultural awareness among secondary school students. Using James A. Banks’ Dimensions of Multicultural Education as the analytical framework, this study examines how ELT materials and pedagogical strategies can foster students' ability to question biases, challenge stereotypes, and engage with diverse cultural perspectives. Through a critical review of Indonesian curriculum guidelines, ELT textbooks, and relevant literature, this study identifies how ELT content aligns with content integration, knowledge construction, prejudice reduction, equity pedagogy, and school empowerment—the five dimensions outlined by Banks. The analysis highlights key gaps in representation and suggests strategies for integrating critical literacy-based teaching practices, such as selecting diverse texts, encouraging dialogic discussions, and implementing equity-focused instructional methods. This paper contributes to ongoing discussions on multicultural education in ELT. It offers pedagogical insights for teachers, curriculum designers, and policymakers to create more inclusive and critically engaging English learning environments.

Page 1 of 1 | Total Record : 5