cover
Contact Name
Cepi Yazirin
Contact Email
cepiyazirin10@unisma.ac.id
Phone
+6289681629094
Journal Mail Official
cepiyazirin10@unisma.ac.id
Editorial Address
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
RING Mechanical Engineering
ISSN : -     EISSN : 28285174     DOI : https://doi.org/10.33474/rm.v3i1
RING Mechanical Engineering (RING ME) with the ISSN number 2828-5174 (online), is a multidisciplinary scientific journal published by Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Islam Malang. This journal contains articles in the fields of Energy Conversion, Materials, Production and Manufacturing. This jurnal is published twice a year, namely in June and December.
Articles 53 Documents
Pengaruh Penambahan Terpentin terhadap Karakteristik Pembakaran Droplet Minyak Jarak sebagai Bahan Bakar Biodiesel Firdaus, Eka Ristiana
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak nabati merupakan produk bahan alam dari keragaman hayati Indonesia yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif bahan bakar biodiesel. Salah satu minyak nabati yang dimaksud yaitu Crude Jatropha Oil (CJO) atau umumnya disebut dengan minyak jarak. Pada CJO terdapat komponen trigliserida, oleh karena itu CJO memiliki viskositas yang tinggi dan rendahnya laju penguapan. Metode pencampuran dengan minyak atsiri adalah salah satu cara untuk mengurangi nilai viskositas. Dalam penelitian ini menyelidiki secara eksperimental pembakaran double droplet dalam ruang bakar di suhu ruang menggunakan biodiesel CJO murni dan CJO yang dicampurkan dengan minyak terpentin dengan prosentase CJO 10% dan CJO 15%. Droplet berdiameter 1mm yang diteteskan diujung termokopel dengan posisi horizontal. Kemudian akan dipanaskan deangan daya heater sebesar 170,9watt dimana jarak droplet dengan heater adalah 3mm dan jarak antara dua droplet adalah 5mm. Kamera dengan kecepatan 30 frame/detik digunakan untuk merekan proses pembakaran droplet. Hasil menunjukkan bahwa CJO 0% pada setiap waktu, mulai dari penyalaan droplet hingga api mati berlangsung selama 8,07 detik, CJO 10% selama 7,00 detik dan CJO 15% selama 5,83 detik. Tinggi dan lebar api yang paling besar nilainya terdapat pada variasi CJO 15% dengan tinggi 23,76 dan untuk lebar api bisa diperkirakan karena melebihi frame serta ukuran burning rate kecil pada variasi CJO 15%. Bahan bakar CJO 15% mudah menguap karena semakin kecil droplet burning rate maka kualitas pembakaran semakin baik, karena droplet yang kecil akan mudah menguap.
PENGARUH PENCAMPURAN TERPENTIN dengan CPO (CRUDE PALM OIL) terhadap PEMBAKARAN DOUBLE DROPLET Khalim, M. Nur; Marlina, Ena; Robbi, Nur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCrude Palm Oil (CPO) is a vegetable oil that has the potential to be developed into biodiesel, but if applied directly CPO can damage the engine due to its high viscosity. Turpentine is one of the bio additives that can be used to lower the viscosity of vegetable oils. In this study, CPO was mixed with turpentine to reflect its viscosity. The method used in this study is  true experimental research using double droplet combustion. In this study, there were three samples used, namely 100% CPO (pure CPO), 90% CPO (90% CPO + 10% turpentine), and 85% CPO (85% CPO + 15% turpentine). From this study, the highest temperature at 85% CPO was obtained at 674.1 oC.  The fastest burning rate at CPO is 90% with a burning rate of 0 – 0.966 s on chanel 1 and 0 – 0.966 s on chanel 2.  Meanwhile, the highest height in CPO is 85% with 21.41 mm and the highest fire width in CPO is 85% at 6.1 mm. from the research data, it can be concluded that the addition of terpenti is proven to reduce and improve the combustion quality of CPO droplets. Keywords : Biodiesel, CPO, Bio additive, Turpentine ABSTRAKCrude Palm Oil (CPO) merupakan minyak nabati yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi biodiesel, tapi jika diterapkan secara langsung  CPO  dapat merusak mesin karena viskositasnya yang tinggi. Terpentin merupakan salah satu bio aditif yang dapat digunakan menurunkan viskositas dari minyak nabati. Dalam penelitian ini CPO dicampur dengan terpentin untuk menerunkan viskositasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental nyata (true experimental research) dengan menggunakan pembakaran double droplet. Dalam penilitian ini terdapat tiga sampel yang digunakan yaitu CPO 100% (CPO murni), CPO 90% (90% CPO + 10% terpentin), dan CPO 85% (85% CPO + 15% terpentin). Dari penelitian ini diperoleh temperatur tertinggi pada CPO 85% sebesar 674,1 oC. Burning rate tercepat pada CPO 90% dengan laju pembakaran selama 0 – 0,966 s pada chanel 1 dan 0 – 0,966 s pada chanel 2. Sedangkan tinggi tertinggi pada CPO 85% dengan 21,41 mm dan lebar api tertinggi pada CPO 85% denag 6,1 mm. dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan terpenti terbukti dapat menurunkan dan memperbaiki kualitas pembakaran droplet CPO. Kata Kunci: Biodiesel, CPO, Bio aditif, Terpentin 
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK TERPENTIN terhadap KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DROPLET MINYAK KELAPA sebagai BAHAN BAKAR BIODIESEL Silvia, Linda; Marlina, Ena; Robbi, Nur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBiodieselminyak nabati yang ramah lingkungan dapat menggantikan permintaan bahan bakar diesel yang terus meningkat. Salah satu minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa (CCO). Titik nyala pada CCO lebih rendah daripada solar dan nilai kalor biodiesel CCO setara dengan nilai kalor solar. Viskositas minyak nabati yang tinggi mengakibatkan proses penguapan lama dan kerusakan pada mesin. Pencampuran CCO dan minyak terpentin adalah kombinasi bahan bakar dengan viskositas rendah dengan nilai kalor yang sebanding dengan solar. Beberapa campuran yang diteliti yaitu, CCO 100%, CCO 90% dan CCO 85%. Metode penelitian ini yaitu pengujian tetesan double droplet di dalam ruang bakar. Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak terpentin pada CCO mempengaruhi karakteristik pembakaran yang meliputi temperatur yang meningkat, laju pembakaran yang lebih cepat dan memperbesar dimensi api yaitu tinggi api dan lebar api. Terdapat microexplosion yang mengakibatkan pembakaran lebih sempurna karena pada saat proses pembakaran droplet dapat habis terbakar.  Kata Kunci: Biodiesel; double droplet; CCO; minyak terpentin ABSTRACTEco-friendly vegetable oil biodiesel can replace the increasing demand for diesel fuel. One of the vegetable oils that can be used as an alternative fuel is coconut oil (CCO). The flash point of CCO is lower than that of diesel and the calorific value of CCO biodiesel is equivalent to the calorific value of diesel. Viscosity high vegetable oil results in a long evaporation process and damage to the engine. Blending CCO and turpentine oil is a combination of low-viscosity fuels with calorific value comparable to that of diesel. Some of the mixtures studied were 100% CCO, 90% CCO and 85% CCO. The method of this research is the double droplet test in the combustion chamber. The results showed that the addition of turpentine oil to CCO affected the combustion characteristics which included an increased temperature, a faster combustion rate and an increase in the dimensions of the fire, namely flame height and flame width. There is a microexplosion which results in more complete combustion because during the combustion process the droplets can burn out. Keywords: Biodiesel; double droplet; CCO; turpentine oil
Pengaruh Variasi Media Pendingin Terhadap Kekerasan dan Mikrostruktur Pada Pengecoran Aluminium 6061 Sigit Kristiadi; Unung Lesmanah; Artono Raharjo
RING ME Vol 2 No 2 (2022): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v2i2.19906

Abstract

The casting and the cooling process on the metal can affect the mechanical properties and physical properties that are formed. Changes in metal properties are influenced by the type and cooling medium in the metal cooling process. This study aims to determine the effect of different cooling media (Water, Dromus, and Coolant radiator) in the Quenching process on the hardness and microstructure of Aluminum 6061 which has passed the casting stage. It can be concluded that the variations in the cooling media used affect the different levels of hardness and microstructure of the test specimens. From the test results, it was found that the Water cooling media specimen had the highest level of hardness, the smallest grain size, and the amount of α-Al matrix formed was lower than the Dromus cooling media specimen. The test object with Dromus cooling medium has a higher hardness level, smaller grain size, and the amount of α-Al matrix formed is lower than the Coolant radiator coolant media test object which has the lowest hardness level, the largest grain size, and the amount of α-Al matrix the most
Perancangan Desain Mesin Penyuir Daging Ikan Tongkol Kapasitas 10kg wadud, ach; Nur Robbi; Mochammad Basjir
RING ME Vol 2 No 2 (2022): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v2i2.19914

Abstract

Shredder is the process of tearing or destroying fish evenly and to obtain the desired result. In general, people do the shredding manually which of course takes a very long time, therefore it is necessary to have a solution for making a meat shredding machine that is able to shred quickly and with very good results. The process of shredding fish meat is carried out with a set of rotating knives so that the material to be processed will quickly change its shape from intact to fine shreds. In planning this design using 25 blades, one knife with two blades has a distance of 10 mm to the last blade, and this machine has a capacity of 10 kg with frame dimensions of 65 x 38 x 64 cm, capable of being driven by an electric motor with a power of 2 hp, with a blade shaft rotation of 710 rpm.
Pengaruh Variasi Suhu pada Proses Pirolisis Sampah Plastik LDPE sebagai Bahan Bakar Alternatif A’la, Ahmad fudloilul; Margianto; Nur Robbi
RING ME Vol 2 No 2 (2022): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v2i2.19918

Abstract

Metode pirolisis merupakan beberapa teknik pengerjaan limbah saat dicerna. Tujuan percobaan ini adalah melakukan sampah plastik sebagai bahan bakar pirolisis. Jenis sampah plastik LDPE yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel, dan masing-masing percobaan dijalankan selama 15 menit pada suhu 100°C, 200°C, dan 300°C. Penelitian dengan variasi suhu sampel a menghasilkan minyak berwarna kuning dengan nilai kalor 10230kkl/kg nilai masa jenis 0,6 kg/m3 nilai viskositas0,40cp dan jumlah volume 20ml, sampel b menghasilkan minyak berwarnacoklat keruh dengan nilai kalor 9411,6kkl/kg nilai masa jenis 0,63 kg/m3 nilai viskositas0,58cp dan jumlah volume 38ml, sampel c menghasilakn minyak berwarna coklat jernih dengan nilai kalor 9002,4kkl/kg nilai masa jenis 0,65 kg/m3 nilai viskositas0,55cp dan jumlah volume 40ml. minyak terbaik dihasilkan pada suhu 100°C  yang memiliki nilai hampir sama dengan bahan bakar alternatif yaitu dengan nilai kalor 10230kkal/kg. Karena nilai kalornya, produk pirolisis dapat berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional
Analisis Kekuatan Sambungan Las TIG dengan Variasi Arus Listrik pada Penyanggah Tabung Pasteurisasi Berbahan Stainless Steel 201 Alkamaluddin; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
RING ME Vol 2 No 2 (2022): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v2i2.19921

Abstract

Welding (Welding) is a metal joining procedure by softening some of the base metal and filler metal without regard to additional metal and produces a persistent metal. Welding has many endless types depending on the cycle and maintenance. One of the welding processes is electric curve welding which is separated into 2 classifications, namely the consumable cathode and the non-consumable terminal. Welding this time using Gas Tungsten Bend Welding or better known as Tungsten Idle Gas (TIG). TIG gas is one type of electric circle segment welding with argon gas protection. This welding is widely applied to processed steel, aluminum, responsive metals such as magnesium and titanium. This study utilizes variations in electric currents of 100 A and 130 A. From the results of the examination that has been carried out, the strength of the TIG welding joints with variations in electric current is obtained on the sanitary machine supporting cylinders made of 201 tempered steel. J/mm2, at 130 An electricity it is 5.140 J/mm2 and at 160 An electricity it is 3.676 J/mm2. In this way the best value of the effect test is at 100 A.
Analisis Pengerollan dengan Sistem Hidrolik pada Mesin Roll Bending Portable Vandu Ramadhan, Cheraldy; Margianto; Nur Robbi
RING ME Vol 2 No 2 (2022): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v2i2.19938

Abstract

Mesin bending portable dengan sistem hidrolik adalah alat yang digunakan untuk proses pembentukan plat dengan menekan benda kerja hingga mengalami perubahan bentuk yang menimbulkan tekukan logam pada sekitar daerah garis netral. Pada analisis pengerolan mesin bending dilakukan analisis pemilihan material yang pas guna memenuhi kemampuan mesin yang digunakan untuk pengerolan plat besi. Variable material yang dipakai pada analisis ialah : plat besi ST37 dengan ketebalan 3mm, 5mm, dan 8mm serta dengan panjang 560mm dan lebar 50mm. Hasil dari analisis pengerolan pada mesin roll bending portable, pengerolan plat ST37 diperlukan gaya tekan 2014,66 N/mm2 dengan ketebalan 3mm, 9374,9 N/mm2 dengan ketebalan 5mm dan 8mm 38399,94 N/mm2 dengan ketebalan 8mm. Tekanan hidrolik yang diperlukan didapatkan plat besi ketebalan 3mm dengan nilai 7401,36N, 5mm dengan nilai 12335N dan 8mm dengan dengan nilai 19737,54N
Analisis Variasi Pendingin pada Proses Hardening Terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Pembubutan pada Baja ST 42 Hari, Mat; Hartono, Priyagung; Lesmanah, Unung
RING ME Vol 2 No 2 (2022): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v2i2.19959

Abstract

Di sektor industri Indonesia, teknologi maupun ilmu pengetahuan berkembang pesat dan mengalami sejumlah perubahan yang memungkinkan untuk digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu hasil dari memanfaatkan keadaan ini adalah bisnis pemesinan. Tiga kategori mendasar, seperti proses pengepres, pemotongan mesin, pemotongan alat mesin tradisional, dan proses pemotongan non konvensional, digunakan untuk mengkategorikan operasi pemesinan yang menggunakan prinsip pemotongan logam. Penelitian yang dilakukan kali ini menggunakan proses perlakuan panas metode Hardening dengan memberikan variasi media pendingin yaitu Oli, Air, dan Udara. Sedagkan untuk proses membubutan menggunakan variasi kecepatan putaran yaitu 360rpm dan 1120rpm. Baja yang digunakan pada penelitiian ini yaitu baja ST.42. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dampak dari proses perlakuan panas metode hardening dengan variasi pendingin yaitu air, udara dan oli, pada kecepatan 1120rpm nilai kekasaran permukaan tertinggi yaitu pada media pendingin air, dengan nilai 4,426 μm, sedangkan nilai terendah yaitu pada udara dengan nilai 3,767 μm. Selain itu pada kecepatan 360rpm dengan variasi media pendingin oli, udara, dan air didapatkan nilai yang paling tertinggi yaitu media udara dengan nilai rata-rata kekasaran 3,961 μm, dan untuk nilai terendah yaitu dengan media pendingin oli, dengan nilai 3,236 μm.
PENGARUH MODIFIKASI KARBURATOR MENJADI INJEKSI TERHADAP KINERJA MESIN PADA MOTOR KLX 150 Saputra, Mochammad Riza; Margianto; Nur Robbi
RING ME Vol 3 No 1 (2023): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v3i1.20318

Abstract

The need for comunity mobility to be able lo move from one place to another is increasing. Until now, the process of mixing air with gasoline in gasoline engines can be grauped into 2, namely the conventional system using a carburetor and the injection system. This study aims to compare engine performance based on fuel comsumption from engine that were originally convetional technology and then modified to the injection type. The methodology used is true experimental, with an analysis of variance model. From the research result, the power carburetor system at 10,000 rpm reaches 15.91 hp, and fuel consumption is 0.0334 kg/hp.hour, the efficiency is 0.4275%, while the injection system at 10,000 rpm reaches 17.82 hp, fuel consumption 0.0241 kg/hp.hour and 0.5924% efficiency. So that it can be concluded that the carburetor system lacks engine performance and burns a lot of wasted heat rafter than turning it into energy. The fogging injection system is more economical than the carburetor fogging system, it is evident in each test that the injection fogging system consumes less in every one working cycel.