cover
Contact Name
Cepi Yazirin
Contact Email
cepiyazirin10@unisma.ac.id
Phone
+6289681629094
Journal Mail Official
cepiyazirin10@unisma.ac.id
Editorial Address
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
RING Mechanical Engineering
ISSN : -     EISSN : 28285174     DOI : https://doi.org/10.33474/rm.v3i1
RING Mechanical Engineering (RING ME) with the ISSN number 2828-5174 (online), is a multidisciplinary scientific journal published by Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Islam Malang. This journal contains articles in the fields of Energy Conversion, Materials, Production and Manufacturing. This jurnal is published twice a year, namely in June and December.
Articles 52 Documents
Perbandingan Makrostrukture Hasil Cor dengan Variasi Komposisi Pasir Cetak Tsamroh, Dewi Izzatus; Yazirin, Cepi; Sasongko, Muhammad Ilman Nur
RING ME Vol 4 No 2 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v4i2.22885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makrostruktur hasil cor dengan variasi komposisi pasir cetak. Pasir cetak memegang peran penting dalam proses pengecoran logam, karena sifatnya memengaruhi kualitas produk cor yang dihasilkan. Variasi komposisi pasir cetak, seperti persentase pasir silika, binder, dan air, diuji untuk mengamati pengaruhnya terhadap struktur makro hasil cor, termasuk cacat permukaan, kekerasan, dan homogenitas. Proses pengecoran dilakukan menggunakan metode sand casting dengan bahan logam tertentu, serta parameter proses yang terstandarisasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa variasi komposisi pasir cetak memberikan dampak signifikan terhadap kualitas permukaan dan struktur internal hasil cor. Komposisi pasir cetak yang optimal mampu menghasilkan struktur makro yang lebih seragam, minim cacat, dan sesuai dengan standar kualitas industri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pengecoran di industri manufaktur.
Analisis Struktur Mikro pada Baja St 60 Hasil Perlakuan Hardening dengan Menggunakan Variasi Media Pendingin Tsamroh, Dewi Izzatus; Agus Dwi Putra; Jibril Maulana
RING ME Vol 4 No 2 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v4i2.22886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro baja ST 60 setelah perlakuan pengerasan (hardening) dengan menggunakan variasi media pendingin. Baja ST 60 dipilih karena aplikasinya yang luas dalam industri konstruksi dan mesin, yang membutuhkan sifat mekanik tinggi seperti kekerasan dan ketangguhan. Proses hardening dilakukan dengan memanaskan baja hingga suhu austenisasi (850–900°C), diikuti dengan pendinginan cepat menggunakan tiga media berbeda, yaitu air, oli, dan larutan garam. Struktur mikro hasil perlakuan dianalisis menggunakan mikroskop optik untuk mengidentifikasi fasa-fasa yang terbentuk, seperti martensit, ferit, dan perlit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi media pendingin memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur mikro dan sifat mekanik baja ST 60. Pendinginan menggunakan air menghasilkan pembentukan martensit yang lebih dominan, meningkatkan kekerasan namun berpotensi menyebabkan retakan. Pendinginan dengan oli menghasilkan struktur campuran martensit dan perlit dengan kekerasan sedang serta retakan yang lebih minim. Sementara itu, pendinginan dengan larutan garam memberikan hasil serupa dengan air, namun dengan distribusi martensit yang lebih seragam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemilihan media pendingin yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan sifat mekanik baja ST 60 sesuai kebutuhan aplikasinya.
Perbandingan Laju Korosi dengan Menggunakan Spray Chamber Test dan Corrosion Coupon Rack pada Baja Karbon Rendah Suprapto, Agus; Tsamroh, Dewi Izzatus; Sentosa, Obaja Eden Riyanto
RING ME Vol 4 No 2 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v4i2.22887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju korosi baja karbon rendah menggunakan dua metode pengujian, yaitu spray chamber test dan corrosion coupon rack. Baja karbon rendah dipilih karena penggunaannya yang luas di berbagai industri, seperti konstruksi dan peralatan, namun memiliki kerentanan terhadap korosi di lingkungan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode spray chamber test dengan mensimulasikan lingkungan korosif dengan penyemprotan larutan garam secara terkontrol, sedangkan corrosion coupon rack menggunakan eksposur langsung terhadap larutan korosif dalam kondisi statis. Laju korosi dianalisis berdasarkan perubahan massa spesimen dan dievaluasi menggunakan perhitungan corrosion rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi yang dihasilkan oleh spray chamber test cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan corrosion coupon rack. Hal ini disebabkan oleh mekanisme penyemprotan yang meningkatkan kontak permukaan spesimen dengan larutan korosif, mempercepat reaksi oksidasi. Sementara itu, corrosion coupon rack menunjukkan laju korosi yang lebih lambat karena kondisi larutan statis yang mengurangi dinamika reaksi.
KAJIAN KEKUATAN RANGKA MESIN PENGGILING PADI DENGAN MATERIAL ASTM A500 MELALUI SIMULASI FEM Tsamroh, Dewi Izzatus; Agus Dwi Putra; Dewi Puspitasari; Cepi Yazirin; Muhammad Ilman Nur Sasongko
RING ME Vol 5 No 1 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i1.23494

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia, khususnya subsektor pasca-panen, memegang peran penting dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. Salah satu alat yang krusial dalam proses ini adalah mesin penggiling padi, yang berfungsi untuk mengubah gabah menjadi beras siap konsumsi. Kinerja mesin ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan dan kestabilan rangka sebagai struktur penyangga utama seluruh komponen mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa rangka mesin penggiling padi menggunakan material ASTM A500 Grade B melalui pendekatan simulasi berbasis analisis elemen hingga (Finite Element Analysis - FEA). Metode penelitian mencakup tahapan pengumpulan data teknis, pemodelan geometri menggunakan perangkat lunak CAD, pembebanan berdasarkan data beban statis sebesar 50.825 N dan beban dinamis sebesar 442 N, serta simulasi elemen hingga menggunakan perangkat lunak FEA. Material ASTM A500 Grade B digunakan dengan sifat mekanis meliputi modulus elastisitas sebesar 200 GPa, kekuatan tarik leleh 345 MPa, dan densitas 7,85 g/cm³. Analisis melibatkan deformasi total, tegangan geser, tegangan normal, serta evaluasi faktor keamanan dengan menetapkan kondisi tumpuan tetap (fixed support) pada titik penopang rangka. Hasil simulasi menunjukkan deformasi maksimum pada rangka adalah 4.3967 × 10⁻⁷ m, tegangan geser maksimum 15.436 kPa, tegangan normal maksimum 15.550 kPa, dan faktor keamanan minimum mencapai 15, yang jauh di atas nilai minimum yang disyaratkan. Studi ini mengindikasikan bahwa rangka memiliki kekakuan dan ketahanan struktural yang memadai untuk menahan beban operasi. Simulasi ini memberikan wawasan desain yang aman dan efisien untuk aplikasi mesin penggiling padi di sektor pertanian, sekaligus menjadi referensi dalam meningkatkan keandalan struktur rangka pada mesin industri lainnya.
Effect of Artificial Aging Temperature on the Hardness and Compressive Strength of Aluminum Foam Puspitasari, Dewi; Andita Nataria Fitri Ganda; Wildan Mufti Wirdana; Muhammad Mukhid Almudakir
RING ME Vol 5 No 1 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i1.23558

Abstract

Aluminium foam merupakan material berpori yang semakin banyak digunakan dalam aplikasi struktural ringan dan penyerap energi karena memiliki rasio kekakuan terhadap berat yang tinggi serta kemampuan serap benturan yang baik. Meskipun demikian, performa mekanik Aluminium foam sangat bergantung pada perlakuan termal pasca-produksi, khususnya proses artificial aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu perlakuan artificial aging terhadap sifat kekerasan dan kekuatan tekan busa aluminium berbasis paduan Al/Ca. Sampel busa aluminium diperoleh secara komersial dan diproses melalui gas-induced casting menggunakan agen pembusa TiH₂ untuk menghasilkan struktur pori tertutup. Perlakuan aging dilakukan pada tiga suhu berbeda, yaitu 165°C, 208°C, dan 250°C, masing-masing selama 6 jam setelah proses solution heat treatment dan quenching. Hasil uji kekerasan Vickers dan uji tekan menunjukkan bahwa suhu 165°C menghasilkan peningkatan paling signifikan, dengan kekerasan sebesar 58,4 HV dan kekuatan tekan 2,39 MPa. Sebaliknya, peningkatan suhu aging hingga 208°C dan 250°C menyebabkan penurunan sifat mekanik akibat fenomena overaging. Analisis struktur mikro mendukung hasil tersebut, di mana presipitat halus dan merata terlihat pada suhu 165°C, sedangkan pertumbuhan presipitat berlebih diamati pada suhu yang lebih tinggi. Dengan demikian, suhu aging 165°C direkomendasikan sebagai kondisi optimal untuk meningkatkan performa mekanik busa aluminium pada aplikasi struktural ringan dan penyerap energi.
OPTIMASI PARAMETER DRY MACHINING PADA PROSES PEMBUBUTAN CNC MATERIAL BAKELITE UNTUK MENDUKUNG MANUFAKTUR BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Riyanto, Obaja Eden Sentosa; Muhammad Ilman Nur Sasongko; Saifuddin Karim; Jibril Maulana; Dewi Izzatus Tsamroh; Sis Nanda Kus Andrianto
RING ME Vol 5 No 1 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i1.23600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses pemesinan kering (dry machining) pada material Bakelite menggunakan metode Taguchi, dengan fokus pada minimisasi kekasaran permukaan (Ra). Tiga parameter utama yang diuji adalah kecepatan spindle (700, 800, 900 rpm), feed rate (0,18; 0,23; 0,28 mm/rev), dan depth of cut (0,3; 0,4; 0,5 mm), yang dikombinasikan dalam desain eksperimen orthogonal array L9 (3³). Pengujian dilakukan pada mesin CNC turning LEADWELL menggunakan pahat karbida tanpa pendingin. Pengukuran nilai kekasaran permukaan dilakukan dengan surface roughness tester Mitutoyo SJ-210, dan hasil dievaluasi menggunakan rasio signal-to-noise (S/N). Hasil menunjukkan bahwa feed rate merupakan faktor paling dominan terhadap kualitas permukaan. Nilai feed rate 0,23 mm/rev menghasilkan kekasaran tertinggi, sementara kombinasi parameter optimal yaitu kecepatan spindle 800 rpm, feed rate 0,18 mm/rev, dan depth of cut 0,3 mm memberikan kekasaran permukaan terendah. Selain itu, ditemukan bahwa peningkatan kecepatan spindle cenderung meningkatkan kekasaran akibat efek termal, sedangkan depth of cut 0,4 mm menghasilkan performa terburuk dibandingkan 0,3 mm dan 0,5 mm. Metode Taguchi terbukti efektif dalam mengidentifikasi parameter optimal dengan efisiensi eksperimen tinggi, mendukung penerapan strategi pemesinan presisi berbasis prinsip manufaktur berkelanjutan tanpa pendingin.
PENINGKATAN KINERJA TURBIN PELTON MELALUI VARIASI BERAT ROTOR PADA SISTEM ENERGI MIKROHIDRO Dian Julianto Wahyudi; Johan Wayan Dika
RING ME Vol 5 No 1 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i1.23619

Abstract

Turbin Pelton merupakan salah satu jenis pembangkit energi yang memanfaatkan potensi energi dari perbedaan ketinggian aliran air. Teknologi ini dapat berperan sebagai alternatif sumber energi untuk memenuhi kebutuhan daya. Untuk mengoptimalkan performanya, salah satu aspek penting yang perlu dianalisis adalah dimensi dan bobot runner turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi massa rotor terhadap daya keluaran dan efisiensi turbin Pelton, guna menentukan konfigurasi bobot yang paling optimal. Metode penelitian mencakup pengumpulan data eksperimental dari tiga variasi bobot rotor, yaitu 50%, 75%, dan 100%, dengan dua kondisi debit air (discharge) yang diatur melalui bukaan katup penuh dan setengah. Perhitungan daya dan efisiensi dilakukan berdasarkan parameter gaya, kecepatan rotasi, tekanan, serta laju aliran air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bobot rotor secara signifikan mempengaruhi daya dan efisiensi turbin. Daya maksimum sebesar 12,449-watt dicapai pada bobot 100% dengan katup terbuka penuh, sementara daya minimum sebesar 8,101-watt terjadi pada bobot 50% dengan bukaan katup setengah. Efisiensi tertinggi tercatat sebesar 52% pada bobot 100% dengan bukaan katup setengah, sedangkan efisiensi terendah sebesar 26,8% diperoleh pada bobot 50% dengan katup terbuka penuh.
ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA MESIN PACKER FOCKE FX 2 DI PT ABC Reditya Chiesa Ramadhan; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir; Nur Robbi; Rangga Ega Santoso
RING ME Vol 5 No 1 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i1.23696

Abstract

This study carried out to overcome the performance and efficiency problems of the Packer Focke FX 2 machine at PT. ABC. The study uses descriptive quantitatie approach to analyze Overall Equipment Efetiveness (OEE) value. The resultof OEE value is analyzed by Six Big Losses method to find the losses factors and used the failure mode Effect Analysis (FMEA) method with fishbone diagram to find its root causes and provide suggestion for improvement. The result of the study is OEE value from the period of June 2024 to Ugust 2024, which was 43,4 %. This result is lower than the world standart OEE of 85 %. These result are caused by high value of idling and minor stoppage losses at 15,84% and breakdown losses at 13,46%. The root of problems was found using FMEA method with RPN value of 288, which is failure in blank feeding process with type of failure mode is blank material jamming in blank track area because of spray glue jet was not function optimally. So that, the recommendation of improvements that are given are related to preventive method, spare part management, and employee competency
Karakterisasi, Sifat Mekanik, dan Aplikasi Komposit Biofoam Studi Literatur Muhajir, Muhamad; Reza Taufiqi Ivana; Taufik Abdullah Attamimi; Sri Muntiah Andriami; Uswatun Hasanah
RING ME Vol 5 No 2 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i2.24070

Abstract

Starch based biofoams have emerged as a sustainable alternative to conventional plastics, yet their performance varies significantly depending on formulation and processing methods. This study aims to comprehensively evaluate the relationship between raw material composition, production techniques, and functional properties of biofoams through an integrated analysis of ten recent formulations. The methodology involved a systematic review of experimental data derived from diverse production methods, including thermopressing, microbial fermentation, evaporative drying, freeze drying, and molding. Results reveal that banana peel and cassava starch and banana stem fiber biofoam offers an optimal balance of high tensile strength 43.86 MPa, low water absorption 16.91%, and moderate biodegradability 65.82%, making it ideal for dry food packaging. In contrast, bamboo powder biofoam exhibits exceptional water absorption 97.1%, suitable for horticultural substrates, while bamboo cellulose–starch composite demonstrates outstanding compressive strength 78.74 MPa and thermal stability 410.86 °C, indicating potential for lightweight structural applications. These findings underscore that biofoam design must be application-specific, providing evidence-based guidance for developing effective, sustainable materials tailored to real world needs.
EPOKSIDASI MINYAK JARAK JATROPHA CURCAS L. UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS DAN PERFORMA PELUMAS NABATI RAMAH LINGKUNGAN Agus Dwi Putra; Farida, Nike Nur; Monasari, Ratna; Rakhmaddian, Nicko Nur; Fadhilah, Intan; Prasetyo, Heru
RING ME Vol 5 No 2 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i2.24145

Abstract

The decline of petroleum reserves and environmental issues from petroleum-based lubricants have driven interest in biolubricants. Jatropha curcas L. oil is a promising candidate due to its availability and non-edible nature, but it lacks sufficient oxidative stability and thermal performance. This study aims to improve jatropha oil quality through in situ epoxidation. The research included oil extraction, initial chemical analysis (acid value, moisture, saponification value, iodine value), epoxidation with varied reactant ratios and reaction times, and post-modification tests of viscosity and flash point. Results indicated that oil yield from dehulled seeds was higher (60%) than hulled seeds (25%). Epoxidation improved viscosity from 2.39 cSt to 34.2 cSt at 40°C and raised the flash point from 109°C to 270°C. These enhancements demonstrate improved physicochemical properties, making epoxidized jatropha oil a potential eco-friendly lubricant comparable to modern synthetic lubricants.