cover
Contact Name
Pandu Febriyanto
Contact Email
inovasiproses@akprind.ac.id
Phone
+6285642058253
Journal Mail Official
inovasiproses@akprind.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan, Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Inovasi Proses
ISSN : -     EISSN : 23386452     DOI : https://doi.org/10.34151/jip
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Proses merupakan Jurnal Nasional Jurusan Teknik Kimia IST AKPRIND Yogyakarta yang menyajikan informasi tentang hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan teknik kimia.
Articles 86 Documents
Pembuatan Karbon Aktif dari Ranting Bambu Menggunakan Zat Aktivator Asam Phospat (Variabel Waktu Perendaman dan Kosentrasi Zat Aktivator)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon bambu memiliki banyak kegunaan dan hampir semua bagian dari pohon bambu dapat digunakan tak terkecuali dengan rantingnya. Dengan berkembangnya teknologi terutama di bidang teknik kimia, ranting bambu dapat diolah menjadi arang dengan pirolisis agar dapat mempunyai kegunaan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan arang/karbon aktif dan mempelajari pengaruh waktu perendaman maupun konsentrasi larutan asam phosfat sebagai aktivator terhadap kualitas daya adsorbsinya maupun persentase hasil arang. Pirolisis merupakan proses pemanasan bahan pada suhu tinggi tanpa terjadi kontak dengan udara. Ranting bambu dengan kadar air rata-rata sebesar 9,02% dan kadar abu rata-rata sebesar 1,59% sebelum pirolisis direndam dahulu dalam zat aktivator dengan variasi waktu perendaman dan variasi kosentrasi zat aktivator. Ranting bambu sebagai bahan baku setelah direndam dan ditiriskan, selanjutnya di jemur dibawah sinar matahari selama 1 hari, kemudian dimasukkan ke dalam alat pirolisis dan dilakukan pirolisis pada suhu tertentu. Pirolisis berlangsung ditandai dengan terjadinya semburan gas yang keluar dari alat pirolisis dan selesai apabila semburan gas telah berhenti, dan pemanasan dihentikan apabila telah mencapai waktu 45 menit. Hasil karbon selanjutnya dikeluarkan dan ditimbang untuk menentukan persentase hasil karbon aktif dan daya adsorbsi atau keaktifannya. Berdasarkan hasil penelitian dengan pirolisis pada suhu 350ºC, waktu 45 menit, diperoleh hasil terbaik pada waktu perendaman 24 jam dan konsentrasi larutan H3PO4 12%, dengan kadar air rata-rata karbon aktif sebesar 1,2%, persentase hasil karbon aktif 26,48%, dan keaktifan arang aktif 380,28 mg/g. Keaktifan karbon aktif tersebut masih dibawah standar yang ada di pasaran (750 mg/g SNI 06–3730-1995).
Penambahan Alginat sebagai Emulsifier pada Susu dari Kulit Pisang dan Kacang Hijau (LITSANG-IJO) (Variabel Waktu dan Suhu)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Permintaan pangan yang tumbuh lebih cepat dari produksinya akan terus berlanjut. Akibatnya, akan terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan produksi pangan .Penyebab utama kesenjangan itu adalah adanya pertumbuhan penduduk yang masih relatif tinggi dengan jumlah besar dan penyebaran yang tidak merata sehingga terganggunya pertumbuhan organ dan jaringan tubuh, lemahnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, serta menurunnya aktivitas produktivitas kerja untuk mengatasi masalah tersebut maka dengan adanya susu Litsang-Ijo, sebagai susu, diharapakan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai gizi dalam susu tersebut terutama proteinnya. Namun susu Litsang-Ijo ini kurang diminati oleh masyarakat dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang susu Litsang-Ijo. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan upaya untuk menjaga kestabilan emulsi susu Litsang-Ijo, salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menambahkan emulsifier. Adapun penelitian dilakukan untuk mempelajari kemungkinan bahan alginate sebagai emulsifier susu Litsang-Ijo. Dalam penelitian ini akan dipelajari pengaruh penambahan alginate terhadap konstanta laju pengandapan susu Litsang-Ijo dengan variabel waktu dan suhu. Data absorbansi setiap 10 menit untuk menghitung konsentrasi susu kulit pisang kacang hijau dengan bantuan kurva standard an diolah untuk mendapatkan konstanta laju pengendapan. Laju pengandapan susu kulit pisang kacang hijau dipengaruhi oleh waktu pengadukan dan suhu pencampuran. Dengan menggunakan massa alginate 7%, kecepatan pengadukan 780 rpm diperoleh konstanta laju pengendapan yang terkecil pada waktu 7 menit dan suhu 70 oC, dengan konstanta laju pengendapan 0.00088 ppm/menit.
FORMULASI SIRIH DAN GAMBIR DALAM PEMBUATAN PASTA GIGI ANTIBAKTERI DAN BEBAS FLUORIDE SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK HERBAL INDONESIA (Variabel perbandingan sirih dan gambir, dan ukuran gambir)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasta gigi merupakan suatu produk yang sudah sangat populer di masyarakat karena dianggap mampu memberikan efek segar pada mulut serta mampu dengan efektif mebersihkan gigi dari kotoran dan bakteri penyebab sakit gigi. Namun, kebanyakan pasta gigi yang ada di pasaran menggunakan fluor yang cukup tinggi. Fluor merupakan zat yang yang berguna dalam kadar kecil, namun berbahaya dalam jumlah besar karena dapat menyebabkan fluorisis pada gigi. Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian mengenai pasta gigi yang dapat melindungi gigi dari bakteri namun rendah fluor. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa pasta gigi sirih mampu menurunkan akumulasi plak gigi dan pasta gigi gambir dapat berfungsi sebagai antibakteri perusak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan keduanya agar diperoleh pasta gigi multifungsi. Tahap penelitian ini adalah preparasi bahan, ekstraksi daun sirih (menggunakan pelarut aquades), pembuatan pasta gigi, dan analisis hasil. Uji yang dilakukan pada produk pasta gigi hasil adalah uji organoleptik, dan uji mikrobiologi. Pasta gigi uji disimpulkan baik jika memiliki kemampuan menghambat bakteri, tidak mengandung fluoride dan disukai panelis baik dari segi tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil pengujian mikrobiologi menunjukkan bahwa semakin besar perbandingan massa gambir : volume ekstrak daun sirih maka daya hambat pasta gigi terhadap bakteri semakin tinggi. Sementara dari uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran gambir maka tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan tekstur pasta gigi semakin tinggi.
MODIFIKASI SABUN ANTISEPTIK ALAMI DARI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) – MINYAK SEREH DENGAN PENAMBAHANAN MINYAK ZAITUN SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun komersial sekarang ini menggunakan zat antibakteri sintetis yang tidak baik jika digunakan dalam jangka waktu panjang. Geraniol merupakan senyawa antibakteri alami yang terdapat pada minyak sereh, sehingga pembuatan sabun antiseptik yang berasal dari minyak sereh dapat menghasilkan sabun dengan zat antibakteri alami. Pembuatan sabun dipengaruhi oleh komposisi bahan baku dan penambahan zat aditif. Maka penelitian tentang pengaruh tersebut terhadap kualitas sabun yang dihasilkan perlu dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan sabun dari minyak kelapa murni/Virgin Coconut Oil (VCO) dengan minyak sereh, dimana perbandingan antara VCO dengan minyak sereh divariasikan dengan varian 50:0 mL,40:10 mL,30:20 mL,20:30 mL,10:40 mL, dan 0:50 mL. agar didapat komposisi terbaik untuk membuat sabun antiseptik alami. Setelah didapat komposisi terbaik untuk pembuatan sabun, kemudian sabun ditambahkan minyak zaitun sebagai zat aditif sebanyak 4 mL untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada sabun dan mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas sabun antiseptik yang dihasilkan berdasarkan Standar Nasional Indonesia(SNI). Dari percobaan, didapat komposisi terbaik perbandingan VCO:minyak sereh10:40 mL, dan penambahan minyak zaitun mampu meningkatkan aktivitas antioksidan 37,459-47,566 %.
Pembuatan Tepung Kluwih (Artocarpus commansi) sebagai Substitusi dalam Pembuatan Brownies Kukus (variabel penambahan NaCl dan penambahana H2O Panas)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung kluwih (Artocarpus commansi) merupakan tepung yang bebas Gluten sehingga baik digunakan sebagai alternatif dalam pembuatan Brownies-Kukus. Brownies-Kukus adalah sejenis kue basah yang berwarna cokelat dan rasanya manis yang bahannya terdiri dari tepung terigu, margarine, telur, gula pasir, cokelat (cokelat bubuk dan cokelat masak) dengan proses penyelasaian di kukus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi patu buah kluwih sebagai subsituen tepung terigu, untuk mengetahui nilai ekonomisnya pati buah kluwih dibandingkan tepung teigu, untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap brownies-kukus dari tepung kluwih dilihat dari aspek rasa, warna, aroma dan tekstur, mengetahui kualitas tepung kluwih dilihat dari segi penambahan variabel antara NaCl dan H2O panas, memanfaatkan bahan pangan lokal yaitu kluwih dalam pembuatan brownies kluwih, yang dapat diterima oleh masyarakat dan mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk brownies kluwih, sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Variabelnya adalah penambahan natrium klorida dan penambahan air panas. Semua variabel ini dikondisikan sama. Metode pengumpulan datanya dengan penilaian subyektif (uji inderawi dan uji kesukaan) dan penilaian obyektif (uji kimiawi). Alat pengumpul data untuk penilaian subyektif adalah panelis. Dari hasil penelitian ini, diperoleh titik optimum dari masing-masing varibel pada penambahan NaCl sebanyak 2 g dengan kadar protein 3.8%, kadar lemak 0.836%, kadar karbohidrat 79.2%. Pada variabel penambahan H2O panas sebanyak 200 mL dengan kadar protein 3.8%, kadar lemak 0.836% dan kadar karbohidrat 79.2%. Sehingga hasil dari kadar air, kadar lemak dan karbohidrat penelitian ini sudah sesuai standar baku mutu tepung kluwih. Tekstur dari tepung kluwih pada penambahan NaCl dan air panas sudah baik. Dan untuk brownies-kukus di lihat dari uji organoleptik, banyak masyarakat menyukai dengan subsitusi tepung kluwih 65% dan tepung terigu 35%.
PEMBUATAN SERBUK PEWARNA ALAMI TEKSTIL DARI EKSTRAK DAUN JATI MUDA (TECTONA GRANDIS LINN. F.) METODE FOAM-MAT DRYING DENGAN PELARUT AQUADES
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah kecoklatan berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintesis yang lebih aman bagi kesehatan. Daun jati muda merupakan salah satu bagian dari pohon yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber zat warna alami untuk tekstil dengan cara mengekstrak daunnya. Pada penelitian ini digunakan daun jati muda segar berwana kecoklatan dengan pelarut aquades. Pada awal proses, daun jati muda segar sebanyak 25 gram dihaluskan terlebih dahulu, kemudian dimasukkan ke dalam gelas beaker lalu dimaserasi menggunakan pelarut aquades 250 ml dan ditambahkan 10 ml asam sitrat dari jumlah pelarut dengan konsentrasi (3%, 5%, 10%, 20% dan 30%) b/v selama 24 jam. Setelah itu disaring diambil fitratnya. Pembuatan serbuk dilakukan dengan metode foam-mat drying menggunakan putih telur sebagai pembusa dan maltodekstrin sebagai zat pengisi. Filtrat ditambahkan meltodekstrin 8% b/v dan putih telur dengan konsentrasi (3%, 5%, 15%, 20% dan 25%) b/v di mixer hingga homogen. Kemudian dilakukan pengeringan dengan oven pada suhu 60oC sampai tercapai bobot konstan. Dengan menggunakan daun jati muda segar 25 gram, pelarut aquades sebanyak 250 ml, dan maltodekstrin 8% b/v didapatkan kondisi optimal pada konsentrasi putih telur 5% b/v dan konsentrasi asam sitrat 10% b/v, dengan kondisi tersebut diperoleh hasil serbuk warna dengan kadar air 11 %massa, kelarutan 99,19 %b/v, tingkat kemerahan sebesar 18,805, tingkat kecerahan sebesar 59,86, dan tingkat kekuningan sebesar 6,74.
PEMANFAATAN BUAH MANGROVE (Bruguiera Gymnorrhiza) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN (Variabel Perbandingan Bahan Pokok dengan Bahan Pendukung Dan Variabel Penambahan Tepung Tulang Sapi)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, pemanfaatan buah mangrove untuk dijadikan sebagai sumber pakan alternative bagi ikan jarang dilakukan, padahal kandungan nutrisinya sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah buah mangrove dari jenis Bruguiera gymnorrhiza bisa di manfaatkan menjadi salah satu bahan dalam pembuatan pakan ikan, dan apakah dengan campuran tepung buah mangrove, mampu meningkatkan pertumbuhan ikan yang relative cepat dibandingkan dengan pakan pabrik yang sudah ada. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April – Juli 2018 di Laboratorium. Buah mangrove yang digunakan jenis buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza). Rancangan penelitian ini menggunakan 10 Perlakuan dengan dua variabel. Variabel pertama yang terdiri dari tepung buah mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) %, dedak %, dan tepung tapioka % dengan campuran berturut-turut 20:20:60 (P1) 20:40:40 (P2) 20:60:20 (P3) 40:20:40 (P4) 60:20:20 (P5). Sedangkan variabel kedua terdiri dari buah mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) %, tepung tulang sapi %, dedak %, dan tepung tapioka % dengan campuran berturut-turut 10:30:35:25 (P6) 10:35:35:20 (P7) 10:40:35:15 (P8) 10:45:35:10 (P9) 10:50:35:5 (P10). Analisis hasil meliputi uji protein, uji lemak, uji kadar air, uji kadar abu, uji daya apung, uji laju pertumbuhan spesifik (spesific growth rate) pada ikan dan uji tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rates). Hasil uji protein terbaik terdapat pada P10 sebesar 21,3418%. Hasil uji lemak terbaik terdapat P10 sebesar 10,6848 %. Hasil uji kadar air terbaik terdapat pada P6,P7,P8 dan P9 sebesar 4%. Hasil uji kadar abu terbaik terdapat pada P5 sebesar 6,74%. Hasil uji daya apung terdapat pada P1 sebesar 5 jam. Untuk Hasil uji laju pertumbuhan spesifik pada ikan terbaik terdapat pada P10 sebesar 1,905% dan hasil uji tingkat kelangsungan hidup ikan didapatkan hasil yang baik semua.
Pirolisis Limbah Kulit Durian Menjadi Arang Aktif dan Asap Cair dengan Aktivator Asam Phospat (Variabel Suhu Pirolisis dan Waktu Perendaman)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah durian umumnya dikonsumsi bagian salut buah (daging) dengan persentase sebesar 20% – 35% terhadap berat durian. Persentase kulit dan biji cukup besar yaitu 60% – 75% (kulit) dan 5% – 15% (biji). Kulit durian sebagai limbah selama ini belum banyak dimanfaatkan. Komposisi kulit durian yaitu selulosa 50% - 60%, lignin 5%, dan pati 5%, sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan arang aktif dan asap cair dengan pirolisis. Proses pembuatan arang aktif dilakukan dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu pengarangan tanpa terjadi kontak dengan udara. Limbah kulit durian yang telah dipotong dengan ukuran rata-rata 2 cm x 2 cm dianalisis kadar air dan kadar abu sebelum dilakukan pirolisis. Pirolisis limbah kulit durian menggunakan tabung pirolisis yang dilengkapi termokopel, pipa saluran, kondensor, dan erlenmayer untuk menampung asap cair dengan bahan baku sebanyak 100 gram, kadar air 11,7% dan kadar abu 8,143 % dilakukan pada waktu 60 menit dengan suhu yang divariasikan diperoleh hasil berupa arang dan asap cair. Arang kemudian direndam dalam zat aktivator asam phospat konsentrasi 15% dengan variasi waktu perendaman. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan berat bahan baku 100 gram, waktu pirolisis 60 menit diperoleh hasil terbaik pada kondisi proses suhu pirolisis 560ºC dengan kereaktifan 337,554 mg/g dan hasil asap cair 46 mL. Arang hasil pirolisis tersebut direndam sebanyak 5 gram dalam 50 mL asam phospat 15% diperoleh hasil terbaik pada waktu perendaman 48 jam dengan kereaktifan arang aktif sebesar 403,542 mg/g. Kereaktifan tersebut masih dibawah standar (SNI 06–3730-1995). Hasil analisis asap cair diperoleh pH sebesar 3,83, densitas 1,00793, warna coklat gelap, tidak transparan, dan terdapat bahan terapung. Kandungan senyawa utama yang terdapat dalam asap cair yaitu methanol, acetone, acetic acid, dan hydroxyacetone.
PENGENALAN PEMBUATAN SUSU SEHAT BERNUTRISI DARI KEDELAI UNTUK BERWIRAUSAHA DI DUSUN BLAWONG II TRIMULYO JETIS KABUPATEN BANTUL
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yang dilaksanakan dengan sasaran warga masyarakat di Dusun Blawong II dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan berupa Pengenalan Pembuatan Susu Sehat Bernutrisi dari Kedelai untuk Berwirausaha. Kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Blawong II bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi warga setempat tentang pembuatan minuman sehat bernutrisi berupa susu kedelai yang dapat dikembangkan untuk berwirausaha, dengan peserta pelatihan ibu-ibu PKK dan mahasiswa peserta KKN di Dusun Blawong II, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan presentasi materi tentang pengenalan manfaat minuman susu sehat bernutrisi bagi kesehatan beserta kandungan gizi di dalamnya. Susu kedelai merupakan minuman sehat bernutrisi yang dapat dikonsumsi bagi anak-anak maupun orang dewasa, yang bermanfaat bagi tubuh dan dijual di pasar dengan harga beragam, namun tanpa bahan pengawet susu kedelai tersebut tidak tahan disimpan. Dari manfaat tersebut, pemateri menyampaikan pengenalan pembuatan susu sehat bernutrisi dari kedelai secara sederhana dan mudah dilakukan sendiri, yang dapat dikembangkan sebagai alternatif berwirausaha untuk menambah pendapatan keluarga. Setelah penyampaian materi, pemateri dibantu mahasiswa peserta KKN mempraktekkan secara langsung pembuatan susu bernutrisi dari kedelai. Peserta pelatihan antusias mengikuti pelatihan dan berdiskusi sambil menikmati susu segar yang baru selesai dibuat. Kegiatan diakhiri dengan pesan mengajak seluruh peserta pelatihan untuk membudayakan menjaga kesehatan tubuh dengan asupan minuman dari bahan yang sehat, bergizi, dan alami tanpa bahan tambahan yang dapat membahayakan kesehatan.
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Dedak Padi (Rice Bran Oil) (Variabel Rasio Molar dan Berat KOH)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar dari minyak tumbuhan atau minyak hewan yang telah dikonversi menjadi bentuk metil ester asam lemak yang ramah lingkungan. Namun, belakangan ini isu tentang energi erat kaitannya dengan semakin menipisnya minyak bumi akibat pasokan bahan bakar fosil yang terbatas sementara permintaan energi terus meningkat, sehingga wacana untuk mengembangkan sumber energi terbarukan semakin banyak digulirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi reaksi yang optimal dan kelayakan dari biodiesel yang dihasilkan dari bahan bakar. Salah satu potensi sebagai bahan baku biodiesel adalah minyak dedak padi yang direaksikan dengan metanol dan katalis KOH. Metode pembuatan metil ester (biodiesel) dalam penelitian ini adalah esterifikasi kemudian dilanjutkan dengan transesterifikasi. Pada proses esterifikasi, minyak dedak ditambahkan dengan katalis H2SO4 96% sebanyak 3,15 mL kemudian dipanaskan dalam labu leher tiga selama 120 menit pada suhu 60°C dan diaduk dengan kecepatan 300 rpm. Variabel pada proses esterifikasi yaitu rasio molar minyak : metanol (0,7:8,5; 0,7:11,5; 0,7:14,5; 0,7:17,5; 0,7:20,5). Hasil reaksi berupa ester dari proses esterifikasi diambil untuk diproses tahap selanjutnya, yaitu proses transesterifikasi. Proses transesterifikasi dilakukan dengan menambahkan katalis KOH kristal 0,63 gram dan metanol pada cairan ester. Campuran kemudian dipanaskan pasa suhu 60°C dengan waktu reaksi yang divariasikan dengan katalis KOH dan diaduk dengan kecepatan 300 rpm. Dari proses esterfikasi dengan kondisi proses yaitu rasio molar optimum minyak : metanol (0,7 : 8,5), suhu reaksi 60°C, dan pada variasi katalis KOH kecepatan pengadukan 300 rpm didapatkan metil ester sebanyak 76 mL.