cover
Contact Name
Irda Sari
Contact Email
irdasari13@gmail.com
Phone
+6287823681950
Journal Mail Official
irdasari13@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. Gatot Subroto 301, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Infokes (Informasi Kesehatan)
ISSN : 25977776     EISSN : 27224112     DOI : https://doi.org/10.56689/infokes.v7i1.1031
Core Subject : Health,
Journal Infokes is an abbreviation of Health Information. The Journal of Health Information focuses on the study of hospital service management, pharmacy, health analyst, physiotherapy, midwifery, nursing, medicine, public health, medical records. Type of writing in the form of scientific articles, such as the results of field research, conceptual articles, or desk study. This journal is intended as a medium of scientific study to communicate health information in the form of vision, reflection, conceptual thinking, research results, interesting experiences in the field, and critical analysis studies. In 2017 infokes existed as a printed journal with ISSN 2597-7776 with time published twice a year namely June and December. 2019 is the beginning of a new history of infokes to be present as an online journal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 116 Documents
PENGARUH KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI (CPPT) RAWAT INAP TERHADAP PENILAIAN STANDAR 13.3 MANAJEMEN INFORMASI REKAM MEDIS VERSI SNARS DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG KOPO Sali Setiatin; Annisa Khoifah M; Sandra Laksamana
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v2i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kelengkapan pengisian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) rawat inap terhadap penilaian standar 13.3 manajemen informasi rekam medis versi SNARS di Santosa Hospital Bandung Kopo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara penyebaran kuesioner, observasi, kajian pustaka, dan menggunakan SPSS versi 17. Berdasarkan hasil uji statistik didapat hasil korelasi sebesar 0,919 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh positif. Dan nilai koefisien determinasi 55,5% besarnya pengaruh kelengkapan pengisian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) rawat inap (X) terhadap penilaian standar 13.3 manajemen informasi rekam medis versi SNARS (Y). Permasalahan yang ditemukan diantaranya: (1) Masih banyak dokter/dokter konsul yang tidak mengisi nama dan tanda tangan secara lengkap (2) Perawat masih banyak yang tidak mengisi tanggal dan jam visit serta nama dan tanda tangan secara lengkap (3) belum disiplinnya para Profesional Pemberi Asuhan dalam mengisi rekam medis. Adapun saran yang diberikan penulis mengenai masalah yang ada diantaranya: (1) melakukan koordinasi dengan para PPA (2) membentuk tim review rekam medis (3) memberikan rewards & punishment bagi PPA yang mengisi sesuai dengan yang dilakukan.
PENGARUH TERAPI ULTRASOUND TERHADAP NYERI PADA PASIEN CARPAL TUNNEL SYNDROME DI RSUD KESEHATAN KERJA RANCAEKEK Abdul Qudus; Shopia Ma’rifa Arofy
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek terapi dengan menggunakan salah satu modalitas fisioterapi ultrasound terahadap nyeri pada pasien CTSdi RSUD Kesehatan Kerja Rancaekek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Pre – Eksperimental “One Group Pretest Posttest Design”. Dengan Teknik eknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara penyebaran kuisioner, observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di Unit Fisioterapi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan sampel sebanyak 12 responden, yaitu pada pasien CTS di RSUD Kesehatan Kerja Rancaekek. Dari hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan perhitungan perkembangan dengan menggunakan kuesioner dengan total rata-rata pre test sebesar skor 261 (Nyeri) dan hasil kuesioner dengan total rata-rata post test skor 350 (Nyeri Ringan) yang artinya terdapat suatu perubahan dan berpengaruh setelah dilakukannya terapi menggunakan US. dapat ditarik kesimpulannya terjadi perubahan yang signifikan pada pasien setelah dilakukannya terapi. Adapun saran yang diberikan penulis yaitu, disarankan kepada pasien untuk lebih di perhatikan lagi agar jadwal terapi lebih efektif dalam proses penyembuhan dan meningkatkan efektifas kesembuhan pada pasien CTS.
PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BAGIAN TATA USAHA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SOREANG KABUPATEN BANDUNG Anita Putri Wijayanti; Indi Rizki Rudy
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Daerah Soreang Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif,. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, kuisioner, dan kajian pustaka. Dan teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji statistik, uji signifikasi dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan rank spearman sebesar 0,899 yang menunjukan hubungan yang sangat kuat. Jika dinyatakan dalam presentasi, maka pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 81%. Dari penelitian yang dilakukan, terdapat dua permasalahan, yaitu : (1) Terdapat pegawai yang kurang memanfaatkan waktu kerja dengan baik, (2) Terdapat pegawai yang kurang disiplin dalam menjalankan tugas pokoknya dalam menyelesaikan tugas, sehingga kinerja yang dihasilkan tidak optimal. Adapun saran yang diberikan yaitu : (1) Pihak Rumah Sakit agar memberikan sanksi pemotongan pendapatan atau intensif kepada pegawai yang tidak mentaati peraturan (2) Pimpinan agar lebih tegas untuk memberikan sanksi kepada pegawai yang tidak mentaati peraturan yang telah ditetapkan (3) Memberikan penghargaan kepada pegawai yang memiliki disiplin tinggi guna meningkatkan kinerja pegawai dan sebagai pemicu semangat pegawai lainnya.
PENGARUH TATA RUANG TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI ADMINISTRASI UMUM RUMAH SAKIT PARU DR. H. A. ROTINSULU BANDUNG Ceria Febiana; Herdi Purwanto
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja pegawai di Ruang Bagian Administrasi Umum Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan realibilitas, Populasi dan sampel penelitian sebanyak 16 orang pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan rank spearman sebesar 0,92 yang menunjukan hubungan sangat kuat antara tata ruang dengan produktivitas kerja pegawai. Jika dinyatakan dalam persentasi maka pengaruh tata ruang terhadap produktivitas kerja pegawai sebesar 86,64%, dengan demikian masih ada variabel lain yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai sebesar 15,36%. Dari penelitian yang dilakukan, ternyata ditemukan beberapa permasalahan tata ruang terhadap produktivitas kerja, antara lain: 1. Tidak terlaksananya perencanaan sistem kerja yang sudah terencana sebelumnya, 2. Kurangnya tenaga kerja pada bagian Tata Usaha khususnya yang ditugaskan sebagai customer service ruang administrasi, 3. Pengaturan tata letak ruangan tidak sesuai dengan denah yang telah dibuat, 4. terlalu jauhnya jarak gedung administrasi umum dengan pimpinan. Adapun saran yang diberikan bagi rumah sakit dan khusunya Ruang Bagian Administrasi Umum Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung adalah: 1. Segera merealisasikan upaya-upaya yang akan dilakukan untuk perbaikan tata ruang dan sistem kerja yang telah terencana, 2. Agar menugaskan satpam untuk menjaga di depan kantor, 3. Di dalam briefing harus selalu disampaikan mengenai prinsip 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) 4. Setiap karyawan harus patuh melakukan senam peregangan untuk kesehatan kerja.
PENGARUH UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL TERHADAP KEBIJAKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT LANJUTAN (FKRTL) Dwi Aprilia Ningtyas
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.52

Abstract

Dalam Pasal 28H ayat (3) UUD RI tahun 1945 mengamanatkan bahwa : “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang dapat meningkatkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat”. Sehubungan dengan hal ini, maka pemerintah kemudian menyelenggarakan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Pelaksanaan SJSN dalam bidang kesehatan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) kesehatan. Guna mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi pasien peserta BPJS, di RSUD SOEWONDO Pati, perlu dilakukan penelitian. Permasalahannya adalah bagaimana pengaturan jaminan kesehatan menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN terhadap kebijakan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) pada RSUD RAA Soewondo Kabupaten Pati, bagaimana pengaruh kebijakan SJSN terhadap hak-hak pasien peserta BPJS Kesehatan di (FKRTL) RSUD RAA Soewondo, dan bagaimana hubungan antara implementasi SJSN dalam memenuhi hak-hak pasien pada RSUD RAA Soewondo Kabupaten Pati dengan kebijakan mutu pelayanan kesehatan di FKRTL. Metode pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari pasien, dokter dan karyawan RSUD Soewondo Pati. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan jaminan kesehatan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan kebijakan mutu pelayanan kesehatan di FKRTL pada RSUD RAA Soewondo Pati sudah sinkron. Lahirnya Undang-Undang SJSN membawa dampak positif, karena dengan adanya kebijakan SJSN, masyarakat yang kurang mampu dapat memperoleh hak-haknya yaitu berupa pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Rata-rata pasien mempersepsikan bahwa pelayanan kesehatan sudah cukup bermutu. Hal ini menunjukkan pasien merasa cukup puas. Sementara sebagian kecil persentasenya sebesar 6,24 % masih mempersepsikan mutu pelayanan buruk bahkan sangat buruk. Hubungan antara implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional dalam pemenuhan hak-hak pasien peserta BPJS Kesehatan dengan kebijakan mutu pelayanan kesehatan di FKRTL pada RSUD RAA Soewondo Pati merupakan hubungan yang saling mempengaruhi. Akibatnya kedua belah pihak harus saling memperbaiki kebijakannya agar dapat berjalan secara harmonis.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KELANCARAN VERIFIKASI KLAIM BPJS DI KLINIK UTAMA MEDIKA ANTAPANI BANDUNG Leni Herfiyanti; Handoko; Ria Khoirunnisa Apriyani
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh beban kerja pegawai terhadap kelancaran verifikasi klaim BPJS di Klinik Utama Medika Antapani Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana peneliti mengumpulkan data melalui Kuesioner dan diolah melalui aplikasi SPSS versi 20 dengan responden sebanyak 12 orang. Dari hasil penilitian yang dilakukan diperoleh pengaruh sebesar 55,4% bahwa beban kerja berpengaruh terhadap kelancaran verifikasi klaim dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Adapun permasalahan yang ditemukan selama praktek kerja lapangan: (1). Adanya tumpukan data klaim yang harus dikerjakan untuk diverifikasi sehingga pegawai harus mengambil lembur untuk mengejar waktu; (2). Masih terdapat beberapa berkas klaim yang belum dilakukan verifikasi diantaranya perekapan data klaim yang dilakukan setelah 2-3 minggu dari tersediannya data klaim setelah peserta menyelesaikan pengobatan; (3). Kurangnya sumber daya manusia untuk memverifikasi klaim BPJS. Adapun saran yang penulis berikan terhadap permasalahan diatas adalah sebagai berikut: (1). Sebaiknya dilakukan koordinasi dengan bagian pendaftaran tentang kelengkapan persyaratan dan membagi tugas sesuai dengan kemampuan; (2). Adanya sosialisasi kepada pasien tentang kelengkapan persyaratan pasien BPJS contohnya membuat papan pengumuman atau x-banner (3). Melakukan perekapan data dan menjadwalkan verifikasi setelah 2-3 hari dari pasien itu berobat; (4). Sebaiknya dilakukan penambahan pegawai di bagian verifikasi klaim sebanyak 1 orang pegawai.
PENGARUH PELAKSANAAN KODEFIKASI SEBAB KEMATIAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN MORTALITAS PASIEN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG Nindra Ayu Pamungkaningtyas; Asri Nurfitriani
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelaksanaan kodefikasi sebab kematian pasien terhadap kualitas laporan mortalitas pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket, observasi, wawancara dan studi pustaka yang memiliki relevansi dengan permasalahan penelitian. Dilanjutkan dengan pengolahan data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh pelaksanaan kodefikasi sebab kematian terhadap kualitas laporan mortalitas pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung sebesar 77% dengan hubungan korelasi kuat. Dengan permasalahan yang ditemukan antara lain : (1) belum ditepatkannya sebab kematian pasien. (2) tidak adanya sertifikat kematian. (3) Tidak adanya Standar Prosedur Oprasional untuk pelaksanaan kodefikasi kematian. Adapun saran yang diberikan untuk permasalahan tersebut yaitu : (1) penentuan sebab kematian. (2) Memberikan Pelatihan Kepada Petugas Medis dan Non-Medis mengenai penentuan dan kodefikasi sebab kematian. (3) Perubahan surat keterangan kematian menjadi sertifikat kematian pasien.
TINJAUAN KOMPLAIN PASIEN RAWAT JALAN GUNA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN COSTUMER SERVICED DI RUMAH SAKIT AL-ISLAM BANDUNG Nurul Dwi Ariyani; Indah Ica Eriska
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Komplain Pasien Rawat Jalan Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Customer Service Di RumahSakit Al-Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan, studi pustaka dan wawancara. Adapun permasalahan yang ditentukan, yaitu : 1) Kurangnya proses komunikasi antara petugas Customer Service dengan pasien mengenai pendaftaran pasien baru, 2) Informasi yang di sampaikan petugas customer service kepada pasien mengenai jadwal dokter terkadang berubah-ubah, 3) Beberapa pasien yang menyampaikan komplain, terkadang dalam keadaan emosi. Adapun saran yang dapat penulis berikan, yaitu : 1) Seharusnya formulir pendaftaran pasien baru di letakan di tempat yang terbuka agar dapat terlihat oleh pasien, 2) Pihak rumah sakit seharusnya lebih tegas lagi mengenai jadwal dokter 3) Petugas Customer Service harus dapat menenangkan emosi pasien.
EFEKTIVITAS SPORT MASSAGE TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DARAH ATLET PRIA JUNIOR CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO Shelly Novianti Ismanda; Ambrosius Purba; Herry Herman
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Sport Massage terhadap Kadar Asam Laktat Darah Atlet Pria Junior Cabang Olahraga Taekwondo. Sampel penelitian dipilih secara acak dari atlet pria junior cabang olahraga taekwondo UPI, SMAN 23 Bandung, PPLP Jabar, Pelatda Jabar sebanyak 40 orang. Jenis penelitian experimental yang dilakukan dengan tes lapangan. Design penelitian ini pre dan post test design. Teknik pengambilan data dari hasil tes lari 12 menit dan Sport Massage (massage partial) yang diukur sebelum dan sesudah diberi perlakuan TPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh Sport Massage terhadap penurunan Kadar Asam Laktat pasca Periodisasi Latihan pada atlet pria junior cabang olahraga Taekwondo Jawa Barat. Sport Massage bermanfaat bagi olahragawan, karena berguna untuk pemeliharaan kondisi fisik, meningkatkan kualitas fisik, meningkatkan kapasitas dan potensi organ tubuh, serta penyembuhan dari kerusakan atau cedera akibat olahraga.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP TRANSMISI MALARIA DI INDONESIA Soraya
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i1.57

Abstract

Malaria tersebar dihampir seluruh Provinsi di Indonesia dengan tingkatan endemisitas dan transmisi yang bervariasi. Transmisi malaria berkaitan erat dengan faktor epidemiologis yaitu parasit malaria (Plasmodium), host (manusia) dan vektor malaria (nyamuk Anopheles betina). Selain itu, transmisi malaria juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik yaitu suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, kecepatan angin, dan ketinggian tempat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan terhadap transmisi malaria di daerah endemis rendah dan sedang di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Transmisi malaria akan diukur melalui pemeriksaan mikroskopik dan serologi terhadap sampel darah penduduk dari daerah endemis rendah (Kabupaten Purworejo) dan daerah endemis sedang (Kabupaten Lampung Selatan). Sampel darah penduduk diambil pada Januari-November 2010 di kabupaten Purworejo dan November 2010-September 2011 di kabupaten Lampung Selatan. Pengukuran antibodi dilakukan dengan metode indirect ELISA menggunakan protein rekombinan MSP-1 dan AMA-1 P. falciparum sebagai antigen penangkap. Sampel dinyatakan positif malaria jika memiliki rata-rata Optical Density (OD) diatas cut off OD sebesar 0,19 untuk MSP-1 dan 0,14 untuk AMA-1. Data lingkungan fisik diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotabumi Lampung dan BMKG Jawa Tengah. Data ketinggian tempat diperoleh dari tim Malaria Transmission Consortium (MTC) Indonesia. Hubungan antara slide positif malaria dengan faktor iklim dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hubungan antara seropositif malaria dengan ketinggian tempat dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Sedangkan hubungan antara titer antibodi dengan ketinggian tempat dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi sederhana. Faktor iklim tidak berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Purworejo dan kabupaten Lampung Selatan. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Purworejo (OR= 1,001) sedangkan di kabupaten Lampung Selatan, ketinggian tempat tidak mempengaruhi transmisi malaria pada tingkat kemaknaan p kurang dari 0,05 (p<0,05). Ketinggian tempat berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Purworejo. Faktor lingkungan fisik tidak berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Lampung Selatan.

Page 2 of 12 | Total Record : 116