cover
Contact Name
Rony Wirachman
Contact Email
ronywirachman@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6281908303500
Journal Mail Official
ronywirachman@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/about/editorialTeam
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan
ISSN : 20864493     EISSN : 26849542     DOI : 10.29300/njsik.v16i1.11235
Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan is a scientific publication media that contains Islamic sciences to support the development of Islamic knowledge. This journal is published two times a year in June and December by Program Pascasarjana IAIN Bengkulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 182 Documents
Pesantren di Bengkulu : Sejarah dan Perkembangannya Moch. Iqbal
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v16i1.11236

Abstract

The purpose of this paper is to examine the growth and development of Islamic Boarding Schools in Bengkulu. This study is important considering its very rapid development and high public response, especially at the beginning of the 21st century. Using library research methods, namely by researching available literature, related to relevant themes. Both off-line and on-line sources are widely available. The results of the study reveal that first, Islamic education in Bengkulu started from the school model pioneered by the Islamic modernist movement Muhammadiyah and other Islamic organizations from pre-independence until the end of the 20th century. Second, pesantren is a relatively new phenomenon, compared to the history of the birth and development of Islamic boarding schools in Indonesia.  Third, the first Islamic boarding school that was established in Bengkulu was precisely at the initiative of President Soeharto who wanted Bengkulu to have an institution such as a pesantren, so that the Pancasila pesantren was born in 1973. Third, starting in the 2000s, pesantren emerged in the Bengkulu City area and its surroundings with a modernist style. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji tumbuh dan berkembangnya Pondok Pesantren di Bengkulu. Kajian ini penting mengingat perkembanganya yang sangat pesat dan respon masyarakat tinggi, terutama pada awal abad 21. Menggunakan metode penelitian pustaka, yaitu dengan meneliti literature yang tersedia, terkait dengan tema yang relevan. Baik sumber yang bersifat off-line maupun sumber on-line yang banyak tersedia. Hasil penelitain mengungkapkan bahwa pertama, pendidikan Islam di Bengkulu diawali dari model sekolah yang dipelopori oleh gerakan modernis Islam Muhammadiyah dan ormas islam lainnya sejak pra-kemerdekaan hingga akhir abad 20. Kedua, pesantren adalah fenomena relative baru, dibanding sejarah lahir dan berkembangnya pesantren di Indonesia. Ketiga, Pesantren pertama yang berdiri di Bengkulu justru atas inisiatif presiden Soeharto yang menginginkan Bengkulu mempunyai lembaga semacam pesantren, sehingga lahirlah pesantren Pancasila pada tahun 1973. Ketiga, mulai tahun 2000an, pesantren bermunculan di wilayah Kota Bengkulu dan sekitarnya dengan corak modernis.
Metode Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini fatrica Sayfri
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 9, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v9i1.1527

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang metode dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak usia dini. Metode tersebut antara lain; menjadi pembimbing spiritual yang baik, bantulah anak untuk merumuskan misi hidupnya, baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan sehari-hari, ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual sebelum tidur, diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif rohaniah, libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan, bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional, ajak anak untuk menikmati keindahan alam, dan ajak anak ke tempat-tempat orang yang menderita, serta ikut sertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial.
MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI, STRATEGI, DAN MOTIVASI DALAM PROSES KBM PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM DI PRODI PGMI IAIN BENGKULU Buyung Surahman
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 10, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v10i2.649

Abstract

This study  was aimed to improve the performance of lecturers through the implementation of the formula- tion of teaching material model, strategy, and motivation in lesson of curriculum development at (VI) sixth semester for Teacher Education of Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Program in State Islamic Institute of Religion (IAIN) Bengkulu. The method was used in this research was development research. The result of the research after 10 teaching improvements, the  lecturer activity increased, seen  in the  initial  data  of the  1st meeting score  of 36, after the  10th meeting the  score reached 46. The student activity also increased, seen in the initial data of the 1st meeting with the score 45.02% after the10th meeting, the score is 60.00% 
REINVENTING KONSEP DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DALAM MENCIPTAKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Asiyah Asiyah
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 9, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v9i2.383

Abstract

This article  is motivated by a phenomenon in the  achievement of student achievement that shows that  the  impulse to achieve the  feat of learning  in students is still low. Many things  that  have  a positive  and significant correlation of student learning achievement associated with them  is the concept of self-esteem and achievement motivation of students. View of education experts about  increasing and  decreasing the learning achievement of individuals can be influenced by the concept of self and motivation of its (Garg, Melanson  and Levin, 2007; Marjoribanks,  2003, Hill, Castellino, Lansford, Nowlin, Dodge, and Bates, 2004). The purpose of this paper  is to describe the self-concept and achievement motivation and student achievement.
IMPLEMENTASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 PACET MOJOKERTO Samsul Hadi
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 14, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v14i2.6301

Abstract

Educational problems that have not been resolved and are still being pursued. Indonesia as a developing country, continues to balance (balanced) needs in various sectors, including in the education sector. As an intracuricular support, extracurricular activities are held to develop the interests, talents and potential of students who are physically and mentally healthy, devoted to God Almighty. The teacher in this context, as a facilitator for his students, he is no longer a figure who has a lot of knowledge without knowing what the interests and talents of his students. The method in this research is a field study at SMP Negeri 1 Pacet Mojokerto, with descriptive qualitative research. Keyword: Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan, Karakter Religius AbstrakPermasalahan pendidikan yang belum terselesaikan dan masih terus dikejar. Indonesia sebagai negara berkembang, terus melakukan penyeimbangan (balanced) kebutuhan di berbagai sektor, termasuk pada sektor pendidikan. Sebagai penunjang intrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan guna mengembangkan minat, bakat dan potensi peserta didik yang sehat, dan bertaqwa kepada Tuhan. Guru dalam konteks ini menjadi fasilitator bagi peserta didiknya, dia tidak lagi menjadi figur yang memiliki pengetahuan yang banyak tanpa mengetahui potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya. Metode dalam penelitian ini adalah studi lapangan di SMP Negeri 1 Pacet Mojokerto, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kata kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan, Karakter Religius
KONSEP EDUTAINMENT DAN COOPERATIVE LEARNING (Analisis Relasinya terhadap Pendidikan Anak Usia Dini) fatrica Sayfri
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 8, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v8i2.1526

Abstract

Pembahasan tentang kedua teori ini merupaakn sesuatu hal yang unik. Keunikannya antara lain selain teori ini dipandang sebagai hal baru, juga karena perkembangan dan kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan anaka usia dini (PAUD). Kedua teori ini menjadi alat analisis terhadap relasinya terhadap pendidikan anak. Teori edutainment dan cooperative learning memberikan pesan kepada pemerhati dan pelaksana pendidikan tentang pentingnya proses pendidikan bersama atau berkelompok dan proses pendidikan yang menyenangkan. Proses Pendidikan berkelompok, belajara sambil bermaian dapat menyenangkan    peserta didik teruatama pada usia dini. Selanjutnya, dapat melahirkan generasi yang memeliki multi kecerdasan.
MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT MELALUI LEMBAGA (STUDI KASUS DI PROVINSI BENGKULU) Asnaini Asnaini
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 10, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v10i1.637

Abstract

This research is about the interest of the community to pay zakat to the institution, what things can motivate the interest of muzakki in zakat to the institution, why they do not choose the zalcat  institution as a means to distrib- ute the zakat,  whereas Shari’ah and  the rules  of the law in Indonesia command the zakat managed by the institution. This study  concludes that  some  people motives in tithe, there is a zakat  to give compensation. Berzakat to keep  the fraternity, avoid  the conversation / slander of others, seek safe, or to remove the doubts / fears of zakatnya not to the rightful. These motives are highly individualized. This motif should not exist in zakah. Based on the motives described, to cultivate the interest of the community to pay zakat to BAZ institutions, can be done, among others: by providing a continuous understanding of the  function, purpose, and  nature of zakat ; providing a truly attractive BAZ institution, able  to accommodate the  needs of muzakki, able  to provide muzakki and  mustahik servants well; and  able  to build an emotional connection between institutions, muzakki and  mustahik. In other words,  the idol society  agency  BAZ is ready  to guarantee and  able to convince muzakki that  his zakat will reach the right. Occasionally can include muzakki in distribution activities, and or provide reporting to muzakki to ensure that the given charity is really used for the need of prosperity mustahik.
MEMPOSISIKAN ANAK YANG LAHIR DILUAR NIKAH SECARA HUKUM ISLAM Henderi Kusmidi
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 9, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v9i1.374

Abstract

Humans are the only creatures who  are entrusted with managing this earth  as His caliph.  Therefore the existence of human beings  should  be sustained. In this regard  humans are given the ability to have sexual intercourse for the sake  of the process of regeneration of the human species in a sustainable manner. Or with other terms of sexuality is a universal process media in the context  of the preservation of creation. Not only that, sexual  pleasure in Islam is considered as being  privileged.  So life with legitimate partner (married) are  more honored than the single life. Thus aqad marriage essentially as a means true, dignity and respect for every human being in order to channel their biological desires. This is where Islam prohibits any form of sexual  relations that are not done  correctly and with dignity as adultery, sodomy, and so on. Because in addition  to violating the rules of religion, is also incompatible with the position of the human beings with dignity and respect. Even adultery by Divine religions is considered as one of the biggest and dirtiest forms of crimes  against humanity, while the base of the onset  of the destruction of the joints civic and adultery are also categorized as one of the major sins
Ayatun At-Takaful Ijtima’i dan Realisasinya Dalam Penggunaan Dana Haji Infrastruktur Muhammad Aziz Zakiruddin
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 14, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v14i1.3909

Abstract

Ayatun At-Takaful Ijtima’i dan Realisasinya Dalam Penggunaan  Dana Haji Infrastruktur Ekonomi kebersamaan di sebut juga dengan At-Takaful Al-Ijtima’I. Pada prinsipnya ekonomi kebersamaan bertujuan untuk tolong-menolong, mewujudkan kebahagian dan kebersamaan, sebagaimana prinsip-prinsip ekonomi kebersamaan tersirat dalam QS Al-Qashas ayat 77, Al-hujurat ayat 13 dan Al-Maidah ayat 2. Pelaksanaan ibadah haji dengan waktu tunggu yang cukup lama, mengharuskan dana yang telah disetorkan oleh Jemaah untuk dimanfaatkan agar lebih memiliki nilai guna, sebagaimana amanat Undang-undang No 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Namun wacana dana haji untuk infrastruktur menuai kontroversi dan peneloakan, melalui tulisan ini, penulis mengkaji aplikasi prinsip ayat-ayat ekonomi dengan menggali ayat-ayat tersebut secara penafsiran, maupun pemaknaannya dalam ekonomi kebersamaan, dan aplikasi ekonomi kebersamaan dalam pengelolaan dana haji untuk infrastruktur, dan bagaimana urgensi nya. Terlepas dengan segala polemik dana haji untuk infrastruktur, BPKH telah mengaplikasikan prinsip ekonomi kebersamaan dalam pengelolaan dana haji, sebagaimana hal ini terlihat dalam program kemaslahatan BPKH.
REPOSISI PENDIDIKAN KELUARGA BAGI ANAK GENERASI ALFA Rohimin Rohimin
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 12, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v12i2.2765

Abstract

Reposisi Pendidikan Keluarga Bagi Generasi Alfa. Tulisan ini bertujuan melakukan upaya reposisi Pendidikan keluarga bagi anak generasi alfa dan  mencoba menemukan bagaimana konsep dan aplikasi kontruktif dalam mendidik anak generasi Alfa dalam konteks Pendidikan Keluarga menurut al-Quran. Pendekatan penelitian dan analisa data dilakukan dengan pendekatan historis dan deskriftif-filosufis terhadap hasil bacaan yang ditemukan, khususnya terhadap petunjuk utama pesan al-Quran.  Anak generasi alfa secara demografis-sosiologis diasumsikan pada anak yang lahir setelah tahun 2010, generasi yang langsung melek teknolgi serba digital. Orang Tua anak yang lahir dalam rentangan waktu ini sejatinya dituntut siap dan siaga asuh generasi alfa dalam suasan digital. Sifat dan karakeistik generasi alfa bersifat individualistik dan anti sosial. Untuk mendidik anak usia generasi alfa orang tua memang harus betul-betul dapat menyiapkan dirinya secara khusus untuk melakukan pengasuhan dan pendidikan anak yang senada dan seiring dengan era yang sedang mereka hadapi. Pendidikan Keluarga (PK) untuk anak generasi Alfa menurut Al-Quran tidak cukup hanya dengan penghargaan (reward) dan hukuman (fanishment), namun perlu diikuti dengan cinta kasih (mahabbah), tolong-menolong (Ta’awun), Kebersamaan (musawah), dan persaudaraan (muakhkhah). Konsep-konsep ini tidak lagi menjadi konsep sosial kemasyarakatan, tetapi telah menjadi konsep pendidikan dalam keluarga, khususnya bagi anak Generasi Alfa.