cover
Contact Name
Rony Wirachman
Contact Email
ronywirachman@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6281908303500
Journal Mail Official
ronywirachman@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/about/editorialTeam
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan
ISSN : 20864493     EISSN : 26849542     DOI : 10.29300/njsik.v16i1.11235
Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan is a scientific publication media that contains Islamic sciences to support the development of Islamic knowledge. This journal is published two times a year in June and December by Program Pascasarjana IAIN Bengkulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 182 Documents
JEJAK DAN OTORITAS PENCETAKAN MUSHAF AL-QURAN DI INDONESIA Rohimin Rohimin Rohimin
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 9, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v9i2.615

Abstract

Al-Quran sebagai kalamullah ditransfer dan diabadikan dalam bentuk teks tulis, dikodifikasi, dan di­ cetak dalam cetakan yang variatif. Fokus dan tujuan utama dari tulisan ini menelusuri otoritas dan jejak sejarah berdirinya Lembaga Percetakan mushaf al-Quran (LPQ) Kementerian Agama dan dinamikanya di era reformasi. Sejak tahun 1953 M. Kementerian Agama telah memiliki lembaga percetakan mushaf al-Quran. Baru kemudian selanjutnya pada tahun 2008 Kementrian Agama di bawah kepemimpinan menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, mendirikan Lembaga Percetakan Al Quran (LPQ) yang terletak di Ciawi Bogor, Jawa Barat. Untuk cetakan pertama secara operasional mulai berproduksi pada bulan Mei 2009. Lembaga Percetakan al-Quran ini kemudian berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama No. 27/2013 tertanggal 28 Maret 2013 dengan nama Unit Percetakan al-Quran (UPQ). Di Indonesia otoritas percetakan dan penerbitan Al-Qur’an harus mendapat persetujuan dari pemerintah melalui Kementerian Agama RI. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengontrolan dan pemeriksaan terhadap mushaf al-Qur’an yang terbit dan beredar di Indonesia. Untuk menangani masalah ini, Kementerian Agama membentuk lembaga khusus bersama Lajnah Pentashih Al-Qur’an agar terjaga dari segala kekeliruan dan kesalahan, baik segaja ataupun tidak disengaja.
IMPLEMENTASI TEORI BEHAVIORISME IVAN PAVLOV DALAM MEMBENTUK POLA PERILAKU ISLAMI PELAJAR DI BENGKULU TENGAH pasmah chandra; Ahmad Saufiqi
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 15, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v15i1.8083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Teori Belajar Behaviorisme Ivan Petrovich Pavlov dalam membentuk perilaku islami siswa Kelas X (Sepuluh) SMK Putra Nusantara 4 Bengkulu Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perilaku yang dimiliki oleh siswa kelas sepuluh di SMK Putra Nusantara 4 Bengkulu Tengah secara umum bisa dikatakan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan sedikitnya siswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran di sekolah, dan masih dalam batas kewajaran. Selanjutnya penerapan Teori Behaviorisme Ivan Pavlov terhadap perilaku islami siswa di kelas sepuluh SMK Putra Nusantara 4 Bengkulu Tengah sudah bisa dilihat melalui perilaku-perilaku yang ditunjukkan dalam keseharian mereka di sekolah. Seperti, siswa perempuan sudah berjilbab, tadarusan sebelum pembelajaran dimulai, dan percaya diri baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan lainnya..Kata Kunci; Implementasi Teori Behaviorisme Ivan Pavlov, Pola Perilaku Islami Pelajar
MODEL KEPRIBADIAN ISLAMMELALUI PENDEKATAN PSIKOSUFISTIK Abdul Mujib
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 8, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v8i1.359

Abstract

Through  psycho-Sufi  approach that  emphasizes the  taste  (dzawqiyah) and  purification  processes (tazkiyah  al-nafs),  the  Islamic  personality leads  to the  formation of the  human mind.  Model of Personality  in psychosufistic is more  focused on self-cleaning (tazkiyah  al-nafs)  of sin, so that more  clean  from sin and  evil person the better the personality. Certainly does not stop there, but until the filling themselves with good conduct and felt themselves to be spiritual majesty and love of God
The Shift of Islamic Tolerant Paradigm On Islamic Religious Education in Indonesia Siti Mas' ulah
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 13, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v13i2.3947

Abstract

Problematika intoleransi beragama menjadi kegelisahan berbagai pihak karena hal itu dapat memicu lahirnya konflik antar agama. Dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa paham Islam intoleran yang semakin meningkat di kalangan Muslim terutama di kalangan peserta didik perlu dibendung dengan meningkatkan layanan sistem pendidikan agama Islam yang berpaham toleran sebagaimana yang sudah diajarkan oleh pondok pesantren di Indonesia, sehingga motivasi belajar agama Islam yang semakin meningkat di kalangan muslim itu diharapkan dapat memilih lembaga pendidikan agama yang berpaham toleran. Di samping itu, peran pemerintah dibutuhkan untuk meningkatkan layanan pendidikan keagamaan Islam di lembaga pendidikan negeri untuk memenuhi trend belajar agama Islam yang semakin meningkat di kalangan masyarakat muslim.
GLOBALISASI DAN RESPON PESANTREN Qolbi Khoiri
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 12, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v12i1.2170

Abstract

Th e purpose of writing this article is to explain the phenomenon of globalization from its understanding of the shape and impact of globalization which then impacts Islamic boarding schools and how Islamic boarding schools respond to them. Analysis of this article is done using a literature study. Th e results of the analysis found that Islamic boarding schools view globalization as an age dynamic that cannot be avoided. Th erefore, pesantren choose to be active while maintaining the identity and characteristics of the pesantren that function as a pioneer of reform (agent of change). Th e impact of globalization faced by pesantren must be made with several changes, namely changes in infrastructure and physical buildings of Islamic boarding schools. Changes involve the management and management of Islamic boarding schools. Changes in the widening of the scope and level of education in pesantren. Changes in the way the pesantren behave are no longer closed. Changes in boarding schools in the face of change will not be successful without a positive attitude from the government.
BOOKS REVIEWE; THE VENTURE OF ISLAM: CONSCIENCE AND HISTORY IN A WORLD CIVILIZATION KARYA:MARSHALL G.S. HODGSON Alfauzan Amin
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 11, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v11i2.1362

Abstract

The main ideas as an excellence book entitled The Venture of Islam Conscience and History in a World Civili- zation were prepared by Marshall GS Hodgson with a critical historical study. The book which consists of three volumes is interesting to review. Although other than the author is not a follower of Islam,  the objective in analyzing the data  in his study  needs to be reviewed. The writing in the form of this review aims; 1) reviewing the aspects in which  the work has strength both in terms of methodology, objectivity of data  studies on Islamic history  and  2) examining the  weak- nesses of the analyst
PARADIGMA PEMIKIRAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MENURUT KH. ABDURRAHMAN WAHID
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 14, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v14i1.4967

Abstract

Indonesia yang merupakan negera multikultur dengan berbagai macam sosio-kultural, suku bangsa, agama, kondisi geografis, adat istiadat. Kenyataan tersebut menjadi corak yang khas plural majemuk jika masyarakat saling berdampingan, saling mengisi, menghargai, dan mampu beradaptasi. Perkembangan pendidikan di indonesia tidak terlepas dari tokoh agama yang menjadi panutan sebagian besar masyarakat indonesia. Yang menjadikan salah satu sorotan atau pandangan hasil dari pendidikan seperti halnya tokoh islam KH Abdurahman Wahid. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menggali data dengan telaah pustaka. Analisi data yang digunakan yaitu menelusuri sumber primer dan skunder, mengkalisifikasi data berdasarkan formula penelitian, mengolah data/mengutip menampilkan data, abstraksi data, interpretasi data, dan kesimpulan. Hasil  penelitian menunjukan bahwa paradigm dalam pendidikan ditunjukan dari berbagai aspek diantaranya dalam social budaya masyarakat, agama dan politk. Dari ketiga hal tersebut harus saling beiringan untuk mewujudkan pendidikan yang berhasil dengan adanya keberagaman di Indonesia
Gagasan Penguasa Muslim dalam Pengembangan Budaya EKonomi (Umar Ibn Khattab, Umar Ibn Abdul Azis, Ghazan Khan, dan Al’uddin Khalji) Troitje Patricia Aprilia Sapakoly
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 13, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v13i1.2871

Abstract

AbstractBeing a leader with the mandate to build a well-being community, surely, needs a strong commitment. Some aspects can be the indicators to measure the success of the leadership.  One of the indicator is weather the leadership bringing the goodness for the society or not.  In the history of Islam, there are some leaders that should be remember for their policies are still contribute for the economy development today.  Umar Ibn Khattab, Umar Ibn Abdul Azis, Ghazan Khan and Al'uddin Khalji are the leaders whose ideas and economy policies can be used as the foundation to overcome the situation and condition of society. Their thoughts are influenced by the doctrine of Islam even their lifestyle is the better one to cope the economy problems in that day.This paper will discuss about 4 (four) figures with their backgrounds and policies which brought Islam to their glorious period. Their idea of economy as the moslem ruler at that moment is the contribution for the economic life of Islam, espescially how the leader doing their duties based on the Islamic values.Keywords : Islamic economy, Umar Ibn Khattab, Umar Ibn Abdul Azis, Ghazan Khan,                             Al’uddin Khalji, History.AbstrakMenjalankan mandat dan amanah sebagai pemimpin untuk menyejahterakan umat/masyarakat yang dipimpin membutuhkan komitmen yang kuat.  Keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari berbagai segi. Salah satu keberhasilannya adalah ketika kepemimpinannya mendatangkan kemaslahatan bukan hanya bagi dirinya sendiri melainkan semua orang.  Dalam catatan sejarah ke-Islaman, ada para pemimpin Islam yang patut diingat karena kebijakan-kebijakan mereka turut memberikan sumbangsih yang sangat besar atas perkembangan ekonomi yang ada pada saat ini. Umar Ibn Khattab, Umar Ibn Abdul Azis, Ghazan Khan dan Al’uddin Khalji merupakan para pemimpin yang gagasan dan kebijakan ekonominya dapat dijadikan landasan pemikiran untuk mengatasi situasi dan kondisi masyarakat.  Pemikiran-pemikiran intelektual mereka dipengaruhi dengan ajaran Islam bahkan gaya hidup cukup terbukti dapat mengatasi persoalan ekonomi yang tidak baik pada masanya. Tulisan ini akan membahas keempat tokoh tersebut mulai dari latar belakang tokoh hingga kebijakan-kebijakan ekonomi yang membawa Islam pada masa kejayaan.  Gagasan ekonomi mereka sebagai penguasa muslim pada saat itu merupakan kontribusi bagi kehidupan perekonomian Islam lebih-lebih pada bagaimana seharusnya pemimpin menjalankan tugas tanggung jawabnya berdasarkan nilai-nilai Islami.Kata Kunci : Ekonomi Islam, Umar Ibn Khattab, Umar Ibn Abdul Azis, Ghazan Khan,                               Al’uddin Khalji, Sejarah.
Urgensi Anak dan Implikasinya Terhadap Tujuan Perkawinan Zurifah Nurdin; Agusten Agusten
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v16i1.11510

Abstract

Akal dikaruniai berpikir untuk mengatur kehidupan di muka bumi menuju kehidupan yang sejahtera, damai, aman dan terpercaya. Untuk melanjutkan tugas sebagai pengelola alam semesta ini, Allah swt memerintahkan manusia untuk menikah, berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya “manusia dilarang selibat”. Dijelaskan bahwa tujuan utama perkawinan selain untuk melampiaskan hasrat biologis dengan cara yang halal, baik dan halal, makna yang paling afdal adalah mendapatkan keturunan, yang akan menjadi penerus khalifah an fil ardh. Anak yang direncanakan dan dilahirkan melalui perkawinan yang sah akan mempengaruhi perilaku kehidupan kedua orang tuanya. Anak-anak dan orang tuanya hidup lebih teratur, sehat, bersih dan bahagia, karena selain tercukupi lahir dan batin secara sehat, halal dan sempurna. Suami istri yang baik adalah mereka yang merencanakan kehadiran anak dalam keluarga dan kehadirannya disambut dengan penuh suka cita. Anak adalah anugrah terindah ada kewajiban yang merupakan amanat pertama dari sang pencipta untuk dipertanggung jawabkan nantinya. Dengan demikian disimpulkan bahwa kehadiran anak dalam perkawinan harus direncanakan dan dipersiapkan dengan matang, karena menurut pemikiran hukum Islam kehadiran anak dalam perkawinan adalah wajib, karena maslahah mursalah. Abstrak: Akal dianugerahkan untuk berpikir  untuk mengelolah kehidupan dimuka bumi menuju kehidupan yang makmur, damai, aman serta amanah. Untuk melanjutkan  tugas sebagai pengelola alam semesta ini Allah swt memerintahkan manusia untuk kawin, berdasarkan hadist  Nabi Muhammad saw, yang artinya “umat manusia dilarang membujang” perintah ini sebagai penghormatan atas sifat kemanusiaan yang dianugerahkan sebagai makhluk yang paling sempurna. Di deskripsikan bahwa tujuan utama perkawinan selain melampiaskan nafsu biologis secara halal, baik dan sah, namun makna yang paling afdhol adalah mendapatkan keturunan, yang akan menjadi penerus ke khalifah an fil ardh. Anak yang direncanakan dan dilahirkan melalui perkawinan yang sah akan berpengaruh terhadap perilaku kehidupan kedua orang tuanya. Anak dan kedua orang tuanya hidup lebih teratur, sehat, bersih dan bahagia, sebab selain terpenuhi nafkah lahir dan batin secara sehat, halal dan sempurna. Pasangan suami istri yang baik adalah yang merencanakan kehadiran anak dalam keluarga dan kehadirannya pun disambut dengan penuh suka cita. Anak adalah anugerah terindah disana ada terkandung kewajiban yang merupakan amanah dari sang pencipta yang paling pertama untuk dipertanggungjawabkan nantinya. Dengan demikian disimpulkan bahwa kehadiran anak dalam perkawinan harus terencana dan persiapkan dengan seksama, sebab menurut pemikiran hukum Islam kehadiran anak dalam perkawinan hukumnya wajib, karena maslahah mursalah.
Strategi Edutainment Berbasis Perkembangan Anak Usia Dini Husnul Bahri
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 12, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v12i1.2103

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan yang menyenangkan adalah Edutainment.  Edutainment yang diciptakan dengan berbasiskan aspek perkembangan anak usia dini akan dapat memacu tingkatan perkembangan anak usia dini. Jika pendidikan bagi orang dewasa adalah learning by doing maka pada usia dini yang lebih dominan adalah learning by playing. Karena pada usia dini dunia anak anak adalah bermain, bermain substansinya adalah menenangkankan, pendidikan anak usia dini harus dalam kondisi pendidikan yang menenangkan yang dapat diciptakan dalam berbagai bentuk interaksi edukatif yang dapat menimbulkan fantasi-fantasi besar sehingga dapat menumbuhkan ketertarikan anak untuk berada dalam situasi belajar, belajar, nyaman, enjoy, gembira dan tanpa adanya tekanan dan ketakutan dalam proses perkembangan dirinya. Salah satu contoh strategi edutainment berbasiskan aspek perkembangan anak adalah dengan penciptaan permainan edukatif. Permainan edukatif dapat membantu anak dalam mengembangkan dirinya seperti meningkatkan kemampuan berkomunikasi,  berinovasi, meningkatkan cara berfikir, memupuk rasa percaya diri bagi anak, mengembangkan kemampuan bahasa, meningkatkan kemampuan sosialisasi dan stabilitas emosi, serta meningkatkan kecerdasan spiritualnya. Pada akhirnya perkembangan Intelegensi, Emosional, akan membentuk irisan perkembangan spiritual.