cover
Contact Name
Steven Palilingan
Contact Email
palilingans@gmail.com
Phone
+6281383608023
Journal Mail Official
palilingans@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sehati (Ex. Bank Pinaesaan), Jl. Samratulangi No. 162 Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 2797314X     DOI : doi.org/10.61390/euanggelion
Core Subject : Religion, Education,
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi dan Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado. Scope dan Focus penelitian adalah: 1. Teologi Biblika (PL dan PB) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Etika Kristen 5. Misiologi 6. Pendidikan Kristen di Keluarga, Sekolah dan Masyarakat EUANGGELION menerima kontribusi artikel dari dosen yang ahli di bidangnya, dari segala pendidikan teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang memenuhi syarat akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. EUANGGELION terbit dua kali dalam satu tahun, Januari dan Juli
Articles 49 Documents
IDE TENTANG TUHAN DAN GAIB Christofel Hukubun
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.2

Abstract

The purpose of this paper is to provide a description and formulation of God and the supernatural by whom and the origin of the idea. In this writing we use the method of literature, which is reading and researching all literature related to the above title. The idea of the occult human civilization took place on earth and more specifically seen in pictures in France 15,000-11,000 years and in Turkey 3.3 million years -11.00 years and known since 4,000 years BC by the Sumerians and Assyrians ruled it and the Babylonians make a new center of religiosity. Furthermore, all religions acknowledge that God and the supernatural exist in all religions and form the basis of that religion. Abstrak Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran dan rumusan tentang Tuhan dan gaib oleh siapa dan asal mula dari mana ide tersebut. Dalam penulisan ini kami gunakan metode kepustakaan yaitu membaca dan meneliti semua literatur yang berhubungan dengan judul di atas. Ide tentang gaib itu berlangsung peradaban manusia ada di bumi dan lebih spesifik terlihan pada gambar di Perancis 15.000- 11.000 tahun dan di Turki 3,3 juta tahun -11.00 tahun dan dikenal sejak 4.000 tahun Sebelum Masehi oleh masyarakat Sumeria dan bangsa Asyur menguasainya dan bangsa Babilonia menjadikan sebagai pusat religiositas yang baru. Selanjutnya semua agama mengakui bahwa Tuhan dan gaib itu terdapat dalam semua agama dan menjadi dasar agama tersebut.
Penerapan Metode dan Model Pembelajaran Yesus Kristus dengan Segmentasi Taksonomi Bloom Dua Dimensi dalam Kreasi Metode dan Model Pembinaan Warga Gereja Yonggi Y. M. Sampelan; Vicky F. L. Palk
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2023): Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v3i2.58

Abstract

Abstrak: Pembinaan warga gereja merupakan kegiatan yang sangat penting dalam mendidik dan membentuk jemaat mengarah pada keserupaan dengan Kristus. Kebutuhan dilapangan akan pembinaan warga gereja yang memiliki model dan metode khusus untuk menjawab kebutuhan jemaat dan menjawab tantangan zaman menjadi urgensi gereja yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis metode dan model pembelajaran Yesus Kristus untuk dipakai dalam kegiatan pembinaan warga gereja yang kontekstual, bermakna dan berdampak. Untuk mencapai hal ini maka penulis mengaitkannya dengan Taksonomi Bloom Dua Dimensi yang akan membantu spesifikasi detail dari tujuan pembelajaran yang dituju oleh model dan metode Yesus Kristus. Penulisan paper ini menggunakan metode literature review melalui studi dari berbagai pustaka. Metode dan model pembelajaran Yesus Kristus akan tersegmentasi dengan baik menggunakan Taksonomi Bloom Dua Dimensi sehingga akan melahirkan suatu metode dan model Pembinaan Warga Gereja yang Kontenstual, beragam, berdampak dan mengubahkan ke arah keserupaan dengan Kristus.Abstract: The formation of church members is a very important activity in educating and shaping the congregation towards Christ's likeness. The need in the field for the development of church members who have specific models and methods to answer the needs of the congregation and respond to the challenges of the times is an urgency for the church that must be considered and acted upon. This paper aims to analyze the methods and models of learning Jesus Christ to be used in church community development activities that are contextual, meaningful and impactful. To achieve this, the authors relate it to the Two-Dimensional Bloom's Taxonomy which will assist in the detailed specification of the learning objectives aimed at by the model and method of Jesus Christ. The writing of this paper uses the literature review method through studies from various literature. Methods and learning models for Jesus Christ will be well segmented using the Two-Dimensional Bloom Taxonomy so that it will give birth to a method and model for Church Citizenship Development that is Contextual, diverse, impactful and transforms towards Christlikeness
Peranan Roh Kudus Dalam Jaminan Keselamatan Samuel Lengkong
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v3i1.41

Abstract

Di dalam perjalanan kehidupan dan iman kristen, keselamatan merupakan sebagai suatu hal yang sangat esensi dan krusial yang seringkali dibicarakan dan diperdebatkan. Syarat-syarat dan sejauh mana batas atau lingkup keselamatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia, menjadi persoalan ketika dikaitkan dengan peranan Roh Kudus dalam menjamin keselamatan manusia. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan secara utuh mengenai peranan Roh Kudus dalam menjamin keselamatan orang-orang tebusan. Bahkan di dalam menghadapi berbagai isu gerakan antikris melalui teknologi yang dimasukan di tubuh manusia, yang dapat mengendalikan hidup manusia, sehingga dapat mengakibatkan hidupnya menyimpang dari Tuhan. Oleh sebab itu, penelitian ini akan mempertegas kepastian keselamatan melalui peranan Roh Kudus. Metode penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa Peranan Roh kudus terjadi secara aktif, dinamis dan sampai akhir, sehingga orang-orang tebsusan-Nya menerima kehidupan kekal Bahkan, dampak teknologi tidak dapat menggeserkan iman atau keselamatan orang-orang tebusan. Karena semuanya itu merupakan jaminan keselamatan oleh karena peranan Roh Kudus yang Maha Kuasa
Ajaran Paulus Tentang Kebangkitan Orang Percaya Dalam I Korintus 15 : 1 – 58 Bert Haniko
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v2i2.27

Abstract

The way of the cross is for the Lord Jesus Christ to atone for human sins. This is clearly the expression “Christ died  for our sins” (I Cor. 15:3). Next Paul emphasizes His resurrection on the third day (v. 4).This explanation gives an understanding that the cross and the resurrection of Jesus Christ cannot be separated from one another. Both are part of  God's great act with the goal of human salvation. Morris (1994: 116) quotes Walther Kunneth's view as follows: Jesus' death provided atonement and atonement, the "Lamb of God" became a punishment, a sacrifice, was crucified, an act in the place of another.
Pengaruh Implementasi Karunia Bernubuat dan Karunia Bahasa Lidah Terhadap Perubahan Kualitas Karakter Jemaat”, Penelitian pada Gereja Bethel Indonesia di Wilayah Kelurahan Kombos Timur Manado Yonggi Sampelan
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v2i1.17

Abstract

One of the goals of evangelism is to change the character of the congregation that is discipled through evangelism. To achieve a significant change in character, many supporting/pushing factors are needed. Researchers in the initial observation found that one of the factors was the gifts of the Holy Spirit. The researcher then chooses the gift of prophecy and the gift of tongues, apart from being unique from other gifts, these gifts are more evenly distributed in each congregation that will be studied by the researcher. This was obtained from a brief interview with the pastor of each congregation. The gift of prophecy is essentially the gift of receiving a message/inspiration from God to be conveyed to oneself or others, in this case the congregation concerned. Then the gift of tongues is essentially the ability to speak in a foreign language that neither the speaker nor the listener understands, except for the type of xenolalia. So that the gift of interpreting/translating tongues is also needed, unless it is used as a sign of the fullness of the Spirit, which is generally for the personal needs concerned. The problem in this research is whether there is an effect of implementing the gift of prophecy and the gift of tongues on the transformation of the character quality of the Indonesian Bethel Church congregation in the East Kombos region, Manado. Then find out how big the influence is. The population in this study was the entire Indonesian Bethel Church congregation in the East Kombos area, Manado, totaling 298 people from 7 congregations. The technique used in the sampling of this research is to use proportional random sampling. To determine the number of samples to be taken in this study, researchers used the Slovin formula so that 75 people were obtained who would be used as research samples. The variables in this study were the gift of prophecy and the gift of tongues as the independent variable and the quality of character as the dependent variable. The data retrieval technique used in this study is to use a questionnaire (questionnaire) and documentation techniques. The test results using the SPSS program are known to have a significance value for the motivation variable of 0.014 so it can be concluded that there is an influence between the gift of prophecy on the transformation of the quality of the character of the GBI congregation in the East Kombos region, or Ha is accepted. For the gift of tongues variable, it is known that the significance value is 0.019, so it can be concluded that there is an influence between the implementation of the gift of tongues on the transformation of the quality of the character of the GBI congregation in East Kombos, Manado, or Ha received. The results of the simultaneous test are known to have a significance value of 0.000 so that it can be concluded that there is an influence between the implementation of the gift of prophecy and the gift of tongues on the transformation of the character quality of the GBI congregation in East Kombos, Manado, or Ha received. The results of the calculation of the coefficient of determination are known that the magnitude of the influence between X1 and X2 on Y is 0.204 or 20.4%. While the remaining 79.6% is influenced by other factors not disclosed in this study.
Gembala dan Keteladanannya: Menepis Kritikan Isu Degradasi Moral Pemimpin Kristen Yonatan Alex Arifianto
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v4i1.60

Abstract

Abstract: Shepherds often become scapegoats related to mental damage or moral degradation of their people or the personal shepherds themselves who fall into a life that cannot be an example. The issue of criticism about the moral degradation of Christian leaders slaps God's servants as shepherds in pastoral duties. It is undeniable that immoral and immoral often make headlines on national news portals. Therefore the author describes pastors and exemplary as an effort to be able to provide an understanding and paradigm about the importance of living by example. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach and narrative analysis of biblical texts, it can be concluded that pastors and exemplary dismissing criticism on the issue of moral degradation of Christian leaders is that first the pastor understands the paradigm and nature of the shepherd and the challenges, so that with the challenges the pastor provides exemplary values and ethical theological norms, so that he can actualize the role of Christian leaders with integrity in church or community life. So that improper leadership can be reduced by the morality of the shepherd and his example with integrity to build God's congregation to live in the footsteps of following a good example.Abstrak: Gembala sering menjadi kambing hitam terkait kerusakan mental atau degradasi moral umatnya ataupun personal gembala sendiri yang jatuh pada hidup yang tidak bisa menjadi teladan. Isu kritikan tentang degradasi moral pemimpin Kristen menampar pelayan Tuhan sebagai gembala dalam tugas pastoral. Memang tidak dipungkiri asusila dan amoral sering menjadi headline portal berita nasional. Oleh karena itu penulis mendeskripsikan gembala dan keteladanan sebagai upaya untuk dapat memberikan pemahaman dan paradigma tentang pentingnya hidup dalam keteladanan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literatur dan analisis naratif dari teks Alkitab, maka dapat disimpulkan bahwa gembala dan keteladanan dalam menepis kritikan isu degradasi moral pemimpin Kristen adalah pertama gembala mengerti paradigma dan hakikat gembala dan tantangannya, sehingga dengan adanya tantangan maka gembala memberikan keteladanan dalam nilai dan norma etis teologi, supaya dapat mengaktualisasi peran pemimpin Kristen yang berintegritas dalam kehidupan bergereja ataupun bermasyarakat. Sehingga kepemimpinan yang tidak benar dapat diperbaiki dengan moralitas gembala dan keteladannya yang berintegritas membangun jemaat Tuhan hidup dalam jejak mengikuti teladan yang baik.
Reconstruction Pastoral Ministry Concept of the Assemblies of God Church in North Sulawesi Indonesia Alexander Stevanus
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2023): Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v3i2.54

Abstract

Abstract: This study aims to determine the problems of pastoral care that occur in the Assemblies of God Church in North Sulawesi, Indonesia. Assemblies of God's efforts are reconstructing (providing a solution proposal) regarding pastoral care in an effort to develop the Assemblies of God congregation. To obtain research data, the authors used documents, both books and journals as a theoretical basis and conducted interviews with 14 church leaders as respondents/research subjects from regional organizational leaders, pastors and academics. The research was conducted using qualitative research methods by conducting interviews with 14 Assemblies of God leaders in North Sulawesi. Retrieval of research data using probability sampling with purposive sampling technique. The results showed that there were problems in Assemblies of God's pastoral care, especially with regard to pastoral care. The problem that occurs is the wrong paradigm regarding the concept of pastoral care in pastoral care caused by the old theoretical concept of pastoral care among church leaders, and the church's struggles in terms of independence. Therefore, in this study, two new theories were proposed in the form of proposed solutions, namely; 1) reconstruction of theological education (contextual pastoral care development), and 2) Striving for church independence. Keywords: reconstruction, pastoral care, church
Model Pembinaan Karakter Pemimpin Menurut Kitab Titus bagi Kaum Muda Gereja Allah Baik Agape Nirwana Surabaya Sonny Herens Umboh
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v3i1.37

Abstract

Kaum Muda merupakan generasi calon pemimpin, namun seringkali karakter yang dimiliki oleh para pemuda masih terkontaminasi dengan keinginan, keegoan dan sifat sifat yang tidak terkontrol lainnya. Untuk itu penting untuk membina karakter kaum muda sebagai calon pemimpin. Dengan penelitian secara kualitatif berdasarkan Kitab Titus akan dapat memberikan pegangan bagi kaum muda Gereja Allah Baik Agape Nirwana Surabaya untuk dapat membentuk karakter yang sesuai dengan Firman Tuhan sehingga nantinya akan dapat menjadkan setiap kaum muda menjadii pemimpin yang baik. Adapun karakter pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang bijak didalam mengambil keputusan, tegas serta dapat menjadi contoh dalam setiap aspek kehidupannya dengan adanya buah Roh di dalam setiap tingkah lakunya.
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Bagi Jemaat KGMPI Getsmani Bahu Kota Manado Delly Maria Pusung
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v2i1.22

Abstract

Penelitian ini dirujukan untuk mengenal konteks Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja. Dalam gereja yang dimaksud ialah Gereja KGMPI (Kerukunan Gereja Masehi Prostestan di Indonesia) Jemaat Getsemani Bahu. Mempelajari dan mengerti dengan benar konteks jemaat akan sangat menolong penerapan sebuah sistem pendidikan yang tepat dalam pengajaran Gereja. Pengajaran Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja mengacuh pada pengajaran yang Alkitabiah, karena dengan demikianlah landasan Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja yang dikehendaki Tuhan Yesus. Jika pengajarannya adalah memenuhi kebutuhan iman jemaat maka jemaatpun akan bertumbuh. Sebab itu sangat penting sebuah desain Pendidikan Agama Kristen dalam pengajaran di Gereja. Dari Penelitian ini mendorong lembaga gereja secara institusi dapat memikirkan dan mengembangkan pengajarannya sesuai dengan mekanisme pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang tepat termasuk dalam sistem pelayanan yang sesuai dengan nilai-nilai kekristenan yang berlaku, sehingga gereja bisa bertumbuh dan berbuah bagi Kristus sesuai dengan konteks jemaatnya bukan hanya sekedar jumlah melainkan pertumbuhan Iman dalam pengenalan kepada Tuhan Yesus
PERAYAAN PENGUCAPAN SYUKUR KHAS ORANG MINAHASA Delly Maria Pusung
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.3

Abstract

Tidak semua orang mampu mengaplikasi syukur dengan cara yang benar. Sebenarnya bersyukur harus menjadi gaya hidup orang percaya dan mungkin kita adalah bagian dari orang yang terhitung tidak tahu cara mengaplikasikan rasa syukur tersebut. Pada kenyataannya bersyukur itu adalah kehendak Tuhan ( 1 Thessalonians 5:18 say in every thing give thanks for this is the will of God in Christ Jesus concerning you). Seharusnya orang percaya mampu mengaplikasikan rasa syukurnya dengan cara yang benar dan berkenan kepada Tuhan seperti apa yang dikatakan oleh Alkitab. Perayaan pengucapan syukur di Minahasa merupakan gambaran rasa terimakasih kepada Tuhan atas berkat pemeliharaan Tuhan lewat hasil panen masyarakat. Tapi sedemikian besar perayaan syukur tersebut kehilangan makna dan bahkan merujuk kepada hal-hal yang menyimpang dari apa yang sepatunya dilaksanakan. Tentunya, gereja bertanggung jawab terhadap perayaan yang menimpang ini. Tetapi apa yang sudah dilakukan oleh gereja? Harapannya artikel ini memberikan sumbangan pemikiran untuk mengubah pola pikir masyarakat minsahasa terhadap perayaan syukurnya dan mengubah cara hidup yang berkenan kepada Tuhan seperti apa yang Alkitab sampaikan.