cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023" : 5 Documents clear
Studi analisis kepribadian paradigma Milon dengan penyesuaian perkawinan pada pasutri dengan masa pernikahan 10 tahun Heryana, Nur Rakhmanto; Husnayain, Zahra Naila
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.330

Abstract

Background: One of the problems in marriage is due to the lack of interaction between partners. Each personality type influences this interaction. Purpose: This study aims to determine the effect of Millon's personality type on marital adjustment. The subjects of this study were five married couples with a marriage age of 10 years and over. The technique used in this study is a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. Methods: The method for measuring marital adjustment, this study used the Dyadic Adjustment Scale (DAS), while to measure individual personality types, this study used the Millon Clinical Multiaxial Inventory-IV (MCMI-IV). MCMI-IV is a measurement tool that can represent a person's personality type. MCMI-IV Guidelines Invalid 1. Scale V > 1, 2. Scale W > 19, Scale X < 7 and > 114, Scale 1-8B (All) < 60 (BR). to test the research hypothesis using MCMI-IV and DAS software. Result: The result is that there is an influence of personality type on marital adjustment. Conclusion: Certain personality types correlate with patterns of marital adjustment between partners.   Keywords: Millon Personality; Personality Type; Marital Adjusment; Theodore Millon; Divoce Rate.   Pendahuluan: Salah satu masalah dalam pernikahan adalah karena kurangnya interaksi antar pasangan. Tipe kepribadian masing-masing mempengaruhi interaksi ini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tipe kepribadian Millon terhadap penyesuaian perkawinan. Subyek penelitian ini adalah lima pasangan suami istri dengan usia pernikahan 10 tahun keatas. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Dyadic Adjustment Scale (DAS), sedangkan untuk mengukur tipe kepribadian individu, penelitian ini menggunakan Millon Clinical Multiaxial Inventory-IV (MCMI-IV). MCMI-IV merupakan alat ukur yang dapat mewakili tipe kepribadian seseorang. Pedoman MCMI-IV Tidak Valid 1. Skala V > 1, 2. Skala W > 19, Skala X < 7 dan > 114, Skala 1-8B (Semua) < 60 (BR). Untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan software MCMI-IV dan DAS. Hasil: Terdapat pengaruh tipe kepribadian dengan penyesuaian perkawinan. Simpulan: Tipe kepribadian tertentu berkorelasi dengan pola penyesuaian perkawinan antara pasangan.
Efektivitas program positive deviance terhadap peningkatan status gizi balita melalui kegiatan pos gizi: Literature review Sugiarti , Sugiarti; Sunarsih, Sunarsih; Kohir, Dedek Saiful; Rahmayati, El; Purwati, Purwati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.336

Abstract

Background: Toddlers are a risk population. Toddlers are a group that is at risk of experiencing malnutrition due to age and their dependence on parents in fulfilling their nutrition, including the lack of control from parents and society against all forms of health threats to toddlers. Positive deviance/Hearth is a community-based intervention that identifies the main challenges contributing to malnutrition in the community and finds local solutions to address them by observing positive behaviors practiced in “positive deviance”, children from poor households with better nutritional outcomes better than families who have the same problem in society. Purpose: To identify the effectiveness of the positive deviation program in improving the nutritional status of toddlers through nutrition post activities. Method: Writing articles using a systematic literature study. Articles were searched for and collected from online databases using: Google Scholar, Scopus, Science Direct, Google Scholar, ProQuest and Elsivier. Literature is limited to the range of 2016 to 2022. Results: It was found that poverty is not the main cause of malnutrition in children under five. This is corroborated by the finding that there are positive behaviors in poor families that can cause toddlers to continue to grow normally, and this activity can be exemplified through the positive deviation approach. The results showed that there was a relationship between the participation of mothers in nutrition post activities and the nutritional status of toddlers. This is due to the positive feeding practices and good care during the nutrition post session practiced by the mother of the toddler. Positive deviation activities carried out in the community require good planning, so that the implementation of the program can bring benefits in accordance with the goal of improving the nutritional status of children under five. Because an evaluation is needed in this program so that the nutritional status of toddlers who have improved can be maintained. Conclusion: Poor nutritional status of children under five is a very complex health problem and requires treatment through both intensive and sensitive efforts, positive deviation is a very effective program to implement.   Keywords: Effectiveness; Positive Deviance, Increase; Toddler Nutrition.   Pendahuluan: Balita adalah populasi berisiko. Balita merupakan kelompok yang berisiko mengalami kurang nutrisi karena faktor usia dan ketergantungannya terhadap orang tua dalam pemenuhan nutrisinya termasuk kurangnya kontrol dari orang tua dan masyarakat terhadap segala bentuk ancaman kesehatan terhadap balita. Positive deviance/Pos Gizi adalah intervensi berbasis masyarakat yang mengidentifikasi tantangan utama yang berkontribusi terhadap kekurangan gizi di masyarakat dan menemukan solusi lokal untuk mengatasinya dengan mengamati perilaku positif yang dipraktikkan dalam “penyimpangan positif”, anak-anak dari rumah tangga miskin dengan hasil gizi yang lebih baik dibandingkan keluarga yang memiliki masalah yang sama di masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektifitas program positive deviance terhadap peningkatan status gizi balita melalui kegiatan pos gizi. Metode: Penulisan artikel menggunakan studi literatur tersistematis. Artikel dicari dan dikumpulkan dari online database yaitu menggunakan: Google scholar , Scopus, Science Direct, Google Cendikia, ProQuest dan Elsivier.  Literatur terbatas pada rentang tahun 2016 sampai 2022. Hasil: Ditemukan bahwa kemiskinan bukan menjadi penyebab utama kejadian gizi kurang pada balita. Hal ini dikuatkan dengan temuan bahwa terdapat perilaku yang positif pada keluarga miskin yang dapat menyebabkan balita tetap bertumbuh dengan normal, dan kegiatan ini dapat dicontoh melalui pendekatan positive deviance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keikutsertaan ibu dalam kegiatan pos gizi dengan status gizi balita. Hal ini disebabkan karena praktik pemberian makan yang positif dan pengasuhan yang baik selama sesi pos gizi dipraktikkan oleh ibu balita.  Kegiatan positive deviance yang dilakukan dalam masyarakat, membutuhkan perancanaan yang baik, sehingga pelaksanaan program bisa membawa manfaat sesuai dengan tujuan yaitu meningkatkan status gizi balita. Karena diperlukan adanya evaluasi dalam program ini sehingga status gizi balita yang telah membaik dapat dipertahankan. Simpulan: Status gizi balita yang kurang merupakan masalah kesehatan yang sangat kompleks dan membutuhkan penanganan baik melalui upaya intensif maupun sensitif, positive deviance adalah salah satu program yang sangat efektif untuk dilakukan.
Aplikasi senam yoga pada penurunan nyeri punggung pada ibu hamil Suwares, Fara Millinia; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.366

Abstract

Background: The gestation period lasts 280 days (40 weeks or 9 months and 10 days) from conception to the birth of the fetus, counting from the first day of the last menstruation. Data obtained from Riskesdas in 2021 shows that pregnant women who do K4 are 82.1% in Lampung and the proportion of first referral health facilities when experiencing pregnancy complications is 6.9% at the Puskesmas. The results of the pre-survey conducted at the Clinik dr. Eliza, Sp.OG Metro City To 10 respondents of third trimester pregnant women, it was found that all third trimester pregnant women experienced serious back pain, so that they sometimes complained of pain and shortness of breath due to an increasingly enlarged stomach. Providing relaxation in the form of massage effluarage and deep breathing relaxation techniques is still rarely done by midwives and families. Purpose: To provide nursing care to third trimester pregnant women with lower back pain through the provision of prenatal yoga therapy at the Clinik dr. Eliza, Sp.OG Metro City in 2023. Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: The decrease in the level of low back pain in pregnant women occurs due to the movements performed during prenatal yoga. Conclusion: There is an effect of applying yoga exercises to third trimester pregnant women with a decrease in back pain.   Keywords: Lower Back Pain; Prenatal Yoga Therapy; Pregnant Women   Pendahuluan: Masa kehamilan berlangsung selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 10 hari) dari konsepsi sampai lahirnya janin dihitung dari hari pertama haid terakhir. Data yang diperoleh dari Riskesdas pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82,1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6,9 % di Puskesmas. Hasil prasurvey yang dilakukan di Klinik Praktik dr. Eliza, Sp.OG Kota Metro Kepada 10 responden ibu hamil TM III, didapat keseluruhan ibu hamil TM III mengalami nyeri punggung yang serius, hingga terkadang mengeluh kesakitan dan sesak akibat dorongan perut yang semakin membesar. Pemberian relaksasi berupa massage effleurage dan teknik  relaksasi nafas dalam masih jarang dilakukan oleh bidan dan keluarga. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil TM III dengan nyeri punggung bagian bawah melalui pemberian terapi prenatal yoga di Klinik Praktik dr. Eliza, Sp.OG Kota Metro Tahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Penurunan tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil terjadi akibat gerakan-gerakan yang dilakukan selama prenatal yoga. Simpulan:­ Terdapat pengaruh penerapan senam yoga pada ibu hamil TM III dengan penurunan nyeri punggung
Penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi Afsani , Mahda; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.367

Abstract

Background: According to WHO in 2018 there were 65 million cases of fever in children with different types of disease and 62% of cases of illness accompanied by fever symptoms, with a presentation rate of 33% and most cases were in Southeast Asia as well as South Asia. Purpose: To make a report on family nursing care by applying aloevera compress therapy to reduce body temperature in hyper thermic patients. Method: This writing uses the case study method with the Family Nursing Care approach with 2 respondents. The instruments used are SOPs for applying aloevera compress therapy to reduce body temperature in hyper thermic patients, observation sheets, and body temperature measuring devices. The study was conducted from 8 May to 10 May 2023 with the method of applying aloevera compress therapy to lower body temperature in hyper thermic patients. Results: body temperature before the intervention was 38.5º C, it became 37.5º C. Conclusion: The results of evaluating the application of aloevera compresses to patient An. F and An. H with fever within 3 days got the results: Hyperthermia associated with the disease process is resolved.   Keywords: Hyperthermia, Aloevera Compress Therapy; Lowering Body Temperature   Pendahuluan: Menurut WHO tahun 2018 terdapat 65 juta kejadian kasus demam pada anak dengan jenis penyakit yang berbeda serta 62% jumlah kasus penyakit yang disertai gejala demam, dengan tingkat presentasi kematian 33% dan kasus terbanyak terdapat di Asia Tenggara juga Asia Selatan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan 2 responden. Instrumen yang digunakan yakni SOP penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi, lembar observasi , dan alat pengukur suhu tubuh.. Penelitian dilakukan dari 8 mei hingga 10 mei 2023 dengan metode penerapan penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi. Hasil: suhu tubuh sebelum diberkan intervensi 38,5 o C, menjadi 37,5o C. Simpulan: Hasil evaluasi penerapan kompres aloevera pada pasien An. F dan An. H dengan demam dalam kurun waktu 3 hari mendapat hasil: Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit teratasi.
Studi Kasus Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever di Ruangan PICU Lainsamputty, Ferdy; Saluy, Priscillia Merylin
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.376

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes Aegypti mosquito. Dengue virus infection causes high mortality and morbidity worldwide. Purpose: To analyze the determination of nursing diagnoses of DHF patients related to related practice and theory. Methods: The study used a qualitative method with a case study approach. Results: Three nursing problems were found which were arranged based on priority: 1) Hypovolemia, 2) Risk of bleeding, 3) Activity intolerance. Conclusion: Not all nursing problems that exist in theory are the same as found in real cases.  Keywords: Nursing Care Plan; Child; Dengue Hemorrhagic Fever. Pendahuluan: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Infeksi virus dengue menyebabkan kematian dan kesakitan yang tinggi di seluruh dunia. Tujuan: Untuk menganalisa penentuan diagnosis keperawatan terdahap pasien DHF terkait dengan praktek dan teori yang berhubungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Ditemukan tiga masalah keperawatan yang disusun berdasarkan prioritas yaitu: 1) Hipovolemia, 2) Risiko perdarahan, 3) Intoleransi aktivitas. Simpulan: Tidak semua masalah keperawatan yang ada dalam teori sama ditemukan pada kasus yang nyata.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5