cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024" : 7 Documents clear
Hubungan sindrom menopause dengan kualitas hidup wanita Aulya, Nurul; Iswandari, Novita Dewi; Sarkiah, Sarkiah; Wahdah, Rabia
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.442

Abstract

Abstract Background: Menopause syndrome is a set of symptoms or complaints that women feel when they start entering menopause. The complaints in question are physical complaints and psychological complaints. It causes discomfort that interferes with daily work so that it can reduce the quality of life of menopausal women. Purpose: To determine the relationship of menopausal syndrome with the quality of life of menopausal women in the work area of the South Alalak Health Center, Banjarmasin City. Method: This study used a quantitative analytic survey with a cross-sectional approach. The population was 110 menopausal women in the work area of the South Alalak Health Center, Banjarmasin City. The sample was selected using purposive sampling techniques, as many as 87 respondents. Data analysis using SPSS with the Spearman Rank test. Results: The study showed 55 respondents (63.2%) did not experience menopausal syndrome, 28 respondents (32.2%) experienced mild menopausal syndrome, and 4 respondents (4.6%) experienced moderate menopausal syndrome. There were 29 respondents (33.3%) who had a poor quality of life, 54 respondents (62.1%) had a moderate quality of life, and 4 respondents (4.6%) had a good quality of life. The results of statistical tests using Rank Spearman stated that there was a relationship between menopausal syndrome and women's quality of life (p-value = 0.000, correlation coefficient = -0.739). Conclusion: There is a relationship between menopausal syndrome and the quality of life of women in the work area of the South Alalak Health Center, Banjarmasin City. The direction of the relationship is negative (unidirectional) which can be seen from the correlation coefficient, meaning that the higher the intensity of menopausal syndrome, the lower the level of quality of life. Suggestion: It is expected that the health center can continue to improve services for menopausal women and elderly posyandu.   Keywords: Menopause; Menopause Syndrome; Quality of Life.   Pendahuluan: Sindrom menopause merupakan sekumpulan gejala atau keluhan yang dirasakan wanita saat mulai memasuki masa menopause. Keluhan-keluhan yang dimaksud berupa keluhan fisik dan keluhan psikologis. Hal itu menimbulkan ketidaknyamanan yang mengganggu pekerjaan sehari-hari sehingga dapat menurunkan kualitas hidup wanita menopause. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sindrom menopause dengan kualitas hidup wanita menopause di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 110 wanita menopause di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 87 responden. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan 55 responden (63.2%) tidak mengalami sindrom menopause, 28 responden (32.2%) mengalami sindrom menopause kategori ringan, dan 4 responden (4.6%) mengalami sindrom menopause sedang. Ada 29 responden (33.3%) memiliki kualitas hidup buruk, 54 responden (62.1%) responden memiliki kualitas hidup sedang, dan 4 responden (4.6%) memiliki kualitas hidup baik. Hasil uji statistik menggunakan Rank Spearman menyatakan adanya hubungan antara sindrom menopause dengan kualitas hidup wanita (p-value = 0.000; correlation coefficient = -0.739). Simpulan: Ada hubungan sindrom menopause dengan kualitas hidup wanita di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin. Arah hubungan bersifat negatif (tidak searah) yang dapat dilihat correlation coefficient, artinya semakin tinggi intensitas sindrom menopause maka semakin rendah tingkat kualitas hidup. Saran: Diharapkan puskesmas dapat terus meningkatkan pelayanan terhadap wanita menopause dan posyandu lansia.   Kata Kunci: Kualitas Hidup; Menopause; Sindrom Menopause.
Pendidikan kesehatan tentang toilet training melalui audio visual terhadap pengetahuan ibu Marliyana, Marliyana; Putri, Dian Mentari; Suharti , Sri
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.451

Abstract

Background: According to the national household health survey (SKRT), there are 75 million children in the toddler to preschool age who have difficulty controlling defecation and urination. One way to increase knowledge and change behavior is health education. Toilet training is an important part of child development, parents can teach children to control urination and defecation. Mothers should know how to do toilet training correctly so that their children can do it well. Audio visuals are used to provide information that is easier to receive. Purpose: To determine the application of audio visual health education on maternal knowledge. Method: This type of scientific paper is descriptive. The subjects used were 30 mothers who had children aged 1-3 years at Posyandu Mawar I Bandar Lampung. Results: Before being given health education, the level of maternal knowledge was 17 subjects (56.67%), the level of good knowledge was 13 subjects (43.33%). After being given health education, the level of maternal knowledge was good as many as 26 subjects (86.67%), the level of knowledge was sufficient as many as 4 subjects (13.33%). Conclusion: From the results of the study there was an increase in the percentage of knowledge categories from 43.33% to 86.67%. Keywords: Health Education; Knowledge; Toilet Training. Pendahuluan: Menurut survei kesehatan rumah tangga (SKRT) nasional, ada 75 juta anak di usia toddler hingga prasekolah yang mengalami kesulitan mengontrol BAB dan BAK. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat adalah pendidikan kesehatan. Toilet training merupakan hal penting perkembangan anak, orang tua dapat mengajarkan anak-anak mengendalikan buang air kecil dan buang air besar. Ibu harus tahu bagaimana melakukan pelatihan toilet dengan benar agar anak-anaknya mampu melakukannya dengan baik. Audio visual digunakan untuk menyediakan informasi yang lebih mudah diterima. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pendidikan kesehatan audio visual terhadap pengetahuan ibu. Metode: Jenis karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif. Subjek yang digunakan adalah 30 ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun di Posyandu Mawar I Bandar Lampung. Hasil: Sebelum diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu cukup terdapat 17 subjek (56.67%), tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 subjek (43.33%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu baik sebanyak 26 subjek (86.67%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 4 subjek (13.33%). Simpulan: Dari hasil penelitian terjadi peningkatan presentase kategori pengetahuan dari 43.33% menjadi 86.67%. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Toilet Training.
Hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian dehidrasi Pada pasien anak dengan diare Kurniawati, Desi; Christiawati, Devi; Yusnita, Yusnita
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.483

Abstract

Background: In Indonesia, diarrhea with complications of dehydration is still a cause of death in toddlers. In South Lampung Regency, diarrhea cases are included in the 10 largest diagnoses in seventh place. One of the factor's causing diarrhea is parental knowledge. Purpose: To determine the relationship between maternal knowledge about diarrhea and the incidence of dehydration in children with diarrhea. Method: Correlation design with crossetional approach. The population of this study were all mothers who had toddlers who experienced diarrhea at Natar Medika Hospital. Based on the monthly report of Natar Medika Hospital from July 2023 to September 2023, the population size of pediatric patients with diarrhea was 44 cases with a non-probability sampling technique, namely purposive sampling of 39 people. Results: get maternal knowledge about diarrhea good results 27 people (70%) children have diarrhea without dehydration 34 people (90%). Based on bivariate analysis obtained p-value 0.029. Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge about diarrhea and the incidence of dehydration in Natar Medika Hospital in 2023, namely in mothers with good knowledge their children do not experience dehydration. Keywords: Dehydration; Diarrhea; Mother Knowledge. Pendahuluan: Di Indonesia diare dengan komplikasi dehidrasi masih menjadi penyebab kematian pada balita, Di Kabupaten Lampung Selatan kasus diare masuk dalam 10 diagnosa terbesar di urutan ke tujuh. Faktor penyebab diare salah satunya adalah pengetahuan orang tua. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian dehidrasi pada pasien anak diare. Metode: Desain korelasi dengan pendekatan crossetional. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita yang mengalami diare di RS Natar medika. Berdasarkan laporan bulanan RS Natar Medika dari Juli 2023 sampai dengan September 2023, didapatkan besaran populasi pasien anak dengan diare sebanyak 44 kasus dengan dengan tehnik sampling non probability sampling yaitu purposive sampling sebanyak 39 orang. Hasil: dapatkan pengetahuan ibu tentang diare hasil baik 27 orang (70%) anak mengalami diare tanpa dehidrasi 34 orang (90%). Berdasarkan analisa bivariat didapat p-value 0.029. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian dehidrasi di RS Natar Medika tahun 2023, yaitu pada ibu dengan pengetahuan yang baik anaknya tidak mengalami dehidrasi. Kata Kunci: Dehidrasi; Diare; Pengetahuan Ibu.
Hubungan pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak dengan implementasi pendidikan karakter anak usia 60-72 bulan. Yusnita, Yusnita; Setianingrum, Kusuma Ayu; Septiasari, Yeti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.485

Abstract

Background: Teachers' knowledge of child development will influence their role in implementing character education in children. Teachers who understand that children aged 60-72 years should be trained to go to the bathroom by themselves, will implement this in their students so that independent character will grow in children. Purpose: This study aims to determine the relationship between teacher knowledge about child development and the implementation of character education for children aged 60-72 months at Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten, Pringsewu District. Method: Cross-sectional research with a quantitative approach. The study sample consisted of 36 teachers selected by total sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis involved univariate and bivariate analysis. Results: The study showed that most teachers have a good level of knowledge about child development. Character education of preschool children, especially in the aspects of independence, honesty, creativity, and self-confidence, is in the good category. The results of the analysis showed a significant relationship between teachers' knowledge of child development and character education of preschool children (p<0.05). Teachers' knowledge of child development has a close relationship with the quality of character education. Conclusion: Teachers with better knowledge are able to implement character education more effectively. Suggestion: Based on the results of the study, it is expected that the school will hold regular training for teachers related to child development and the implementation of character education so that the quality of learning can continue to be improved. Keywords: Teachers' knowledge, child development, character education Pendahuluan: Pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak akan mempengaruhi perannya dalam mengimplementasikan pendidikan karakter pada anak. Guru yang memahami bahwa anak usia 60-72 tahun harus dilatih untuk ke kamar mandi sendiri, akan mengimplementasikan ini pada anak didiknya sehingga akan tumbuh karakter mandiri pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak dengan implementasi pendidikan karakter anak usia 60-72 bulan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kecamatan Pringsewu. Metode: Penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 36 guru yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data melibatkan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar guru memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang tumbuh kembang anak. Pendidikan karakter anak usia prasekolah, terutama dalam aspek kemandirian, kejujuran, kreativitas, dan percaya diri, berada pada kategori baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan guru tentang tumbuh kembang dengan pendidikan karakter anak usia prasekolah (p<0.05). Pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak memiliki hubungan yang erat dengan kualitas pendidikan karakter. Simpulan: Guru yang memiliki pengetahuan lebih baik mampu menerapkan pendidikan karakter dengan lebih efektif. Saran: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak sekolah untuk mengadakan pelatihan rutin bagi guru terkait tumbuh kembang anak dan penerapan pendidikan karakter agar kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Pengetahuan Guru; Tumbuh Kembang Anak.
Faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesaria Fatimah, Siti; Oktaviana, Linda Febri
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.506

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) Sectio Caesarean deliveries are increasing globally, and 1 in 5 (21%) of all births. This number is expected to continue to rise over the next decade, with nearly one-third (29%) of all births likely to be by cesarean delivery by 2030. Purpose: To analyze factors associated with sectio caesarean delivery. Methods: This study used a quantitative design using Analytical survey method through Cross Sectional approach. The population in this study was 2,142 people and a sample of 96 people sampled using the Systematic Random Sampling method. Results: The study showed that the factors associated with sectio caesarean delivery were premature rupture of membranes (KPD) from the statistical test results p-value = 0.001, preeclampsia from the statistical test results p-value = 0.025 and history of sectio caesarean from the statistical test results p-value = 0.017. Conclusion: That there is a relationship between KPD, Preeclampsia and SC History with Sectio Caesaria delivery at RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu. Suggestion: This study is expected to be an input in providing maximum service, especially for prevention and to overcome the risk factors for Sectio Caesarean delivery in laboring mothers and can improve Antenatal Care (ANC) services.   Keywords: History of Sectio Caesarea; Preeclampsia; Premature rupture of membranes (CKD); Sectio Caesa.   Pendahuluan: Menurut World Health Organization (WHO) persalinan Sectio Caesarea terus meningkat secara global, Dan 1 dari 5 (21%) dari seluruh kelahiran. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat pada decade mendatang, dengan hampir sepertiga (29%) dari seluruh kelahiran kemungkinan akan melalui persalinan Sectio Caesarea pada tahun 2030. Tujuan: Untuk menganalisa Faktor yang Berhubungan Dengan Persalinan Sectio Caesaria Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan metode survey Analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 2.142 orang dan sampel sebanyak 96 orang sampel diambil menggunakan metode Systematic Random Sampling. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan persalinan Sectio Caesaria adalah Ketuban Pecah Dini (KPD) dari hasil uji statistik p-value = 0.001, Preeklamsi dari hasil uji statistik p-value = 0.025 dan Riwayat Sectio Caesaria dari hasil uji statisti p-value = 0.017. Simpulan: Bahwa terdapat hubungan antara KPD, Preeklamsi dan Riwayat SC dengan persalinan Sectio Caesaria di RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan di dalam memberikan pelayanan yang maksimal khususnya untuk pencegahan dan untuk mengatasi faktor resiko persalinan Sectio Caesaria pada ibu bersalin dan dapat meningkatkan pelayanan Antenatal Care (ANC).   Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini (KPD); Preeklamsi; Riwayat Sectio Caesarea; Sectio Caesarea
Primigravida dengan twin to twin transfusion syndrome Ar Rahmah, Balqist; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.572

Abstract

The patient came to the emergency department at Bintang Amin Hospital with G1P0A0, 33 weeks pregnant with tight abdominal pain since 1 week ago. The patient said she felt nauseous and that the patient was pregnant with twins. Blood mucus (-), water-water (-). First menstruation at the age of 12 years, menstruation lasts 4-5 days, patient changes sanitary napkins 3 times a day. On physical examination, vital signs were found including blood pressure 110/60 mmHg, pulse 126 x/minute, respiratory rate 20 x/minute, temperature 36.5 °C, oxygen saturation 99%. On external examination DJJ: A. 155x/minute, B: 157x/minute, TFU: 40cm, HIS: 2x10'20'', internal examination of vaginal tocher no opening. On hematological investigations, a decrease in hemoglobin was found to be 11.4 g/dl, a decrease in hematocrit of 34%, a decrease in MCV of 74 fl and MCH of 25 pg. On ultrasound examination, A: BPD: 8.42 cm, HC: 27.90 cm, AC: 29.33 cm, FL: 6.69cm, EFW1: 2288g, B: BPD: 7.22 cm, HC: 27.52 cm, AC: 29.60 cm, FL: 4.73 cm, EFW2: 1598 g. The diagnosis in this case is primigravida with twin-to-twin transfusion syndrome. The treatment received by the patient was IVFD RL 20 tpm + protein drip 1 amp/8 hours, dexamethasone 2x2amp, cefazolin 2x1gr/iv, pronalges supp 2 extra. The prognosis in this patient is dubia. Keywords: Gemelli; Pregnant; TTTS. Pasien datang ke UGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan G1P0A0 hamil 33 minggu dengan keluahan perut terasa kencang sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan terasa mual dan pasien hamil kembar. Lendir darah (-), air-air (-). Haid pertama pada umur 12 tahun, haid selama 4-5 hari, pasien ganti pembalut sebanyak 3x sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 110/60 mmHg, denyut nadi 126 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36,5 °C, saturasi oksigen 99%. Pada Pemeriksaan luar DJJ: A. 155x/menit, B: 157x/menit, TFU: 40cm, HIS: 2x10’20’’, pemeriksaan dalam vaginal tocher belum ada pembukaan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin dengan 11,4 g/dl, penurunan hematokrit 34 %, penurunan MCV 74 fl dan MCH 25 pg. Pada pemeriksaan USG didapatkan A: BPD: 8.42 cm, HC: 27.90 cm, AC: 29.33 cm, FL: 6.69cm, EFW1: 2288g, B: BPD: 7.22 cm, HC: 27.52 cm, AC: 29.60 cm, FL: 4.73 cm, EFW2: 1598 g. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan twin to twin transfusion syndrome. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL 20 tpm + proterin drip 1 amp/8jam, dexametason 2x2amp, cefazolin 2x1gr/iv, pronalges supp 2 extra. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia. Kata Kunci: Gemelli; Hamil; TTTS.
Multigravida Dengan Hiperemesis Gravidarum Andayani, Heny Tri; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.573

Abstract

Multigravida with Hyperemesis Gravidarum (HEG). The patient came to the Emergency Room of Bintang Amin Hospital with G3P2A0 pregnancy 11 weeks with complaints of vomiting more than 5 times since morning accompanied by nausea. The patient said her body felt weak, dizzy, and had pain in the stomach. On physical examination, vital signs were obtained including blood pressure 95/27 mmHg, pulse 105 x / minute, respiratory rate 21x / minute, temperature 36.9°C, oxygen saturation 97%. On external examination, it was found that the abdomen was slightly convex, surgical scars (-), abnormalities (-) and palpation of the uterine fundus was not palpable, tenderness (-), mass (-). External examination was not performed. On hematology supporting examination, it was found that Hemoglobin and Leukocytes were within normal limits, while there was a decrease in erythrocytes of 4.1 ul and an increase in MCH 32 pg. Complete urine examination found leukocytes +++/(500), protein +/(50), and ketones ++++/(150). The diagnosis in this case is multigravida with Hyperemesis Gravidarum (HEG). Management in this patient is IVFD RL + 1amp neurobion 20 tpm, ondansetron 3x1 amp/iv, antacid syr 3x1c, Amoxicillin 3x1 tab. Keywords: First Trimester Complaints; Hiperemesis Gravidarum. Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bintang Amin dengan G3P2A0 hamil 11 minggu dengan keluhan muntah lebih dari 5x sejak pagi disertai mual. Pasien mengatakan badan terasa lemas, pusing, dan nyeri pada bagian perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 95/27 mmHg, denyut nadi 105 x/menit, laju pernapasan 21x/menit, suhu 36,9°C, saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan luar didapatkan inspeksi perut agak cembung, luka bekas operasi (-), kelainan (-) dan palpasi fundus uteri tidak teraba, nyeri tekan (-), massa (-). Pada pemeriksaan luar tidak dilakukan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan untuk Hemoglobin dan Leukosit dalam batas normal sedangkan terjadi penurunan pada eritrosit 4,1 ul dan peningkatan pada MCH 32 pg. Pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan leukosit +++/ (500), protein +/ (50), dan keton ++++/ (150). Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida dengan Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penatalaksanaan pada pasien ini adalah IVFD RL + 1amp neurobion 20 tpm, ondansentron 3x1 amp/iv, antasid syr 3x1c, Amoxicillin 3x1 tab. Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum; Keluhan Trimester Pertama.

Page 1 of 1 | Total Record : 7