Proceeding Seminar Nasional IPA
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles
125 Documents
Search results for
, issue
"2025"
:
125 Documents
clear
MODEL INVESTIGASI ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS LABORATORIUM SEKOLAH : STRATEGI MENINGKATKAN PENALARAN DAN KOLABORASI SISWA
Fauziah, Vanesia Nur
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran IPA yang efektif menuntut keterlibatan aktif siswa dalam proses eksplorasi ilmiah yang autentik. Salah satu pendekatan yang potensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA adalah melalui model investigasi ilmiah berbasis laboratorium sekolah. Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model tersebut dapat menjadi strategi dalam mengembangkan kemampuan penalaran ilmiah dan kolaborasi siswa. Penalaran ilmiah penting untuk membantu siswa memahami konsep secara mendalam, sementara keterampilan kolaboratif diperlukan dalam menghadapi tantangan dunia nyata yang kompleks dan multidisipliner. Model investigasi ilmiah memungkinkan siswa merancang eksperimen, menganalisis data, dan menarik kesimpulan dalam suasana kerja kelompok. Dengan mengintegrasikan laboratorium sebagai lingkungan belajar yang kontekstual dan aktif, pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kajian ini menekankan perlunya penguatan budaya ilmiah di sekolah melalui laboratorium yang dikelola secara fungsional dan sistematis. Artikel ini menyimpulkan bahwa model investigasi ilmiah dapat menjadi solusi strategis dalam pembelajaran IPA untuk membangun penalaran kritis dan keterampilan kolaboratif siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN PENGGUNAAN MIKROSKOP PESERTA DIDIK SMP PADA PRAKTIKUM PENGAMATAN SEL DAN JARINGAN
Santika, Ariska Aina
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian memiliki tujuan untuk mengukur keterampilan peserta didik dalam menggunakan mikroskop, khususnya dalam konteks pengamatan preparat sel dan jaringan. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 30 kelas VIII SMP Negeri 38 Semarang yang telah mengikuti kegiatan praktikum terkait. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif yang pengambilan datanya melaui lembar angket. Data primer yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase skor untuk menggambarkan tingkat kemampuan masing-masing peserat didik dalam mengoperasikan mikroskop secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,82% peserta didik tergolong kurang terampil pada penggunaan mikroskop. Persentase paling tinggi sehingga memperoleh kategori ‘Sangat Terampil” yang terdapat dalam aspek pada cara meletakkan mikroskop ke tempat semula yaitu sebesar 100%. Sedangkan presentase terendah dalam kategori tidak terampil yaitu pada aspek dalam mengoperasikan mikroskop tanpa bimbingan guru sebesar 6,6%.
KREATIF SAMPAH DENGAN MENGUBAH BARANG BEKAS MENJADI KARYA SENI DAN SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DI SEKOLAH
Sari, Dian Novita
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel konseptual ini secara komprehensif mengeksplorasi potensi transformatif yang mendasar dari implementasi pendekatan berbasis kreativitas dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, dengan fokus utama pada praktik inovatif pengubahan material bekas yang seringkali terabaikan menjadi beragam manifestasi karya seni yang kaya akan nilai estetika dan fungsional; konsep ini dipandang sebagai strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin mendesak dalam konteks pendidikan, sekaligus secara simultan menumbuhkan kesadaran lingkungan yang mendalam serta mengembangkan serangkaian keterampilan artistik dan inovatif yang esensial bagi perkembangan holistik siswa, di mana proses kreatif dalam mendaur ulang material bukan hanya sekadar mengurangi volume limbah, melainkan juga memberdayakan siswa untuk melihat potensi tersembunyi dalam objek yang dibuang dan mengeksplorasinya melalui ekspresi seni yang personal dan bermakna, yang pada gilirannya memperkuat pemahaman mereka tentang siklus material dan pentingnya keberlanjutan; melalui telaah literatur yang ekstensif dan mendalam yang mencakup berbagai perspektif teoretis tentang kreativitas, pendidikan lingkungan, dan seni sebagai media pembelajaran, serta analisis konseptual yang cermat terhadap berbagai model implementasi pengelolaan sampah kreatif di lingkungan pendidikan, artikel ini mengartikulasikan secara rinci landasan teoretis yang relevan yang mendukung integrasi seni dan pengelolaan sampah, mengusulkan metodologi penelitian yang sesuai untuk menguji efektivitas pedagogis dan dampak lingkungan dari konsep ini, memaparkan potensi hasil dan pembahasan yang kaya dan beragam yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta menggarisbawahi implikasi signifikan dari adopsi program kreatif sampah di lingkungan sekolah sebagai sebuah solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan dan sekaligus menjadi wahana ekspresi seni yang memberdayakan dan menginspirasi seluruh komunitas sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan inovatif.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOLABORASI SISWA: FONDASI PEMANFAATAN AI SECARA BIJAK DI ERA DIGITAL
Hamidah, Najwa
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan menuntut kemampuan kognitif dan sosial siswa untuk dapat memanfaatkannya secara bijak. Pemerintah Indonesia merespons hal ini dengan wacana pengintegrasian AI ke dalam kurikulum sekolah dan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan keterampilan abad ke-21, terutama berpikir kritis dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan siswa dalam dua keterampilan tersebut sebagai fondasi integrasi AI dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket skala Likert empat tingkat yang terdiri dari 11 butir untuk aspek berpikir kritis dan 9 butir untuk kolaborasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Islam Pekalongan, dengan total 100 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Microsoft Excel dengan menghitung rata-rata skor yang dikonversi ke dalam bentuk persentase. Hasilnya kemampuan berpikir kritis siswa berada dalam kategori “Cukup” (71%), sementara kemampuan kolaborasi berada dalam kategori “Tinggi” (83%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun keterampilan kolaboratif telah terbentuk dengan baik, aspek berpikir kritis masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, sebelum AI diterapkan secara luas dalam pembelajaran IPA, penguatan kemampuan berpikir kritis perlu lebih difokuskan lagi agar pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan khususunya dalam pembelajaran IPA nantinya tidak hanya sekadar bersifat pasif, tetapi mampu mendukung proses belajar aktif, reflektif, dan bermakna.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMP N 1 WONOSEGORO PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH
Ratnaningtyas, Septika Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan literasi sains sekolah menengah pertama mengenai sirkulasi darah sebagai bagian dari penguasaan keterampilan di abad ke-21. Kompetensi ilmiah adalah aspek penting dalam membantu siswa berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan membuat keputusan berdasarkan bukti ilmiah. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan teknik perekaman data, menggunakan kuesioner terbuka yang mencakup lima pertanyaan berbasis konteks. Fokus penelitian terdiri dari 32 siswa Kelas VIII dari SMP Negeri 1 Wonosegoro sebagai responden. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara deskriptif dengan mengubah penjelasan dalam bentuk ulasan numerik dan menyajikan ilmu pengetahuan siswa berdasarkan kategori kompetensi ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan kemampuan ilmiah siswa mendominasi dominasi responden pada tingkat sedang, mulai dari kategori sedang hingga sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang sains tidak diterapkan secara konseptual dan efektif, menunjukkan bahwa lebih banyak strategi pembelajaran terkait konteks dan aplikatif diperlukan dan didasarkan pada pemecahan masalah. Studi ini merekomendasikan penguatan integrasi kemampuan abad ke-21 dalam pembelajaran sains, terutama melalui pendekatan yang meningkatkan daya pemikiran dan pemahaman siswa.
ANALISIS KETERAMPILAN KOLABORASI SEBAGAI KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN ABAD 21 PADA SISWA SMP REMAJA PARAKAN
Najwa, Rizqa
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan kolaborasi siswa sebagai karakteristik utama pembelajaran abad 21 di SMP Remaja Parakan. Di tengah tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi, keterampilan kolaboratif menjadi penting untuk membekali peserta didik dengan kemampuan bekerja sama, menyelesaikan masalah, serta berinteraksi secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek 30 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori keterampilan kolaborasi tingkat terlatih (50%) dan sedang (36,67%), dengan hanya 13,33% siswa yang mencapai tingkat tinggi dan tidak ada yang berada di tingkat dasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan pembelajaran di SMP Remaja Parakan telah mendukung pengembangan keterampilan kolaborasi melalui pendekatan aktif seperti project-based learning. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti rendahnya partisipasi sebagian siswa dan kurangnya rasa percaya diri dalam kerja kelompok. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami keterampilan kolaborasi sebagai kompetensi dinamis yang perlu ditumbuhkan melalui strategi pembelajaran yang adaptif, diferensiatif, dan kontekstual di tingkat pendidikan menengah pertama.
ANALISIS KETERAMPILAN KOLABORASI SEBAGAI KOMPONEN 21ST CENTURY SKILLS PADA SISWA SMP 1 PEKALONGAN
Viana, Shofi
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat keterampilan kolaboratif peserta didik di SMP Negeri 1 Pekalongan sebagai salah satu elemen penting dalam keterampilan abad ke-21. Kolaborasi meliputi kemampuan bekerja bersama dalam kelompok melalui komunikasi, tanggung jawab, kemampuan berkompromi, fleksibilitas, dan kerja sama yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode statistik deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada siswa serta wawancara terhadap satu orang siswa yang mewakili berbagai tingkat keterampilan kolaborasi. Sebagian besar siswa, yaitu 84% tergolong dalam kategori tinggi, sementara 16% lainnya berada pada kategori sedang, dan tidak terdapat siswa yang masuk dalam kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memiliki kemampuan kolaboratif yang baik. Wawancara juga memperlihatkan bahwa siswa mampu menjalankan peran dalam kelompok, saling mendengarkan, serta melaksanakan tanggung jawab secara aktif. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai capaian keterampilan kolaborasi yang dapat dijadikan landasan untuk pengembangan keterampilan lebih lanjut.
ANALISIS KETERAMPILAN LABORATORIUM PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 GUNUNGWUNGKAL
Mustika, Alfi Yuni
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan laboratorium yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gunungwungkal saat melaksanakan praktikum IPA. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 30 siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan tingkat keterampilan laboratorium siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keterampilan teknis siswa seperti mengumpulkan informasi, menggunakan alat dan bahan, mengukur objek, serta mengikuti prosedur kerja praktikum berada dalam kategori baik hingga sangat baik. Namun, ditemukan pula beberapa aspek keterampilan kognitif-analitis seperti mengenali objek, menggunakan angka atau simbol, dan menyimpulkan hasil praktikum yang masih tergolong cukup hingga kurang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kegiatan praktikum telah mampu meningkatkan keterampilan teknis siswa, aspek berpikir kritis dan analitis masih perlu dikembangkan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri atau Pembelajaran berbasis proyek (Project- Based Learning) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam aktivitas laboratorium. Penelitian ini berperan dalam memperkaya strategi pembelajaran IPA agar menjadi lebih efekti dan berbasis pengalaman nyata di laboratorium.
ANALISIS PANDANGAN SISWA TERHADAP KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM IPA DI SMP NEGERI 2 KARIMUN
Rahmawati, Anisa Yulina;
Ni’am, Ahmad Khairun
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Minimnya kesadaran terhadap keselamatan kerja di laboratorium IPA dapat menghambat kelancaran dan keamanan proses pembelajaran praktikum di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan siswa SMP Negeri 2 Karimun terhadap pentingnya keselamatan kerja di laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa angket daring berbasis Google Form, melibatkan 35 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian terdiri dari soal pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan serta skala Likert sederhana untuk mengukur pandangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pandangan positif terhadap keselamatan kerja, terutama dalam aspek penggunaan bahan kimia, tata letak laboratorium, perilaku aman, dan langkah keselamatan umum. Namun, kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat masih tergolong rendah dan perlu menjadi perhatian. Temuan ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk memperkuat program keselamatan laboratorium melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan pengembangan program edukasi yang lebih aplikatif.
Analisis Pemanfaatan Laboratorium IPA di SMP 38 Semarang Terhadap Keterampilan Pelaksanaan Praktikum
Anisa, Aszahra Nur
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan laboratorium IPA di SMP Negeri 38 Semarang keterampilan peserta didik yang berfokus pada aspek pemahaman siswa, kesiapan fasilitas, dan pelaksanaan praktikum. Pendekatan yang digunakan adalah survei deskriptif kuantitatif terhadap 30 siswa kelas VIII melalui angket tertutup yang memuat sepuluh indikator kegiatan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memahami tujuan dan langkah kerja praktikum, mampu melaksanakan prosedur dengan baik, serta memperhatikan aspek keselamatan kerja. Ketersediaan fasilitas leboratorium dinilai cukup memadai meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan, khususnya dalam pengelolaan sarana. Selain itu, efektivitas penggunaan waktu praktikum sudah cukup baik, mencerminkan struktur kegiatan yang sistematis dan mendukung pengembangan keterampilan proses sains peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktikum dalam meningkatkan keterampilana abaad ke- 21 serta membangun karakter ilmiah peserta didik. Rekomendasi penelitian meliputi penguatan fasilitas, pendampingan intensif dalam pelaksanaan praktikum, dan optimalisasi peran laboratorium sebagai pusat pembelajaran aktif dan kontekstual di sekolah.