cover
Contact Name
Karimah Dwika Gustandra
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+62273-322610
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akper Giri Satria Husada Jalan Menur RT 04 RW IV Joho Lor Giriwono Wonogiri KP 57613
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : 2964156X     DOI : https://doi.org/10.56840/jkgsh.v12i2.92
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 128 Documents
IMPLEMENTATION OF GUIDED IMAGINATION TECHNIQUES FOR REDUCES PAIN IN POST ORIF PATIENTS CRURIS DEXTRA FRACTURE Ri'ayatul Maula, Dedeh
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i1.119

Abstract

Fractures are fractures caused by trauma or physical exertion, as well as the soft tissue around the bones that can determine whether a fracture is complete or not. The purpose of  study was to determine whether the implementation of guided imagery techniques was effective in reducing the pain scale in cruris fracture postoperative patients. This research is in the form of a case study using a descriptive research method. The results of implementing guided imagery technique nursing actions for 3 days found that pain was reduced, this proves the act providing guided imagery techniques can affect the process of reducing pain intensity. On the first day the authors get data  a pain scale of 5 from (0-10) to 4, on day 2 the patient's pain scale from 4 to 3, on day 3 the authors get data on a patient's pain scale from 3 to 2. The results of this case study are expected can be useful for learning media and as a scientific reference for further researchers, especially in the field of nursing.   Fraktur merupakan patahnya tulang yang ditimbukan oleh adanya trauma atau kekuatan fisik, serta disebabkan oleh jaringan lunak sekitarnya yang dapat menentukan patah tulang yang terjadi lengkap atau tidak lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan teknik imajinasi  terbimbing efektif dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur. Penelitian ini berbentuk studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penerapan teknik imajinasi terbimbing selama 3 hari didapatkan bahwa nyeri berkurang, hal ini membuktikan bahwa tindakan pemberian teknik imajinasi terbimbing dapat mempengaruhi dalam proses penurunan intensitas nyeri. Pada hari ke 1 penulis mendapatkan data skala nyeri 5 dari (0-10) menjadi 4, pada hari ke 2 skala nyeri pasien dari 4 menjadi 3, pada hari ke 3 penulis mendapatkan data skala nyeri pasien dari 3 menjadi 2. Diharapkan hasil studi kasus penelitian ini dapat bermanfaat bagi pasien dengan nyeri dan sebagai referensi ilmiah bagi peneliti selanjutnya khususnya dibidang keperawatan.
PENGARUH KOMPRES HANGAT PADA LEHER TERHADAP NYERI KEPALA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN BLIMBING purwandari, kristiana
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i1.120

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure is an abnormal increase in blood pressure in arterial blood vessels or is a condition of systolic blood pressure more than 140 mmHg and diastolic blood pressure more than 90 mmHg. The initial symptoms of hypertension are usually asymptomatic, characterized only by a rise in blood pressure. The rise in blood pressure is initially temporary but eventually becomes permanent. When symptoms appear, they are usually vague. Headache or headache pain, usually in the nape/neck. Headaches occur due to atherosclerosis which causes spasm in the arteries and decreased O2 (oxygen) in the brain. The pain can be treated with nonpharmacological management, one of which is by using warm compresses. Warm compress is the provision of warmth / heat in certain areas. Research Method: This research is a type of pre-experimental research. The research design uses One Group Pre-test and Post-test, namely a type of experimental research to determine the relationship between variables by carrying out an intervention and then observing it before and after the intervention (Sani, 2012). The research was conducted in May - June 2023, taking the research location in Blimbing Hamlet, Ngadirojo Kidul, Wonogiri Regency. The population in this study was 55 elderly people with hypertension. The sample in this study was 30 people. The sampling technique is simple random sampling. The data collection technique was carried out twice, namely before the intervention (pre test) and after the intervention (post test). Results: The results of observations that have been made and all respondents show that after the nursing procedure of warm compresses on the neck for 3 consecutive days there is a decrease in the head pain scale in all respondents. From an average pain scale of 5.43 on the first day to a pain scale of 2 on the third day. This shows a change in the scale of headaches in respondents. Conclusion: The results of the analysis carried out from all respondents obtained data that after the warm compress nursing procedure on the neck all respondents experienced a decrease in pain scale and changes, namely soreness in the nape of the neck, dizziness and reduced head pain. This the problem is resolved and the intervention is continued independently. Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri atau merupakan kondisi tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Gejala awal hipertensi biasanya adalah asimtomatik, hanya ditandai dengan kenaikan tekanan darah. Kenaikan tekanan darah pada awalnya sementara tetapi akhirnya menjadi permanen. Ketika gejala muncul, biasanya samar. Sakit kepala atau nyeri kepala, biasanya di tengkuk/leher. Nyeri kepala terjadi karena adanya aterosklerosis yang menyebabkan spasme pada pembuluh darah (arteri) dan penurunan O2 (oksigen) di otak. Nyeri tersebut dapat ditangani dengan penatalaksanaan nonfarmakologis, salah satunya yaitu dengan menggunakan kompres hangat. Kompres hangat adalah pemberian rasa hangat/panas didaerah tertentu. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan One Group Pre-test dan Post-test yaitu jenis penelitian eksperimen untuk menentukan hubungan antar variabel dengan melakukan intervensi kemudian diamati sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (Sani, 2012). Penelitian dilakukan bulan Mei - Juni 2023 dengan mengambil lokasi penelitian di Dusunn Blimbing, Ngadirojo Kidul, Kabupaten Wonogiri. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi yang berjumlah 55 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik sampling dengan simple random sampling. Teknik pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dilakukan intervensi (pre test) dan sesudah dilakukan intervensi (post test). Hasil: Hasil pengamatan yang telah dilakukan dan keseluruhan responden menunjukkan bahwa sesudah dilakukan prosedur keperawatan kompres hangat pada leher selama 3 hari berturut-turut terjadi penurunan skala nyeri kepala pada seluruh responden. Dari rata-rata skala nyeri 5,43 pada hari pertama menjadi skala nyeri 2 pada hari ketiga. Hal ini menunjukan adanya perubahan skala nyeri kepala pada responden. Kesimpulan: Hasil analisa yang dilakukan dari keseluruhan responden didapatkan data bahwa sesudah dilakukan prosedur keperawatan kompres hangat pada leher semua responden mengalami penurunan skala nyeri dan perubahan yaitu pegal pada tengkuk, pusing dan nyeri kepala berkurang. Dengan demikian masalah teratasi dan intervensi dilanjutkan secara mandiri.
HUBUNGAN PERILAKU CERDIK DENGAN NILAI TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SELOGIRI WONOGIRI Nugroho, Yohanes Wahyu
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i1.122

Abstract

Background : Hypertension is a disease the incidence is increasing every year. CERDIK and PATUH programs are government's efforts in handling hypertension. Controlled blood pressure by performing hypertension management behavior or SMART behavior prevent complications and death from hypertension. Study conducted with aim of knowing relationship between CERDIK behavior and the blood pressure of prolanis participants at the Selogiri Health Center, Wonogiri Regency. Objective : To knowing wheter there is a relationhip between CERDIK behavior and the blood pressure of hypertension sufferer at the Selogiri Health Center. Method : This research is quantitative method and the research design is descriptive correlation with a cross sectional approach. The population in this study were patients with hypertension in Girimarto Health Center with a total sample of 77 people selected by purposive sampling. Results : The results showed there where the more CERDIK behavior prolanis increases, the more controlled a prolanis blood pressure would be. Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit yang angka kejadiannya semakin meningkat setiap tahunnya. Program CERDIK dan PATUH merupakan upaya pemerintah dalam penanganan hipertensi. Pengendalian tekanan darah dengan melakukan perilaku manajemen hipertensi atau perilaku CERDIK mencegah terjadinya komplikasi dan kematian akibat hipertensi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku CERDIK dengan tekanan darah peserta prolanis di Puskesmas Girimarto Kabupaten Wonogiri. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku CERDIK dengan tekanan darah penderita hipertensi puskesmas selogiri Metode : Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dan desain penelitiannya adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Puskesmas Girimarto dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang yang dipilih secara purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat perilaku CERDIK seorang prolanis maka tekanan darah prolanis akan semakin terkontrol
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG STUNTING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DIDESA BLIMBING NGADIROJO Ambarwati, Retno; Kristiningtyas, Wahyunti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i1.123

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in children with chronic malnutrition problems caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or short (dwarf) than the age standard. Stunting that occurs in toddlerhood can increase mortality rates, low cognitive abilities and motor development and unbalanced body functions for adulthood. Therefore, it is necessary to improve nutrition that affects the incidence of stunting. Efforts to improve knowledge and attitudes are carried out through health education which is carried out as an effort to increase mothers' knowledge and attitudes about preventing stunting. Methods: This research method uses a qualitative method with a case study approach, the population in this study is mothers with toddlers in Blimbing Ngadirojo Kidul Village, as many as 30 people. Research Results: The results (pre-test) of the average level of knowledge of respondents were 69% and the results (post-test) of the average level of knowledge of respondents was 95%. Meanwhile, the results (pre-test) of the average attitude level of respondents were 73% and the results (post-test) of the average level of knowledge of respondents was 95%. Conclusion: Respondents experienced an increase in their level of knowledge and attitudes after being given health education about stunting. Thus, providing health education about stunting affects the level of knowledge and attitudes of mothers in the village of Blimbing, Ngadirojo Kidul. Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dengan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting yang terjadi pada masa balita dapat meningkatkan angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah serta fungsi tubuh yang tidak seimbang untuk masa dewasanya. Oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan gizi yang mempengaruhi kejadian stunting usaha perbaikan pengetahuan dan sikap ini dilakukan melalui pendidikan Kesehatan yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan stunting. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, populasi dalam penelitian ini ibu dengan anak batita diDesa Blimbing Ngadirojo Kidul, sebanyak 30 orang. Hasil Penelitian: Hasil (pre-test) tingkat pengetahuan rata-rata responden 69% dan hasil (post-test) rata-rata tingkat pengetahuan responden adalah 95%. Sedangkan hasil(pre-test) tingkat sikap rata-rata responden 73% dan hasil (post-test) rata-rata tingkat pengetahuan responden adalah 95%. Kesimpulan: Responden mengalami peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang stunting. Sehingga, pemberian pendidikan kesehatan tentang stunting berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu didesa blimbing, ngadirojo kidul.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI GRADE 2 DI DESA LEBAK PRACIMANTORO Handono, Nugroho Priyo
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i1.124

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure is a condition when there is an increase in blood pressure, namely above 140 mmHg. Increased blood pressure occurs due to: gender, age, obesity, lack of exercise, smoking habits. Boiled water from celery leaves can lower blood pressure. The aim of the research was to determine the effect of giving boiled water from celery leaves on reducing blood pressure in sufferers of grade 2 hypertension in Lebak Pracimantoro Village. Research method: This type of research is descriptive qualitative. The population in this study were hypertension sufferers in the Lebak Pracimantoro Village area. The research sample was 30 people. The research instruments are SOP for boiled celery leaves and blood pressure measurements, observation sheets, and blood pressure meters. Research results: The research results showed that the average blood pressure of 30 respondents before giving boiled celery leaf water was 178/91.2 mmHg. After giving boiled water from celery leaves, the average blood pressure of the 30 respondents was 139/81.9 mmHg. Conclusion: Based on the analysis of research results, it was concluded that boiled water from celery leaves is effective as a non-pharmacological therapy for lowering blood pressure in sufferers of Grade 2 Hypertension. Latar belakang : Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan keadaan ketika terjadi kenaikan tekanan darah yaitu diatas 140 mmHg. Peningkatan tekanan darah terjadi akibat : jenis kelamin, usia, obesitas, kurang melakukan olahraga, kebiasaan merokok. Air rebusan daun seledri dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Grade 2 Di Desa Lebak Pracimantoro. Metode penelitian : Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di wilayah Desa Lebak Pracimantoro. Sampel penelitian sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian ini SOP rebusan daun seledri dan pengukuran tekanan darah, lembar observasi, dan tensi meter. Hasil penelitian : Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah pada 30 responden sebelum pemberian air rebusan daun seledri adalah 178/91,2 mmHg. Setelah dilakukan pemberian air rebusan daun seledri rata-rata tekanan darah dari 30 responden adalah 139/81,9 mmHg. Kesimpulan : Berdasarkan analisis hasil penelitian maka diambil kesimpulan bahwa air rebusan daun seledri efektif sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita Hipertensi Grade 2.
WARM WATER FOOT SOAK HYDROTHEARPY FOR REDUCING BLOOD PREASSURE Al Azizah, I'anah
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i1.125

Abstract

Hypertension is a physical condition characterized by systolic blood pressure >140 mmHg and diastolic pressure >90 mmHg. the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1%. Ineffective perfusion is a decrease in blood circulation at the capillary level which can interfere with the body's metabolism. hydrotherapy soak feet in warm water can increase activity (cells) by allowing energy to move through convection (flow through liquid media), causing blood vessels to widen and improve blood circulation throughout the body which causes blood pressure to decrease. The purpose of writing a scientific paper is to find out the implementation of warm water foot soak hydrotherapy to treat hypertension in Mrs. D. The method of scientific writing is in the form of case studies using descriptive research methods. The results of the case study were that after hydrotherapy, soaking feet in warm water for 3 consecutive days, blood pressure decreased, this proves that hydrotherapy, soaking feet in warm water is very influential in the process of lowering blood pressure. Conclusion in the case study of Patient Ny. D has decreased blood pressure. hydrotherapy soak feet in warm water at Mrs. D obtained blood pressure of 150/80 mmHg before 175/100 mmHg. It is hoped that this scientific paper can become a reference in providing implementation in hypertensive patients with ineffective peripheral perfusion management problems.   Hipertensi merupakan kondisi fisik yang ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan diastolik >90 mmHg, berdasarkan dua pengukuran atau lebih. prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Perfusi perifer tidak efektif adalah penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh. hydrotherapy rendam kaki air hangat dapat meningkatkan aktivitas (sel) dengan memungkinkan energi bergerak melalui konveksi (mengalir melalui media cair), menyebabkan pembuluh darah melebar dan melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh yang menyebabkan tekanan darah menurun. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah adalah mengetahui implementasi hydrotherapy rendam kaki air hangat untuk mengatasi hipertensi pada Ny. D. Metode karya tulis ilmiah berbentuk studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil studi kasus adalah setelah dilakukan tindakan keperawatan hydrotherapy rendam kaki air hangat selama 3 hari berturut-turut tekanan darah menurun, hal ini membuktikan bahwa tindakan hydrotherapy rendam kaki air hangat yang tepat sangat mempengaruhi dalam proses penurunan tekanan darah. Kesimpulan dalam studi kasus Pasien Ny. D mengalami penurunan tekanan darah. hydroterapy rendam kaki air hangat pada Ny. D didapatkan tekanan darah 150/80 mmHg sebelumnya 175/100 mmHg. Saran Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memberikan implementasi pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan perfusi perier tidak efektif.
Sistem Rekomendasi PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI POLA HIDUP SEHAT BAGI PERESIKO ASAM URAT: Pola Hidup Sehat Bagi Peresiko Asam Urat BAYU, BAYU HARTONO
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i2.127

Abstract

Asam urat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu konsumsi makanan berzat purin tinggi, pemilihan menu makanan yang tepat untuk semua makanan yang dikonsumsi menjadi suatu kewajiban.. selain hal tersebut, ada berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini, yaitu pertambahan usia dan jenis kelamin pria, riwayat kesehatan keluarga, obesitas, konsumsi obat teretentu, kondisi medis tertentu, gaya hidup tidak sehat serta cidera karena oparasi. Masih rendahnya prioritas yang diberikan oleh pelayanan kesehatan terhadap penyakit tidak menular dan pengetahuan masyarakat yang kurang memadai. Asam urat merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan masih belum sepenuhnya diperhatikan. Pengetahuan dan pendampingan mengenai makanan yang tepat untuk dikonsumsi mejadi solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Untuk itu, penulis dalam penelitian ini mengembangkan sebuah sistem pakar sebagai acuan bagi peresiko asam urat untuk meningkatkan pola hiup sehat. Sistem ini dikembangkan dengan 2 sisi manfaat yaitu mendapatkan rekomendasi dan monitoring kadar asam urat. Hasil dari pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa dari sudut pandang praktisi kesehatan, sistem yang dikembangkan layak digunakan untuk mendampingi kegiatan pencegahan dan monitoring untuk penderita asam urat dan informasi mengenai riwayat pola makan penderita yang disajikan oleh sistem dapat digunakan sebagai bahan evaluasi saat control. Bagi penguna sangat setuju dengan system yang dibuat dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kurangnya kontrol dalam mengkonsumsi makanan yang menyebabkan penyakit asam urat.
PENGKAJIAN PERAWATAN PALIATIF DAN END OF LIFE PADA PASIEN DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE : LITERATURE REVIEW Fatimatuzzahra khairunisa; Handono, Nugroho Priyo
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i2.128

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Heart Failure adalah kondisi yang terjadi ketika fungsi jantung sangat terganggu sehingga pompa jantung tidak bisa lagi membuat darah bergerak melalui jantung. Perawatan paliatif meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit yang mengancam nyawa dengan memberikan penghilang rasa sakit dan gejala, dukungan spiritual dan psikososial dari saat diagnosis ditemukan hingga akhir kehidupan, dan periode kehilangan anggota keluarga yang sakit Tujuan: Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk untuk mendapatkan landasan teori yang bisa mendukung pemecahan masalah yang sedang diteliti dan mengungkapkan berbagai teori-teori yang relevan dengan kasus. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode analitik berdasarkan studi lietarature review analitik Hasil: Literature Review menunjukan bahwa Pasien HF dengan dukungan sosial dapat meningkatkan perbaikan fisik dan kualitas hidup serta kesejahteraan psikologis.Pasien dengan HF selalu merasakan stres dengan kematian, melalui iman spiritual, pasien dapat menemukan alasan mereka untuk hidup dan dapat meningkatkan nilai hidup dan sehingga dapat mengatasi ancaman kematian yang tidak terduga Kesimpulan: Gagal jantung adalah penyakit kronis mengalami progresif penurunan fungsi fisik dan bertahap peningkatan keparahan gejala. Kebutuhan perawatan dan dukungan sosial, disediakan dengan tepat oleh penyedia layanan kesehatan dan keluarga, adalah faktor penting untuk pengembangan makna dalam hidup. Kata Kunci: Paliatif ; End Of Life ;Heart Failure ABSTRACT Background: Heart Failure is a condition that occurs when heart function is so disrupted that the heart pump can no longer make blood move through the heart. Palliative care improves the quality of life of patients and families in the face of a life-threatening illness by providing pain and symptom relief, spiritual and psychosocial support from the time the diagnosis is discovered until the end of life, and the period of loss of the sick family member. Goals: The aim of this literature study research is to obtain a theoretical basis that can support solving the problem being researched and reveal various theories that are relevant to the case. Methods: The research method used in this research is an analytical method based on an analytical literature review study Results: Literature Review shows that HF ​​patients with social support can improve physical improvement and quality of life as well as psychological well-being. Patients with HF always feel stressed by death, through spiritual faith, patients can find their reason for living and can increase the value of life and so can overcome threats unexpected death Conclusion: Heart failure is a chronic disease experiencing a progressive decline in physical function and a gradual increase in the severity of symptoms. The need for social care and support, provided appropriately by health care providers and families, is an important factor for the development of meaning in life. Keywords: Palliative ; End Of Life ;Heart Failure
LITERATUR REVIEW: TERAPI MUSIK KLASIK DALAM MENGURANGI NYERI PADA PERSALINAN Kristiningtyas, Y. Wahyunti; Ambarwati, Retno
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i2.129

Abstract

Proses persalinan diawali dengan kontraksi rahim yang menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada ibu yang akan bersalin. Sebagian besar perempuan akan mengalami nyeri selama persalinan. Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan, baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satu metode non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurasi rasa nyeri saat persalinan yaitu terapi musik.Terapi musik adalah suatu proses yang menggabungkan antara aspek penyembuhan musik itu sendiri dengan kondisi dan situasi baik fisik, emosi, mental, kognitif, spiritual, dan kebutuhan sosial. Terapi musik merupakan salah satu solusi yang efektif untuk ibu yang mengalami rasa sakit saat proses persalinan karena musik akan mempengaruhi rasa nyeri dengan mendistraksi, relaksasi dan menciptakan rasa nyaman. Tujuan penelitian untuk melakukan review pada beberapa literature mengenai terapi musik klasik dalam menurunkan nyeri pada persalinan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan meta analisis menggunakan tinjauan literatur (literatur review), untuk menghimpun data atau sebuah sintesa sumber-sumber yang berhubungan dengan terapi musik klasik dalam mengurangi nyeri pada persalinan. Hasil : berdasarkan kelima artikel yang direview menunjukkan bahwa ada penurunan intensitas nyeri antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian terapi musik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi musik maupun musik klasik memberikan pengaruh secara signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada proses persalinan khususnya persalinan kala I. ABSTRACT The labor process begins with uterine contractions which cause pain and discomfort to the mother who is about to give birth. Most women will experience pain during labor. Pain during labor is a manifestation of contractions (shortening) of the uterine muscles. These contractions cause pain in the waist, stomach area and radiate to the thighs. Various efforts have been made to reduce pain during labor, both pharmacologically and non-pharmacologically. One non-pharmacological method that can be used to reduce pain during childbirth is music therapy. Music therapy is a process that combines the healing aspects of music itself with physical, emotional, mental, cognitive, spiritual and social needs and conditions. Music therapy is an effective solution for mothers who experience pain during the birth process because music will influence the pain by distracting, relaxing and creating a feeling of comfort. The aim of the research is to review several literature regarding classical music therapy in reducing pain during childbirth. This research method is a quantitative method with meta analysis using a literature review, to collect data or a synthesis of sources related to classical music therapy in reducing pain in childbirth. Results: Based on the five articles reviewed, it showed that there was a decrease in pain intensity between before and after the music therapy intervention was given. Thus, it can be concluded that providing music therapy and classical music has a significant influence on reducing pain intensity during the labor process, especially in the first stage of labor.
EFEKTIVITAS TERAPI MUROTTAL TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM DI WOUND CARE RUMAH RARA purwandari, kristiana
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i2.130

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum adalah luka yang dialami oleh penderita diabetes melitus di area kaki dengan kondisi luka mulai dari luka superficial, nekrosis kulit, sampai luka dengan ketebalan penuh, yang bisa meluas ke jaringan lain seperti tendon, tulang serta persendian. Perawatan pada luka diabetic dapat menimbulkan nyeri. Teknik murottal adalah Teknik terapi dengan bacaan Al Qur’an yang mampu menurunkan hormone strees dan meningkatkan perasaan rileks. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap intensitas nyeri pada perawatan ulkus diabetikum. Metode dari penelitian ini adalah pre eksperimen one group pre post tes design. Sampel di ambil dari 20 responden, menggunakan tehnik total sampling pada pasien yang beragama islam dan di analisis menggunakan uji Wilcoxon. Populasi dalam penelitian adalah pasien dewasa di klinik Rumah Rara. Instrument penelitian yang digunakan yaitu lembar pengukuran nyeri skala numerik, lembar pengkajian, media audio, handphone.  Hasil penelitian menunjukkan nilai p value adalah 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh intervensi murotal Al Qur’an terhadap intensitas nyeri pasien Ulkus Diabetikum di Wound Care Rumah Rara. Pemberian intervensi murotal Al Qur’an dapat memberikan efek relaksasi sehingga  merangsang pengeluaran hormon endhorphin sehingga dapat mengurangi  intensitas nyeri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebelum diberikan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, sesudah diberikan intervensi setengah responden mengalami nyeri ringan,dan terdapat pengaruh intervensi murotal Al Qur’an terhadap intensitas nyeri pada pasien Ulkus Diabetikum di Wound Care Rumah Rara.   ABSTRACT Background: Diabetic ulcers are wounds experienced by diabetes mellitus sufferers in the foot area with wound conditions ranging from superficial wounds, skin necrosis, to full thickness wounds, which can spread to other tissues such as tendons, bones and joints. Treatment of diabetic wounds can cause pain. The murottal technique is a therapeutic technique using the reading of the Qur'an which can reduce stress hormones and increase feelings of relaxation. The aim of this study was to determine the effect of murottal therapy on pain intensity in the treatment of diabetic ulcers. The method of this research is the pre-experimental method one group pre post test design. Samples were taken from 20 respondents, using a total sampling technique on patients who are Muslim and analyzed using the Wilcoxon test. The population in the study were adult patients at the Rara Home Clinic. The research instruments used were numerical scale pain measurement sheets, assessment sheets, audio media, cellphones. The results showed that the p value was 0.001 (p <0.05), which means that there was an effect of murotal Al Qur'an intervention on the pain intensity of Diabetic Ulcer patients at Rara Home Clinic . Murotal Al Qur'an intervention can provide a relaxing effect so as to stimulate the release of endhorphin hormones so as to reduce pain intensity. The conclusion of the study was that before intervention, most respondents experienced moderate pain, after intervention, half of the respondents experienced mild pain, and there was an effect of murotal Al Qur'an intervention on pain intensity in Diabetic Ulcer patients at Rara Home Clinic.

Page 11 of 13 | Total Record : 128