cover
Contact Name
Karimah Dwika Gustandra
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+62273-322610
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akper Giri Satria Husada Jalan Menur RT 04 RW IV Joho Lor Giriwono Wonogiri KP 57613
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : 2964156X     DOI : https://doi.org/10.56840/jkgsh.v12i2.92
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 135 Documents
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASUPAN RENDAH LEMAK PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DI DUSUN JOHO LOR KABUPATEN WONOGIRI Priyo Handono, Nugroho
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.169

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu jenis gangguan pada kadar lemak darah, ditandai dengan tingginya kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida, serta rendahnya kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan yang melibatkan efektivitas pendidikan kesehatan tentang asupan rendah lemak sebagai intervensi dalam meningkatkan pengetahuan penderita Hiperkolesterolemia. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dengan selisih 35,54%, dengan rata-rata nilai pre-test 57,8%, dan rata-rata nilai post-test adalah 93,34%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan jika terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai asupan rendah lemak pada Hiperkolesterolemia sebagai upaya untuk mencegah berbagai macam penyakit berbahaya seperti penyakit jantung serta dapat meningkatkan kesadaran untuk mengurangi asupan lemak dan kolesterol. ABSTRACT Background: Hypercholesterolemia is a type of disorder in blood fat levels, characterized by high levels of Low Density Lipoprotein (LDL) cholesterol and triglycerides, and low levels of High Density Lipoprotein (HDL) cholesterol. Objective: The objective of this study was to describe nursing care involving the effectiveness of health education on low-fat intake as an intervention in improving the knowledge of patients with Hypercholesterolemia. Method: The method used in this study is qualitative research with a case study research approach. Results: Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in the average knowledge score with a difference of 35.54%, with an average pre-test score of 57.8%, and an average post-test score of 93.34%. Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is an increase in participants' knowledge regarding low-fat intake in Hypercholesterolemia as an effort to prevent various dangerous diseases such as heart disease and can increase awareness to reduce fat and cholesterol intake.
KOMPRES HANGAT JAHE DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PENDERITA GOUT ARTRITIS Kristiningtyas, Y Wahyunti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.170

Abstract

ABSTRAK Gout artritis atau yang dikenal sebagai asam urat merupakan salah satu penyakit radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat akibat peningkatan kadar asam urat (hiperurisemia) dalam darah. Penyakit ini ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, serta rasa panas pada sendi, terutama pada sendi metatarsofalangeal (ibu jari kaki), pergelangan kaki, lutut, dan pergelangan tangan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang banyak digunakan secara tradisional adalah kompres jahe. Pemberian kompres jahe hangat pada area sendi yang mengalami peradangan memberikan efek vasodilatasi lokal yang meningkatkan sirkulasi darah, membantu relaksasi otot, serta mempercepat proses penyembuhan jaringan. Sensasi hangat yang dihasilkan juga memberikan efek relaksasi dan kenyamanan sehingga intensitas nyeri dapat berkurang secara bertahap. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas kompres hangat jahe dalam menurunkan intensitas nyeri pada penderita gout artritis. Desain penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post test desain. Subyek penelitian sebanyak 30 orang usia 46-75 tahun di Desa Pare Kecamatan Selogiri. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen pengukuran Nyeri dengan Numeric Rating Scale. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan Analisa data bivariat menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum diberikan kompres hangat jahe sebagian besar (66,7%) kategori sedang dan setelah diberikan kompres hangat jahe sebagian besar (83,3%) berada dalam kategori ringan. Hasil uji statistik nilai p = 0,0001 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata intensitas nyeri sebelum dan setelah diberikan kompres hangat jahe. Kesimpulan : kompres hangat jahe efektif mengurangi intensitas nyeri pada penderita gout artritis. ABSTRACT Gout arthritis, also known as uric acid, is an inflammatory joint disease caused by the accumulation of monosodium urate crystals due to increased uric acid levels (hyperuricemia) in the blood. This disease is characterized by severe pain, swelling, redness, and a burning sensation in the joints, especially the metatarsophalangeal joints (big toe), ankles, knees, and wrists. One non-pharmacological therapy that is widely used traditionally is ginger compresses. Applying warm ginger compresses to the inflamed joint area provides a local vasodilatory effect that improves blood circulation, helps relax muscles, and accelerates the tissue healing process. The resulting warm sensation also provides a relaxing and comfortable effect so that pain intensity can gradually decrease. The purpose of this study was to determine the effectiveness of warm ginger compresses in reducing pain intensity in gout arthritis sufferers. The research design was a Quasi Experiment with a one-group pre-test and post-test design. The research subjects were 30 people aged 46-75 years in Pare Village, Selogiri District. Sampling used a simple random sampling technique. The pain measurement instrument used was a Numeric Rating Scale. Univariate data analysis is presented in the form of a frequency distribution table, and bivariate data analysis uses a paired t-test. The results showed that the pain intensity before the warm ginger compress was mostly (66.7%) moderate, and after the warm ginger compress, mostly (83.3%) mild. The statistical test results showed a p-value of 0.0001, indicating a significant difference in the average pain intensity before and after the warm ginger compress.Conclusion: Warm ginger compresses are effective in reducing pain intensity in gouty arthritis patients.
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MEREDAKAN NYERI DADA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER(PJK) DI KECAMATAN GIRITONTRO Priyanka Aliasari, Zarena; Puji Purwandari, Kristiana
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.172

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri koroner yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan, sehingga mengurangi aliran darah ke jantung dan mengakibatkan nyeri dada atau angina. Plak yang menumpuk terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lainnya, dan proses pembentukan plak ini dikenal sebagai aterosklerosis. Aterosklerosis tidakhanya mempengaruhi arteri besar tetapi juga bisa mempengaruhi arteri kecil, yang dikenal sebagai mikrovaskular PJK. Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas teknik relaksasi napas dalam untuk meredakan nyeri dada pada pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK). Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus deskriptif yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kualitatif, dengan pendekatan case study research (studi kasus), pengambilan samplemenggunakan sampling purposive dengan jumlah sample sebanyak 5 responden. Hasil: setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam selama 3 hari berturut- turut menunjukanbahwasesudah dilakukan tindakan mengalami penurunan skala nyeri. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi responden. Kesimpulan: Hasil analisa dari keseluruhan responden dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi napas dalam efektif untuk menurunkan nyeri dada pada pasien PJK. ABSTRACT Background: Coronary Heart Disease (CHD) is one of the leading causes of death worldwide. Thiscondition is caused by the buildup of plaque in the walls of coronary arteries, leading to narrowingor blockage, which reduces blood flow to the heart and results in chest pain or angina. The accumulatedplaque consists of fats, cholesterol, calcium, and other substances, and the process of plaqueformation is known as atherosclerosis. Atherosclerosis can affect not only large arteries but alsosmall arteries, known as microvascular CHD. Objective: To determine the effectiveness of deep breathing relaxation techniques in alleviatingchest pain in patients with Coronary Heart Disease (CHD). Method: This study is a descriptive case study, which is a type of qualitative research strategy, usinga case study research approach. The sample was taken using purposive sampling with a total of 5respondents. Results: After applying deep breathing relaxation techniques for three consecutive days, there wasanoted decrease in pain scale. This was evident from the observation sheets of the respondents. Conclusion: The analysis of all respondents concluded that deep breathing relaxation techniques areeffective in reducing chest pain in patients with CHD.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENTRUASI PADA SISWI SD NEGERI 2 GIRIMARTO Indah Lestari, Dinda; Ambarwati, Retno
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.173

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Pengetahuan tentang menstruasi sangatlah penting bagi remaja, kurangnya pengetahuan tentang Kesehatan repoduksi akan mempengaruhi pengetahuan remaja dalam menghadapi menstruasi. Sehigga banyak remaja Perempuan masih binggung saat mentruasi pertama. Tujuan : Mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstruasi terhadap Tingkat Pengetahuan Menstruasi pada Siswi SD N 2 Girimarto. Metode: Jenis penelitian Kualitatif menggunakan pendekatan case study research (studi kasus). Sempel yang digunakan adalah siswi kelas IV,V,dan VI SD N 2 Girimarto. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Kuesioner. Jumlah responden sebanyak 5 siswi dengan Teknik nonprobability sampling. Hasil : Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 5 responden menunjukkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang menstruasi selama 1x30 menit menunjukkan adanya peningkatkan Tingkat pengetahuan tentang menstruasi pada saat sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Simpulan : Hasil analisa yang dilakukan dari responden didapatkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan mayoritas responden dapat menjawab soal post- test dengan hasil 86,5% masuk kategori baik. Dengan demikian intervensi dihentikan. ABSTRACT Background: Knowledge about menstruation is very important for adolescents, lack of knowledge about reproductive health will affect adolescent knowledge in dealing with menstruation. So that many female adolescents are still confused when they have their first menstruation. Objective: To determine the effect of Menstrual Health Education on the Level of Menstrual Knowledge in Elementary School Students 2 Girimarto. Method: The type of qualitative research uses a case study research approach. The samples used were grade IV, V, and VI students of Elementary School 2 Girimarto. Data collection was carried out using a questionnaire. The number of respondents was 5 students with a non-probability sampling technique. Results: The results of the study conducted on 5 respondents showed that after being given Health Education about menstruation for 1x30 minutes, there was an increase in the level of knowledge about menstruation before and after being given Health Education. Conclusion: The results of the analysis conducted from respondents were obtained after being given Health Education, the majority of respondents were able to answer the post-test questions with a result of 86.5% in the good category. Thus the intervention was stopped.
HUBUNGAN STATUS FISIK ASA DENGAN WAKTU PENCAPAIAN BROMAGE SCORE 2 PADA PASIEN SPINAL PASCA ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN Rossy Rachasiwi, Muhammad; Despriyanto Pratama, Bayu
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.175

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pemulihan motorik pasca anestesi spinal penting untuk menentukan kesiapan pasien dipindahkan dari ruang pemulihan. Salah satu indikator pemulihan motorik adalah pencapaian Bromage Score 2. Status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) diduga memengaruhi waktu pencapaian skor tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Bromage Score 2 pada pasien spinal pasca anestesi di ruang pemulihan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 60 responden dipilih secara purposive sampling di ruang pemulihan RSI Sultan Agung Semarang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi ASA dan Bromage Score. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki status ASA I (55%), dan waktu pencapaian Bromage Score 2 terbanyak terjadi pada menit ke-44. Hasil uji Spearman menunjukkan adanya korelasi positif antara status ASA dan waktu pencapaian Bromage Score 2 (r = 0,326; p = 0,011), yang berarti hubungan tersebut signifikan secara statistik meskipun berkategori lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status fisik ASA dan waktu pencapaian Bromage Score 2. Semakin tinggi status ASA, waktu pemulihan motorik cenderung lebih lama. ABSTRACT Background: Motor recovery after spinal anesthesia is crucial in determining a patient’s readiness to be transferred from the recovery room. One indicator of motor recovery is achieving a Bromage Score of 2. The ASA physical status (American Society of Anesthesiologists) is suspected to influence the time needed to reach this score. Objective: To determine the relationship between ASA physical status and the time to achieve Bromage Score 2 in post-spinal anesthesia patients in the recovery room. Methods: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling in the recovery room of Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang. Data were collected using ASA and Bromage Score observation sheets and analyzed with the Spearman correlation test. Results: The majority of respondents had ASA I status (55%), and the most frequent time to achieve Bromage Score 2 was at 44 minutes. Spearman correlation test showed a positive relationship between ASA status and the time to achieve Bromage Score 2 (r = 0.326; p = 0.011), indicating a statistically significant relationship despite being categorized as weak. Conclusion: There is a significant relationship between ASA physical status and the time to achieve Bromage Score 2. The higher the ASA status, the longer the motor recovery time tends to be.