cover
Contact Name
Rully Damayanti
Contact Email
puslit@petra.ac.id
Phone
+62312983147
Journal Mail Official
acesa@petra.ac.id
Editorial Address
Jl. Siwalankerto 121-131
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
ISSN : -     EISSN : 27160890     DOI : https://doi.org/10.9744/acesa
Core Subject : Engineering,
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture (ACESA) (ISSN: 2716-0890) is an open access international journal aims to provide a medium for the academic community to publish the latest research results in all fields of civil engineering and architecture. The journal is published biannually, in March and September, by Petra Christian University, Surabaya INDONESIA. The journal welcomes contributions in the form of original research articles, case and technical reports, review articles, and extended abstracts.
Articles 143 Documents
Aspek Keberlanjutan pada Rumah Tradisional Tanean Lanjang Yvonne Krisna Putri; Felicia Ranita Angelica; Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13454

Abstract

Bangunan tradisional merupakan salah satu ciri khas yang melambangkan suatu daerah dna menggambarkan kondisi daerah tersebut baik dari segi sosial budaya maupun dari segi geografis daerah. Semakin berkembangnya zaman semakin banyak juga perubahan yang terjadi pada rumah tradisional, tidak terkecuali Rumah Tanean Lanjang yang merupakan rumah tradisional dari masyarakat Madura yang kental akan kepercayaan dan budaya Madura. Perkembangan ini juga akan mempengaruhi aspek keberlanjutan dari rumah tradisional tersebut yang akan dibedah menggunakan teori keberlanjutan oleh Iwanmura dengan metode kualitatif yang memberikan hasil bahwa rumah tradisional Tanean Lanjang memiliki beberapa aspek keberlanjutan didalamnya yang tidak hanya terletak pada bangunan tetapi juga pada aspek-aspek lainnya.
Analisis Tektonik Artikulasi Pada Pusat Kesehatan Dan Rehabilitasi Serta Kaitannya Dengan Proses Penyembuhan Berdasarkan Teori Eduard Sekler Felicya - Agustinanda; Edwin Hariadi Sundoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13451

Abstract

Minimnya fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai menyebabkan pasien sulit bangkit dari penyakitnya. Salah satu solusi yang diberikan dalam arsitektur adalah dengan menerapkan konsep healing untuk membantu proses penyembuhan, baik dari segi elemen arsitektural, struktural, maupun tektonika. Beberapa fasilitas pelayanan kesehatan seperti pusat kesehatan dan fasilitas rehabilitasi memiliki elemen arsitektural serta tektonika yang unik untuk dikulik. Fasilitas kesehatan yang dipilih sebagai studi kasus adalah Primary Healthcare Center dan Alzheimer Day's Center - Healthcare & Rehabilitation. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengetahui pentingnya penerapan tektonika artikulasi sebagai efek dari proses penyembuhan pada healthcare dan rehabilitation center dengan cara mengkritisi kedua studi kasus tersebut. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan analisis deskriptif eksplanatif. Hasil dari analisis ini diharapkan mampu mengupas penerapan tektonika struktur dan konstruksi yang terdapat pada kedua studi kasus tersebut, mampu memperjelas kontribusi kedua elemen tersebut terhadap proses penyembuhan, serta mampu memberi kritik dan saran demi meningkatkan nilai desain.
Pengaruh Elemen Persisten Terhadap Kualitas Street Front Kawasan Kota Kediri Christopher Daniel Suprapto; Rony Gunawan Sunaryo
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13449

Abstract

Pusat Kota Kediri merupakan kawasan awal dalam morfologi kota Kediri yang merupakan pusat perdagangan yang dulunya merupakan kawasan persawahan. Selain itu, tipologi bangunan Kota Kediri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Kolonial, Tionghoa maupun Eropa. Seiring berjalannya waktu, area pusat Kota Kediri dipenuhi oleh street front pertokoan ruko tipikal di sepanjang jalan. Kualitas street front merupakan salah satu pembentuk identitas dan karakter kawasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas street front di kawasan Kediri Kota, dengan menganalisis pengaruh perkembangan kawasan terhadap kualitas street front dan mengidentifikasi tipologi yang menghasilkan kualitas street front tertentu. Penelitian dilakukan pada urban tissue seluas 1000 m x 1000 m di sekitar pusat Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukan adanya berbagai macam kualitas street front pada kawasan tersebut. Pada kawasan ini, rata rata street front mendapat nilai acceptable sedangkan kualitas vibrant sangat sedikit. Kualitas vibrant didapatkan ketika adanya aktivitas, detail pada bangunan, fasad, fasilitas dan fungsi bangunan yang beragam.
Kajian Tipologi Dan Morfologi Kawasan Pantai Losari, Makassar Timothy Jason Tjendra; Rony Gunawan Sunaryo
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13447

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota yang memiliki populasi dan luas wilayah terbesar di Indonesia. Pembangunan di kota ini mulai berkembang pesat sejak tahun 2010 khususnya pada kawasan Pantai Losari. Kawasan Pantai Losari di nilai memiliki potensi sebagai ikon wisata yang dapat menarik para wisatawan untuk datang berkunjung. Namun pesatnya perkembangan pembangunan pada kawasan tersebut, masih terdapat elemen-elemen persisten yang masih bertahan pada kawasan tersebut. Dengan melakukan analisis tipologi dan morfologi kawasan Pantai Losari, kita dapat menemukan bahwa masih terdapat beberapa jalan dan jenis bangunan yang masih bertahan, seperti ruko. Tipologi ruko masih bertahan seiring perkembangan pembangunan pada kawasan Pantai Losari.
Analisis Persepsi Penerapan Place Attachment Pada Rumah Susun Sewa ASN Nania Di Kota Ambon. Gloria Christabel Lilipory; Timoticin Kwanda; Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13446

Abstract

Place Attachment adalah keterikatan manusia terhadap suatu tempat. Terwujudnya keterikatan ini ditentukan oleh identitas tempat, ketergantungan tempat dan ikatan sosial. Penelitian ini menganalisis keterikatan tempat rumah susun sewa ASN Nania di kota Ambon terhadap penghuninya melalui identifikasi 2 faktor keterikatan, yaitu ketergantungan tempat dan ikatan sosial. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode ini digunakan untuk dapat memecahakan masalah dan peneliti akan mengamati lapangan secara spesifik dan mendalam. Penelitian ini membuktikan bahwa keterikatan penghuni dengan rumah susun sewa dapat dilihat dari persepsi penghuni yang telah tinggal dan menghabiskan waktu pada rumah susun sewa dan kemudian dianalisis dengan menggunakan factor ketergantungan tempat dan faktor ikatan sosial.Keywords: keterikatan tempat, ketergantungan tempat, ikatan sosial, rumah susun sewa.
Kajian Nilai Keberlanjutan pada Tatanan Massa Rumah Tradisional Bali Georgeanne Elaine Suwondo; Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13423

Abstract

Di era ini, isu kelestarian lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi umat manusia. Keberadaan dan kebutuhan manusia terbukti memberikan dampak negatif bagi bumi. Sebagai salah satu penyumbang kerusakan terbesar, adalah wajib bagi arsitektur untuk dipraktekkan dengan prinsip berkelanjutan. Prinsip berkelanjutan bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif sambil memenuhi kebutuhan manusia semaksimal mungkin. Prinsip berkelanjutan ini bukanlah gagasan yang baru, melainkan sudah dipegang oleh nenek moyang kita. Penerapan prinsip ini dapat dilihat dalam bentuk macam-macam desain rumah tradisional di Indonesia, salah satunya rumah tradisional Bali. Tulisan ini mempelajari keunikan tatanan massa yang diterapkan pada rumah tradisional Bali dalam upaya mencapai keberlanjutan. Tulisan ini membandingkan dampak dari tatanan massa tersebut dengan parameter keberlanjutan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa tatanan massa rumah tradisional Bali memenuhi hampir semua kriteria keberlanjutan. Pola pembangunan dan tata ruang yang akan datang dapat mengacu pada rumah tradisional Bali.
Studi Nilai Keberlanjutan Elemen Struktur Rumah Tradisional Nias Ruth Aureline Marsha Buwono; Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13422

Abstract

Pada era ini, arsitektur berkelanjutan menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan dalam dunia arsitektur karena terjadinya krisis global yang dialami oleh seluruh dunia. Sehingga sekarang, saat merancang pembangunan sebuah bangunan, nilai-nilai arsitektur berkelanjutan menjadi pertimbangan yang mempengaruhi dunia desain. Untuk mempelajari nilai-nilai tersebut, manusia dapat kembali ke dasar dari pembangunan, yaitu arsitektur tradisional. Tulisan ini akan mempelajari bagaimana rumah tradisional Nias menerapkan konsep keberlanjutan dalam desain elemen terpilih. Elemen yang akan dibahas adalah elemen struktur yang menjadi ciri khas unik rumah tradisional Nias. Dari kajian teoritis rumah adat Nias berdasarkan parameter desain berkelanjutan, didapati rumah tradisional tersebut memiliki nilai-nilai berkelanjutan. Pembelajaran konsep keberlanjutan dari rumah tradisional ini dapat diterapkan dan diadaptasi pada proses perancangan bangunan tinggi modern jaman sekarang. Diharapkan dengan dilakukannya hal ini dapat membuka peluang-peluang baru bagi perkembangan kualitas desain bangunan tinggi yang memiliki nilai berkelanjutan.
Reducing Emissions through Low-Carbon and Biomaterials: The Case of Green Office Enjoy, Paris Jolin Kaman; Eunike Kristi Julistiono
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 1 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i1.14590

Abstract

Drastic transformation in the construction industry is required to achieve global net-zero targets while accommodating the continuing need to build to anticipate the growing population. With the increase implementation of energy efficient building, the significant of embodied carbon becomes higher. The use of biomaterial has great potential to reduce building emissions. This paper presents a case study that has been built with engineered timber components, and examines to what extent, a further reduction of embodied emissions can be performed. Three material replacements were proposed to further decarbonize the building emissions, and the embodied carbon reductions resulted by changing the timber specification and fly ash use in concrete mixture were assessed quantitatively with embodied carbon assessment. Results show that by replacing the building materials with lower carbon options, the embodied carbon of the case study can be reduced from 52 to 242 tons of CO2e or 2.82 to 12,99 kgCO2e/m2.
Community Resilience After Disaster-Induced Relocation, The Case of Huntap Batur Ardhya Nareswari; Ardhia Sekar Athi; Ihsan Weda Prabaswara
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 8 No. 1 (2026): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v8i1.00111

Abstract

This study discusses the correlation between post-relocation well-being of residents in Huntap Batur following the 2010 Merapi eruption. It also examines how communities can work together to strengthen their social well-being. The community has to have an occupation and positive perception, adjusted to the shift of settlement in a post-eruption environment. This research utilised a qualitative methods approach for data collection, combining questionnaires, interviews, and secondary data. Findings show that relocation shifted some residents’ occupations from agriculture to tourism or informal sectors. Community collaboration proved crucial in fostering resilience and inclusive development. By contrast, weaker collaboration was associated with less favorable outcomes. This study aims to identify the challenges, adaptation strategies, and supporting factors for the resettled community, decade following the eruption. It will contribute to a deeper understanding of how community-based approaches to relocation support resilience and sustainable development in disaster-prone areas.
Spatial Configuration and Circulation Effectiveness in Mall @Alam Sutera, Tangerang Jeremy Immanuel; Yosephine Sitanggang
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 8 No. 1 (2026): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v8i1.00113

Abstract

Modern shopping malls have become big, multi-story places where people go for more than just shopping, which makes it really important to design good movement between the different floors. While space syntax is widely used to analyze spatial layouts, there is limited empirical understanding of how linear spatial configurations specifically impact uneven visitor distribution across vertically stacked levels in Indonesian urban malls. This study investigates how spatial configuration impacts visitor circulation patterns using Mall @Alam Sutera as a case study. The research addresses a gap in understanding the relationship between spatial integration and circulation efficiency within a commercial environment. The method used in this research is simulation approach with DepthmapX software validated by field observations. The research analyzes spatial connectivity, integration, and intelligibility across four levels (LG, GF, 1F, and 2F). The results reveal a significant disparity: The Ground Floor (GF) serves as the most effective distribution hub due to superior integration and central visibility, whereas the Second Floor (2F) suffers from critical isolation with the lowest intelligibility (R2 < 0.50), directly correlating with observed low visitor traffic. These findings demonstrate that linear layouts require strong vertical integration mechanisms to activate upper levels. The study concludes by offering data-driven design strategies to resolve spatial segregation and enhance overall circulation efficiency in multi-level commercial environments. These findings contribute to the development of a more efficient and data-driven mall design, with a focus on improving circulation and visitor experience in commercial space.