cover
Contact Name
Rully Damayanti
Contact Email
puslit@petra.ac.id
Phone
+62312983147
Journal Mail Official
acesa@petra.ac.id
Editorial Address
Jl. Siwalankerto 121-131
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
ISSN : -     EISSN : 27160890     DOI : https://doi.org/10.9744/acesa
Core Subject : Engineering,
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture (ACESA) (ISSN: 2716-0890) is an open access international journal aims to provide a medium for the academic community to publish the latest research results in all fields of civil engineering and architecture. The journal is published biannually, in March and September, by Petra Christian University, Surabaya INDONESIA. The journal welcomes contributions in the form of original research articles, case and technical reports, review articles, and extended abstracts.
Articles 143 Documents
Peningkatan Kualitas Kampung Kota Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat (Studi Kasus: Kampung Pelangi 200) Aoliya Fauziyah; Alya Rihadatul Aisy; Bunga Assipa Wulandari; Fidela Zaneta Utomo; Maisya Dahayu Fathihanis
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.14074

Abstract

Kampung kota memegang peran krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan, berfungsi sebagai jawaban dari masyarakat terhadap kebutuhan perumahan di lingkungan perkotaan. Namun, seringkali kampung kota dihadapkan pada berbagai tantangan yang meliputi kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi kekumuhan, dan kekurangan fasilitas infrastruktur yang memadai. Dalam studi kasus Kampung Pelangi 200 di Bandung, karakter lingkungan kampung dianalisis bersama dengan identifikasi kekurangan fasilitas serta perumusan strategi perbaikan yang diperlukan. Melalui metode penelitian kualitatif yang melibatkan pengumpulan data langsung dan tinjauan literatur, temuan menunjukkan bahwa kampung tersebut mengalami kepadatan penduduk yang tinggi dan kekurangan fasilitas seperti akses masuk dan tempat parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung tersebut, dengan fokus pada penyediaan dan peningkatan infrastruktur serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih baik dalam merancang strategi pembangunan berkelanjutan di masa depan, dengan menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup di kampung kota sebagai bagian integral dari proses pembangunan yang berkelanjutan.
Pengaruh Konsep Terapeutik Arsitektur dalam Menurunkan Sindrom Burnout Aditya Christanto; Joyce Marcella Laurens; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.13898

Abstract

Para peserta pendidikan kedokteran, dalam menjalankan tugasnya di Rumah Sakit Pendidikan memerlukan usaha dan kerja keras hingga terkadang menyebabkan permasalahan kesehatan. Sindrom burnout merupakan kondisi yang menggambarkan respon terhadap stres yang berhubungan dengan pekerjaan dengan kelelahan fisik, mental dan emosional yang relatif lama. Menjadi pemicu bagi beberapa dokter melakukan penelitian tentang kesehatan dan keberlanjutan paramedis, dengan mengangkat kembali isu tentang pentingnya ruang istirahat. Pendekatan teori Therapeutic Architercture sebagai salah satu penanganan dengan memodifikasi lingkungan diharapkan dapat membantu para peserta pendidikan kedokteran dalam menghadapi sindrom burnout. Tujauan penelitian ini untuk mempelajari bagaimana peserta pendidikan kedokteran meredakan burnout yang mereka hadapi melalui restorasi perhatian berdasarkan kegiatan/aktivitas. Metode penelitian yang akan digunakan menggunakan pendekatan metode kualitatif, mengelolah data menggunakan konten analisis, menyunting dan mengkodekan selanjutnya di uji menggunakan perangkat lunak statistik JMP. Variabel yang paling berpengaruh dalam upaya mengatasi burnout ialah “soft fascination” yang berhubungan dengan relaksasi dan rekreasi, yang mendukung konsep Therapeutic Architecture. Menghadirkan suasana layaknya rumah, dengan variabel lingkungan arsitektur yang dapat di terapkan pada ruang istirahat dokter. Hingga dapat menurunkan burnout pada para peserta pendidikan kedokteran.
Space Making for Collective Well-being: Design, Dynamics, and Implications dian nafiatul awaliyah
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.13776

Abstract

This paper explores the multifaceted concept of space making for the collective well-being across diverse disciplines and contexts. Drawing on discussions regarding collaboration facilitation, narrative transformation, diverse approaches to space design, challenges, and opportunities, as well as inclusivity and equity considerations, it delves into the complexities of creating environments that foster collaboration, inclusivity, and equity. The research question addresses how various approaches to space making contribute to collective well-being, encompassing collaboration facilitation, narrative transformation, diverse design perspectives, challenges, and opportunities, as well as inclusivity and equity considerations. The objective is to analyze these discussions to gain insights into the dynamics of space making for collective well-being. Qualitative methods are employed to analyze discussions and findings across different disciplines. The findings highlight the importance of fostering collaboration, challenging existing narratives, utilizing diverse approaches, addressing challenges, and promoting inclusivity and equity in space making for collective well-being. The paper underscores the significance of creating spaces that promote collaboration, inclusivity, and equity in shaping a more just and thriving collective future.
Perbandingan Sistem Struktur Rumah Gadang Koto Piliang dan Bodi Caniago Terhadap Gempa Elora Ivena; Reinaldo Nathanael William; Felicya Agustinanda; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.13478

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbandingan sistem struktur dari arsitektur vernakular rumah gadang Koto Piliang dan Bodi Caniago dalam merespon seismik lokal Minangkabau, yaitu kestabilan sistem struktur bangunan terhadap gempa. Metode penelitian dengan cara mengumpulkan data-data sekunder digunakan untuk menentukan landasan teori yang akan digunakan dalam penelitian, yaitu seismik lokal Minangkabau, sistem struktur vernakular rumah gadang, serta join yang mempengaruhi sistem struktur dalam merespon beban gempa. Interpretasi penyaluran beban gempa serta efektivitas sistem struktur dalam merespon beban gempa dilakukan dengan cara menganalisa dari data-data sekunder yang telah dikumpulkan.
A Review of BIM Implementation in Indonesia's Smart Cities: Challenges and Opportunities Maxelino Orlando Lembangan; Esti Asih Nurdiah
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 1 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i1.14569

Abstract

Indonesia’s rapid urbanization poses critical challenges to city development and infrastructure management. In response, the government has promoted Smart City initiatives to leverage technology for more sustainable and efficient urban systems. Building Information Modeling (BIM) plays a promising role in supporting these initiatives, particularly in planning, collaboration, and data-driven decision-making. Yet, BIM adoption in Indonesia’s Smart City efforts remains limited due to regulatory, technical, and institutional barriers. This paper reviews current practices, identifies key challenges, and explores opportunities for BIM integration in Indonesian urban development. Through a narrative literature review, the study highlights practical recommendations such as enhancing government-led regulations, capacity building, and cross-sector collaboration. These findings contribute to understanding how BIM can advance Smart City development not only in Indonesia but across similar contexts in the Global South.
Health Aspect Study on T-36 House Typology Based on Paola Sassi’s Sustainable Concept and Government Standards Marvel Yael Funata; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 1 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i1.14496

Abstract

Study of T-36 houses (T-36) are increasingly emerging to improving the quality of life of its occupants, especially in terms of nurturing health condition. However, the spatial typology of T-36 houses is often faced with the challenge of utilizing limited spaces that meet basic requirements of physical comfort and health in housing standard. This study aims to analyze the health aspects of T-36 houses based on sustainable building criteria by Paola Sassi and governmental standards. The health aspect comprises three factors of natural lighting, occupant comfort, and harmony with nature. The study uses descriptive qualitative method by analyzing design variation of T-36 houses that are available in the housing market. This analysis of 10 designs of T-36 houses indicated varying compliance with the three factors identified in the study; some houses met the criteria, while others did not.
Integrating Modern Sundanese Architecture in Mountain Villa Design and Planning for Tourism Ahmad Ghazy Dananjaya
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 1 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i1.14465

Abstract

This study examines the integration of modern Sundanese architecture in mountain villa design and planning in Pagerwangi, Lembang, to support sustainable tourism. Using an inferential quantitative approach, data from structured surveys and observations reveal significant correlations between traditional materials, craftsmanship, and cultural symbolism with tourist preferences. The findings highlight the appeal of culturally authentic designs that combine vernacular elements with contemporary styles. Challenges in modern villa construction, such as neglecting cultural values, are addressed with recommendations for incorporating cultural heritage into design principles. This participatory approach emphasizes involving local communities to ensure sustainability and authenticity. Practical insights are offered for developers and policymakers to enhance tourism planning by creating culturally resonant and sustainable tourist destinations. The study underscores the value of modernizing traditional architecture to meet contemporary demands while preserving cultural identity.
An Analysis of the Challenges to Achieving Sustainable Practices in Nigeria's Construction Sector Hyginus Unegbu; Danjuma YAWAS; Bashar Dan-asabe; Abdulmumin Akoredeley Alabi
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 1 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i1.14464

Abstract

This study investigates the key barriers to the adoption of sustainable construction practices in Nigeria, focusing on regulatory, organizational, social, cultural, and technological factors. Utilizing a mixed-methods approach, the research combines qualitative case studies and interviews with quantitative survey data to identify these challenges. The findings highlight the multifaceted and interconnected nature of these barriers, with regulatory challenges—such as outdated building codes, insufficient legislative support, and bureaucratic inefficiencies—emerging as the most significant. Social and cultural resistance to change, coupled with limited public awareness of sustainable construction benefits, further complicate adoption. Technological challenges, including high costs of green materials and a shortage of skilled professionals, are also key obstacles. The study suggests that Nigeria can draw valuable lessons from other developing countries, such as South Africa, India, and Indonesia, where similar challenges have been addressed through proactive policies and innovative practices. Recommendations for overcoming these barriers include modernizing building codes, strengthening leadership in sustainability within the construction sector, and launching comprehensive public education campaigns to shift societal attitudes. The study further advocates for increased investment in green technologies and the development of local supply chains to reduce costs and enhance the accessibility of sustainable construction materials. By adopting these strategies, Nigeria can promote sustainable building practices and contribute to global knowledge on overcoming barriers to sustainability in developing economies.
Hubungan Sistem Adat dengan Tahapan Konstruksi dan Sistem Struktur pada Rumah Vernakular di NTT terhadap Gempa Edwin Hariadi Sundoro; I Putu Trisna; Felicia Ranita; Princess Griffith; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13461

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat serta sering mengalami gempa bumi, baik itu tektonik maupun vulkanik. Salah satu daerah yang sering terjadi gempa bumi adalah NTT. Di NTT, terdapat beberapa arsitektur vernakular yang memiliki bentuk yang unik. Arsitektur vernakular yang dipilih adalah Wae Rebo, Ammu Hawu dan Sao Ria. Ada beberapa penelitian yang melihat sistem adat dan konstruksinya, namun belum banyak yang melihat keterkaitan adat dengan respon gempa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan sistem adat dengan tahapan konstruksi dan sistem struktur pada rumah vernakular di NTT terhadap gempa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan literatur review untuk menganalisis hubungan sistem adat dan respon gempa. Hasil dari analisis menyimpulkan bahwa tahapan konstruksi tidak ada kaitannya dengan respon gempa, melainkan sistem struktur dan detail konstruksi yang merespon terhadap konteks gempa.
Persepsi Penghuni Rusunawa Terkait Aspek Privasi Pada Bukaan Jendela di Unit Kamar Rusunawa Surabaya Reinaldo Nathanael William; Agus Dwi Hariyanto; Aris Budhiyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13455

Abstract

Kenyamanan privasi yang terdapat pada unit kamar rusunawa terbentuk melalui batasan ruang yang terdiri dari elemen vertikal dan horizontal. Bukaan jendela dan pintu sebagai bagian dari batasan ruang yang berperan penting dalam mengontrol interaksi antara bagian dalam dengan bagian luar unit kamar. Penerapan bukaan jendela dan pintu pada unit kamar mempengaruhi kuat atau lemahnya batasan ruang dan tingkat privasi yang terdapat pada ruangan tersebut. Berdasarkan teori Hall tentang batasan dan privasi ruang dipengaruhi oleh respon panca indera manusia. Bukaan jendela dan pintu diartikan sebagai bagian yang mengontrol respon indera manusia dalam pembentukan batasan ruang.  Hasil analisis menunjukkan bukaan jendela dan pintu memiliki pengaruh yang erat dalam pembentukan privasi dan kontrol akan parameter privasi ruang. Dalam analisis terdapat tiga dari lima indera yang secara dominan mempengaruhi batasan ruang dan privasi unit kamar rusunawa yaitu penglihatan, aksesibilitas dan proximity atau kedekatan.