cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
STRATEGI PUBLIC RELATIONS PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO DALAM MANAJEMEN KRISIS PANDEMI COVID-19 alifia dewi nurdiana; pratiwi wahyu widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i3.18530

Abstract

Abstrak          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen krisis Pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh public relations PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitin ini menunjukkan : 1) Langkah-langkah yang dilakukan PR untuk mengelola krisis adalah dengan mengidentifikasi krisis, menganalisis krisis, mengisolasi krisis lalu memilh strategi (2) Strategi manajemen krisis yang dipilih PR adalah strategi adaptif (3) PR memiliki tim manajemen krisis dan strategi komunikasi krisis untuk merespon krisis dengan cepat (4) Krisis Pandemi Covid-19 yang dialami PT Angkasa Pura I (Pesero) Bandara Internasional Adisutjipto berada pada tahap cronic. Kata kunci : Public Relations, PT Angkasa Pura I, Strategi Manajemen Krisis Abstract            This research aims to determine the Covid-19 crisis management strategy implemented by the public relations department at PT Angkasa Pura I (Persero) Adisutjipto International Airport. The study used a qualitative approach with interview and documentation data collection techniques. The result showed : : (1) The steps taken by PR to manage the crisis are to identify the crisis, analyze the crisis, isolate the crisis and then choose a strategy (2) The crisis management strategy chosen by PR is adaptive strategy. (3) PR has a crisis management team and a crisis communication strategy to respond quickly to crises (4) The Covid-19 experienced by PT Angkasa Pura I Crisis (Persero) Adisutjipto International Airport is in the cronic stage.Keyword: Public Relations, PT Angkasa Pura I, Crisis Management Strategy
ANALISIS SWOT STRATEGI PROMOSI MUSEUM SONOBUDOYO DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF Ikrimah Abdurrahman; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16824

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil  analisis SWOT  strategi promosi yang dilakukan oleh Museum Sonobudoyo. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.   Informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu meliputi Kepala Museum Sonobudoyo, Kepala Seksi Bimbingan Informasi dan Preparasi Museum Sonobudoyo dan Staff Seksi Bimbingan Informasi dan Preparasi Museum Sonobudoyo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi struktur, observasi dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; a) kekuatan termasuk; Nilai historis dari Museum Sonobudoyo, Keanekaragaman koleksi museum. b) Sementara kelemahannya adalah; kurangnya konsistensi dalam melakukan promosi, kurangnya kreativitas. tidak tersedianya fasilitas dan penjual di Museumc) peluang adalah; dukungan pemerintah melalui Duta Wisata, komunitas yang mendukung kegiatan museum, Lokasi Museum Sonobudoyo, dukungan fasilitas dan infrastruktur pemerintah, Kerjasama dengan media dan lembaga. d) Ancaman yang dihadapi termasuk; daya saing museum, memperkenalkan museum kepada generasi muda, memunculkan citra positif museum di media dan publik kurang memiliki kesadaran dan pemahaman tentang museum. Strategi yang dapat diterapkan adalah 1) Memanfaatkan kolaborasi melalui komunitas untuk mempromosikan museum 2) Membangun divisi khusus yang berfokus pada promosi. 3) Membangun dan memelihara fasilitas museum 4) Mengelola promosi pariwisata melalui media dengan peristiwa positif 5) Meningkatkan sistem keamanan pada museum koleksi untuk mengatasi masalah keamanan.Kata kunci: Strategi Promosi, Analisis SWOT, Citra Destinasi, Museum SonobudoyoABSTRACTThis research aims to describe SWOT analysis of the promotional strategy carried out by the Sonobudoyo Museum. This research was conducted by using descriptive qualitative approach. The subjects of this research were three people and chosen by purposive sampling technique, which included the Head of the Sonobudoyo Museum, Head of the Sonobudoyo Museum's Information and Preparation Guidance Section and Staff of the Sonobudoyo Museum's Information and Preparation Section. The data collection is done by semi structure interview, observation and documentation. Triangulation Source was used to examine the data validity. The data analysis used in this research are data reduction, data display and conclusion. The results of this research shows that; a) strengths are including; The historical value of the Sonobudoyo Museum, Diversity of the museum’s collections. b) While the weaknesses are; lack of consistency in conducting promotions, lack of creativity. the unavailability of amenities and merchandise sellers in museum. c) opportunities are; government support through Tourism Ambassadors, communities that support museum activities, Sonobudoyo Museum Locations, government facilities and infrastructure support, Collaboration with media and agencies. d) Threats faced including; Museum competitiveness, Introducing the museum to the younger generation, bringing up the positive image of the museum in the media, publics are lacking of awareness and understanding of the museum. Strategies that can be applied are 1) Utilizing collaboration through community to promote the museum 2) Establishing a specific division that focuses on promotion 3) Establishing and maintaining museum amenities 4) Managing  tourism promotions  through  media  with  positive  events  5)  Improving  security  systems  on  museum’s collections to overcome security issue.Keywords: Promotional Strategy, SWOT Analysis, Destination Image, Sonobudoyo Museum
Analisis semiotika representasi ketidakadilan gender dalam film “Moxie” Saskhia, Rosanna; Aw, Suranto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i4.19183

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi ketidakadilan gender pada film Moxie dengan bingkai metodologis analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Dan film Moxie sebagai objek dari penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dimanfaatkan dalam penelitian ini merupakan signifier (penanda) dan signified (petanda). Uji keabsahan data dilaksanakan dengan triangulasi sumber. Analisis data yang dimanfaatkan merupakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film yang diteliti yaitu Moxie mereprentasikan bentuk ketidakadilan gender yang berbentuk marginalisasi, stereotip, subordinasi, serta kekerasan dengan potongan adegan atau scene yang berbeda-beda. Bentuk marginalisasi yang terdapat dalam film “Moxie” mencakup tindakan peminggiran dimana tidak adanya kesempatan untuk berpendapat, mendapatkan akses atau fasilitas yang setara, serta pengontrolan terhadap tubuh perempuan. Selanjutnya bentuk stereotip yang ditampilkan merupakan pandangan bahwa perempuan menyandang sifat emosional irasional, dan merupakan kaum inferior yang pantas untuk dilabeli apapun, khususnya label yang melekat pada tubuh perempuan berkulit hitam. Bentuk subordinasi yang ditampilkan dalam film “Moxie” merupakan tidak adanya kesempatan yang sama antar gender untuk berperan penting dalam kehidupan bersosial, peminggiran terhadap penyandang difabel, serta supremasi kaum laki-laki. Sedangkan untuk bentuk kekerasan yang ditampilkan merupakan ditepuknya bokong, minuman yang diludahi, penggodaan serta pemegangan tubuh secara seksual, serta tindakan pemerkosaan. Seluruh bentuk ketidakadilan gender yang digambarkan dalam film “Moxie” hanya terjadi pada kaum perempuan.Kata kunci : Analisis semiotika, film, ketidakadilan gender AbstractThis study aims to determine the representation of gender inequality in the movie “Moxie” with a methodological frame of Ferdinand de Saussure's semiotic analysis. The research method used in this research is Ferdinand de Saussure's semiotic analysis method. And the movie “Moxie” as the object of this research. Data collection techniques used in this study are signifier and signified. Test the validity of the data is carried out by triangulation of sources. The data analysis used is Ferdinand de Saussure's semiotic analysis. The results showed that the film “Moxie”, represents forms of gender injustice in the form of marginalization, stereotypes, subordination, and violence with different cut scenes. The form of marginalization contained in the film "Moxie" includes where there is no opportunity to have an opinion, get equal access or facilities, and control over womens bodies. Furthermore, the stereotype that is displayed is the view that women have irrational and emotional traits, and are inferiors who deserve any kind of labeling, especially the label attached to black women's bodies. The form of subordination shown in the film "Moxie" is the absence of equal opportunities between genders to play an important role in social life, marginalization of people with disabilities, and the supremacy of men. As for the forms of violence that are shown are slapping the buttocks, spitting on drinks, sexual seduction and body holding, and acts of rape. All forms of gender inequality depicted in the movie "Moxie" only occur to women.Keywords : semiotic analysis, film, movie, gender inequality
ANALISIS KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS YOGYAKARTA MENGAJAR DALAM MEMBANGUN KOHESIVITAS ANALYSIS OF GROUP COMMUNICATION IN YOGYAKARTA MENGAJAR COMMUNITY IN BUILDING COHESIVENESS nabila ayu maharani; chatia hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i3.16931

Abstract

ANALISIS KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS YOGYAKARTA MENGAJAR DALAM MEMBANGUN KOHESIVITAS ANALYSIS OF GROUP COMMUNICATION IN YOGYAKARTA MENGAJAR COMMUNITY IN BUILDING COHESIVENESS Oleh: Nabila Ayu Maharani, 16419144026, Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakartanabila.ayu2016@student.uny.ac.id AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui proses komunikasi kelompok yang ada pada komunitas Yogyakarta Mengajar, dan 2) mengetahui hambatan proses komunikasi kelompok pada komunitas Yogyakarta Mengajar dalam membangun kohesivitas kelompok. Penelitian yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive, yang diantaranya: ketua komunitas Yogyakarta Mengajar periode 2018 – 2019, ketua komunitas Yogyakarta Mengajar 2019 – 2020, pengurus komunitas Yogyakarta Mengajar 2019 – 2020, dan dua relawan anggota komunitas Yogyakarta Mengajar 2018 – 2019. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif milik Miles dan Huberman. Sedangkan untuk teknik keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) komunikasi kelompok yang dilakukan relawan anggota komunitas Yogyakarta Mengajar berhasil membangun kohesivitas meski belum maksimal. Kohesivitas kelompok yang terbangun di setiap wilayah dampingan komunitas Yogyakarta Mengajar lebih besar dibandingkan dengan kohesivitas komunitas Yogyakarta Mengajar secara umum karena ukuran kelompok yang lebih kecil dan interaksi antar relawan yang lebih sering terjadi. 2) terdapat gangguan semantik, yaitu perbedaan penggunaan bahasa dan logat yang menjadi hambatan implementasi komunikasi kelompok antar relawan anggota. Hambatan ini juga terjadi ketika melakukan komunikasi dengan warga di sekitar wilayah dampingan komunitas Yogyakarta Mengajar.Kata Kunci: Komunikasi Kelompok, Kohesivitas Kelompok, Komunitas Sosial Yogyakarta. AbstractThe purpose of this study are to 1) to know the existing group communication procesess among Yogyakarta Mengajar community, and 2) find out the obstacles of group communication procesess within  Yogyakarta Mengajar community in building a group cohesiveness. This research, which was conducted in the city of Yogyakarta, used descriptive research with a qualitative approach. Informants in this study were selected using purposive techniques, which included: the head of the Yogyakarta Mengajar community from 2018 - 2019, the head of the Yogyakarta Mengajar community 2019 - 2020, the organizer of the Yogyakarta Mengajar community 2019 - 2020, and two volunteer members of the Yogyakarta Mengajar community 2018 - 2019. The data collection method in this research are interview and documentation study. Subsequent research data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model. As for the data validity technique, this study uses source triangulation. The results showed: 1) group communication conducted by volunteers from the members of the Yogyakarta Mengajar community succeeded in building cohesiveness although it was not yet maximized. The group cohesiveness that is built in each area that is assisted by the Yogyakarta Mengajar community is greater than the cohesiveness of the Yogyakarta Teaching community in general because of the smaller group size and the more frequent interactions between volunteers. 2) there is a semantic disturbance, which is the difference of language and accent used that become obstacles of implementing group communication among volunteers. This obstacle also occurs when communicating with local people of the that is assisted by Yogyakarta Mengajar community.Keywords: Group Communication, Group Cohesiveness, Yogyakarta Social Community. 
PENGARUH MOTIF PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT INSTAGRAM TERHADAP KEPUASAN HIDUP Safina Rahma; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan hidup. Pada penelitian ini, aspek-aspek dari motif penggunaan second account Instagram dianalisis satu per satu pengaruhnya terhadap kepuasan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2016-2018 yang memiliki akun utama dan second account Instagram. Setelah dilakukan pra survei, ditemukan populasinya yaitu sebesar 94 orang sehingga tidak dilakukan penarikan sampel. Hasil penelitian ini yaitu bahwa tidak ada pengaruh dari motif penggunaan second account Instagram terhadap kepuasan hidup karena angkanya sangat kecil yaitu 0,2%. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada masing-masing aspek, ditemukan empat aspek yaitu pengetahuan tentang orang lain, keren, interaksi sosial, dan hiburan memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan hidup. Aspek lainnya yaitu dokumentasi serta eksperimen dengan media baru dan hobi memiliki pengaurh negatif terhadap kepuasan hidup. Sedangkan aspek kreativitas, ekspresi diri visual, dan penyampaian opini tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan hidup. Kata kunci: media sosial, Instagram, second account, motif, kepuasan hidup, Uses and Gratifications
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH BAGI PRESTASI ATLET TAEKWONDO RAHMI KURNIA TAEKWONDO SCHOOL (RKTS) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Geby Alfariza; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19140

Abstract

Komunikasi interpersonal menjadi cara pelatih Rahmi Kurnia Taekwondo School (RKTS) dalam merancang sebuah strategi bagi proses pembentukan prestasi atlet RKTS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi interpersonal dan hambatan yang terjadi pada proses strategi komunikasi interpersonal yang dilakukan pelatih bagi pembentukan prestasi atlet RKTS.  Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pemilihan informan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang pelatih utama, 2 orang pelatih, dan 2 orang atlet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Untuk teknik analisis data mengacu pada model interaktif. Untuk pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang dilakukan pelatih dengan atlet RKTS cukup efektif. Pengertian mengenai cukup efektif pada penelitian ini adalah masih adanya hambatan yang terjadi ketika proses strategi komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet RKTS. 1. Hambatan mengenai tingkat intelektual dan tujuan dari atlet RKTS menjadi hambatan dalam proses perancangan strategi komunikasi interpersonal yang dilakukan pelatih RKTS. 2. Kemudian tidak adanya kedekatan secara personal dan penjelasan pelatih yang terlalu bertele-tele menjadi hambatan atlet RKTS dalam proses komunikasi interpersonal dengan pelatih.             Interpersonal communication is the way for Rahmi Kurnia Taekwondo School (RKTS) coach in designing a strategy for the process of forming RKTS athlete achievements. This study aims to describe how interpersonal communication strategies and difficulty that occur in the process of interpersonal communication strategies carried out by coaches for the formations of RKTS athletes. This study used descriptive qualitative research, with the selection of informants with purposive sampling technique with predetermined criteria. The informants in this study sonsisted of 1 main coach, 2 coaches, and 2 athletes. Data collection techniques in this study used semi-structured interviews. The data analysis technique refers to the interactive model. To chech the validity of the data using triangulation technique. The result of this study indicate that the interpersonal communication strategy used by the coach and RKTS athletes is quite effective. The notion of being quite effective in this study is that there are still difficulty that occur when the process of interpersonal communication strategy between coaches and RKTS athletes. 1. Barriers regarding the intellectual level and goals of RKTS athletes become difficulty in the process of designed interpersonal communication strategies carried out by RKTS coaches.  2. Then the lack of personal closeness and the coach’s explanation that was to log-winded became an difficulty for RKTS athletes in the process of interpersonal communication with the coach.Keywords : interpersonal communication strategies, coaches, athletes.
PERAN INSTAGRAM @PEREMPUANBERKISAH SEBAGAI MEDIA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Analisa Yudika Wulandari; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i3.16854

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengidentifikasi peran Instagram @perempuanberkisah sebagai media pemberdayaan perempuan, 2) mengetahui faktor pendukung pemberdayaan perempuan melalui Instagram @perempuanberkisah, 3) mengetahui faktor penghambat pemberdayaan perempuan melalui Instagram @perempuanberkisah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian adalah Instagram @perempuanberkisah. Subjek penelitian yaitu 2 orang Tim Redaksi Instagram @perempuanberkisah dan 2 orang pengikut Instagram @perempuanberkisah. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan studi dokumen sebagai penunjang. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) peran Instagram @perempuanberkisah sebagai media pemberdayaan perempuan adalah memenuhi kebutuhan bermedia perempuan, menyebarkan topik pemberdayaan perempuan, dan menumbuhkan kemandirian perempuan; 2) faktor pendukung pemberdayaan perempuan Instagram @perempuanberkisah meliputi pengelola Instagram @perempuanberkisah sebagai komunikator, konten Instagram @perempuanberkisah sebagai pesan, dan pengikut Instagram @perempuanberkisah sebagai komunikan; 3) faktor penghambat pemberdayaan perempuan Instagram @perempuanberkisah meliputi kepemilikan Instagram, rintangan fisik, dan rintangan kerangka berpikir.Kata kunci: Media pemberdayaan perempuan, Instagram, pemberdayaan perempuan Abstract            This research aimed to; 1) identify the role of Instagram @perempuanberkisah as women empowerment media, 2) find out supporting factors of  women empowerment through Instagram @perempuanberkisah, 3) find out inhibitor factors of women empowerment through Instagram @perempuanberkisah. This research used qualitative method with descriptive approach. The object of this research is Instagram @perempuanberkisah. Research subjects are 2 persons from Editorial Team of  Instagram @perempuanberkisah and 2 persons of  Instagram @perempuanberkisah. The collecting data techniques are interview with documentation study as secondary data. Research data validation used source triangulation. Data analysis technique in this research are reduction, data display, and conclusion drawing. Results of the research indicated that; 1) the role of Instagram @perempuanberkisah as women empowerment media are fulfilling women needs of media, spreading women empowerment topics, and growing women independence; 2) supporting factors of women empowerment through Instagram @perempuanberkisah involve administrator of Instagram @perempuanberkisah as communicator, contents of Instagram @perempuanberkisah as message, and followers of Instagram @perempuanberkisah as audience; 3) inhibitor factors of women empowerment through Instagram @perempuanberkisah involve Instagram ownership, physical barrier, and frame of mind barrier.Keywords: Women empowerment media, Instagram, women empowerment
Efektivitas meme pada akun Twitter masa kebijakan WFH (komparasi engagement tipe post akun @memefess) Anton Kusumawardani; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i2.20131

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat engagement ditinjau dari reply, retweet, dan likes pada tipe post Twitter. Sebagai penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pengujian hipotesis ex post facto, penelitian ini memiliki 3021 sumber data post. Penetapan sumber data mengacu pada kebijakan Work From Home (WFH) 16 Maret - 29 Mei 2020, melalui pernyataan resmi Dwi Wahyu Atmaji selaku Sekretaris Kementerian PANRB yang telah dipertimbangkan terhadap Keppres Nomor 11 dan 12 Tahun 2020. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara tipe post pada foto dan video ditinjau dari reply dengan nilai signifikasi 0,013; retweet 0,000; likes 0,003. 2) Tingkat engagement tipe post foto lebih besar daripada video ditinjau dari reply, retweet, likes. 3) Terdapat perbedaan yang siginifikan antara tipe post foto dan GIF ditinjau dari reply dengan nilai signifikasi 0,013; retweet 0,000; likes 0,003. 4) Tingkat engagement tipe post foto lebih besar dari GIF ditinjau dari reply, retweet, likes. 5) Tidak ada perbedaan antara tipe post video dan GIF ditinjau dari reply dengan nilai signifikasi 1,000; retweet 1,000; likes 1,000. 6) Tipe post video dan GIF memiliki tingkat engagement yang sama baik ditinjau dari reply, retweet, likes. This study aims to determine the comparison level of engagement in terms of replies, retweets, and likes on types of Twitter posts. As quantitative research on using ex post facto method of hypothesis testing, this study has 3021 data sources post. The determination of the data source refers to the policy of Work From Home (WFH) March 16 - May 29 2020, through an official statement by Dwi Wahyu Atmaji as Secretary of the Ministry of PANRB which has been considered against Presidential Decrees No. 11 and 12 of 2020. The results showed that: 1) There was a significant difference between types of posts in the photo and videos in terms of replies with a significance value of 0,013; retweets 0,000; likes 0,003. 2) The level of engagement of types post photo is greater than videos in terms of replies, retweets, and likes. 3) There was a significant difference between types of posts in the photo and GIF in terms of replies with a significance value of 0,013; retweets 0,000; likes 0,003. 4) The level of engagement of types post photo is greater than GIF in terms of replies, retweets, and likes. 5) There is no difference between types of post in the videos and GIF in terms of replies with a significance value of 1,000; retweets 1,000; likes 1,000. 6) Types post videos and GIF have the level of engagement same in terms of replies, retweets, likes.
STRATEGI KOMUNIKASI EKSTERNAL HUMAS POLDA D. I. YOGYAKARTA DALAM MENGELOLA CITRA POSITIF INSTITUSI Salt Masitoh; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v1i1.12604

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui strategi komunikasi eksternal Humas Polda D. I. Yogyakarta dalam mengelola citra  positif institusi, (2) mengetahui tantangan Humas Polda D. I. Yogyakarta dalam menjalankan strategi komunikasi eksternal dalam mengelola citra positif institusi, (3) mengetahui hambatan Humas Polda D. I. Yogyakarta dalam menjalankan strategi komunikasi eksternal dalam mengelola citra positif institusi. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Informan sebagai sumber data dalam penelitian ini yaitu Kepala Subbid Penerangan Masyarakat, Kepala Subbid Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi dan Kepala Urusan Tata Usaha Subbag Perencanaan dan Administrasi Bidang Humas Polda D. I. Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik  keabsahan data ditentukan dengan menggunakan teknik cross check. Teknik analisis data menggunakan model Analysis Interactive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi eksternal Humas Polda D. I. Yogyakarta dalam mengelola citra positif institusi dengan berbasis kemitraan dan media sosial. Tantangan utamanya ialah era digital dan perkembangan zaman saat ini. Selanjutnya hambatannya yaitu sarana prasarana dan peralatan yang terbatas, kekurangan SDM dan anggaran dana yang sudah ditetapkan oleh Mabes Polri. Kata kunci: strategi komunikasi eksternal, citra positif, humas Polda DIY
STRATEGI CYBER PUBLIC RELATIONS HUMAS POLRES PURWOREJO DALAM MENGELOLA CITRA POSITIF Dewi Novitasari; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i1.18507

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; 1) strategi cyber public relations Humas Polres Purworejo dalam mengelola citra positif; 2) hambatan Humas Polres Purworejo dalam penerapan strategi cyber public relations dalam mengelola citra positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah Humas Polres Purworejo. Pemeriksaan keabsahan data ditentukan dengan triangulasi sumber. Analisis data melalui tahap reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi CPR Humas Polres Purworejo dalam  mengelola citra positif adalah dengan  pengelolaan secara intensif pada media online Humas Polres Purworejo, dengan melakukan publikasi secara intens dan membuat konten inovatif pada media online. Media online yang digunakan Humas Polres Purworejo meliputi media mainstream, pada website dan media sosial Instagram, Twitter, Facebook, Youtube.; 2) Hambatan pelaksanaan strategi CPR dalam mengelola citra positif, yaitu terkait hambatan teknis dalam  pengadaan sarana dan prasarana yang masih kurang memadai.Kata kunci: Strategi Cyber Public Relations, humas Polres Purworejo, citra positifAbstract              This study aims to determine; 1) the cyber public relations strategy of the Purworejo Police Public Relations in managing a positive image; 2) the obstacles of Public Relations of the Purworejo Police in implementing cyber public relations strategies in managing a positive image. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Collecting data through interviews, observation and documentation. The object of this research is the Public Relations of the Purworejo Police. Check the validity of the data is determined by triangulation of sources. Data analysis goes through the stages of data reduction (data reduction), data presentation (data display), as well as drawing conclusions and verification (conclusion drawing and verification). The results of this study indicate that the Purworejo Police Public Relations CPR strategy in managing a positive image is to intensively manage the Purworejo Police Public Relations online media, by intensely publishing and creating innovative content on online media. The online media used by the Purworejo Police Public Relations includes mainstream media, on websites and social media Instagram, Twitter, Facebook, Youtube.; 2) Barriers to the implementation of the CPR strategy in managing a positive image, namely related to technical obstacles in the procurement of facilities and infrastructure that are still inadequate.Keywords: Cyber Public Relations Strategy, Purworejo Police Public Relations, positive image

Page 10 of 30 | Total Record : 292


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue