cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
REPRESENTASI RASISME DALAM FILM BODIED (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Wahyu Lestari; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i5.16377

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) representasi rasisme dalam film Bodied; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual kepada penonton dalam film Bodied. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Model semiotika Roland Barthes digunakan untuk menyusun tanda dan makna dari seluruh rangkaian unsur audiovisual yang direpresentasikan dalam film. Sumber data primer adalah adegan-adegan film yang berkaitan dengan aspek rasisme. Sumber data sekunder diperoleh dari literatur dan kepustakaan yang digunakan untuk proses analisis data. Analisis semiotika Roland Barthes terdiri dari penanda, petanda, makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasisme direpresentasikan dalam film Bodied ke dalam empat aspek melalui; 1) identitas ras, 2) rasisme, 3) stereotip, dan 4) budaya hiphop. Identitas ras ditunjukan pada karakter masing-masing tokoh yang dipengaruhi oleh latar belakang rasial serta budaya. terdapat tiga bentuk tindakan rasisme dalam film Bodied yaitu rasime personal, microagression/ keseharian, dan hinaan/slur. Pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual dalam film Bodied yaitu tindakan rasisme banyak dilakukan oleh kaum mayoritas terhadap minoritas. Kulit putih bertindak sebagai minoritas dalam partisipasinya menekuni budaya kulit hitam. Oleh karena itu, tindakan rasis tidak hanya inheren pada ras kulit putih akan tetapi juga ras kulit hitam. Kontestasi sikap rasis tersebut tercermin dalam bentuk prasangka rasial, labelisasi atau streotip terhadap ras lain, dan diskriminasi rasial. Fenomena tersebut terus terjadi secara berulang-ulang ketika masyarakat ras yang berbeda bertemu dan berinteraksi.Kata kunci: Analisis semiotika, resresentasi, ras
MANAJEMEN REDAKSI AKUTAHU DALAM MENGELOLA KONTEN ADVERTORIAL muhammad farhan akmal
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i2.18525

Abstract

Abstrak            Penelitian ini membahas Manajemen Redaksi Akutahu dan konten advertorial serta pagar api/batasan yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen redaksi Akutahu dalam merancang dan mengemas konten advertorial dalam bentuk infografis dengan kanal bernama Ragam. Hasil penelitian ini ada tiga hal. Pertama manajemen yang dijalankan oleh perusahaan media Akutahu variatif. Manajemen Akutahu tetap menjalankan POAC (Planning, Organizing, Actuation dan Controlling) namun tidak baku. Kedua manajemen pengelolaan advertorial dilakukan melalui tiga tahapan yaitu pra content, black box dan payment. Ketiga Batasan advertorial ada pada tahap pra content dan black box. Batasan atau pagar api antara advertorial dan berita itu tipis karena dinamakan sebagai konten. Advertorial yang diproduksi Akutahu memiliki nilai khusus yaitu positif, relevan serta bermanfaat bagi pembaca.Kata kunci: Manajemen redaksi, pagar api dan advertorialAbstract            The This study discusses Akutahu's Editorial Management and advertorial content as well as the fire fences/boundaries created. This study aims to find out how the Akutahu editorial management in designing and packaging advertising content in the form of infographics with a channel called Ragam. The results of this study are three things. The first management run by the media company Akutahu was varied. Akutahu's management continued to implement POAC (Planning, Organizing, Actuation and Controlling) but not standard. Both advertorial management are carried out through three stages, namely pre content, black box and payment. The third limitation of advertorials is at the pre content and black box stages. The boundary or fire fence between advertorials and news is thin because it is as content. Advertisements produced by Akutahu have a special value, namely positive, relevant, and useful for readers. Keywords : Editorial management, fire wall and advertorial
PENGARUH KOMUNIKASI EFEKTIF PADA KARYAWAN MILENIAL TERHADAP KEMAJUAN KARIR DI PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG EFFECT OF EFFECTIVE COMMUNICATION ON MILLENIAL EMPLOYEES ON CAREER PROGRESS IN PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG aulia gusti devina; ulfah hidayati
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i4.19181

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh komunikasi efektif pada karyawan milenial terhadap kemajuan karir karyawan milenial di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistic inferensial. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah karyawan milenial di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang berjumlah 1.467 orang. Sampel ditentukan dengan probability sampling dan penetuan sampel dengan rumus Yamane menghasilkan 94 orang karyawan milenial dari 13 (tiga belas) Divisi di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket/ kuesioner pertanyaan tertutup. Angket diuji validitas dengan korelasi Product Moment Pearson dan realibilitas dengan Cronbach Alpha. Tehnik analisa data menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi (uji normalitas dan homogenitas) dan dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan uji regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) Pengaruh signifikan antara komunikasi efektif pada karyawan milenial terhadap kemajuan karir karyawan milenial di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan koefisien korelasi sebesar 0,372 berarti setiap perubahan atau peningkatan komunikasi efektif pada karyawan milenial sebesar 100%, maka mengakibatkan peningkatan pada kemajuan karir karyawan milenial sebesar 37,2 % dan nilai signifikan (Sig t) adalah sebesar 0,002, hal tersebut menggambarkan bahwa ada pengaruh yang signifikan komunikai efektif pada karyawan milenial (X) secara parsial terhadap kemajuan karir karyawan milenial (Y) PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. (2) Nilai R2 adalah sebesar 0,737, hal ini menunjukkan bahwa 73,7 % kemajuan karir karyawan milenial dipengaruhi oleh komunikasi efektif pada karyawan milenial (3) Komunikasi efektif pada karyawan milenial mayoritas berada di kategori tinggi dengan 49 skor. (4) Kemajuan karir karyawan milenial mayoritas berada di kategori tinggi dengan 43 skors. (5) Hasil uji normalitas yang menunjukkan nilai probabilitas/ Asymp. Sig. (2-tailed) untuk variabel komunikasi efektif pada karyawan milenial (X) sebesar 0,850 dan variabel kemajuan karir karyawan milenial (Y) sebesar 0,840 artinya kedua variabel (X Y) berdistribusi normal. (6) Hasil uji linearitas dengan nilai Deviation from linearity sebesar 0,982, artinya terdapat pengaruh linear antara variabel komunikasi efektif pada karyawan milenial terhadap kemajuan karir karyawan milenial.Kata Kunci: Komunikasi Efektif, Kemajuan Karir, Pengaruh Komunikasi Efektif terhadap Kemajuan Karir.  Abstract              This study aims to determine whether or not there is an effect of effective communication on millennial employees on the career advancement of millennial employees at PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. This research is a quantitative approach with inferential statistical analysis. This research is an ex post facto research. The population of this study were millennial employees at PT Pupuk Sriwidjaja Palembang totaling 1,467 people. The sample was determined by probability sampling and the sample determination using the Yamane formula resulted in 94 millennial employees from 13 (thirteen) divisions at PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Data collection techniques using a closed question questionnaire/questionnaire. The questionnaire was tested for validity with Pearson Product Moment correlation and reliability with Cronbach Alpha. The data analysis technique used descriptive analysis, assumption test (normality and homogeneity test) and continued with hypothesis testing using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression test. The results of the study show: (1) The significant effect of effective communication on millennial employees on the career advancement of millennial employees at PT Pupuk Sriwidjaja Palembang with a correlation coefficient of 0.372 means that every change or increase in effective communication on millennial employees is 100%, resulting in an increase in progress. Millennial employees' careers are 37.2% and a significant value (Sig t) is 0.002, this illustrates that there is a significant effect of effective communication on millennial employees (X) partially on the career advancement of millennial employees (Y) PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. (2) The value of R2 is 0.737, this shows that 73.7% of millennial employees' career progress is influenced by effective communication for millennial employees. (3) Effective communication for millennial employees is mostly in the high category with 49 scores. (4) The majority of millennial employees' career progress is in the high category with 43 suspensions. (5) The results of the normality test showing the probability value/ Asymp. Sig. (2-tailed) for the variable of effective communication for millennial employees (X) is 0.850 and the career advancement variable for millennial employees (Y) is 0.840, meaning that both variables (X Y) are normally distributed. (6) The results of the linearity test with a Deviation from linearity value of 0.982, meaning that there is a linear influence between the variables of effective communication on millennial employees on the career advancement of millennial employees.Keywords : Effective Communication, Career Progress, Effect of Effective Communication on Career Progress
ENCODING-DECODING KHALAYAK TENTANG KEKERASAN VERBAL DALAM VIDEO GAMING REZA ‘ARAP’ OKTOVIAN (STUDI ANALISIS AUDIENS STUART HALL) Nadya Zulfa Afifah; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i2.15810

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan; 1) bentuk kekerasan verbal dalam konten video gaming Reza ‘Arap’; 2) encoding/decoding penonton pada konten kekerasan verbal video gaming Reza ‘Arap’ menurut Stuart Hall. Penelitian bersifat kualitatif dengan metode analisis audiens Stuart Hall. Objek dalam penelitian ini adalah video gaming Reza. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis konten dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan analisis resepsi dengan teori encoding-decoding Stuart Hall, yang mana hasil penelitian akan menentukan posisi audiens terhadap kekerasan verbal yang dilakukan Reza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Kekerasan verbal yang dilakukan oleh Reza meliputi ucapan atau ungkapan yang mengacu pada sesuatu yang vulgar, tabu, menghina, menyerang sesuatu atau seseorang menurut masyarakat; 2) ada empat unsur yang diteliti dalam penelitian ini, yaitu resepsi audiens tentang kekerasan verbal sebagai candaan, katarsis, umpatan dan imitasi. Para informan memahami kekerasan verbal dalam video gaming Reza ‘Arap’ Oktovian sebagai suatu kata umpatan yang ditujukan untuk bahan candaan, sebagian audiens merasa puas ketika melihat Reza mengumpat, dan sebagian besar audiens berada pada posisi negosiasi terhadap poin imitasi kekerasan verbal yang Reza lakukan; 3) informan mengalami desensitisasi kekerasan verbal.Kata kunci: analisis resepsi, kekerasan verbal, video gaming, youtube
KONSTRUKSI KONSEP DIRI DALAM REALITAS SOSIAL DAN VIRTUAL MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PENGGUNA INSTAGRAM Aziza Nuur Rahmah; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16839

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) konsep diri mahasiswa pengguna Instagram dalam realitas sosial dan virtual; 2) dimensi internal dan dimensi eksternal konsep diri mahasiswa pengguna Instagram dalam realitas sosial dan virtual. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Konsep diri yang dimiliki oleh mahasiswa UNY pengguna Instagram pada realitas virtualnya merupakan konsep diri yang diidealkan atau ideal self dengan pengemasan citra diri yang lebih baik dari pada realitas sosialnya. 2) Filter atau penyaringan aktivitas sebelum mengunggah konten di Instagram dilakukan sesuai kehendaknya. Identitas yang dibangun di Instagram dikemas sebaik mungkin supaya memiliki dampak yang baik untuk followers-nya. Konsep diri yang paling menonjol dalam dimensi internal adalah aspek fisik dan sosial.Kata kunci: konsep diri, realitas virtual, mahasiswaAbstractThis research aims to describe; 1) self-concept of Instagram user students in social and virtual reality; 2) internal dimensions and external dimensions of self-concept of Instagram user students in social and virtual reality. This research uses descriptive research with a qualitative method approach. The chosen research subjects were students of Yogyakarta State University through purposive sampling technique. Data collection techniques used were interviews and documentation study. The results showed that; 1) The self-concept possessed by UNY students Instagram users in their virtual reality is an idealized concept of self or ideal self with better self-image packaging than social reality. 2) Filtering or filtering activities before uploading content on Instagram is done according to his wishes. The identity that is built on Instagram is packaged as well as possible so that it has a good impact for its followers. The most prominent self-concept in the internal dimension is the physical and social aspects.Keywords: self-concept, virtual reality, students
STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANTUL DALAM PENGELOLAAN INFORMASI BAGI PUBLIK MELALUI PROGRAM ACARA “TAMAN PASEBAN” Novia Agri Kusumaningrum; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i4.18541

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Diskominfo Bantul dalam mewujudkan implementasi kebijakan keterbukaan informasi bagi publik melalui acara “Taman Paseban” dan mengetahui sosialisasi acara “Taman Paseban” melalui media komunikasi yang dikelola oleh Diskominfo Bantul dalam upaya publikasi program acara kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan data berupa wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Penerapan model Hafied Cangara mengenai strategi komunikasi yang dapat berjalan dengan baik berdasarkan bentuk dari kerjasama antara Diskominfo Bantul dengan instansi terkait, yaitu CV. Pita Biru advertising dan TVRI stasiun televisi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah suatu program acara berbentuk talk show yang bermaterikan tema mengenai berbagai program kebijakan pemerintah. (2). Penggunaan media komunikasi publik, yaitu sosial media yang dikelola oleh Diskominfo Bantul dengan mengunggah poster gambar dan ditambahkan keterangan tulisan sebagai informasi acara untuk dibagikan kepada masyarakat agar menonton siaran program “Taman Paseban”.Kata kunci: Strategi Komunikasi, Informasi Publik, Acara “Taman Paseban”AbstractThe goal of this research is to determine the communication strategy used by the Bantul Regency Communication and Information Office (Diskominfo kabupaten Bantul) in implementing public information disclosure policies through the "Taman Paseban" event and knowing about the socialization of the "Taman Paseban" event through communication media administered by the Diskominfo kabupaten Bantul in order to publicize the event program to the Bantul regency community. This is a descriptive qualitative study with primary data collected through semi-structured interviews and secondary data collected through document studies. The findings of this study show that: (1) The Hafied Cangara model may be applied to a communication strategy that works well when it is based on a type of cooperation between the Diskominfo Kabupaten Bantul and the necessary agencies, especially CV Pita Biru advertising and TVRI, the Yogyakarta Special Region television station, present a chat show with a focus on various government policy programs. (2). The use of public communication platforms, including as social media administered by Diskominfo kabupaten Bantul, to share event information with the public by uploading picture posters and adding written descriptions as event information to watch the "Taman Paseban" program broadcast. Keywords: Communication Strategy, Information for the Public, “Taman Paseban” Event.
KOMUNIKASI PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM MENATA PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN KEBUMEN Aditya Pradana; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16321

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Satpol. PP Kabupaten Kebumen dalam melakukan komunikasi persuasif pada PKL, mengetahui hambatan dan mengetahui solusi komunikasi persuasif pada PKL. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini yaitu Kasi Opsdal dan Kasi Binluhwas Satpol. PP Kebumen serta PKL di Kabupaten Kebumen.  Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satpol. PP Kebumen melakukan komunikasi persuasif kepada PKL dengan cara (1) Patroli cantik (2) Pendekatan informal (3) Kerja sama. Faktor penghambat (1) PKL tidak memperhatikan komunikasi yang dilakukan Satpol. PP (2) Prasangka buruk beberapa PKL. Solusi (1) menggunakan strategi komunikasi persuasif yang baru (2) Lebih mendekatkan diri pada para PKL dengan cara mempersuasi.                 Kata Kunci : komunikasi, persuasif, hambatan komunikasi persuasif 
PERSEPSI KHALAYAK PADA PROGRAM COMPETITION SHOW TELEVISI MNET PASCA MANIPULASI VOTING PRODUCE X 101 Hasdiana Safitri; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i1.18499

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi persepsi khalayak terhadap tayangan kompetisi Mnet pasca adanya kasus manipulasi yang terjadi pada Produce X 101. Peneliti menggunakan teori persepsi yang terdiri dari tiga proses yakni seleksi, interpretasi dan reaksi. Adapun subjek dari penelitian ini adalah khalayak maya yang menyaksikan tayangan Produce Series minimal pada series terakhir yaitu Produce X 101 yang menjadi musim paling fenomenal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) dengan perantara aplikasi daring seperti WhatsApp voice note dan telegram chat. Dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh 7 orang informan yang merupakan penonton tayangan Produce X 101. Untuk validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan reaksi khayalak pasca kasus manipulasi voting yang terjadi pada Produce X 101 ialah adanya sikap menolak untuk tidak percaya dan sikap menerima fakta bahwa tayangan tersebut adalah hasil manipulasi, khalayak juga serentak melakukan budaya pembatalan atau yang biasa dikenal sebagai canceling terhadap tayangan kompetisi Mnet. Namun hal tersebut tidak bisa sepenuhnya dilakukan karena adanya faktor eksternal yang membuat khalayak memutuskan untuk kembali menyaksikan tayangan kompetisi dari Mnet yaitu adanya dorongan untuk mendukung idola dan kualitas tayangan Mnet yang layak untuk disaksikan.Kata kunci: persepsi, khalayak, manipulasi. ABSTRACT            This study aims to explore the audience’s perception of Mnet competition show after the manipulation that occured in the third season of Produce Series which is Produce X 101. The researcher uses perception theory which consists of three processes, namely selection, interpretation and reaction. The subject of this research is the virtual audience who watched the Produce Series at least in the last series, namely Produce X 101 which became the most phenomenal season. The research method used is descriptive qualitative method. The data collection technique in this study used the in-depth interviews method with online app such as WhatsApp voice notes and telegram chat. By using purposive sampling technique obtained 7 informants who are viewers of the Produce X 101 show. For the validity of the data, it was tested through the triangulation technique of data sources. The results showed that the public's perception and reaction after the voting manipulation case that occurred in Produce X 101 was the act of refusing to believe and accepting the fact that the show was the result of manipulation, audiences who simultaneously carry out a culture of cancellation or what is commonly known as canceling Mnet competition shows. However, this cannot be fully done because there are other factors that make the audience finally return to watching competition shows from other Mnet and none other than the encouragement to support idols and the undoubted quality of Mnet's broadcasts.Keywords: perception, audience, manipulation
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE DI SYAFA’AT MARCOMM AGENCY MARKETING COMMUNICATION STRATEGIES IN BUILDING BRAND IMAGE IN SYAFA'AT MARCOMM AGENCY carissa ervania; suranto suranto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i2.19152

Abstract

Abstrak             Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Syafa’at Marcomm dalam membangun brand image. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan narasumber pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan observasi partisipasi. Pada penelitian ini peneliti melakukan wawancara semi-terstruktur kepada pihak-pihak yang bertugas merancang strategi komunikasi pemasaran Syafa’at Marcomm. Wawancara ditujukan kepada CEO, Director Of Strategic Planning, Director Of Creative Division Dan Director Of Account Executive. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Teknis analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Syafa’at Marcomm dalam membangun brand  image menggunakan strategi branding  syariah melalui strategi Five Step To Loyalty untuk membangun corporate branding. Syafa’at Marcomm melakukan corporate branding diantaranya: beriklan di media sosial Instagram dan Facebook.  Melakukan promosi penjualan secara soft selling melalui edukasi trend branding, marketing dan bisnis di media sosial. Mengelola personal branding stakeholder untuk menjalankan public relation dan personal sales. Menyelenggarakan event berupa seminar, workshop, talk show mengenai branding dan bisnis syariah sebagai pemasaran langsung. Mengikuti event komunitas melalui sponsorship. Pemanfaatan internet marketing masih sebagai media publikasi. Membangun word of mouth melalui service excellence. Diketahui strategi yang paling efektif dalam membangun brand image di Syafa’at Marcomm melalui personal branding stakeholder dan word of mouth.  Kata Kunci : Strategi, Komunikasi Pemasaran Syariah, Brand  Image  Abstract            The purpose of this research is to identify and describe the marketing communication strategy used by Syafa'at Marcomm in building a brand image. This research is a descriptive research with a qualitative approach. Determination of sources in this study was carried out by purposive sampling technique. Methods of data collection using semi-structured interview techniques, documentation, and participatory observation. In this study, researchers conducted semi-structured interviews with parties tasked with designing Syafa'at Marcomm's marketing communications strategy. Interviews were addressed to the CEO, Director of Strategic Planning, Director of Creative Division and Director of Account Executive. Test the validity of the data using source triangulation. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the marketing communication strategy carried out by Syafa'at Marcomm in building a brand image uses a sharia branding strategy through the Five Step To Loyalty strategy to build corporate branding. Syafa'at Marcomm does corporate branding including: advertising on social media Instagram and Facebook. Conduct sales promotion through soft selling through education on branding, marketing and business trends on social media. Manage stakeholder personal branding to carry out public relations and personal sales. Organizing events in the form of seminars, workshops, talk shows on sharia branding and business as direct marketing. Participate in community events through sponsorship. Utilization of internet marketing is still as a media publication. Building word of mouth through service excellence. It is known that the most effective strategy in building a brand image at Syafa'at Marcomm is through stakeholder personal branding and word of mouth.Keywords : Strategy, Sharia Marketing Communication, Brand  Image
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Putri Pratiwi Adiningsih; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i5.16366

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) representasi ketidakadilan gender terhadap perempuan pada film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ melalui pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui audiovisual kepada audiens film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Objek penelitian ini adalah film festival berjudul ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ yang ditayangkan secara regular di bioskop Indonesia pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung pada film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ berdasarkan landasan teori yang ada. Validitas data yang diperoleh diuji menggunakan validitas teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ketidakadilan gender terhadap perempuan direpresentasikan melalui empat bentuk, a) marginalisasi, digambarkan melalui pengabaian hak-hak perempuan yang dilakukan oleh masyarakat dan lembaga negara b) subordinasi, digambarkan melalui penomorduaan perempuan setelah laki-laki yang berakibat pemosisian perempuan pada ranah domestik, sedangkan laki-laki pada ranah publik c) stereotip, digambarkan melalui pengungkapan stigma perempuan berstatus janda dan perempuan memiliki sifat lemah dan d) kekerasan, digambarkan melalui tiga bentuk kekerasan yaitu verbal, seksual, dan fisik; 2) terdapat dua pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual: a¬) sistem patriarki terpelihara dalam kebudayaan, hal ini dikarenakan budaya memiliki unsur normatif yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia b) perempuan yang hidup di lingkungan patriarki harus bisa melindungi dirinya.Kata Kunci: Semiotika model Roland Barthes, representasi, ketidakadilan gender terhadap perempuan, dan film. ABSTRACTThis study aims to describe: 1) the representation of gender injustice against women in the film ‘Marlina The Murderer in Four Acts’ through Roland Barthes's semiotic approach; 2) messages delivered through audiovisuals to the audience of the film ‘Marlina The Murderer in Four Acts’. This research is a qualitative research using the Roland Barthes semiotics method. The object of this study is a festival film entitled ‘Marlina The Murderer in Four Acts’ which is aired regularly in Indonesian cinemas in 2018. Data collection techniques used are observation and literature study of the content contained in the film ‘Marlina The Murderer in Four Acts’ based on the existing theoretical basis. The validity of the data obtained was tested by using technical validation. The results showed that: 1) gender injustice against women is represented through four forms, a) marginalization, depicted through the neglect of women's rights by the citizen and state institution b) subordination, depicted through the subordination of women after men which results in the positioning of women in the realm of domestic, while men are in the public sphere c) stereotypes, depicted through the disclosure of the stigma of widowed women and the nature of women is being weak, and d) violence, depicted through three forms of violence namely verbal, sexual, and physical; 2) there are two messages conveyed through audiovisual signs: a) patriarchy system is maintained in the culture, this happens because culture has normative elements that regulate various aspects of human life b) women who live in patriarchal environment must be able to protect themselves.Keywords: Roland Barthes’ semiotics model, representation, gender injustice towards women, and film

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue