cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
Manajemen media komunitas Sleman Football Nur Rahmat Gunawan; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i2.15808

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manajemen media komunitas Sleman Football. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah web media komunitas Sleman Football. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah milik Miles Huberman yang terdiri dari empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Pada tahap perencanaan, pelaksanaan tujuan awal sudah terealisasi dengan baik, hal ini terlihat dari terlaksana tujuan pelayanan dan tujuan personal Sleman Football. (2) Tahap pengorganisasian, Sleman Football telah membentuk divisi kerja untuk memudahkan produksi konten sesuai bidang kerja. (3) Tahap pengarahan pada komuitas Sleman Football adalah komunikasi lewat rapat rutin setiap hari Selasa dan motivasi untuk berkontribusi bagi PSS Sleman menjadi hal yang berpengaruh bagi kinerja anggota. (4) Tahap pengawasan pada dilakukan terhadap konten artikel oleh pemimpin redaksi sebelum diunggah ke web. (5) Proses pembuatan program pada media komunitas Sleman Football dimulai dari mengelola produksi, mempromosikan hasil, manajemen keuangan, mengelola manusia dilakukan dalam sistem kerja yang terkoordinasi. 
FENOMENA NEW SOCIAL MOVEMENT MELALUI MEDIA SOSIAL (ANALISIS WACANA KRITIS KONTEN GUGATAN ISU GENDER DALAM TAGAR #SAHKANRUUPKS DI INSTAGRAM) fitri adinda rizky
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i3.18535

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konten-konten dalam tagar #sahkanRUUPKS di media sosial instagram menjadi sebuah gerakan untuk menggugat wacana politis. RUU PKS adalah Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Peneliti menggunakan teori analisis wacana kritis yang terdiri dari seleksi dan interpretasi. Adapun objek dari penelitian ini adalah lima konten dalam tagar #sahkanRUUPKS di media sosial instagram yang telah diseleksi karena memiliki daya tarik tinggi dan mewakili seluruh akun yang terlibat dalam tagar #sahkanRUUPKS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dokumen pada konten-konten yang telah dipilih pada tagar #sahkanRUUPKS di media sosial instagram yang kemudian dianalisis menggunakan analisis wacana kritis. Dengan menggunakan teknik analisis kritis diperoleh 5 konten dari 5 akun dari 3 kategori yang dapat mewakili seluruh konten yakni konten oleh public figure, kelompok/komunitas dalam masyarakat, dan individu yang terlibat dalam gerakan #sahkanRUUPKS. Untuk validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten-konten dalam tagar #sahkanRUUPKS memanfaatkan fitur tagar dan kebebasan berekspresi di instagram untuk menjadi bagian atau anggota dari new social movement di media sosial. Konten-konten ini tidak memiliki pengembangan wacana lain selain memang ingin mengangkat wacana tentang keadilan gender berupa kekerasan seksual dan isu tentang RUU PKS serta memiliki satu tujuan yakni ingin RUU PKS disahkan oleh pemerintah. Namun diharapkan penelitian ini lebih lanjut dengan melakukan wawancara untuk mengonfirmasi pengembangan wacana yang lebih akurat.Kata kunci: new social movement, penghapusan kekerasan seksual, konten, media Abstract               This study aims to describe how the content in the hashtag #sahkanRUUPKS on social media Instagram has become a movement to challenge political discourse. RUU PKS is the Draft Law on the Elimination of Sexual Violence. The researcher uses critical discourse analysis theory which consists of selection and interpretation. The objects of this research are five content in the hashtag #sahanRUUPKS on social media Instagram which has been selected because it has high appeal and represents all accounts involved in the hashtag #sahkanRUUPKS. The research method used is descriptive qualitative method. The data collection technique in this study uses the document analysis method on the selected content on the hashtag #sahkanRUUPKS on social media Instagram which is then analyzed using critical discourse analysis. By using critical analysis techniques, 5 content from 5 accounts from 3 categories can represent all content, namely content by public figures, groups/communities in society, and individuals involved in the #sahkanRUUPKS movement. The validity of the data was tested through the data source triangulation technique. The results show that the content in the hashtag #sahkanRUUPKS utilizes the hashtag feature and freedom of expression on Instagram to become a part or member of the new social movement on social media. These contents have no other discourse development besides wanting to raise discourses on gender justice in the form of sexual violence and the issue of the PKS Bill and have one goal, namely to want the PKS Bill to be ratified by the government. However, it is hoped that this research will be carried out further by conducting interviews to confirm the development of a more accurate discourse.Keywords: new social movement, sexual violence abolition, content, media
MANAJEMEN PRODUKSI PROGRAM ACARA TELEVISI ON THE SPOT TRANS 7 Ainun Rahma Asmoroweni; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16837

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen produksi yang dilakukan oleh tim produksi program On The Spot Trans 7 untuk mempertahankan eksistensinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode in-depth interview. Obyek penelitian ini yaitu manajemen produksi program On The Spot yang tayang setiap hari di stasiun televisi Trans 7. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi. Semua data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi metode dengan cara mengaitkan hasil sumber data satu dengan yang lainnya untuk diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen produksi program On The Spot mengedepankan informasi unik dan viral yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Produksi program acara dilakukan tanpa memperhatikan nilai dan pesan terhadap penonton yang diklasifikasikan program acara On The Spot sesuai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 SPS) yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulasi penyiaran di Indonesia. The purpose of this study was to examine  the production management carried out by the production team of On The Spot Trans 7 program to maintain its existence. The approach used in this research is qualitative with the in-depth interview method. The object of this research is the production team management of On The Spot program which airs every day on the Trans 7 television station. The data of this study were obtained through interviews, document study, and observation. All obtained data were then analyzed using source triangulation by linking the results of one data source with another to draw conclusions. The results of this study indicate that the production management of On The Spot program puts forward unique and viral information that is becoming the public's attention. Production of program programs is carried out without paying attention to values and messages to viewers which are classified as On The Spot programs according to Broadcast Code of Condact and Broadcast Program Standards  set by Indonesian Broadcasting Commision as broadcasting regulations in Indonesia. 
Komunikasi sosial anak melalui game Garena Free Fire Mirna, Mirna; Laksana, Novianto Yudha
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i4.19188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan kemampuan dari komunikasi sosial anak di Kampung Sagan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan metode statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak di Kampung Sagan yang berjumlah 180 0rang. Sampel ditentukkan dengan menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 reponden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan 32 pernyataan, observasi, dan dokumentasi, Sedangkan untuk teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji validitas dengan menggunakan metode korelasi product moment (Pearson Correlation) dan uji reliabilitas dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach. Seluruh pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini dibantu dengan software IBM SPSS 20. Hasil penelitian pada variabel komunikasi sosial menunjukkan pada dimensi asosiatif bahwa anak-anak di Kampung Sagan mampu melakukan komunikasi sosial  kerjasama atau hubungan timbal balik antar individu atau kelompok, di mana proses ini menghasilkan pencapaian yang dapat mempererat hubungan interaksi dalam kehidupan sosial, hasil pada dimensi asosiatif menunjukkan jumlah sebanyak 1300 jawaban dari 65 responden, Sedangkan pada dimensi disosiatif bahwa anak-anak di Kampung Sagan  mampu melakukan komunikasi sosial secara oppositional processes dengan bekerja sama dan dapat ditemukkan pada setiap masyarakat, hasil pada dimensi disosiatif  menunjukkan jumlah sebanyak 780 jawaban dari 65 responden. Hasil tersebut menunjukkan pada uji tendensi sentral bahwa sebaran data sudah berdistribusi normal pada kemampuan komunikasi sosial anak di Kampung Sagan. Respon atau reaksi yang diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan dan bentuk komunikasi sosial anak-anak di Kampung Sagan dalam permainan garena free fire. Kata kunci: anak-anak, komunikasi sosial, game free fire.  AbstractThe research used a quantitative approach with descriptive statistics. The subjects of the research consisted of 180 children. The analysis data were collected through the proportional stratified random sampling technique, in which 65 data were selected. These data are based on the author's observation of children in terms of their communication skills, especially in the game of Garena Free Fire. The collection of data used a questionnaire technique which consists of 32 statements, observations, and documentation. This study used IBM SPSS 20 software to test the validity of the data using the product moment correlation method (Pearson Correlation) and to test the reliability using the Alpha Cronbach technique. This study consists of an associative dimension and a dissociative dimension. The results of the associative dimension found that children are able to relate to one another in mutual relationships; with 1300 answere from 65 data. The dissociative dimension, however, shows that children are able to communicate through oppositional processes in a general sense; these results show  with 780 answere from 65 data. On the basis of the central tendency test, the results indicate that children's social communication skills are normally distributed.Keywords: children, social communication skills, free fire game.
Representasi rasisme dalam film The Birth Of Nation (Analisis semiotika Roland Barthes) Danar Afrizal; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i4.16957

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) representasi rasisme dalam film The Birth Of Nation melalui adegan-adegan dalam film The Birth of Nation menurut pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual dari makna representasi rasisme pada film The Birth of Nation.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian yang dipilih adalah film The Birth of Nation karya Nate Parker. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung dalam film The Birth of Nation berdasarkan landasan teori yang ada. Analisis data menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang ditarik berdasarkan teori dari adegan dan shot yang dianalisis.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Rasisme yang muncul dalam film The Birth of Nation meliputi rasisme personal, institusional, dan stereotip.Sikap rasisme tersebut yang dilakukan secara terus menerus melahirkan suatu perilaku diskrimatif terhadap seseorang atau  kelompok tertentu. Seseorang atau kelompok tertentu yang menerima tindakan diskriminasi dengan periode lama, akan melakukan perlawanan. Perlawanan tersebut mengakibatkan banyak korban jatuh, hingga sampai terjadinya pembunuhan masal atau genosida seperti yang tergambar dalam film The Birth of Nation. 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual dalam film The Birth of Nation adalah a) Rasisme sulit dihapuskan karena adanya stereotip yang sudah mendarah daging. b)perjuangan melawan rasisme dan diskriminasi merupakan perjuangan yang tidak mudah This research aimed to: 1) representation of racism in the movie titled The Birth Of Nation through scenes according to Roland Barthes's semiotic approach; 2) the message conveyed through the audiovisual sign of the meaning of rasicm representation in movie titled The Birth Of Nation. This research employed qualitative approach by using the semiotics analysis proposed by Roland Barthes. The object of this research was the movie entitled The Birth of Nation by Nate Parker. The data collection techniques used were documentations and studying literature towards the content shown in The Birth of Nation. The literary studies were focused on the presented theoretical framework. The data were analyzed by employing the semiotics analysis proposed by Roland Barthes, which were signified, signifier, denotative meaning, connotative meaning, and myths. Those were seen in the scenes of the movie. The result of the research showed that 1) racism found in The Birth of Nation were including personal racism, institutional racism, and stereotypes racism. The act of racism was happened continuously. It ended up as acts of discrimination towards certain individuals or communities. Those people who suffered from discrimination showed an act against the other parties who discriminated them. The act would end up as a war and there were many people killed and suffered from genocides. 2) the messages delivered by the audiovisuals were a) it was difficult to stop the act of racism since there was a continuous stereotype in the community; b) the act against racism was not easy.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TAMPAN STREETBAR MUNTILAN Deci Vennamiati; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Tampan Streetbar Muntilan dan mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi Tampan Streetbar Muntilan dalam merealisasikan strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu owner, staf marketing, dan pengunjung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan Model Miles Huberman yang meliputi, pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Strategi komunikasi pemasaran meliputi, a) audiens sasaran Tampan Streetbar yaitu pelajar/mahasiswa dan ibuk/bapak-bapak, dengan rentan usia12-40 tahun, b) tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mempromosikan produk Tampan Streetbar khususnya menu-menu baru, c) pesan yang disampaikan terkait promosi produk dan menu baru, disampaikan melalui media sosial Instagram, d) saluran komunikasi melalui barista dan Instagram, e) anggaran komunikasi pemasaran disesuaikan dengan tujuan dan jenis saluran komunikasi yang dipilih, f) bauran komunikasi pemasaran yang digunakan yaitu iklan melalui Instagram Ads; promosi penjualan melalui promo diskon, promo Go-Jek, dll; personal selling melalui barista; direct marketing melalui pameran dan Instagram, g) mengukur umpan balik dilakukan dengan melihat data hasil penjualan, h) Tampan Streetbar belum mengimplementasikan IMC. 2) Hambatan dalam implementasi strategi komunikasi pemasaran yaitu kurangnya kemampuan akan teknologi, desain grafis, dan mengelola akun Instagram.Kata kunci : Strategi, Komunikasi Pemasaran, Bauran Komunikasi Pemasaran, Tampan Streetbar 
REPRESENTASI DAMPAK NEGATIF SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DALAM FILM DUA GARIS BIRU (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE) Ihsan Risniawan; Wuri Handayani
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19145

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi dampak negatif seks pranikah pada remaja dalam film Dua Garis Biru dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure.  Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah film Dua Garis Biru (2019) karya sutradara Gina S. Noer. Dalam penelitian ini, digunakan dua teknik pengumpulkan data, yaitu dokumentasi dan studi pustaka terhadap film Dua Garis Biru. Sumber data penelitiannya adalah 27 tangkapan layar adegan film Dua Garis Biru berdasarkan teori Sarwono dan Dariyo tentang dampak negatif dan konsekuensi seks pranikah pada remaja. Teknik uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure tentang tanda, penanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi dampak negatif seks pranikah pada remaja dalam film Dua Garis Biru yang dilihat melalui bentuk tanda yang ditampilkan dalam adegan-adegan, dialog, dan karakter tokoh yang merepresentasikan dampak negatif dan konsekuensi dari seks pranikah pada remaja. Terdapat 7 (tujuh) dampak negatif dan konsekuensi dari perilaku seks pranikah pada remaja, yaitu dampak psikologis, dampak fisik, konsekuensi pendidikan, konsekuensi sosiologis, konsekuensi penyesuaian kehidupan berkeluarga sebagai orang yang telah menikah, konsekuensi ekonomi, dan konsekuensi hukum dari 27 tangkapan layar adegan dalam film Dua Garis Biru.Kata kunci : Representasi, Dampak Negatif, Semiotika Ferdinand de Saussure, Dua Garis Biru, Seks Pranikah  Abstract            This study aims to find out the representation of the negative impact of premarital sex on adolescents in the Dua Garis Biru film with a semiotic analysis of Ferdinand de Saussure.Bottom of Form This study uses a descriptive qualitative approach. The object of this research is the Dua Garis Biru film (2019) by director Gina S. Noer. Two data collection techniques were used in this study, namely documentation and literature study of the Dua Garis Biru film. The research data sources are 27 screenshots from the Dua Garis Biru film, based on Sarwono and Dariyo's theory about the negative impact and consequences of premarital sex on adolescents. The technique for testing the validity of the data is using data triangulation. Analysis of the data used is Ferdinand de Saussure's semiotics about the sign, signifier, and signified. The results of the study show that there is a representation of the negative impact of premarital sex on adolescents in the film Dua Garis Biru, which is seen through the form of signs displayed in scenes, dialogues, and characters that represented the negative impacts and consequences of premarital sex on adolescents. There are 7 (seven) negative impacts and consequences of premarital sexual behavior on adolescents, namely psychological impacts, physical impacts, educational consequences, sociological consequences, consequences of adjusting to family life as married people, economic consequences, and legal consequences of 27 screenshots of scenes in Dua Garis Biru film.Keyword : Representation, Negatif Impact, Semiotics of Ferdinand de Saussure, Dua Garis Biru, Premarital Sex
STRATEGI KREATIF PRODUSER DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PROGRAM KANGEN TEMBANG-TEMBUNG DI ADITV YOGYAKARTA Ida Arifatul Khusna; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v1i1.12620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kreatif yang diterapkan produser program Kangen Tembang-Tembung ADiTV Yogyakarta dalam mempertahankan eksistensi program melalui 13 elemen strategi kreatif  Naratama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Subyek penelitiannya  produser dan penata artistik Kangen Tembang-Tembung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi serta dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya strategi kreatif yang digunakan produser dalam mempertahankan eksistensi program Kangen Tembang-Tembung. Dari 13 elemen strategi, Fashion dan Format Acara adalah elemen yang paling khas. Fashion dalam  Kangen Tembang-Tembung yaitu busana adat Jawa dan kerudung bagi pengisi acara perempuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Kangen Tembang-Tembung mengintegrasikan budaya lokal dengan nilai-nilai islam yang menjadi ciri khas ADiTV. Pada elemen format acara produser menambahkan fragmen yang berisi update informasi terbaru atau topik yang sedang hangat di masyarakat. Produser juga menerapkan strategi lain yaitu produksi outdoor  untuk mengenalkan Kangen Tembang-Tembung kepada khalayak luas. Kata Kunci: Strategi Kreatif, Strategi Produser Televisi, Eksistensi Program, Program Kangen Tembang-Tembung.
PROGRAM KOMUNIKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI (BNNP) DIY DALAM UPAYA MENGATASI BAHAYA PEREDARAN NARKOBA PROVINCE OF COMMUNICATION PROGRAM FOR THE NATIONAL NARCOTICS AGENCY (BNNP) DIY IN AN EFFORT TO OVERCOME THE DANGERS OF DRUGS CIRCULATION lailatun najihah; suranto suranto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i3.19170

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahuiNNP DIY apa saja program komunikasi BNNP DIY dalam upaya mengatasi bahaya peredaran narkoba, (2) mengetahui hasil analisis SWOT program komunikasi di BNNP DIY dalam upaya mengatasi bahaya peredaran narkoba, (3) mengetahui faktor-faktor keberhasilan program komunikasi BNNP DIY dalam upaya mengatasi bahaya peredaran narkoba. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah: (1) program komunikasi yang dilakukan BNNP DIY antara lain program komunikasi tatap muka, media luar ruang, media cetak, media elektronik, media online dan pagelaran seni, (2) analisis SWOT program komunikasi BNNP DIY ialah 1) kekuatan yaitu adanya analisis jabatan untuk menempatkan pegawai sesuai bidangnya; 2) kelemahan yaitu minimnya softskill dan kurangnya personil khusus di bidang kehumasan; 3) peluang yaitu adanya teknologi komunikasi; 4) ancaman yaitu adanya rangkap jabatan membuat kinerja pegawai tidak maksimal, (3) Faktor keberhasilan pada program komunikasi yang telah dilakukan oleh BNNP DIY dalam upaya mengatasi bahaya peredaran narkoba antara lain: 1) Accomodation yaitu memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaiakan saran; 2) Adaptability yaitu menampung saran dari khalayak untuk dilakukan assessment; 3) Awareness yaitu saling membantu dan bekerja sama antara bagian; 4) Abilities yaitu mengikuti minat atau ketertarikan khalayak saat ini.Kata kunci: Komunikasi, Program Komunikasi, Analisis SWOT, dan BNNP DIY Abstract            The aims of this research are: (1) to find out what NNP DIY is in BNNP DIY's communication program in an effort to overcome the dangers of drug trafficking, (2) to find out the results of the SWOT analysis of the communication program at BNNP DIY in an effort to overcome the dangers of drug trafficking, (3) to find out the success factors BNNP DIY communication program in an effort to overcome the dangers of drug trafficking. This research method is a qualitative method. Research subjects were determined by purposive sampling technique. The data analysis technique uses Miles and Huberman model data analysis. The results of this study are: (1) communication programs carried out by BNNP DIY include face-to-face communication programs, outdoor media, print media, electronic media, online media and art performances, (2) SWOT analysis of BNNP DIY communication programs are 1) strengths namely the existence of job analysis to place employees according to their fields; 2) weaknesses, namely the lack of soft skills and the lack of special personnel in the field of public relations; 3) opportunities, namely the existence of communication technology; 4) threats, namely the existence of multiple positions that make employee performance not optimal, (3) The success factors in the communication program that have been carried out by BNNP DIY in an effort to overcome the dangers of drug trafficking include: 1) Accomodation, namely providing space for the community to convey suggestions; 2) Adaptability, which is to accommodate suggestions from the public for assessment; 3) Awareness, namely helping each other and working together between departments; 4) Abilities, namely following the interests or interests of the current audience.Keywords: Communication, Communication Program, SWOT Analysis, and BNNP DIY
ANALISIS RESEPSI TENTANG CITRA PUBLIK PEREMPUAN DALAM FILM CRITICAL ELEVEN Rachela Belinda Fatharani; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15803

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pemaknaan audiens tentang peran domestik perempuan, (2) mengetahui pemaknaan audiens tentang peran publik perempuan, dan (3) mengetahui pemaknaan audiens tentang citra publik perempuan dalam film Critical Eleven. Penelitian ini adalah analisis resepsi khalayak dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah film Critical Eleven. Sedangkan subjek penelitian adalah audiens film Critical Eleven dengan kriteria perempuan berusia 18 sampai dengan 22 tahun. Jumlah subjek penelitian sebanyak 21 orang yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompok Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis konten deskriptif dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT). Analisis data dilakukan dengan teknik analisis resepsi encoding-decoding Stuart Hall yang meliputi pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) audiens film Critical Eleven memaknai peran domestik perempuan sebagai tanda bakti seorang perempuan terhadap suaminya serta peran domestik merupakan kewajiban laki-laki dan perempuan, (2) audiens film Critical Eleven memaknai peran publik perempuan sebagai mata pencaharian dan relasi, status sosial dan harga diri, serta aktualisasi diri, (3) audiens film Critical Eleven memaknai citra publik perempuan dalam film Critical Eleven dalam citra pigura, persahabatan, dan manfaat. Namun masing-masing audiens memiliki pandangan dan prinsip sendiri sehingga ada bagian tertentu dari konten Critical Eleven yang tidak disetujui oleh audiens, seperti penampilan dan cara bergaul. Sehingga posisi pembacaan penonton Critical Eleven berada pada posisi pembacaan negosiasi.Kata kunci: analisis resepsi, Critical Eleven, film

Page 9 of 30 | Total Record : 292


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue