cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
PENERAPAN KODE ETIK JURNALISTIK TERHADAP ISI PEMBERITAAN COVID-19 DI SURAT KABAR SOLOPOS EDISI 23 MARET-23 APRIL 2020 Fatimah, Triyas Chusnul; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i2.18520

Abstract

Abstrak             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kode etik jurnalistik media massa lokal daerah dalam pemberitaan covid-19. Kode Etik Jurnalistik merupakan landasan moral atau etika profesi untuk menjalankan operasional jurnalistik. fokus utama penelitian ini yaitu kasus pemberitaan covid-19 pada rubrik berita utama edisi 23 Maret-27 April 2020 dikarenakan pemberitaan covid-19 meningkat pesat dimedia massa cetak dan online, kemudian dengan fokus utama pasal 3 7 KEJ. Penelitian Ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data analisis isi teknik filling (pengkategorian) sesuai dengan indikator pasal 3 7 KEJ. Penelitian ini menggunakan 20 sampel berita dalam rubrik berita utama karya jurnalistik wartawan Solopos. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model Miles Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan verification. Hasil penelitan menunjukan bahwa (1) Harian Solopos sudah menerapkan KEJ hal ini dibuktikan dengan penyajian berita yang secara umum lebih banyak menerapkan pasal 7, namun masih terjadi beberapa kali ketidakseimbangan pada pasal 3. (2) berdasarkan hasil koding, Harian Solopos edisi 23Maret-27 April 2020 sebagai media massa bersifat lokal telah melaksanakan fungsinya dalam memberikan informasi, mendidik, persuasif, menghibur pembaca. (3) berdasarkan hasil koding pelanggaran KEJ Harian Solopos edisi 23Maret-27 April 2020 pelanggaran paling banyak terjadi pada indikator keberimbangan berita, hal ini terjadi berdasarkan sebelas dari dua puluh berita ditemukan terdapat pelanggaran. Terdapat pelanggaran dengan proporsi minor terjadi pada indikator menguji informasi sebanyak lima berita dan indikator tidak mencampurkan fakta dan opini menghakimi sebanyak satu berita.Kata Kunci : Kode Etik Jurnalistik, Covid-19, Harian Solopos, Etika Profesi. Abstract            This study aims to detemine the implementation of the journalist code of ethics for local print massa media in the reporting of covid-19 . The Journalist Code of Ethics (KEJ) is the moral foundation or the profesional code of conduct for journalistic operation. The main focus of this research is the case of covid-19 news in the main news rubric of the March 23-April 27, 2020 with the locus of article 3 7 of the Journalistic Code of Ethics. The method used in this research is descriptive qualitative with content analysis data (categorization) in accordance with the indicator article 37 of the KEJ. This study uses 20 news in the main news rubric of the journalist work of Solopos journalist. This study’s data was analyzed using the Miles Huberman models, namely data collection, data reduction and data verification. The result of this research show that (1) Solopos Daily has implemented the journalistic Code of Ethics, this is evidenced by the presentation of news wich generally applies article 7 more, but there are still several imbalances in article 3, (2) based on coding results, Solopos Daily issues 23 March-27April 2020 as local mass media has fully carried out its function in providing information, educating, persuasive, entertaining audiences, (3) based on coding results, the violations of the Solopos Daily KEJ edition on 23th of the March-27 April 2020 was most violations that ever happened in the news balance indicator. This is can be happened because eleven out of twenty reports found that there were violations. There are minor violations that occur in the indicator test information as much as five news and the indicator of does not mix facts and judgemental opinions as much as one news. Keywords : journalistic Code of Ethics, Covid-19, Solopos Daily, Professional Etics
AKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA MELALUI MEDIA DARING DI SMP N 2 SAPURAN Savannah Yohan Devi; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i3.19176

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi interpersonal guru dan siswa melalui media daring di SMP N 2 Sapuran, serta mengetahui hambatan ketika melaksanakan aktivitas komunikasi interpersonal melalui media daring. Teknik pengambilan subjek penelitian atau informan yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria yang sudah ditentukan. Informan dalam penelitian ini terdari dari 3 orang guru SMP N 2 Sapuran dan 2 orang siswa SMP N 2 Sapuran. Data didapatkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber yang kemudian data dianalisis dengan mengacu pada model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas komunikasi interpersonal guru dan siswa yang dilakukan melalui media daring terjadi secara dua arah. Namun, respon nonverbal tidak didapatkan ketika berkomunikasi melalui media daring. Walaupun tidak terdapat respon nonverbal ketika melaksanakan aktvitas komunikasi interpersonal melalui media daring, respon yang didapatkan tetap positif. Hambatan terbesar selama melaksanakan aktivitas komunikasi melalui media daring adalah kendala pada jaringan. Selain itu, terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki alat komunikasi sehingga tidak memungkinkan untuk berkomunikasi melalui media daring. Permasalahan lain yang juga ditemukan selama melaksanakan komunikasi interpersonal melalui media daring adalah terbatasnya kuota siswa.    Kata Kunci : aktivitas komunikasi, komunikasi interpersonal, daring Abstract This study aims to determine interpersonal communication activities relationships between teachers and students through online media at SMP N 2 Sapuran, as well as knowing the obstacles when carrying out interpersonal communication activities through online media. The research technique of this subject is purposive sampling, with predetermined criteriea. Informant in this study were 3 teachers of SMP N 2 Sapuran and 2 students of SMP N Sapuran. Data were obtained through interview and documentation techniques. The data validity technique in this study uses triangulation of sources, then the data was analyzed with reference to the interactive model. The result showed that interpersonal communication activities between teachers and students conducted through onine media occurs in two direction. However, nonverbal responses are not obtained when communicating through online media. Although there is no nonverbal response when carrying out interpersonal communication activities through online media, the response obtained is constant positive. The biggest obstacle during carrying out communication activities through online media is a constraint on the network. In addition, there are some students who does not have any communication device so it is not possible to communicate through online media. Other problems found while carrying out interpersonal communication through online media is limited student quota. Keywords: communication activities, interpersonal communication, online
Citra maskulinitas Luis Suarez dalam iklan Adidas edisi There Will Be Haters (Analisis semiotika Charles Sanders Peirce) Ardhi Laksono Arsianto; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan citra maskulinitas dari Luis Suarez yang terdapat dalam iklan Adidas versi “There Will Be Haters”. Objek dalam penelitian ini adalah iklan Adidas versi There Will Be Haters versi Luis Suarez yang di unggah Adidas di media sosial Instagram dan Twitter @adidasfootball pada tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis semiotika model Charles Sanders Pierce. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber .Hasil penelitian menunjukan bahwa iklan Adidas versi There Will Be Haters bukan hanya menawarkan produknya tapi mengandung makna citra maskulin dari Luis Suarez. Citra Maskulin Luis Suarez ditampilkan pada diri Luis Suarez, latar belakang gambar iklan, serta caption yang terdapat pada unggahan di media sosial Adidas..
ANALISIS MANAJEMEN MEDIA BUKU SEBAGAI PRODUK KONVERGENSI (STUDI KASUS BUKU AROMA KARSA VERSI CETAK DAN DIGITAL) Nokavia Adya Permata Putri; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16826

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan proses manajemen media buku Aroma Karsa karya Dee Lestari diterbitkan dalam versi cetak dan digital oleh dua penerbit yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplanatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku Aroma Karsa karya Dee Lestari dapat disebut sebagai produk media yang menerapkan langkah konvergensi. Proses manajemen media buku Aroma Karsa yang dilakukan oleh PT Bentang Pustaka dan Bookslife meliputi penentuan format media, manajemen kualitas, kebijakan penetapan harga, dan pengaruh pengelolaan konten menunjukkan bahwa secara fisik, Aroma Karsa versi cetak dan digital adalah dua produk yang berbeda. Namun, secara merek dan konten, Aroma Karsa cetak dan digital adalah suatu kesatuan. Kata kunci: Manajemen media, manajemen produk media, konvergensi, studi kasus, Aroma Karsa  Abstract This study aims to determine the reason and media management process of Aroma Karsa by Dee Lestari which is published in print and digital versions by two different publishers. This study used a qualitative approach with explanatory case study method. The results of this study indicate that Aroma Karsa by Dee Lestari is a media product that implements the convergence step. The media management process of the Aroma Karsa conducted by PT Bentang Pustaka and Bookslife includes the deciding media format, managing quality, pricing policies, and managing content leverage indicating that physically, the printed and digital versions of Aroma Karsa are two different products. However, in terms of brand and content, Aroma Karsa the printed and digital version is one. Keywords: Media management, media product management, convergence, case study, Aroma Karsa
STRATEGI KOMUNIKASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENINGKATKAN CITRA PERUSAHAAN PT ANGKASA PURA I YOGYAKARTA (Studi Kasus CSR Public Restroom Hutan Pinus Pengger) Nadhifa Khansa; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i3.18536

Abstract

Abstrak            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi PT Angkasa Pura I Yogyakarta dalam program Corporate Social Resposibility Public Restroom di kawasan wisata Hutan Pinus Pengger Dlingo Bantul Yogyakarta. Program Corporate Social Responsibility ini dibuat oleh PT Angkasa Pura sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan sosial.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di kantor PT Angkasa Pura I (Persero)Yogyakarta International Airport, Sidorejo, Glagah, Kec. Temon, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumber data didapat dari hasil wawancara mendalam dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilihlah dua informan utama yakni, Pegawai Bagian Humas dan Corporate Social Responsibility PT Angkasa Pura I Yogyakarta, serta dua informan pendukung yang merupakan pengurus Wisata Hutan Pinus Pengger, Dlingo, Bantul. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi PT Angkasa Pura I Yogyakarta dalam program Corporate Social Responsibility Public Restroom Hutan Pinus Pengger dalam meningkatkan citra perusahaan mencakup memilih dan menetapkan komunikator, menetapkan target sasaran, teknik menyusun pesan, memilih media komunikasi, produksi media, uji awal materi komunikasi, penyebarluasan media komunikasi, menganalisis efek komunikasi, memobilisasi kelompok berpengaruh, penetapan rencana anggaran, penyusunan jadwal kegiatan, penetapan tim kerja dan proses evaluasi komunikasi. Untuk menunjang proses strategi komunikasi, PT Ankasa Pura I Yogyakarta juga menerapkan peran Humas sebagai manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengkomunikasian, pengawasan dan penilaian.Kata kunci : Strategi Komunikasi, Humas, PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Public Restroom Hutan Pinus Pengger Yogyakarta Abstract       This study aimed to analyze the communication strategy of PT Angkasa Pura I Yogyakarta in the program of Corporate Social Responsibility (CSR) Public Restroom in the Pinus Pengger Forest tourist area, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. PT Angkasa Pura designed this Corporate Social Responsibility program as a form of social and environmental corporate responsibility. This study utilized a qualitative approach with a descriptive method. This study was carried out at the office of PT Angkasa Pura I (Persero) Yogyakarta International Airport, Sidorejo, Glagah, Kec. Temon, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta. Data sources were obtained from in-depth interviews with two main informants as samples chosen by using the purposive sampling technique: the public relations department officer and the officer of Corporate Social Responsibility Department, PT Angkasa Pura I Yogyakarta. The main samples were also supported by two administrators of Pinus Pengger Forest Tourism, Dlingo, Bantul. Data source triangulation was used to test the validity of the data. The data analysis approach included data reduction, data display and data verification.  According to the findings of this study, PT Angkasa Pura I Yogyakarta's communication strategy in the Corporate Social Responsibility Public Restroom of Hutan Pinus Pengger in improving the company's image included selecting and assigning communicators, setting targets, techniques for compiling messages, choosing communication media, media production, initial testing of communication materials, dissemination of communication media, analyzing communication effects, mobilizing influential groups, setting budget plans, preparing activity schedules, determining work teams and evaluating communication processes. PT Ankasa Pura I Yogyakarta also used Public Relations as management to assist the communication strategy process, including planning, organizing, communicating, monitoring, and evaluating.Keywords: Communication Strategy, Public Relation, PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Public Restroom of Pinus Pengger Forest Yogyakarta
PENGARUH PERSEPSI KONTEN REVIEW FILM INDONESIA PADA AKUN TWITTER @WATCHMENID TERHADAP MINAT PENONTON Priambodo Diyon Saputra; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16312

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh persepsi konten review film Indonesia pada akun Twitter @WatchmenID terhadap minat penonton. Sebagai penelitian yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional, penelitian ini memiliki jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 50.000 orang, penentuan sampel berdasarkan lima kali jumlah pertanyaan dalam kuesioner sehingga diperoleh sampel sebanyak 140 orang. Hasil menunjukkan angka 0,613 yang artinya besar korelasi atau ada pengaruh antara persepsi konten review film Indonesia pada akun Twitter @WatchmenID dan minat penonton yang sangat kuat mendekati angka 1. Dengan demikian Ha yang menyatakan terdapat pengaruh antara persepsi konten review film Indonesia pada akun Twitter @WatchmenID terhadap minat penonton diterima, dimana pengaruh yang diberikan sebesar 38% sedangkan 62% dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata Kunci : Twitter, WatchmenID, Konten Review, Minat Penonton
Komunikasi interpersonal dalam interaksi sosial pada remaja pecandu games Gerhana Natasha Maharani; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i4.16958

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk;  1) Mengetahui  kemampuan  komunikasi interpersonal yang terjadi pada remaja pecandu games; 2) Mengetahui hambatan remaja pecandu games dalam berkomunikasi interpersonal; 3) Mengetahui solusi dari lingkungan sosial (keluarga dan teman) dalam menangani remaja pecandu games. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih adalah remaja yang menjadi pecandu games dan masing-masing dari keluarga remaja pecandu games, melalui teknik sampling yaitu teknik Snowball. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara dan menggunakan keabsahan data triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Remaja pecandu games memiliki hambatan dalam berkomunikasi secara interpersonal, dikarenakan terlalu banyak menghabiskan waktu bermain games, sehingga sampai mengganggu jam belajar atau aktivitas lainnya, karena kegiatan bermain games yang berlebih, kemampuan berkomunikasi secara langsung (tatap muka) pada remaja dapat menurun drastis; 2) Remaja pecandu games mengalami hambatan dalam komunikasi interpersonal, karena remaja terlalu banyak menghabiskan waktunya dan terlalu fokus pada bermain  games,  kurangnya aktivitas  diluar dan  menurunnya keinginan  untuk berkomunikasi pada orang lain; 3) Keluarga remaja pecandu games memberikan solusi yang cukup solutif  pada remaja pecandu games yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi pada orang lain, solusi yang diberikan tergantung cara pendekatan pada keluarga mereka yang sudah kecanduan games.Kata Kunci: komunikasi interpersonal, games, remaja AbstractThe purposes of this research are: 1) To find out ability interpersonal communication of teenager that addicted to games; 2) To find out what problems that occurs on teenager that addicted to games on term of interpersonal communication;  3)  To  find  out  solution  from  social  environment  as  family member and friends in teenager that addicted to games. This research is descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is three teenagers that addicted to games and each one of their respectable family member with technical sampling that called snowball technique. Interview method is used in this reasearch's data collectin by using data trisngulation validity. Result of this research  shows that: 1) Teenagers that addicted to games has obstacle in interpersonal communication, because they spent too much time to play and it affect their study and other activity time. This overtime playing activity also decrease their face to face communication ability; 2) Teenagers that addicted to games has obstacle in interpersonal communication, because they spent too much time and too focus on playing games, lack of outdoor activity and decreased desire to communicate with other people; 3) Family members of teenagers that addicted to games gave solutive idea to this teenagers that has obstacle in communicate with other people. This idea deppends on their own ways.Keywords : Interpersonal communication, games, teenagers
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI MASYARAKAT JAWIL JUNDIL DALAM MENERKAN TINDAK KRIMINALITAS JALANAN DI KABUPATEN SLEMAN Bagus Dwi Handoko; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i2.19147

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi organisasi masyarakat Jawil Jundil dalam menekan tindak kriminalitas jalanan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu Komandan selaku ketua organisasi Jawil Jundil dan Ketua Korlap organisasi Jawil Jundil. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa organiasi Jawil Jundil menerapkan pola komunikasi lingkaran untuk memberikan informasi dalam organisasi. Dalam hal menekan tindak kriminalitas di jalan khususnya di Kabupaten Sleman, organisasi Jawil Jundil sebelum melakukan operasi jalanan mereka akan melakukan brifieng terlebih dahulu. Selain itu organisasi Jawil Jundil melakukan giat operasi penyisiran selalu menggunakan kode etik yang mana sudah menjadi SOP (Standar Operasional Prosedur), dalam menjalankan fungsinya organisasi Jawil Jundil bersinergi dengan pihak Kepolisian dan TNI agar upaya giat operasi penyisiran sudah mendapatkan pertanggung jawaban dan jaminan dari lembaga yang sah dari hukum sebagai pencipta keamanan dan ketertiban masyarakat.Kata kunci : Pola Komunikasi Organisasi, Organisasi Masyarakat, Jawil Jundil AbstractThe purpose of this study was to determine the communication pattern of Jawil Jundil community organizations in suppressing street crime in Sleman Regency. This research is a descriptive research using a qualitative approach. The subject of this research is the Commander as the head of the Jawil Jundil organization and the Head of the Korlap of the Jawil Jundil organization. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The technique of checking the validity of the data uses triangulation of sources, techniques and time which is then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and verification. The results of the study indicate that the Jawil Jundil organization applies a circular communication pattern to provide information within the organization. In terms of suppressing crime on the road, especially in Sleman Regency, the Jawil Jundil organization before carrying out road operations will conduct a briefing first. In addition, the Jawil Jundil organization carries out sweeping operations, always using a code of ethics which has become a SOP (Standard Operating Procedure), in carrying out its functions the Jawil Jundil organization synergizes with the Police and TNI so that active efforts in sweeping operations have received accountability and guarantees from institutions that legitimate from the law as the creator of public security and order. Keywords : Organizational Communication Pattern, Community Organization, Jawil Jundil
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PATRON WEDDING ORGANIZER MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Anugerah Tesa Aulia; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v1i1.12614

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mendiskripsikan strategi komunikasi pemasaran Patron Wedding Organizer melalui Instagram; dan (2) mengetahui peluang Patron Wedding Organizer dalam meningkatkan daya tarik client melalui media sosial Instagram sebagai sarana promosi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu Komisaris, Direktur, dan Staf Marketing Patron Wedding Organizer. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Patron Wedding Organizer melalui media sosial Instagram sebagai berikut: (1) Patron Wedding Organizer selektif dalam pemilihan foto yang akan diunggah; (2) Mencari atensi followers dengan mengunggah foto pada waktu yang tepat; (3) Menggunakan caption yang dapat menceritakan foto tersebut; (4) Menggunakan fitur instastory untuk menarik perhatian followers. Lebih lanjut diketahui bahwa bagi Patron Wedding Organizer di era saat ini Instagram memiliki peluang yang besar untuk menarik minat client. Kata kunci: komunikasi, pemasaran, media sosial, Instagram, Patron Wedding Organizer
Analisis Semiotika Representasi Laki-laki Metroseksual Pada Iklan Scarlett Whitening Versi Song Joong Ki di Instagram Diah Gita Utami; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i3.19171

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, serta representasi laki-laki metroseksual yang ditampilkan pada iklan Scarlett Whitening versi Song Joong Ki. Objek penelitian ini adalah iklan Scarlett Whitening versi Song Joong Ki. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dilakukan melalui akun Instagram resmi milik Scarlett Whitening periode Januari hingga Maret 2022. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan teori semiotika Roland Barthes. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat  6 scene yang merepresentasikan sikap narsis, percaya diri (klimis, senang bersolek, berpenampilan rapi, dan terlihat segar), 2 scene yang merepresentasikan ciri memiliki uang (mampu/kelas ekonomi atas), 2 scene yang merepresentasikan ciri urban dan 2 scene yang merepresentasikan ciri feminin (senang berbelanja/shopping, royal, dan banyak aksesori) yang dimiliki oleh laki-laki metroseksual. Laki-laki metroseksual meruntuhkan mitos sebelumnya bahwa laki-laki dianggap tabu jika bersolek. Laki-laki metroseksual memunculkan gambaran baru bahwa laki-laki sangatlah memperhatikan penampilannya.Kata kunci : Representasi, Laki-laki metroseksual, Iklan, Scarlett Whitening, Semiotika AbstractThis study aims to determine the meaning of denotation, connotation, and representation of metrosexual men displayed in Song Joong Ki's version of the Scarlett Whitening advertisement. The object of this research is Song Joong Ki's version of the Scarlett Whitening advertisement. This research use desciptive qualitative approach. It was carried out through Scarlett Whitening's official Instagram account for the period January to March 2022. The data sources used were primary and secondary data. The data were analyzed by Roland Barthes' semiotic theory. The validity of the data was obtained by triangulation method. Based on the results of the study, there are 6 scenes that represent narcissism, self-confidence (clean, likes to dress up, look neat, and look fresh), 2 scenes that represent the characteristics of having money (capable/upper economy class), 2 scenes that represent urban characteristics and 2 scenes that represent feminine characteristics (happy shopping/shopping, splurge, and lots of accessories) that are owned by metrosexual men. Metrosexual men demolish the previous myth that men are considered taboo when preening. Metrosexual men give rise to a new image that men really care about their appearance.Keywords : Representation, Metrosexual man, Advertising, Scarlett Whitening, Semiotics

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue