cover
Contact Name
Yusmanirti
Contact Email
jakpg.ppmi@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jakpg.ppmi@gmail.com
Editorial Address
Kota Palembang Indonsia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan
ISSN : -     EISSN : 30259223     DOI : https://doi.org/10.59407/jakpt.v1i1.82
urnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan (JAKPT) adalah jurnal nasional sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Akuntansi keuangan, akuntansi Manajemen, Sistem Informasi dan Auditing, Akuntansi Biaya, Akuntansi Koperasi dan UMKM, Perpajakan, Akuntansi Perpajakan, administrasi Perpajakan, Akuntansi Tata kelola Perusahaan dan sektor publik. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan (JAKPT) diterbitkan oleh Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri. Dipublikasikan 4 edisi setiap tahun yaitu : Maret, Juni, September, Desember. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari. Naskah harus dimasukkan dalam BAHASA INDONESIA atau BAHASA INGGRIS. e-ISSN : 3025-9223. DOI Prefix : 10.59407
Articles 263 Documents
KAJIAN LITERATUR TENTANG KUALITAS INFORMASI KINERJA PADA SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA Ramadhaniyah, Rieka; Fitri Agustina; Saekarini Yuliachtri; Nur Wahyu Ningsih
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas informasi kinerja (performance information quality) pada sektor publik di Indonesia serta merumuskan kerangka konseptual integratif berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan terstruktur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, menggunakan protokol PRISMA, serta bersumber dari artikel ilmiah bereputasi dalam rentang tahun 2018–2025 yang diperoleh dari database Scopus dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan kualitas informasi kinerja dapat dikelompokkan ke dalam empat klaster utama, yaitu desain indikator dan proses verifikasi–validasi, kapasitas dan komitmen organisasi, tata kelola institusional/politik dan desain insentif, serta tata kelola data. Selain itu, ditemukan bahwa kualitas informasi kinerja masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rigiditas regulasi, rendahnya pembaruan indikator, serta potensi distorsi akibat tekanan target dan praktik gaming. Simpulan, bahwa kualitas informasi kinerja merupakan konstruk multidimensi yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks berbagai faktor, sehingga peningkatannya memerlukan pendekatan integratif melalui penguatan kapasitas organisasi, perbaikan sistem pengukuran kinerja, serta penguatan tata kelola data dan insentif yang selaras dengan tujuan akuntabilitas publik.
PENGARUH ISLAMIC SOCIAL REPORTING DISCLOSURE (ISRD) TERHADAP STAKEHOLDER TRUST: STUDI PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH INDONESIA Sinta, Clara; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Islamic Social Reporting Disclosure (ISRD) terhadap stakeholder trust pada lembaga keuangan syariah di Indonesia serta mengidentifikasi kondisi yang menentukan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap 32 artikel ilmiah terindeks Scopus dan SINTA dalam lima tahun terakhir, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis tematik berdasarkan stakeholder theory dan legitimacy theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISRD pada umumnya berpengaruh positif dalam meningkatkan stakeholder trust melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan pengurangan asimetri informasi, namun efektivitasnya tidak selalu konsisten karena dipengaruhi oleh kualitas tata kelola syariah, konsistensi implementasi, serta preferensi stakeholder. Simpulan, bahwa ISRD berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membangun stakeholder trust apabila diimplementasikan secara komprehensif dan substantif, namun dapat menjadi praktik simbolik apabila tidak didukung oleh komitmen nyata dan tata kelola yang kuat.  
ANALISIS PENETAPAN HARGA TIKET MASUK PADA OBJEK WISATA HUTAN PINUS BULU TANAH DESA MATTAMPA WALIE KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE Ratna, Ratna; Abdulhanaa, Abdulhanaa; Muhammad Abdi Buhasyim
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penetapan harga tiket masuk pada objek wisata Hutan Pinus Bulu Tanah, Desa Mattampawalie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, serta mengevaluasi persepsi pengunjung terhadap kesesuaian harga dengan fasilitas yang disediakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, meliputi wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan pengunjung, observasi langsung kondisi fasilitas, serta dokumentasi data penerimaan dan pengeluaran kas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga tiket awal sebesar Rp3.000 dinaikkan menjadi Rp5.000 seiring dengan penambahan fasilitas. Sebagian besar pengunjung menilai harga tiket terjangkau, meskipun terdapat harapan peningkatan fasilitas. Data kunjungan meningkat dari 24.096 orang pada 2023 menjadi 28.918 orang pada 2025, dan penerimaan kas meningkat dari Rp351.785.500 pada 2023 menjadi Rp420.389.500 pada 2024, dengan karcis masuk sebagai sumber utama. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penetapan harga tiket yang wajar dan terjangkau berdampak positif terhadap jumlah kunjungan dan penerimaan kas, serta menjadi acuan pengelola dalam pengembangan fasilitas secara bertahap untuk keseimbangan antara harga, kualitas layanan, dan kepuasan pengunjung.