cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2025): JPII" : 10 Documents clear
Analisis Penggunaan Switch Layer 3 Untuk Keandalan Perangkat Telekomunikasi Gardu Induk Andreanto, Stefanus Kristian; Priastiwi, Yulita Arni; Sarminingsih, Anik
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26840

Abstract

Keandalan perangkat telekomunikasi pada gardu induk merupakan faktor krusial dalam menjaga kontinuitas operasi sistem kelistrikan. Dalam konteks ini, penggunaan switch layer 3 menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas jaringan dan mengoptimalkan performa sistem telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan switch layer 3 dalam meningkatkan keandalan perangkat telekomunikasi di gardu induk, yang meliputi aspek pemilihan perangkat, konfigurasi jaringan, serta kemampuan routing dan manajemen trafik data. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada beberapa gardu induk dengan implementasi switch layer 3, di mana dilakukan evaluasi terhadap kinerja, kestabilan jaringan, serta deteksi dan pemulihan dari gangguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa switch layer 3 dapat meningkatkan efisiensi komunikasi antar perangkat, mengurangi downtime dan meningkatkan toleransi terhadap kesalahan pada jaringan telekomunikasi gardu induk. Dengan demikian, penerapan teknologi ini terbukti efektif dalam mendukung keandalan dan kinerja perangkat telekomunikasi di lingkungan industri kelistrikan. Kata kunci: switch layer 3, keandalan, perangkat telekomunikasi, gardu induk, jaringan, routing
Pengendalian Mutu pada Pekerjaan Penggantian Jembatan Progo Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Wicaksono, Vinsensius Priyo; Hadiyanto, Hadiyanto; Syafrudin, Syafrudin
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25863

Abstract

Jembatan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan menghubungkan dua sisi permukiman hingga menjaga stabilitas ekonomi. Pemeriksaan berkala jembatan dilakukan untuk mendapatkan deteksi kerusakan dan masalah untuk mendapatkan rencana tindakan penanganan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Pekerjaan penggantian jembatan adalah pekerjaan konstruksi yang membutuhkan pengendalian mutu ketat, tak terkecuali pada Paket Pekerjaan Penggantian Jembatan Progo Kranggan. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode observasi, yaitu pengamatan pelaksanaan pekerjaan terhadap peraturan-peraturan dan standar kerja dari Direktorat Jenderal Bina Marga selaku pengguna jasa untuk mencapai mutu yang disyaratkan. Kegiatan pengendalian mutu terbagi menjadi kegiatan urutan antara pengambilan sampel material, pengujian material, penyusunan Job Mix Design (JMD), penyusunan Job Mix Formula (JMF) serta pengujian harian. Hasil pengujian material dan penyusunan JMD oleh laboratorium eksternal menunjukkan hasil kurang lebih sama dengan hasil pengujian secara internal. Efektivitas, efisiensi dan nilai ekonomis hasil pengujian untuk menghindari loss dan overhead berlebihan saat proses produksi dipilih sebagai dasar penyusunan JMF dan kegiatan trial mix. Persetujuan formula campuran untuk kegiatan konstruksi oleh direksi pekerjaan dan direksi teknis, namun harus tetap dilakukan pengendalian mutu secara rutin. Paket pekerjaan ini sudah melakukan kegiatan pengendalian mutu sesuai standar-standar pekerjaan yang sudah berlaku dan berjalan beriringan dengan kegiatan kuantitas pekerjaan. Kata kunci: pengendalian mutu, pengambilan keputusan, konstruksi, penggantian jembatan, spesifikasi Bina Marga
Penerapan Teknologi Internet of Things dalam Meningkatkan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar pada Perusahaan Truk Pengangkut Logistik Pamungkas, Prihantoro; Silviana, Silviana; Kumoro, Andri Cahyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26843

Abstract

Persaingan yang sangat ketat pada perusahaan bidang transportasi logistik menuntut perlunya penggunaan bahan bakar yang efisien karena hal tersebut sangat berperan dalam mengendalikan biaya operasional, mengurangi dampak lingkungan dan menjaga agar perusahaan tetap kompetitif. Dalam era revolusi industri 4.0 beberapa tahun terakhir, pertumbuhan drastis pada perangkat yang terhubung dengan internet telah mengubah cara orang dan bisnis dalam berinteraksi. Perangkat yang terhubung dengan internet yang dikenal sebagai Internet of Things (IoT) sudah diterapkan pada kendaraan, termasuk kendaraan truk. Sebuah perangkat telematika yang terhubung dengan micro controller dapat menjadi gateway bagi kumpulan data yang dikirim menuju ke server. Pengembangan ini berpusat pada perancangan sebuah sistem monitoring kendaraan truk pengangkut logistik dengan menggunakan sebuah perangkat telematika yang terhubung dengan engine control unit (ECU) untuk mengirimkan data menuju ke layer dashboard komputer pribadi atau telepon mudah alih berbasis android. Informasi yang terkumpul dapat menunjukkan data jumlah konsumsi bahan bakar truk tersebut dengan akurat sesuai dengan perubahan waktu nyata. Dari pengembangan ini, pengusaha dapat menghitung kebutuhan konsumsi bahan bakar untuk kendaraan pengangkut logistik yang dioperasikan dengan akurat. Kata kunci: efisiensi bahan bakar, Internet of Things (IoT), perusahaan transposrtasi, revolusi industri 4.0, terhubung
Strategi Penurunan Tingkat Kehilangan Air di Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang Wiedilaksono, Ardian; Nuswantara, Limbang Kustiawan; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25821

Abstract

Air Tak Berekening atau Tingkat Kehilangan Air (TKA) pada Badan Usaha Air Minum (PDAM) menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Artikel ini menjelaskan pendekatan proses penurunan kehilangan air dimulai dari penilaian, perumusan dan implementasi strategi pada PDAM Kota Semarang. Proses dimulai dengan melakukan penilaian TKA melalui penyusunan neraca air dan analisis komponen di tingkat perusahaan. Hasil penilaian ini kemudian diterjemahkan menjadi strategi di tingkat perusahaan. Dengan sumber daya yang telah dialokasikan, PDAM melalui bagian Penurunan Kehilangan Air melakukan penilaian TKA di tingkat zona atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan di District Metered Area (DMA) untuk merumuskan strategi di tingkat taktis. Langkah yang dilakukan bagian Penurunan Kehilangan Air adalah dengan melakukan penurunan TKA secara fokus di satu SPAM dengan memanfaatkan tim pencarian kebocoran dan Internet of Things (IoT) data logger. Implementasi strategi dilaksanakan dengan pendekatan model konseptual DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control) pada semua DMA di SPAM tersebut sampai tercapainya target. Proses ini terbukti berhasilkan menurunkan TKA di salah satu SPAM dari 39% menjadi 26%. Harapannya, artikel ini dapat menjadi contoh penilaian, perumusan, dan implementasi strategi penurunan tingkat kehilangan air bagi PDAM. Kata kunci: Tingkat Kehilangan Air, penilaian, neraca air, analisis komponen, perumusan strategi, implementasi strategi, DMAIC
Sistem Pendukung Keputusan Evaluasi Kinerja Safety Management System di Bandara menggunakan Metode DEMATEL dan ANP Rolita, Lisa; Anggoro, Didi Dwi; Indriyantho, Bobby Rio
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26844

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 20 Tahun 2009 tentang Sistem Manajemen Keselamatan (Safety Management System), penyedia layanan penerbangan harus menerapkan Safety Management System untuk mengenali ancaman keselamatan dan mengurangi risiko, mempertahankan suatu tingkat keselamatan yang dapat diterima dan dilaksanakan, menyediakan pengamatan dan penilaian tingkat keselamatan agar tercapainya tujuan peningkatan tingkat keselamatan secara menyeluruh. Untuk meningkatkan kinerja Safety Management System pada bandara, perlu dilakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan kualitas keselamatan secara optimal. Penelitian ini mengintegrasikan metode DEMATEL dan ANP pada Sistem Pendukung Keputusan dalam menganalisis hubungan sebab-akibat dari kriteria yang bertujuan untuk membantu stakeholder dalam mengambil keputusan. Metode yang digunakan dalan penelitian menerapkan metode kualitatif melalui kuesioner online dan diproses untuk menentukan hasil penilaian dari subkriteria. Metode DEMATEL membantu mengidentifikasi hubungan antar kriteria, serta metode ANP membantu menentukan pembobotan dari subkriteria. Studi kasus dilakukan pada bandara Ahmad Yani Semarang dengan hasil evaluasi menunjukkan bahwa penilaian tertinggi adalah kebijakan keselamatan dan tujuan, sedangkan penilaian terendah pada subkriteria pendidikan dan/atau pelatihan, sehingga menjadikan subkriteria ini menjadi prioritas yang perlu diperbaiki dalam kinerja Safety Management System bandara tersebut. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Safety Management System, Bandara, DEMATEL, ANP
Analisis Ekonomi dan Penurunan Emisi Karbon pada West Kalimantan Power Grid Strengthening Project Yuliani, Kristina Wulan; Widayat, Widayat; Razak, Habibie
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26208

Abstract

 West Kalimantan Power Grid Strengthening Project menunjukan manfaat ekonomi yang signifikan, sebagaimana tercermin dari Economic Internal Rate of Return (EIRR) sebesar 92,1% dengan Economic Net Present Value (ENPV) sebesar $224,7 juta pada tingkat diskonto 12%. Pencapaian ini melebihi penilaian awal karena pembelian energi listrik aktual dai SESCO, Serawak lebih besar dari saat perencanaan. Penilaian manfaat ekonomi ini penting dilakukan untuk mengetahui kebermanfaatan suatu proyek di sektor publik, terutama pada penyediaan listrik yang nilainya sering terdistorsi karenya penyesuaian. Selain itu, proyek ini memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi emisi CO2 pada Sistem Khatulistiwa melalui pembelian energi terbarukan dari Bakun Hydropower. Selama periode 2016-2022, proyek ini mencapai rata-rata penurunan emisi sebesar 1.095.519 ton CO2e per tahun. Kata kunci: manfaat ekonomi proyek, efisiensi proyek, penurunan emisi karbon
Pengendalian Material Semen untuk Mengendalikan Mutu Beton Site Mix Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Sub Daerah Irigasi Wadaslintang Barat Andrianto, Novian; Triwiyatno, Aris; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26864

Abstract

Luas daerah irigasi Wadaslintang Barat sebesar 13.186 Ha, panjang saluran primer 2,9 km, panjang saluran sekunder 113,2 km dan panjang saluran drainase 7,8 km. Dengan luas daerah irigasi, kondisi jalan akses yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan truck concrete mixer, serta keterbatasan personel pengawasan pekerjaan di lapangan, diperlukan upaya melakukan manajemen pengaturan kualitas pekerjaan beton site mix mutu K.225 sehingga mutu yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Dalam menjaga kualiatas mutu beton, dilakukan prosedur pengendalian material semen dengan metode pengembalian sak semen kosong ke gudang semen untuk ditukar dengan semen isi. Penelitian dilaksanakan di saluran sekunder Wungu HM 47+00 sampai dengan HM 51+50. Terdapat 10 titik pengujian dengan 6 titik di atas kuat tekan 225 kg/cm2 dan 4 titik di bawah kuat tekan 225 kg/cm2. Untuk melihat hasil secara komprehensif diperlukan penelitian pengambilan sampel lokasi yang lebih banyak sehingga data yang dihasilkan lebih komprehensif.   Kata kunci: keterbatasan jalan akses, manajemen kualitas, pengendalian material 
Metode Kerja dan Uji Kualitas Pondasi Bored Pile Menggunakan Tipe Rotary Drilling Rigs Pada Pembangunan Bangunan Kawasan Kantor Kementerian PUPR di Ibu Kota Negara Baru Kamaludin, Tutang Muhtar; Indrajaya, Arief; Ansari, Ahmad Solihin; Mulyanto, Ambar
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25827

Abstract

Pondasi bored pile digunakan Pengembangan Kawasan (Urban Design) dan rencana pembangunan IKN baru, Kementerian PUPR. Metode kerja bored pile menggunakan tipe rotary drilling rigs untuk mempercepat pekerjaan dengan tipe mesin bor hidrolik xcmg xr 1500 dengan kemampuan torsi maksimum 150 kN. Tipe alat ini memiliki kemampuan untuk menjaga penyimpangan/deviasi verticality hasil pengeboran dan kecepatan kerja maksimum. Dalam proyek pembangunan Gedung PUPR Wing 2, terdapat lima unit bangunan utama, yaitu Gedung A, B, C, D dan E, yang dirancang dengan jumlah bored pile yang bervariasi. Perbedaan jumlah bored pile pada masing-masing gedung disesuaikan dengan kebutuhan spesifik berdasarkan fungsi bangunan, desain struktur, serta beban yang direncanakan. Pada Gedung D di Wing 2 terdapat 227 titik bored pile untuk memastikan kualitas dan kekuatan bored pile, dilakukan beberapa jenis pengujian pembebanan. Setiap jenis pengujian tersebut dirancang untuk memastikan bahwa bored pile memiliki kemampuan dan ketahanan yang memadai dalam mendukung struktur bangunan di atasnya. Kata kunci: pondasi, bored pile, gedung, struktur, spesifik
Evaluasi Model Batu Bara dan Sequence Tambang PIT X Periode Triwulan 3 Tahun 2024 Alfariji, Moh; Silviana, Silviana; Kumoro, Andri Cahyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26860

Abstract

Pada umumnya, kegiatan pertambangan identik dengan kegiatan yang memiliki biaya dan risiko yang tinggi. Kendala utama yang terjadi pada aktivitas penambangan batu bara umumnya terkait dengan model batu bara yang menyimpang dari kondisi aktual. Oleh karena itu, evaluasi model batu bara dan sequence tambang yang baik sangat diperlukan sebagai acuan dalam kegiatan penambangan untuk mengontrol dan mengidentifikasi kesesuian perencanaan tambang terhadap perkembangan aktualnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi model batu bara dan sequence tambang PIT X terhadap progres aktual pada periode triwulan 3 tahun 2024. Evaluasi dipusatkan pada cadangan volumetrik (ton/bcm), spasial dan bentuk geometris dari bukaan tambang. Berdasarkan pada evaluasi model, secara umum teridentifikasi terjadinya penipisan lapisan batu bara dengan recovery model bulan Juli, Agustus dan September masing-masing sebesar 121%, 73% dan 82%. Evaluasi sequence tambang bulan Juli memiliki volume overcut 466,329 bcm, undercut 84,247 bcm dan on grade 172,685 bcm. Pada bulan Agustus, terverifikasi adanya volume overcut sebesar 43,273 bcm, undercut 94,009 bcm dan on grade 512,968 bcm. Sedangkan pada bulan September, tervalidasi volume overcut sebesar 25,400 bcm, undercut 94,509 bcm dan on grade 530,391 bcm. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa ketercapaian kinerja produksi untuk bulan Juli, Agustus dan September masing-masing adalah 98%, 90% dan 84%. Kata kunci: batu bara, kinerja, model recovery, mine planning, sequence
Keutamaan Komponen Penilaian Kinerja Infrastruktur dalam Upaya Ketahanan Air: Pendekatan Studi Lumbung Air di Kabupaten Pati Angghita, Lintang Jata; Wahyuni, Maria
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25795

Abstract

Ketersediaan dan kemudahan akses air bersih bagi seluruh masyarakat menjadi sangat penting sebagai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan. Kabupaten Pati yang termasuk dalam bagian kawasan pesisir Pulau Jawa mengandalkan sumber air bersih dari sumur dalam dan lumbung air. Keberadaan lumbung air yang seharusnya meningkatkan ketersediaan dan kemudahan akses air bersih, menjadi tidak optimal karena kondisi fisik lumbung air yang tidak mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keutamaan dalam perbaikan lumbung air di Kabupaten Pati dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Indikator yang digunakan sebagai dasar melakukan penilaian adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat, kebermanfaatan, kondisi fisik lumbung air, kelengkapan infrastruktur pendukung dan ketersediaan kelembagaan pengelola. Sebagai hasil dari penelitian ini, dengan menggunakan sampel 16 lumbung air yang terletak di Kabupaten Pati, dari 6 indikator yang menjadi dasar penilaian, keutamaan penanganan pada lumbung air adalah pemenuhan kebutuhan air bersih dengan tingkat keutamaan 43,4%, diikuti oleh kondisi prasarana fisik dengan tingkat keutamaan 30,7% dan kondisi prasarana pendukung dengan tingkat ketamaan 10,4%. Ketiga indikator lainnya, organisasi personalia (7,1%), ketersediaan dokumentasi (4,8%) dan peran serta P3AB (3,6%) memiliki keutamaan yang dapat dikategorikan minor. Kata kunci: lumbung air, Kabupaten Pati, AHP, rehabilitasi, keberlanjutan

Page 1 of 1 | Total Record : 10