cover
Contact Name
Novena Adi Yuhara
Contact Email
novena@ukrimuniversity.ac.id
Phone
+6281329032354
Journal Mail Official
epmas@ukrimuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Ukrim No.KM. 11, Kadirojo I, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2797412X     DOI : https://doi.org/10.61179/epmas
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Edukasi dan Pengabdian Masyarakat (Epmas) merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas Kristen Immanuel. Jurnal Edukasi dan Pengabdian Masyarakat (Epmas) memiliki fokus bidang edukasi, penyuluhan, dan deseminasi penelitian dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan dan kefarmasian. Jurnal Edukasi dan Pengabdian Masyarakat (Epmas) terbit secara online dengan frekuensi terbit 2 kali setahun serta dapat diakses oleh umum secara gratis.
Articles 36 Documents
TRAINING ON BUILDING AND TESTING A SOLAR TUNNEL DRYER TO DRY AGRICULTURAL PRODUCTS AT BULU, KARANGMOJO, KARANGMOJO, GUNUNG KIDUL Emerita Setyowati; Daniel Pianka; Caesnan Marendra G.L.
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v1i2.265

Abstract

Bulu Karangmojo village is a known cashew nut producer central in Gunung Kidul. However, cashew nut farmers faced obstacles in the drying process, especially in the rainy season. An affordable yet simple made solar dryer was essential for the drying process. Our team at UKRIM (Universitas Kristen Immanuel) came up with the solution of using a solar tunnel dryer. The solar tunnel dryer was chosen because people do not need fossil fuels to operate it, so it was more economical, environmentally friendly, and most of the material e.g. wood and bamboo were abundantly and locally available in their village. Moreover, solar tunnel dryer construction was simple enough, so that farmers could make it by themself. Solar energy was used for the drying process. The drying process was using a solar absorber to collect the heat of the sun. The heated air will move to the cashew nuts to absorb the humidity, finally, humid air is leaving through a bug-screen to the environment. Eighteen farmers had actively participated in this training. Finally, a solar tunnel dryer of 5 m length and 1 m width connected with a 10-watt solar panel was successfully constructed. The result showed a 50% faster drying time compared to the traditional sun drying and supplied a higher product quality.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DAN PELATIHAN APOTEKER CILIK DI SDN 02 WUKIRSAWIT, JATIYOSO, KARANGANYAR Halim Galuh Kinanti; Indah Puspawati; Aris Prio Agus Santoso
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i1.268

Abstract

ABSTRAK Penggunaan obat khususnya pada anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus karena tidak semua anak mudah minum obat ketika sakit. Di sisi lain masa anak-anak perlu mendapatkan banyak informasi tentang berbagai profesi agar dapat menambah wawasan sekaligus memacu semangat belajar. Berdasarkan hal tersebut maka kami mengadakan penyuluhan apoteker cilik dengan materi pegenalan profesi apoteker, manfaat dan efek samping obat, logo obat, membaca kemasan obat dan DaGuSiBu dan pelatihan pembuatan puyer. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasy eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Subyek pada penelitian adalah siswa kelas V SDN 02 Wukirsawit, Jatiyoso, Karanganyar sebanyak 16 siswa. Hasil penelitian didapatkan hasil dari pretest dan posttest yaitu untuk nilai pretest memiliki rata-rata yaitu 65,03 % dan untuk nilai dari post test sendiri yaitu 76,85%. Hasil Wilcoxon test P= 0,03 (p<0,05), sehingga terdapat efektivitas penyuluhan dan pelatihan pelatihan apoteker cilik di SD N 02 wukirsawit, jatiyoso karanganyar. Kata kunci : Efektivitas, Penyuluhan, Apoteker Cilik ABSTRACT The use of drugs, especially in children, needs special attention because not all children are easy to take medicine when sick. On the other hand, children need to get a lot of information about various professions in order to add insight while spurring the spirit of learning. Based on this, we conducted a child pharmacist extension with pharmacist profession material, benefits and side effects of drugs, drug logos, reading drug packaging and DaGuSiBu and pulveres manufacturing training. The type of research used is experimental quasy with one group pretest and posttest design. Subjects in the study were students of class V SDN 02 Wukirsawit, Jatiyoso, Karanganyar as many as 16 students. The results of the study obtained results from pretest and posttest, namely for the pretest value has an average of 65.03% and for the value of the post test itself is 76.85%. Wilcoxon test results P = 0.03 (p<0.05), so there is effectiveness of counseling and training of child pharmacists in SD N 02 wukirsawit, jatiyoso karanganyar. Keywords : Effectiveness, Counseling, Child Pharmacist
PANGAN FUNGSIONAL SEBAGAI ALTERNATIF PENUNJANG IMUN DI MASA PANDEMI Eni Kartika Sari
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v1i2.297

Abstract

ABSTRAK Dampak pandemi Covid-19 terasa di berbagai sektor baik ekonomi, sosial, pendidikan maupun kesehatan. Diantara sektor tersebut kesehatan sangatlah perlu diperhatikan mengingat kesehatan menjadi faktor utama manusia dalam menggerakkan aspek ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan maupun Gugus Penanganan Covid-19 telah berupaya keras menurunkan angka kasus Covid-19 di Indonesia melalui promosi kesehatan, kelengkapan fasilitas kesehatan dan edukasi penggunaan bahan alam sebagai penunjang imun tubuh. Guna mendukung hal tersebut tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan pengabdian dengan tema Pangan Fungsional Sebagai Alternatif Penunjang Imun di Masa Pandemi. Mengingat kesadaran pentingnya menjaga imun melalui konsumsi pangan fungsional belum tinggi di kalangan pesantren, maka tim pengabdian kepada masyarakat memberikan edukasi kepada santri Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta pentingnya pangan fungsional dalam menunjang imun tubuh. Pengabdian ini dilakukan melalui tahapan kegiatan yaitu analisis situasi, koordinasi dengan pengurus pesantren, pelaksanaan sosialisasi melalui media zoom meeting, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pemahaman santri dan masyarakat tentang manfaat pangan fungsional sebagai alternatif penunjang imun. Selama kegiatan pengabdian berlangsung peserta aktif bertanya dan menggali pemahaman tentang pangan fungsional. Peserta berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan. Kata kunci : pangan fungsional, penunjang imun, pandemi Covid-19 ABSTRACT The impact of the Covid-19 pandemic is felt in various sectors, including economic, social, educational and health. Among these sectors, health really needs to be considered, considering that health is the main factor in driving economic and social aspects. Therefore, the government through the Ministry of Health and the Covid-19 Handling Group has worked hard to reduce the number of Covid-19 cases in Indonesia through health promotion, completeness of health facilities and education on the use of natural ingredients to support the body's immune system. To support this, the community service team carried out service with the theme Functional Foods as Alternative Immune Support in the Pandemic Period. Considering the awareness of the importance of maintaining immunity through the consumption of functional food is not yet high among Islamic boarding schools, the community service team provides education to students at the Al Munawwir Krapyak Islamic Boarding School in Yogyakarta on the importance of functional food in supporting the body's immune system. This service is carried out through stages of activities, namely situation analysis, coordination with pesantren administrators, implementation of socialization through zoom media, mentoring and evaluation of activities. Based on the evaluation that has been done, the results show that there is an increase in the understanding of students and the community about the benefits of functional food as an alternative to supporting immunity. During the service activity, the participants actively asked questions and explored understanding about functional food. Participants hope that this activity can be sustainable. Keywords: functional food, immune support, Covid-19 pandemic
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER DI RT 14 MAGUWO BANGUNTAPAN Mega Putri
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i1.316

Abstract

Kesehatan tangan perlu dijaga kebersihannya terutama dengan adanya Covid-19 seperti sekarang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan adalah menggunakan sediaan pembersih tangan atau hand sanitizer. WHO merekomendasikan pembersih tangan berbasis alkohol untuk menjaga kebersihan tangan. Formula pembersih tangan yang direkomendasikan oleh WHO terbuat dari etanol, isopropil alkohol, dan hidrogen peroksida menggunakan kombinasi yang berbeda. Untuk mengedukasi masyarakat tentang formula dan cara mudah membuat hand sanitizer, maka dilakukan kegiatan pelatihan sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta pelatihan adalah pemuda pemudi RT 14 Maguwo Banguntapan bantul berjumlah 17 orang. Pada kegiatan pelatihan ini, narasumber menyampaikan formula, langkah kerja dan memberikan contoh pembuatan hand sanitizer. Narasumber memberi contoh pembuatan 5 L hand sanitizer, dimana total hand sanitizer yang dibuat dalam pelatihan ini sebanyak 20 L. Selanjutnya, 15 L hand sanitizer dibuat oleh peserta pelatihan. Selama sesi pelatihan dan tanya jawab ini dapat tercermin bahwa peserta yang hadir sangat antusias dan tertarik dalam mengikuti kegiatan.
Sosialisasi Pembuatan Hand Sanitizer Kepada Masyarakat Dusun Maguwo Bantul Melia Eka Rosita; Mega Karina Putri
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i1.339

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia memiliki dampak multi sektor, dari kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga aktivitas beribadah di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan pada saat Covid-19 yaitu dengan menggunakan sediaan pembersih tangan atau hand sanitizer. Hand sanitizer bentuk sediaan cair yang hiegenis dapat dibuat dengan mudah dari bahan kimiawi tidak sulit. Selain itu, tidak membutuhkan biaya yang mahal karena menggunakan bahan dan peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan sangat sederhana (karena menggunakan bahan dan alat yang sederhana, serta proses pembuatan yang mudah). Berdasarkan hal tersebut pengabdi tertarik untuk melakukan sosialisasi pembuatan Hand sanitizer yang dilaksanakan di Perumahan Candi Indah, Maguwoharjo, Bantul. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan Hand sanitizer berdasarkan standar World Health Organization (WHO) Formula 1, Formula ini membutuhkan etanol 96% sebanyak 8.333 ml, H2O2 3% sebanyak 417 ml, gliserol sebanyak 145 ml, dan akuadest sebanyak 1.105 ml. Setelah proses pembuatan selesai, narasumber mengingatkan kembali bahwa sebelum hand sanitizer siap digunakan perlu didiamkan terlebih dahulu selama 3 hari atau 72 jam. Pelatihan ini memberikan dampak positif yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat dalam pembuatan hand sanitizer sesuai standar WHO. Kata kunci : Hand sanitizer, Covid-19
The TRAINING OF MAKING HERBAL TEA HEALTH BEVERAGES IN KOPANG KEBUN hamlet, KEMUNING LOR VILLAGE, JEMBER REGENCY: PELATIHAN PEMBUATAN HERBAL TEA MINUMAN KESEHATAN DI DUSUN KOPANG KEBUN, DESA KEMUNING LOR, KABUPATEN JEMBER Sholihatil Hidayati
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i1.340

Abstract

Dusun Kopang Kebun, Desa Kemuning Lor, Arjasa, Jember mempunyai banyak potensi sumber daya alam, salah satunya banyak tumbuh tanaman mangga arum manis. Tanaman ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat secara empiris dalam mengobati beberapa penyakit. Oleh karena itu daun mangga arumanis sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai minuman kesehatan. Teh celup adalah sebutan untuk serbuk bunga, daun, biji, akar, atau buah kering yang dicelupkan/diseduh dalam air panas untuk membuat minuman. Walaupun disebut "teh", ramuan atau minuman ini tidak selalu mengandung daun dari tanaman teh. Pengembangan potensi daun mangga arumanis dipilih menjadi sediaan celup, sebab keuntungan metode pembuatan sediaan celup yang sederhana, murah, dan praktis. Hal ini juga menarik dan unik karena teh ini bukan terbuat dari daun teh melainkan tanaman mangga arumanis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) memberi penyuluhan tentang tanaman daun mangga arumanis dan khasiatnya; (2) melatih keterampilan membuat teh celup; (3) melatih pengemasan teh celup; (4) melatih membuat label pada kemasan teh celup daun mangga arumanis. Bentuk sediaan minuman kesehatan teh celup mempunyai peluang untuk dikembangkan di Dusun Kopang Kebun melihat potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Teh celup daun mangga arumanis memiliki berbagai keunggulan diantaranya praktis, lebih tahan lama, menarik dan murah. Teh celup daun mangga arumanis dikemas dalam wadah yang menarik dan dapat di pasarkan sehingga dapat memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan demikian, pengembangan kegiatan pembuatan teh culup daun mangga arumanis diharapkan dapat dijadikan peluang usaha dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN MINUMAN TRADISIONAL BERKHASIAT DI DUSUN PELEM SEWU, PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL Eni Kartika Sari; Beta Ria Erika MD.
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i1.343

Abstract

ABSTRAK Peluang usaha minuman tradisional di masa pandemi tergolong prospektif. Banyak masyarakat yang menggemari minuman traadisional untuk meningkatkan imun mereka. Hal ini menjadi salah satu latar belakang tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi S1 Farmasi STIKes Akbidyo untuk mengangkat tema pengolahan minuman tradisional di Dusun Pelemsewu. Dusun Pelemsewu merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul yang berlokasi dekat dengan kampus. Berdasarkan hasil wawancara dengan sebagian warga Pelemsewu diperoleh informasi bahwa terdapat warga yang terdampak Pandemi Covid-19, yang paling nyata adalah penurunan pendapatan warga yang berprofesi sebagai pedagang. Di sisi lain Dusun Pelemsewu mempunyai potensi bahan alam belum dikelola secara optimal yaitu sereh dan jahe. Sehingga untuk meningkatkan pendapatan warga dan nilai ekonomi bahan alam tersebut maka perlu upaya mengolah bahan alam menjadi produk yang prospektif yaitu minuman tradisional. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pertama analisis situasi, dilanjutkan koordinasi dengan Dukuh Pelemsewu dan warga setempat, kemudian pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan secara tatap muka, dilanjutkan pendampingan dan evaluasi Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pemahaman warga Dusun Pelemsewu tentang pengolahan minuman tradisional berkhasiat sebagai salah satu peluang usaha di masa pandemi. Harapan warga terdapat tindqk lanjut kegiatan pengabdian berupa pengemasan produk dan pemasarannya. Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, minuman tradisional, Dusun Pelemsewu ABSTRACT The traditional beverage business opportunity during the pandemic is quite prospective. Many people are fond of traditional drinks to increase their immunity. This became one of the backgrounds for the community service team of the Pharmacy department of STIKes Akbidyo to raise the theme of processing traditional drinks in Pelemsewu Hamlet. Pelemsewu hamlet is one of the hamlets located in Panggungharjo Village, Sewon, Bantul which is located close to campus. Based on the results of interviews with some Pelemsewu residents, information was obtained that there were residents affected by the Covid-19 pandemic, the most obvious of which was the decline in the income of residents who work as traders. On the other hand, Pelemsewu Hamlet has the potential for natural ingredients that have not been managed optimally, namely lemongrass and ginger. So that to increase the income of residents and the economic value of these natural materials, it is necessary to process natural materials into prospective products, namely traditional drinks. This community service is carried out through several stages, namely first a situation analysis, followed by coordination with the leader of Pelemsewu and local residents, then the implementation of socialization and training conducted face-to-face, followed by mentoring and evaluation Based on the evaluation that has been carried out, the results show that there is an increase in the understanding of the residents of Pelemsewu hamlet about processing traditional nutritious drinks as one of the business opportunities during the pandemic. The residents hope that there will be further follow-up of service activities in the form of product packaging and marketing. Keywords: community empowerment, traditional drink, Pelemsewu hamlet
PENERAPAN MODUL ILO SCORE DALAM PENDAMPINGAN UMKM DI HASANS COLLECTION BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Wilhelmus Chandra; Isna Kristiani; Jones Parlindungan Nadapdap
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i2.344

Abstract

ABSTRAK Hasans Collection adalah sebuah UMKM yang terletak di Bengkayang. Hasans Collection berdiri sejak tahun 2018. Terdapat beberapa permasalahan yang ditemui di UMKM Hasans Collection diantaranya yaitu Penataan peletakan barang tidak rapi dan tidak sesuai dengan kelompok jenis barangnya, peralatan yang digunakan untuk berjualan seperti box penyimpanan barang dan kursi kurang bersih, area tempat usaha kurang bersih, kurangnya kebersihan barang dagangan karena masih terdapat debu-debu yang menempel, Pemilik Hasans Collections kurang mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, Lokasi Hasans Collections belum ada di Google Maps. Oleh sebab itu, diperlukan pemberdayaan UMKM yang ada di Kabupaten Bengkayang berdasarkan Modul ILO Score. Hasil kegiatan telah berhasil menerapkan Modul 5S dan Tata Letak, Promosi, dan K3 & Hygiene di Hasans Collection Bengkayang. Kata Kunci: UMKM, ILO Score, Kabupaten Bengkayang
EDUKASI RUMAH SEHAT TANPA ASAP ROKOK DI GAMPONG CEURIH KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH TAHUN 2022 tahara dilla
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i2.345

Abstract

ABSTRAK Perokok pasif memiliki risiko gangguan kesehatan tiga kali lebih besar daripada perokok aktif. Di Banda Aceh, perokok di dalam ruangan tertutup sebesar 68, 37% dan asap rokok ini dihirup oleh perokok pasif. Upaya yang harus dilakukan berupa penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mewujudkan rumah sehat tanpa asap rokok di gampong Ceurih Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemaparan materi melalui power point sebagai sarana penyuluhan dan pembagian booklet edukasi rumah sehat tanpa asap rokok. Kegiatan ini dilaksanakan di Meunasah gampong Ceurih yang diikuti oleh 20 orang masyrakat dari empat dusun (Pande meuh, Tgk dicot, Pusara habib, Podihagu) di gampong Ceurih. Tim PkM memberikan pre test sebelum kegiatan dimulai dan diakhir PkM dibagikan kuesioner post test dan bingkisan kepada peserta. Hasil kegiatan penyuluhan dan pembagian booklet dapat meningkatkan pengetahuan peserta dengan nilai post test (48±17.2) dan nilai pre test (25.1±4.1). Keaktifan peserta sebesar 100%. Penyuluhan kesehatan dan pembagian booklet dapat meningkatkan pengetahuan peserta dan mengedukasi untuk menciptakan rumah sehat tanpa asap rokok di gampong Ceurih. Selain itu kehadiran empat orang kepala dusun dapat menjadi motivator dan penggerak terwujudnya lingkungan sehat dengan udara bersih di gampong Ceurih. Kata kunci : edukasi, rokok, penyuluhan ABSTRACT Passive smokers have three times the risk of health problems than active smokers. In Banda Aceh, 68.37% of smokers in a closed room are inhaled and this smoke is inhaled by passive smokers. Efforts must be made in the form of health education. The purpose of this activity is to educate the public to create a healthy house without cigarette smoke in the Ceurih village, Banda Aceh City. The method used in this activity is the presentation of material through power points as a means of counseling and distribution of healthy home education booklets without cigarette smoke. This activity was carried out at Meunasah gampong Ceurih which was attended by 20 people from four hamlets (Pande meuh, Tgk dicot, Pusara habib, Podihagu) in Ceurih village. The PkM team gave a pre-test before the start and at the end of the PkM distributed the post-test questionnaires and gifts to the participants. The results of the counseling and the distribution of booklet scores could increase participants' knowledge with the post-test (48±17.2) and pre-test scores (25.1±4.1). The activeness of participants is 100%. Health counseling and distribution booklets can increase participants' knowledge and educate them to create a smoke-free healthy home in the Ceurih village. In addition, the presence of four hamlet heads can be a motivator and mover for the realization of a healthy environment with clean air in the Ceurih village. Keywords: education, cigarettes, counseling
EDUKASI MANFAAT DAUN SINGKONG DAN DAUN PEPAYA SERTA PELATIHAN PENGOLAHANNYA MENJADI DENDENG SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF UNTUK MENGUATKAN IMUN Meyke Herina Syafitri
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v2i2.346

Abstract

Until now there is no specific treatment that has been proven to cure patients infected with the Covid-19 virus. The high number of positive confirmed cases of Covid-19 makes it is important to promote preventive efforts so as not to be infected with the virus. One thing that can be done is the fulfillment of nutrition, especially those that can support the immune system. Cassava leaves and papaya leaves have been shown to increase the immune response and reduce inflammation. The magnitude of the benefits possessed by cassava leaves and papaya leaves will be more felt by the community if they can be processed into a food that tastes good and is practical to serve. Based on this background, workshop is needed to process cassava leaves and papaya leaves turn into dendeng in order to support strengthening the family's immune system in the pandemic era. The training, which was conducted in the Kebonsari area of ??Surabaya, began with the providing of information using powerpoint and video media, followed by hands-on manufacturing practice. The dendeng produced is flat, has a soft texture, savory, and does not taste bitter. At the end of the event, an evaluation of the course of the training process was carried out through the provision of questionnaires. All participants stated that they were very satisfied with this activity and suggested that similar training could be carried out regularly in their neighborhood.

Page 2 of 4 | Total Record : 36