cover
Contact Name
Rahmat Syah
Contact Email
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City Serpong, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
VIJJACARIYA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis
ISSN : 24426016     EISSN : 29855284     DOI : -
Vijjacariya Journal is a journal that contains Buddhist religious and religious education. The theme raised relates to the Development of Buddhist Education and Education. Vijjacariya journal is published regularly 2 times a year. 1. Development of Buddhist Education and Education 2. Learn and teach Buddhism 3. Development of Buddhist curriculum 4. Buddhist religious education technology 5. Evaluation of Buddhist religious education
Articles 95 Documents
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten dengan Permainan Seni Peran Lalita Vistari Dharma
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 2 (2019): December 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah mahasiswa merasa malu dan takut berbahasa Inggris karena mereka tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris, takut salah pengucapan, tidak terbiasa atau tidak nyaman berbicara menggunakan bahasa Inggris. Mahasiswa lebih suka menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah dalam lingkungan kelas dan ketika berada di komunitasnya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kosakata mahasiswa, yang menyebabkan hanya beberapa mahasiswa yang berani berbicara menggunakan bahasa Inggris.Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa STABN Sriwijaya melalui metode seni peran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam empat siklus, melibatkan mahasiswa Semester II Jurusan Dharmaduta dan mahasiswa Semester II Jurusan Dharmacarya sejumlah 23 orang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas mahasiswa dan pertanyaan mengenai keterampilan berbicara mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan melibatkan analisis statistika deskriptif dan analisis kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode seni peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Semester II Jurusan Dharmaduta dan Semester II Jurusan Dharmacarya. Peningkatan ini terlihat dari skor rata-rata yang mengalami peningkatan dari pre-test (50,81 - kategori kurang) ke siklus I (59,39 - kategori cukup), siklus II (61,29 - kategori cukup), siklus III (64,54 - kategori cukup), dan siklus IV (66,84 - kategori baik). Seluruh mahasiswa berhasil menyelesaikan permainan seni peran dan hasilnya tergolong baik pada akhir siklus (post-test). Kosakata mahasiswa meningkat dan mereka mulai berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri di depan teman-teman mereka.
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten Dengan Permainan Seni Peran Lalita Vistari
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 8, No 2 (2021): December 2021
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah mahasiswa merasa malu dan takut berbahasa Inggris dikarenakan mereka tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris, takut salah pengucapan, tidak terbiasa atau tidak nyaman berbicara menggunakan bahasa Inggris. Mahasiswa terbiasa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah dalam lingkungan kelas dan ketika berada di komunitasnya. Hal ini dikarenakan kosakata mahasiswa tidak banyak, yang mengakibatkan hanya beberapa mahasiswa yang berbicara menggunakan bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa STABN Sriwijaya melalui metode seni peran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam empat siklus dalam empat pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Semester II Jurusan Dharmaduta dan mahasiswa Semester II Jurusan Dharmacarya sejumlah 23 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas mahasiswa dan butir pertanyaan mengenai keterampilan berbicara mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode seni peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Semester II Jurusan Dharmaduta dan Semester II Jurusan Dharmacarya. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata skor, di mana rata-rata pre-test sebesar 50,81 (kategori kurang); rata-rata skor pada siklus I adalah 59,39 (kategori cukup); rata-rata skor pada siklus II adalah 61,29 (kategori cukup); rata-rata skor pada siklus III adalah 64,54 (kategori cukup); dan rata-rata skor pada siklus IV adalah 66,84 (kategori baik). Seluruh mahasiswa menuntaskan permainan seni peran dan hasilnya dalam kategori baik di akhir siklus (post-test). Kosakata mahasiswa meningkat dan mulai berbicara mengunakan bahasa Inggris dengan percaya diri di depan teman-teman mereka.
Internalisasi Wawasan Kebangsaan Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha Dan Budi Pekerti (Studi Fenomenologi Pada Peserta Didik Kelas IX Di Sekolah Menengah Pertama Swasta (Smps) Perguruanbuddhi) Yayang Hadikusno
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya internalisasi kebangsaan dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dan juga masih terjadinya fenomena yang tidak menggambarkan pemahaman wawasan kebangsaan dikalanganpeserta didik. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menguraikan (mendeskripsikan) internalisasi wawasan kebangsaan dalam Mata Pelajaran PendidikanAgama Buddha dan Budi Pekerti pada peserta didik kelas IX di SMPS Perguruan Buddhi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan atau informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah (informan pendukung), pendidik (informan kunci), dan peserta didik (informan utama) kelas IX SMPS Perguruan Buddhi Tangerang tahun ajaran 2022/2023. Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik nontes, yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data model M.B. Miles, A.M. Huberman, dan Johny Saldaña (1994). Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa definisi internalisasi wawasan kebangsaan diterjemahkan berdasarkan sudut pandang masing-masing, namun pada hakikatnya memiliki kesesuaian dalam menginterpretasikan. Internalisasi wawasan kebangsaan didenifisikan sebagai suatu proses tahapan atau rangkaian dalam pengenalan, penanaman, pembinaan, dan penguatan secara berkelanjutan serta mendalam mengenai informasi, pesan, dan nilai-nilai luhur yang menyangkut nasionalisme. Materi atau bahan ajar tentangwawasan kebangsaan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di kelas IX bersumber dari kitab Dhammapada, buku Paritta, dan buku Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas IX. Materi ataupun bahan ajar yang dipilih sangat erat kaitanya, bersesuaian, dan mengandung nilai-nilai wawasan kebangsaan. Penanaman pengetahuan tentang wawasan kebangsaanyang telah dilakukan oleh pendidik yaitu dengan menunjukan sikap sopan santun, saling memberikanucapan pada perayaan hari raya, salam dengan sikap anjali, mengucapkan selamat pagi/siang, dan Namo Buddhaya, memberikan arahan pada saat apel pagi, dan upacara bendera. Adapun tujuanya adalah agar seluruh warga sekolah bisa selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan. Upaya internalisasi wawasan kebangsaan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti yang dilakukan oleh pendidik yaitu dengan pengenalan, penanaman, bimbingan dan penguatan mengenai nilai-nilai luhur Dhamma yang selaras dengan wawasan kebangsaan kepada peserta didik. Upaya yang telah dilakukan oleh pendidik bertujuan agar peserta didik memiliki kesadaran mengenaipentingnya menjadi pelajar yang kuat dalam karakter Pancasila sebagai generasi penerus bangsa. Praktik atau contoh yang dilakukan pendidik dan peserta didik dalam internalisasi wawasan kebangsaan salah satunya yaitu dengan mengikuti dan mempraktikkan aturan tata tertib sekolah. Etika dan norma yang berlaku di masyarakat juga diterapkan dalam praktik wawasan kebangsaan pada pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di SMPS Perguruan Buddhi, baik di dalam kelas, cetiya, maupun di luar kelas.
Etika Komputer dan Implikasinya pada Pembelajaran di Era Modern Heriyanto Heriyanto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 4, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi etika komputer deism prom pembelajaran adalah bagaimana mempertahankan sosial kemanusiaan melalui pedlaku penggunaan teknoloei secara tenor dengan menjunjung tinggi caracara ihniah dan academic value. Bagaimana etika komputer dan implikasinya dalam pembelajaran di era modem menjadi permaszdahan dalam kajian int. Tujuan kajian  ini adalah mendcskripsikan etika komputer dan implikasinya pada pembelajaran di era modem. Tercapainya tujuan kajian memberikan gambaran nyata penerapan etika komputer beseita implikasinya pada pembelajaran.Kajian inl menggunakan tekals analisis sintesis wacsna, dengan mempertimbangkan unsur teks, konteks. dan wacana. Sapiens yang dilakukan mempakan kelanjutan dari proses analisis dalam upaya mciskonstruksi teks den konteks, dengan menggunakan perbandingan isu-Isu dan fakta dalam rangka menjelaskan implikasi etika komputer pada pembelajaran di era modern. Penelidan terdehulu, kasus, dan data yang didapntlian dari internet menjadl unsur panting dalam memenuht subtansi teks dan konteks. Hasil kapan menggambarkan implikasi etika komputer pada pembelajaran di era modem menyentuh pada beberapa aspek proses pendidikaA yaitu: a) Penetspan kurikulum yang terintegrasi dengan pendidikan etika !computer, b)Kebebasan akademik dengan pemanfaatan komputasi humanisUk dan memperhatikan batasan.batanin sosial, c) Membuat kebijakan dan manajemen untuk penggunaan teknologi dan komputer lam mendukung proses pembelajaran, d) hlemenuhi kebutuhan akses informasi akademik dengan care-card yang benar dan eds. e) Penlaku etis pemanfaatan teknologl digital dan komputer dalam psnerapan melody, strategi. dan pendekatan pembelajaran, sera Q Perilaku etis dalam membuat dan nwnggunakan media pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi digital dan komputer.
Pentingnya Pendidikan Untuk Tanamkan Sikap Toleran Di Masyarakat Muawanah Muawanah
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penerapan pendidikan untuk menanamkan toleransi dalam masyarakat adalah untuk membentuk warga negara yang dapat mewujudkan peradaban bersama dalam kehidupan bangsa dan negara, serta mampu menciptakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk menanamkan sikap toleransi. Upaya pendidikan untuk menanamkan sikap toleran dalam masyarakat melalui: 1) pendidikan multikultural dan karakter; 2) pendidikan dengan wawasan nasional; dan 3) manajemen pendidikan profesional. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka. Diharapkan dengan pendidikan ini, masyarakat dapat menghormati keragaman dan menghilangkan rasa curiga dan diskriminasi sehingga terciptanya masyarakat yang toleran.
Identifikasi Kesulitan Guru Pendidikan Agama Buddha Dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Di Tangerang Dan Dki Jakarta Tri Amiro; Iin Suwarni; Yogi Murdianto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami oleh guru Pendidikan Agama Buddha di Tangerang dan DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari 125 item yang dibagi menjadi 4 aspek, yaitu: 1) Lingkup Kurikulum 2013; 2) persiapan pembelajaran; 3) pelaksanaan pembelajaran; dan 4) evaluasi. Untuk menjamin validitas, dilakukan penilaian oleh ahli, sementara reliabilitas diukur menggunakan indeks pencapaian Alpha Cronbach, yang nilainya sebesar 0,989. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) tingkat kesulitan guru Pendidikan Agama Buddha dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 sebesar 58,10%; 2) tingkat kesulitan guru Pendidikan Agama Buddha dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada aspek sekitar Kurikulum 2013 sebesar 61,06%; 3) tingkat kesulitan guru Pendidikan Agama Buddha dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada aspek persiapan pembelajaran sebesar 59,91%; 4) tingkat kesulitan guru Pendidikan Agama Buddha dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada aspek pelaksanaan pembelajaran sebesar 55,32%; dan 5) tingkat kesulitan guru Pendidikan Agama Buddha dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada aspek hasil pembelajaran sebesar 58,24%, yang dibagi menjadi tiga indikator: a) ukuran sikap sebesar 59,02%; b) jumlah pengetahuan sebesar 57,71%; dan c) jumlah keterampilan sebesar 58,51%
Kepuasan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Buddha Terhadap Pelayanan Teknologi dan Sistem Informasi Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha di Tangerang Heriyanto Heriyanto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 8, No 2 (2021): December 2021
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kepuasan mahasiswa program studi Pendidikan Agama Buddha (Prodi PAB) terhadap pelayanan teknologi dan sistem informasi Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) di Tangerang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepuasan mahasiswa Prodi PAB terhadap pelayanan teknologi dan sistem informasi PTKB di Tangerang. Penelitian juga bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan mahasiswa Prodi PAB terhadap pelayanan teknologi dan sistem informasi ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Prodi PAB pada PTKB di Tangerang yang berjumlah 86 orang. Objek penelitian adalah kepuasan mahasiswa Prodi PAB terhadap pelayanan teknologi dan sistem informasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan dengan teknik nontes menggunakan kuesioner. Lokasi penelitian yaitu pada Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten (STABN Sriwijaya) dan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Dharma Widya. Kuesioner menggunakan empat klasifikasi berdasarkan skala Likert. Teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi. Hasil penelitian menyatakan kepuasan mahasiswa Prodi PAB terhadap pelayanan teknologi dan sistem informasi PTKB di Tangerang sebesar 77,28%. Interpretasi yang didapat dengan mencari interval skor persen berdasarkan skala Likert menyatakan 77,28% termasuk dalam kategori sangat puas. Tingkat kepuasan mahasiswa sebesar 14,00% dalam kategori tinggi, 79,00% kategori sedang, dan 7,00% dalam kategori rendah. Tingkat kepuasan mahasiswa Prodi PAB terhadap pelayanan teknologi dan sistem informasi PTKB di Tangerang untuk dimensi tangible sebesar 79,51%, dimensi reliability sebesar 76,82%, dimensi responsiveness sebesar 77,17%, dimensi assurance 77,42%, dan untuk dimensi emphaty sebesar 75,56%.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (Tps) Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha Di Smk Dharma Widya Tangerang Tahun Ajaran 2014/2015 Yuliyono Yuliyono
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 2, No 1 (2015): June 2015
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalam Pendidikan Agama Buddha adalah anak kurang aktif selama pembelajaran. Kebiasaan siswa bersikap pasif mengakibatkan takut dan malu bertanya. Suasana belajar di kelas menjadi monoton serta evaluasi hasil belajar lebih cenderung ke aspek kognitif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha di SMK Dharma Widya Tangerang Tahun Ajaran 2014/ 2015 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Aktivitas belajar siswa meliputi 5 aspek yaitu visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, dan mental activities. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas (PTK) dengan metode kombinasi (mixed methods). PTK dilaksanakan dalam tiga siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru dan siswa. Objek penelitian ini adalah pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes yaitu dokumen, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Pada pra siklus aktivitas belajar siswa adalah 62%, siklus I 74%, siklus II 85%, dan siklus III 91%. Peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari 5 aspek yaitu visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, dan mental activities. Pada pra siklus visual activities adalah 60%, siklus I 67%, siklus II 83%, dan siklus III 87%. Pada pra siklus oral activities adalah 63%, siklus I 73%, siklus II 80%, dan siklus III 87%. Pada pra siklus listening activities adalah 64%, siklus I 75%, siklus II 88%, dan siklus III 91%. Pada pra siklus writing activities adalah 64%, siklus I 72%, siklus II 85%, dan siklus III 92%. Pada pra siklus mental activities adalah 60%, siklus I 83%, siklus II 87%, dan siklus III 97%. Saran dari penelitian ini hendaknya guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan memperhatikan perencanaan yang baik, pengelolaan waktu secara tepat, pertanyaan untuk diskusi lebih menantang, dan variasi untuk berbagi sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Kata Kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share (TPS), Aktivitas Belajar, dan Pendidikan Agama Buddha. 
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pembelajaran Di Tk Punna Karya Ici Kristina
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya deskripsi yang komprehensif tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap pembelajaran di TK Punna Karya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak pandemi Covid-19 terhadap pembelajaran di TK Punna Karya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah orang tua murid TK Punna Karya, guru, dan TK Punna Karya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2021. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data meliputi credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, kondensasi data, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Dampak pandemi Covid-19 terhadap orang tua, guru, dan anak di TK Punna Karya berasal dari; perlakuan orang tua murid yaitu (a) anak harus menuruti aturan dari orang tua, (b) tidak terlalu memanjakan anak, (c) Ikut belajar bersama anak, (d) Kurang sabar saat mendampingi anak belajar, (e) Kurang mendampingi anak saat belajar, (f) Nada bicara orang tua meninggi dan mengancam anak. (2) Dampak pandemi Covid-19 terhadap pembelajaran di TK Punna Karya yaitu; (a) kemandirian anak ini seperti anak bisa mandiri, (b) kurang mandiri, (c) duduk rapih, (d) disiplin, (e) anak dapat merapikan mainan nya. (3) Upaya Untuk Mengatasi Dampak pandemi Covid-19 terhadap pembelajaran di Punna Karya, upaya dari orang tua yaitu; (a) memberi tahu anak, (b) mendampingi anak, (c) bersabar dalam mendampingi anak belajar, (d) menyediakan makanan kesukaan anak, (e) membatasi anak dalam bermain handphone, (f) belajar sambil bermain, dan (g) dikasih iming-iming. Adapun upaya dari guru untuk orang tua yaitu; (a) memberikan surat resmi dari sekolah kepada orang tua murid mengenai pembelajaran daring, (b) memberikan kelonggaran waktu pengumpulan tugas, (c) membagikan materi sebelum hari pembelajaran kepada orang tua, (d) mengadakan kelas malam untuk orang tua yang sibuk bekerja, (e) memberikan video pembelajaran, dan  (f) mengadakan kelas tambahan bagi.
Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangeran Banten Heriyanto Heriyanto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 4, No 1 (2017): June 2017
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa di STABN Sriwijaya. Penelitian ini difokuskan pada mahasiswa STABN Sriwijaya semester genap tahun akademik 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Ex Post Facto. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi mahasiswa STABN Sriwijaya di Tangerang Banter, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 116 orang.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan lima klasifikasi skala likert. Pengujian statistik melibatkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan adanya hubungan positif antara Pelayanan dan Fasilitas dengan Kepuasan Mahasiswa. Kenaikan kualitas Pelayanan dan Fasilitas berkontribusi pada peningkatan Kepuasan Mahasiswa STABN Sriwijaya sebesar 73,4%. Secara parsial, Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Mahasiswa STABN Sriwijaya, demikian juga dengan Fasilitas. 

Page 2 of 10 | Total Record : 95