cover
Contact Name
Rahmat Syah
Contact Email
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City Serpong, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
VIJJACARIYA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis
ISSN : 24426016     EISSN : 29855284     DOI : -
Vijjacariya Journal is a journal that contains Buddhist religious and religious education. The theme raised relates to the Development of Buddhist Education and Education. Vijjacariya journal is published regularly 2 times a year. 1. Development of Buddhist Education and Education 2. Learn and teach Buddhism 3. Development of Buddhist curriculum 4. Buddhist religious education technology 5. Evaluation of Buddhist religious education
Articles 95 Documents
Pengembangan Strategi Pendidikan Anak Usia Dini: Model Pembelajaran Sentra Untuk Mengembangun Multi Kecerdasan (Multiple Intelligences) Yuriani Yuriani
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 4, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan pada manusia tidaklah tunggal seperti selama ini yang dipahami oleh benyak orang. Manusia mempunyai multi kecerdasan (multiple Intelligence) yang terkait dengan fungsi otak yang akan menentukan kualitas kecerdasan seseorang. Optimalisasi kecerdasan dimungkinkan bila sejak usia dini, anak telah mendapatkan stimutasi yangt tepat untuk perkembangan otaknya.Anak usia dini merupakan mahkluk unik yang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, maka intervensi yang diberikan oleh orang dewasapun hams berbeda pula sesuai dengan laju dan kecepatan belajar anak sesuai dengan masa pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu menumbuhkembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh anak. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan berbagai macam sentra/area yang berbeda untuk menstimulasi berbagai aspek kecerdasan pada anak.Makalah ini menggunakan metode kajian pustaka. Kasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sentra yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran dan mengacu pada multiple intelligence pada anak usia dint yaitu: a) sentra bahan alam, b) sentra sent, c) serum bermaln pecan sesungguhnya (macro play), d) sentra bermain pecan micro play, e) sentra AA, I) sentra persiapan, dan g) sentra agama.
Tantangan Profesi Guru Pendidikan Agama Buddha Di Tangerang Sugianto Sugianto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan tantangan profesi guru agama Buddha di Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2018 kepada guru agama Budha di Tangerang. Data dikumpulkan melalui wawancara. Keabsahan data melalui uji kredibilitas, ketergantungan, konfirmabilitas dan transferbilitas. Analisis data menggunakan model Miles Huberman. Berdasarkan hasil penelitian tantangan profesi guru agama Buddha di Tangerang adalah terkait penggugah, kualitas siswa, pembentukan karakter, berkurangnya jumlah siswa, dan fasilitas pendidikan. Untuk mengungkap tantangan tersebut, guru akan melakukan pembelajaran yang berkualitas melalui metode pembelajaran kooperatif, penggunaan media pembelajaran kekinian, kesabaran dan kehati-hatian dalam menghadapi siswa, serta memberikan tugas tambahan untuk mengikuti Sekolah Minggu Budha atau kebaktian. 
Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi Sikap Spiritual Pendidikan Agama Buddha Dan Budi Pekerti Jenjang SMP Puji Sulani
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 4, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan indikator pencapaian sikap spiritual dalam pendidikan Buddhis dan karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan tingkat satu. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini mencakup: analisis potensi dan masalah, studi literatur, pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, dan pengujian desain. Analisis potensi dan masalah dilakukan dengan survei, wawancara kelompok fokus, dan tinjauan dokumen rencana pelajaran. Hasil analisis potensi dan masalah menunjukkan kesulitan guru pendidikan Buddhis dan karakter dalam menentukan kata kerja operasional dan merumuskan indikator pencapaian kompetensi sikap spiritual. Peneliti kemudian mengembangkan 68 item indikator pencapaian sikap spiritual yang diuji secara internal oleh tujuh pakar pada tahap pertama, dengan skor 29,9; nilai 85,5; dan deviasi standar 2,6. Indikator tersebut kemudian direvisi dan dikembangkan menjadi 80 item dan diuji secara internal pada tahap kedua oleh 15 panelis. Hasil perhitungan kesepakatan pakar menggunakan Indeks Kesepadanan Aiken mendapatkan nilai V 0,9, dan hasil perhitungan reliabilitas menggunakan rumus Alpha-Cronbach mendapatkan nilai 0,985. Berdasarkan perhitungan tersebut, disimpulkan bahwa indikator pencapaian kompetensi sikap spiritual di sekolah menengah pertama kategori sangat valid dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi sehingga layak menjadi indikator dalam rencana pelajaran.
Pengaruh Konsep Diri Dan Persepsi Siswa Tentang Peran Guru Terhadap Sikap Disiplin Siswa Boby Wicaksono; Sugianto Sugianto; Muawanah Muawanah
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 9, No 2 (2022): December 2022
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya pengaruh konsep diri dan persepsi peran guru terhadap sikap disiplin siswa kelas XI dan XII SMA Dharma Putra Tangerang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan persepsi siswa terhadap peran guru terhadap sikap disiplin siswa kelas XI dan XII SMA Dharma Putra Tangerang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain ex post facto. Teknik pengambilan sampel atau subjek yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Responden penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII SMA Dharma Putra yang berjumlah 137. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul sebelum dianalisis dengan menggunakan regresi berganda harus memenuhi beberapa uji prasyarat antara lain uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi. Berdasarkan hasil uji prasyarat diperoleh kesimpulan bahwa data telah memenuhi syarat sehingga analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis data penelitian dengan menggunakan SPSS versi 20.0 for windows versi evaluasi terdapat pengaruh konsep diri dan persepsi siswa terhadap peran guru terhadap sikap disiplin siswa kelas XI dan XII SMA Dharma Putra Tangerang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. dengan Fhitung sebesar 98,063 dan nilai probabilitas signifikansi 98,063 sebesar 0,000. Persamaan regresi linier berganda yang diperoleh adalah Y= 1,515+0,390X1+0,612X2. Sumbangan yang diberikan variabel konsep diri dan persepsi siswa terhadap peran guru terhadap kedisiplinan siswa adalah sebesar 58,4%. Hasil analisis regresi parsial adalah: (1) terdapat pengaruh konsep diri terhadap kedisiplinan siswa jika variabel persepsi siswa tentang peran guru dikontrol dengan thitung sebesar 4,569 dan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000; (2) ada pengaruh persepsi siswa terhadap peran guru terhadap sikap disiplin siswa jika variabel konsep diri dikontrol dengan thitung sebesar 9,903 dan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000.
Pengaruh Penghargaan (Reward) Tefthadap Minat Belajar Pendidikan Agama Buddha Kelas Viii Di Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya Tangerang Puji Metasari
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 2, No 1 (2015): June 2015
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya minat dalam pembelajaran Pendidikan Buddha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian hadiah terhadap minat dalam pembelajaran Pendidikan Buddha di kelas delapan Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan eks post facto (pengukuran setelah kejadian). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya yang berjumlah sekitar 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes non-tes dengan hadiah dan minat dalam pembelajaran sebagai instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian hadiah terhadap minat dalam pembelajaran Pendidikan Buddha di kelas delapan Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya di Kota Tangerang sebesar 24,6%. Persamaan regresi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah Y = 36.570 + 0.462 X. Pengaruh tersebut terjadi dalam arah yang sama, yang berarti bahwa setiap peningkatan hadiah akan diikuti oleh peningkatan minat dalam pembelajaran Pendidikan di kelas delapan Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya, sebaliknya, penurunan hadiah akan diikuti oleh penurunan minat dalam pembelajaran Pendidikan di kelas delapan Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya. Berdasarkan penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa untuk mengembangkan minat belajar siswa di kelas delapan Sekolah Menengah Pertama Dharma Widya dapat dicapai dengan memberikan hadiah.
Brahma Vihara Dan Rasa Ketakutan Pada Era Modern Sapardi Sapardi
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 4, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peperangan yang terjadi di dunia ini adalah bentuk kebencian, kekejaman, lcekerasan untuk memaksa orang lain tunduk. Hal ini mengesampingkan nilai-nilai cinta kasih dan kasih sayang. Sang Buddha dengan tegas menolak peperangan tersebut, walaupun pada suatu ketika Buddha sendiri pergi ke medan perang dan menjadi orang penengah untuk menghindari terjadinya peperangan antara suku Sakya dan suku Koliya. Kedua suku tersebut saling berhadapan dan sudah bersiap-siap untuk melakukan peperangan terkait dengan perebutan perihal air sungai Rohini. Pada akhimya setelah diberikan pemahaman yang benar kemudian tidak terjadi peperangan. Sang Buddha selalu mengembangkan nilai-nilai cinta kasih kepada siswanya. Brahma vihara atau kediaman luhur, yang terdiri alas Melia (Cinta kasih), Karuna (Belas kasihan), Mudita (Simpati) dan Upekkha (Keseimbangan batin) adalah sebagai nilai estetika internal manusia. Nilai-nilai universal estetis inilah yang seharusnya dikembangkan kepada seluruh umat manusia di dunia tanpa melihat perbedaan suku, agama, negara dan lain sebagainya. Oleh karena itu bahwa persoalan tawuran, peperan saling menghancurkan satu sama lain tidak akan pemah terselesaikan jika satu dengan yang lain selling membalasnya. Adanya peperangan menyebabkan rasa ketakutan, memiliki perasaan curiga mencurigai saw sama lain, dan menimbulkan ketegangan. Sang Buddha bersabda: '"Tidak pemah kebencian dapat dihilangkan dengan membalas membenci; tetapi kebencian akan hilang dengan cinta kasih. ini merupakan Kebenaran Abadi" (Dhammapada 5 atau Majjhimanikaya 128).
Implikasi Psikologi Perkembangan Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Muawanah Muawanah
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan implikasi psikologi perkembangan terhadap pendidikan anak usia diniadalah dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuaidengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah. Pendidikan anak usiadini_merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yangmenitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan danperkembangan fisik, kecerdasan, sosio emosional, bahasa dan komunikasi,sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anakusia dini. Adapun implikasi psikologi perkembangan terhadap pendidikananak usia dini adalah sebagai berikut: (1) terhadap pengembangan kurikulum;(2) sistem pembelajaran; dan (3) sistem penilaian. Metode yang digunakandalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif studikepustakaan. Diharapkan dengan psikologi perkembangan maka bisamenjadikan proses pendidikan pada pendidikan anak usia dini dapatberkembang dengan baik.
Pembiasaan Meditasi Pada Siswa Sekolah Dasar Berciri Buddhis Di Jakarta Dan Tangerang Sugianto Sugianto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan meditasi merupakan karakteristik dari pendidikan Buddhis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengenalan dan pembiasaan meditasi, teknik dan objek meditasi di sekolah Buddhis dasar. Ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Jakarta dan Tangerang dari Juli hingga Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan uji kredibilitas, keterandalan, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Analisis data menggunakan model Miles Huberman. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: pengenalan meditasi merupakan program yang berasal dari kebijakan yayasan, kepala sekolah, atau guru agama Buddhis; praktik meditasi dilakukan secara teratur setiap hari atau setiap minggu; guru agama Buddhis menjadi panduan langsung; praktik meditasi dilakukan di kelas, cetiya, ruang kelas Dhamma, aula, atau halaman sekolah; siswa berkonsentrasi pada objek meditasi atau mendengarkan kalimat-kalimat positif; durasi meditasi berkisar antara 3 - 15 menit sesuai dengan tingkat kelas dan tujuan meditasi. Guru menggunakan panduan meditasi audio, alat musik, lonceng, gambar slide. Objek meditasi adalah pernapasan, kasih sayang, dan kontemplasi.
KETERKAITAN TRADISI ULAMBANA DENGAN PENGUATAN KARAKTER BANGSA Tri Yatno
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara ulambana merupakan tradisi umat Buddha sekte Mahayana dalammendoakan leluhur yang telah meninggal. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis upacara ulambana dalam pembentukan karakter bangsa. Metodepenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Alasan utamanya adalah ingin lebih memahami struktur kesadaran umatBuddha sekte Mahayana ketika melakukan doa kepada leluhur dalam upacaraulambana dan direlevansikan dengan pembangunan karakter bangsa. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian adalahadanya keterkaitan upacara ulambana dengan penguatan karakter bangsadiantaranya adalah tradisi ulambana sebagai perbuatan baik yakni pelimpahanjasa kepada leluhur yang telah meninggal. Melalui perbuatan baik tersebutseseorang meningkatkan pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakanmoral yang menjadi satu kesatuan utuh membentuk karakter yang tidak dapatdipisahkan satu sama lainnya.
Analisis Minat Belajar Mahasiswa STABN Sriwijaya Prodi Pendidikan Keagamaan Buddha Terhadap Pembelajaran Abhidhammatthasangaha Pratna Dian Pratiwi; Yuli Triani; Mita Sari; Ardy Ferdianto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 9, No 2 (2022): December 2022
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat belajar merupakan perasaan tertarik dan suka sehingga menimbulkan rasa semangat pada diri seseorang untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Minat belajar dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran yang dihasilkan. Kemudian, pada pembelajaran Abhidhammattasangaha memerlukan adanya minat belajar agar dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna meskipun pembelajaran tersebut sulit. Hal tersebut karena pada pendidikan keagamaan Buddha mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama Buddha dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya . Peneliti merasa tertarik untuk mendapatkan gambaran mengenai minat belajar mahasiswa STABN Sriwijaya prodi pendidikan keagaman Buddha terhadap pembelajaran Abhidhammattasangaha karena kajian tersebut merupakan rumpun dalam prodi pendidikan keagamaan Buddha. Artinya, pembelajaran Abhidhammattasangaha merupakan kajian yang wajib ada dalam mata kuliah di prodi pendidikan keagamaab Buddha. Peneliti menggunaan pendekatan penelitian dengan kuantitatif deskriptif dengan desaian penelitian survey. Adapun, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket google form yang kemudian disebarkan dan diisi oleh 13 mahasiswa STABN Sriwijaya prodi pendidikan keagamaan Buddha. Adapun, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada umumnya, sebanyak 38,46% mahasiswa prodi pendidikan keagamaan Buddha memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pembelajaran Abhidhammattasangha. Sisanya, sebanayak 23, 08% masuk dalam ketegori sangat tinggi, 23,08% masuk dalam ketegori sedang, dan 15,38% rendah. Meskipun pada umumnya minat belajar mahasiswa  pada pembelajaran Abhidhammattasangaha masuk dalam ketogori yang tinggi namun masih terdapat mahasiswa yang kurang antusias. Oleh karena itu, agar minat belajar mahasiswa STABN Sriiwjaya prodi pendidikan keagamaan Buddha pada pembelajaran Abhidhammattasangaha tinggi dosen perlu memberikan media, metode, model, dan strategi pembelajaran yang menarik dan sesuai.Katakunci:  minat belajar, pembelajaran abhidhammattasangaha, pendidikan keagamaan buddha.

Page 3 of 10 | Total Record : 95