cover
Contact Name
-
Contact Email
library@unw.ac.id
Phone
+6285852926840
Journal Mail Official
mukhamadmustain@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat
ISSN : -     EISSN : 29868548     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh program studi D3 Keperawatan, Universitas Ngudi Waluyo
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024" : 8 Documents clear
Pengelolaan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien ISPA Wulantika Dwi Mulyaningtyas; Musta'in, Mukhamad
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2430

Abstract

ISPA adalah penyakit saluran pernapasan yang menyerang mulai dari hidung sampai ke alveoli paru-paru dengan gejala yang muncul seperti  demam, batuk, pilek, sesak nafas yang dapat berlangsung selama 14 hari. Masalah keperawatan yang muncul pada penderita ISPA adalah bersihan jalan napas tidak efektif dimana klien mengalami ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan nafas tetap paten. Batuk efektif sangat direkomendasikan dalam pengeluaran sekret bagi penderita ISPA. Tujuan penelitian yaitu untuk mengambarkan pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien ISPA di RS Charlie Hospital Kendal. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, perumusan diagnosa, perencanaan, implementasi keperawatan dan evaluasi. Pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dilakukan selama 3 hari, dengan implementasi yang dilakukan meliputi mengkaji tanda-tanda vital, mengkaji kemampuan batuk, memposisikan semi-Fowler, mengajarkan dan latihan batuk efektif, manajemen obat, edukasi penyakit ISPA dengan media poster. Hasil pengelolaan didapatkan bersihan jalan napas meningkat dan masalah teratasi. Diharapkan perawat dapat memperbanyak edukasi tentang ISPA pada pasien dan keluarga menggunakan poster yang menarik
Pengelolaan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Hemiparesis Dengan Stroke Non Hemoragik Muhammad Aldo Aditama; Ummu Muntamah
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2444

Abstract

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskuler yang terjadi akibat infark serebral atau kematian jaringan otak. Stroke dapat menyebabkan gangguan neurologis yang mempengaruhi mobilitas fisik pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan metode pengelolaan deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui convenience sampling, di mana pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik yang setuju untuk diwawancarai dan mampu berkomunikasi menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengkajian kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan pada pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber informasi untuk memastikan keabsahan data. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan pengelolaan yang efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke. Penulis menggunakan latihan Range Of Motion (ROM) sebagai salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien. Latihan ROM dilakukan secara teratur 2 kali sehari dengan durasi 15-35 menit dan dilakukan selama minimal 4 minggu. Hasil yang didapatkan yaitu masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi dikarenakan latihan ROM pasif yang dilakukan selama 3 hari pengelolaan didapatkan hasil kekuatan otot tangan kanan yang sebelumnya 2 menjadi 3 dan kaki kanan yang sebelumnya 1 menjadi 3. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Dengan memberikan perawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat memperoleh pemulihan yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka setelah stroke.
Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran pada Fase Condemning melalui Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Linda Puspitasari; Puji Astuti , Ana
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2468

Abstract

Halusinasi adalah bentuk persepsi yang melibatkan indera yang tidak dirangsang oleh reseptornya. Halusinasi yang tidak segera ditangani berdampak pada pasien mudah bicara sendiri, tiba-tiba marah, mengucapkan kata-kata kasar, melukai diri sendiri orang lain maupun lingkungan sekitar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pengelolaan pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi pelaksanaan halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pusat Prof. Dr. Soerojo Magelang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan strategi pelaksanaan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dengan pendekatan metodologi keperawatan selama 3 hari. Hasil pengkajian didapatkan data pasien mendengar suara yang mengatakan untuk menyuruh pulang saja, suara muncul 3 sampai 4 kali, suara muncul pada saat malam hari dan pada saat pasien sendirian. Pengelolaan didapatkan cara mengatasi terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui strategi pelaksanaan halusinasi, yaitu strategi pelaksanaan 1 menghardik, strategi pelaksanaan 2 minum obat, dan strategi pelaksanaan 3 bercakap-cakap. Bagi perawat di rumah sakit jiwa agar meningkatkan SDM melalui pelatihan.
Pengelolaan Manajemen Kesehatan Tidak Efektif Pada Keluarga Dewasa Dengan Diabetes Melitus Tipe Ainul Farikhah; Ahmad Kholid
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2584

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Glukosa secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah, glukosa dibentuk di hati dari makanan yang di konsumsi. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang mengalami peningkatan jumlah yang akan semakin beresiko di usia dewasa. Penderita DM tipe 2 banyak yang tidak mengikuti pola makan yang sehat sesuai anjuran. Penulisan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kesiapan peningkatan manajemen kesehatan pada keluarga dengan diabetes militus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan cara meningkatkan kesehatan, khususnya keluarga dengan diabetes melitus melalui penyuluhan. Pengelolaan kesiapan peningkatan manajemen kesehatan dilakukan pada keluarga dengan diabetes militus. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah pendekatan proses keperawatan , yang meliputi pengkajian, analisis data, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Tindakan yang dilakukan meliputi dukungan keluarga merencanakan perawatan dan edukasi diet.Hasil pengelolaan keperawatan didapatkan data pasien mampu menjelaskan definisi, tanda dan gejala penyakit kencing manis dengan bahasanya sendiri seperti “kencing manis adalah naiknya gula dalam darah, sering kencing, sering minum”. Pasien dan keluarga mengatakan pasien sudah mengurangi minum-minuman manis seperti teh, sirup dan semangka. Klien mengatakan sudah minum obat. Pasien mampu menjawab dengan tepat saat diatanya penyakit diabetes mellitus. Oleh karena itu diharapkan penulisan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus, terutama di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Dengan penekanan pada peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan penerapan pola makan yang sehat serta gaya hidup aktif, diharapkan angka kejadian diabetes melitus dapat dikurangi dan kualitas hidup keluarga dengan diabetes melitus dapat ditingkatkan
Gambaran Keberhasilan Toilet Training Anak dengan Ibu Bekerja pada Anak Usia Toodler Oktarina, Natalia Devi; Berliana Fatha Dian
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2664

Abstract

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan toilet training seperti peran orang tua, pengetahuan, kesiapan anak dan status pekerjaan ibu. Orang tua salah satunya ibu, ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab peran ibu dalam toilet training seperti membimbing, mendidik, dan melindungi anak ketika melakukan toilet training sangat dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Keberhasilan Toilet Training Anak Dengan Ibu Bekerja Pada Anak Usia Toodler Di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Desain pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Analitik. Populasi penelitian ini 96 ibu bekerja yang memiliki anak usia toodler di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampel. Instrument yang digunakan adalah kuesioner keberhasilan toilet training yang telah di lakukan uji validitas. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan keberhasilan toilet training anak dengan ibu bekerja pada anak usia toodler. Hasil penelitian didapatkan keberhasilan toilet training anak dengan ibu bekerja pada anak usia toodler di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yaitu sebanyak 85 responden (88,5%) berhasil menerapkan toilet training pada anak, sehingga diharapkan ibu yang bekerja tetap mampu melaksanakan toilet training kepada anak.
Hubungan Penerapan SOP Penerimaan Pasien Baru dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Ayuba, Hendra; Dewi Mayasari Riu, Silvia; Alfiat Talib, Norman
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2786

Abstract

Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan pasien baru merupakan pedoman yang berisi tentang proses atau tahapan yang dilakukan oleh perawat dalam menerima pasien baru yang masuk dalam ruangan rawat inap. Tingkat kepuasan pasien merupakan perasaan senang atau bahagia yang dirasakan oleh pasien yang berada di ruang rawat inap terhadap penerapan SOP penerimaan pasien baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerapan SOP penerimaan pasien baru dengan tingkat kepuasan pasien di ruangan rawat inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian menggunakan metode analitik korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Kuesioner. Data dianalisia menggunakan Uji Statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian yang didapatkan nilai p=0,000 lebih kecil dari taraf signifikan yaitu 0,05 artinya ada Hubungan Penerapan SOP Penerimaan Pasien Baaru dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruangan Rawat Inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan Penerapan SOP Penerimaan Pasien Baru dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruangan Rawat Inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Diharapkan perawat dapat melaksanakan penerimaan pasien baru sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sehingga pasien dan keluarga dapat berperan aktif dalam perawatan dan terjalin  hubungan kerjasama  yang baik antara pasien dan petugas.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Minum Obat Anti Hipertensi Puteri Anjalina, Akta; Suyanto; Arifin Noor, Moh
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2815

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit terbanyak menyerang populasi diseluruh dunia. WHO mengatakan bahwa hipertensi dapat memberikan dampak yang meluas seperti penyakit stroke, penyakit jantung, kecacatan, hingga kematian dini. Kenaikan dan lonjakan kasus penderita hipertensi setiap tahunnya diakibatkan oleh ketidakpatuhan dalam minum obat anti hipertensi. Memberikan dukungan kepada pasien dari keluarga mereka adalah kegiatan mendasar yang diperlukan untuk meningkatkan dorongan mereka untuk minum obat, dan ini akan menjadi ukuran seberapa berhasil mereka dapat pulih. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi obat antihipertensi pada pasien hipertensi. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 107 dengan teknik Purposive sampling . Data diolah secara statistik dengan menggunakan rumus gamma. Hasil analisa diperoleh bahwa dari 107 responden penelitian, sebagian besar memiliki karakteristik umur 61 tahun sebanyak 7.5%, dengan karakteristik lama menderita rata-rata 7 tahun sebanyak 16.8%, sebagian besar berjenis kelamin perempuan 70.1%, dengan pendidikan terakhir paling banyak SD sebanyak 43.9%. Responden memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 79.4%, dengan patuh sebanyak 76.6% terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi obat antihipertensi (p value <0.05).
Kepatuhan Pembatasan Cairan dengan Kondisi Interdialitik Pasien yang Menjalani Hemodialisa Komsiyah; Suarno; Kumalasari, Dian Nur; candra, Stefanus
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2887

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis di dunia saat ini mengalami peningkatan dan menjadi masalah kesehatan serius. Penanganan pada pasien gagal ginjal kronis salah satunya yaitu hemodialisa yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam pembatasan cairan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan kepatuhan pembatasan cairan dengan kondisi interdialitik pada pasien hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Unit Hemodialisa RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis sebanyak 108 pasien dengan sampel penelitian sebanyak 86 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemodialisis di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang mayoritas berusia 51-60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, lulusan SMA, memiliki pekerjaan wiraswasta, dan sudah menjalani Hemodialisis selama kurang dari 1 tahun. Kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis mayoritas dalam kriteria tidak patuh yaitu sebanyak 63 pasien (73,3%) dengan kondisi interdialitik mengalami kondisi hipertensi sebanyak 67 pasien (77,9%). Simpulan yaitu terdapat hubungan  antara kepatuhan pembatasan cairan berhubungan signifikan dengan kondisi interdialitik pada pasien hemodialisis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8