cover
Contact Name
Eko Fajar Cahyadi
Contact Email
ekofajarcahyadi@ittelkom-pwt.ac.id
Phone
+6285384848666
Journal Mail Official
infotel@ittelkom-pwt.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Telkom Purwokerto Jl. D. I. Panjaitan, No. 128, Purwokerto 53147, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal INFOTEL
Published by Universitas Telkom
ISSN : 20853688     EISSN : 24600997     DOI : https://doi.org/10.20895/infotel.v15i2
Jurnal INFOTEL is a scientific journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) of Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Indonesia. Jurnal INFOTEL covers the field of informatics, telecommunication, and electronics. First published in 2009 for a printed version and published online in 2012. The aims of Jurnal INFOTEL are to disseminate research results and to improve the productivity of scientific publications. Jurnal INFOTEL is published quarterly in February, May, August, and November. Starting in 2018, Jurnal INFOTEL uses English as the primary language.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2016): May 2016" : 13 Documents clear
Rancang Bangun Alat Pointing Antena VSAT Berbasis Mikrokontroler Imam M.P Budi; Eka Wahyudi; Fajar Aristiyanto
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.45

Abstract

Penelitian ini membahas salah satu aplikasi mikrokontroler Atmega16 yang digunakan sebagai media pointing antena VSAT. Untuk menentukan sudut azimuth dan elevasi, menggunakan perubahan linier dari potensiometer yang terhubung dengan mikrokontroler digunakan sebagai sensor sudut dalam menentukan sudut azimuth dan elevasi. Untuk menentukan sudut tersebut mikrokontroler memanfaatkan fitur ADC internal sebagai konversi dari analog menjadi digital berdasarkan perubahan linier potensiometer. Tujuan utama dari penelitian ini ialah dapat membandingkan hasil yang diperoleh dari pointing manual dan otomatis dengan memanfatkan potensiometer sebagai sensor sudut, parameter yang diguakan sebagai acuan dari hasil pointing alat ini adalah signal strength, signal quality, BER dan C/N. Dari hasil pengujian pointing pada dua satelit yang berbeda didapat kesimpulan bahwa perbandingan hasil pointing manual lebih baik dari pada hasil pointing elektronik dari segi signal strength dan Signal Quality. Sedangkan perbedaan nilai BER dan C/N tidak terlalu besar, bahkan cenderung sama. Nilai total rata-rata dari hasil pointing manual untuk satelit TELKOM 1 adalah signal strength 37%, Signal Quality 56%, BER 10-5, C/N 8 dB dan pointing elektronik dengan nilai rata-rata total yaitu signal strength 36%, Signal Quality 55,4%, BER 10-5 dan C/N 7,9 dB. Untuk hasil rata-rata total pointing satelit PALAPA D yaitu signal strength 43,5%, Signal Quality 59,5%, BER 10-5, C/N 8,5dB dan pointing elektronik dengan nilai rata-rata total yaitu signal strength 36%, Signal Quality 40,9%, BER 10-5 dan C/N 8,5dB. Meski demikian alat ini dapat bekerja lebih sempurna apabila ditambahkan sensor yang memliki tingkat akurasi lebih baik
Pembangkit Sinyal Master Pada Sistem Navigasi LORAN-C menggunakan FPGA Budi Syihabuddin; Heroe Wijanto; Iswahyudi Hidayat
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.46

Abstract

Navigasi saat ini menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia, bahkan dapat digunakan sebagai sistem pertahanan dan ketahanan negara. Saat ini, sistem navigasi di Indonesia masih tergantung dengan sistem navigasi negara lain, khususnya yang berbasis satelit. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan sebuah sistem navigasi yang mandiri. LORAN-C adalah sistem navigasi terestrial yang menggunakan frekuensi ground wave dengan metode triangulasi, sehingga mempunyai radius cakupan yang luas. Pada penelitian ini dibuat subsistem pemancar sinyal master pada sistem navigasi LORAN-C dengan menggunakan FPGA. Penggunaan FPGA dimaksudkan untuk pembangkitan sinyal LORAN-C analog melalui sintesa digital (direct digital synthesis) pada tingkat baseband agar diperoleh format sinyal presisi tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh sembilan pulsa master dengan spesifikasi sesuai dengan ketentuan sistem navigasi LORAN-C, lebar pulsa 300 µs, delay pulsa 700 µs serta amplitudo maksimum pada t = 60 – 65 µs.
Implementasi Metode Weighted Product Untuk Aplikasi Pemilihan Smartphone Android Dyna Marisa Khairina; Dio Ivando; Septya Maharani
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.47

Abstract

Ketidaktahuan akan kelebihan dan kekurangan smartphone android merupakan kerugian bagi user karena banyaknya pilihan smartphone android yang beredar di pasaran. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan adanya suatu metode yang dapat memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan secara tepat. Penelitian bertujuan membuat aplikasi sistem pemilihan smartphone android dengan menerapkan metode Weighted Product yang dapat menyelesaikan masalah dengan cara perkalian untuk menghubungkan rating attribute dengan atribut bobot yang bersangkutan. Adapun yang menjadi kriteria dalam pertimbangan pemilihan smartphone Android dalam penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yaitu harga, memori internal, RAM, kamera dan kapasitas baterai. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi sistem pemilihan smartphone android berbasis web yang dapat memberikan rekomendasi kepada user sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam memilih smartphone android dengan menerapkan metode weighted product dalam proses analisa sistem sehingga diperoleh hasil yang terbaik dalam pengambilan keputusan.
Analisa Performansi Algoritma Penjadwalan Proportional Fairness Dan Log Rule Dengan Skenario Multicell Pada Sistem 3GPP LTE Muhammad Dimas Arfianto; Ridha Muldina Negara; Indrarini Dyah Irawati
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.48

Abstract

Teknologi Long Term Evolution (LTE) dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pengguna maupun operator jasa telekomunikasi, memperluas daerah jangkauan, menambah kapasitas sistem, dan mengurangi delay. Dengan spesifikasi yang tinggi, LTE diharapkan mampu memberikan kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Voice over IP, Streaming, dan Video Conference. LTE diharapkan mampu memberikan layanan dengan besar throughput yang tinggi dan delay yang rendah. Padahal tidak semua user membutuhkan throughput yang sama besar namun yang dibutuhkan adalah kesesuaian pengendalian delay dan fairness index untuk setiap user dengan tetap memperhatikan batasan throughput. Untuk mendapatkan kinerja dan hasil yang maksimal tersebut pada LTE diperlukan sistem algoritma penjadwalan yang baik. Pada penelitian ini, dianalisis performansi LTE dengan parameter Delay, Packet loss, Throughput, dan Fairness Index menggunakan algoritma penjadwalan Proportional Fairness dan Log Rule pada LTE-Simulator dengan skenario menggunakan trafik VoIP, Video dan Best Effort. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penjadwalan algoritma Proportional Fairness lebih baik dalam menangani layanan VoIP, sedangkan algoritma Log Rule lebih baik dalam menangani layanan Video. Hal ini menandakan kedua algoritma ini sangat cocok digunakan untuk jaringan LTE dengan kondisi trafik layanan real-time, tetapi tidak untuk layanan non real-time seperti layanan Best Effort
Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menggunakan Generalized Regression Neural Networks Sri Herawati
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.49

Abstract

Peramalan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sangat penting bagi pemerintah dan industri, karena peramalan menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan yang efektif. Penelitian ini menggunakan Generalized Regression Neural Network (GRNN) untuk meramalkan kunjungan wisman menurut 19 pintu masuk utama dan kebangsaan, seperti: Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Batam, Tanjung Uban, Polonia, Juanda, Husein Sastranegara, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tanjung Priok, Adi Sucipto, Minangkabau, Entikong, Adi Sumarmo, Sultan Syarif Kasim II, Sepinggan, Sam Ratulangi, Bandara Internasional Lombok, dan Makassar. GRNN memiliki kelebihan tidak memerlukan estimasi jumlah bobot jaringan untuk mendapatkan arsitektur jaringan optimal, sehingga tidak memerlukan pengaturan parameter bebas. Uji coba penelitian dilakukan dengan menggunakan spread dari 0,1 sampai 1,0. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kinerja Peramalan terbaik dengan menggunakan spread 0,1 baik untuk data latih maupun data uji
Analisis Performansi Perutingan Link State Menggunakan Algoritma Djikstra Pada Platform Software Defined Network (SDN) Abu Riza Sudiyatmoko; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.50

Abstract

Software Defined Network (SDN) merupakan paradigma baru dalam sistem jaringan. Konsep dasar yang diusung oleh SDN adalah pemisahan antara layer control dan forward dalam perangkat yang berbeda. Konsep inilah yang menjadi perbedaan anatar SDN dan jaringan konvensional. Selain itu SDN memberikan konsep network topology virtualisation dan memungkinkan administrator untuk melakukan customize pada control plane. Dengan diterapkannya protokol OpenFlow pada SDN maka terdapat peluang untuk menerapkan perutingan flow based pada jaringan SDN dalam pendistribusian data dari source sampai ke destination. Link state IS-IS merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma djikstra untuk menentukan jalur terbaik dalam pendistribusian paket. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap implementasi Link State IS-IS pada paltform SDN dengan menggunakan arsitektur RouteFlow. Parameter yang digunakan adalah throughput, delay, jitter dan packet loss serta performansi perangkat controller. Hasil pengujian pada kondisi overload yaitu dengan background traffic 125 Mb nilai packet loss mencapai 1,23%, nilai throughput 47,6 Mbp/s dan jitter 2.012 ms. Nilai delay terbesar adalah pada topology 11 switch 11 host yaitu berkisar diangka 553 ms. Sedangkan performansi perangkat controller dengan konsumsi memory pada saat menjalankan mengontrol jaringan berkisar diantara 25,638% sampai 39,04%
Analisis Unjuk Kerja Horizontal Handover Mobile Wimax Mendukung Layanan Mobile TV Ammatia Risty; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.51

Abstract

IEEE 802.16e-2005 teknologi mobile WiMAX merupakan salah satu alternatif yang dapat memberikan datarate 15 Mbps yang lebih baik daripada teknologi 3G, WLAN, dan lain-lain. Mobile WiMAX juga memberikan cakupan area yang luas. Oleh karena itu, WiMAX mampu memberikan layanan berbagai macam aplikasi multimedia seperti VoIP, IPTV, Video conferencing. dan aplikasi real-time lainnya. Selain itu, Mobile WiMAX juga mendukung mobility secara portable, mobile, dan nomadic. Saat ini IPTV muncul pada mobile phone, yang dinamakan mobile TV dimana layanan IPTV akan dapat diakses dalam keadaan bergerak. Hal itu membutuhkan suatu teknologi yang mendukung mobility namun tetap dapat menerima layanan IPTV dengan baik. Teknologi mobile WiMAX adalah teknologi yang cocok untuk mendukung layanan IPTV khususnya untuk user yang sedang bergerak. Akibat dari user yang bergerak maka memungkinkan user tersebut melakukan handover. Penelitian ini menganalisis parameter unjuk kerja yang mempengaruhi pada mobile TV saat user melakukan handover pada jaringan mobile WiMAX seperti jitter, end to end delay, throughput, handover delay dengan skenario perbedaan kecepatan dan perubahan jumlah user dalam satu cakupan area. Berdasarkan hasil simulasi untuk skenario perbedaan kecepatan (maksimum 100 km/jam) diperoleh nilai end to end delay sebesar 23.234 ms, jitter sebesar 0.047 ms, throughput sebesar 637.723 Kbps. Sedangkan skenario jumlah user diperoleh nilai end to end delay 27.218 ms, jitter sebesar 0.057 ms, throughput sebesar 558.881 Kbps. Hasil dari kedua skenario menunjukkan bahwa saat kecepatan dan jumlah user naik maka parameter kualitas layanan turun namun masih memenuhi syarat kualitas layanan Mobile TV (IPTV).
Game Sejarah Terbentuknya Kota Samarinda Menggunakan Role Playing Game (RPG) Maker VX Ace Septya Maharani; Heliza Rahmania Hatta; Firdha Ayu Selvyani
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.52

Abstract

Cerita dan sejarah dari terbentuknya sebuah daerah ataupun sebuah tempat memiliki nilai pembentuk akan suatu pola kehidupan serta budaya masyarakat. Informasi sejarah banyak terdapat di buku dan artikel tetapi kebanyakan informasi tersebut dominan berisi tulisan sehingga membuat minat orang untuk membaca kurang sehingga pada era ini sangat sulit untuk menemukan orang terutama anak-anak yang mengetahui tentang sejarah terbentuknya sebuah daerah ataupun tempat. Game merupakan salah satu media yang selain menghibur, juga dapat digunakan sebagai media informasi dan pembangkit motivasi yang efektif. Atas dasar inilah dibangun sebuah game yang menceritakan terbentuknya salah satu kota di Indonesia yaitu Samarinda dalam game yang berjudul Sejarah Terbentuknya Kota Samarinda. Game Sejarah Kota Samarinda merupakan game berjenis Role Playing Game (RPG) yaitu game yang hampir keseluruhan permainannya didasarkan pada cerita. Game ini dibangun dengan menggunakan sebuah RPG Editor Engine atau mesin pengedit RPG yaitu RPG Maker VX Ace. Storyline game dibangun berdasarkan alur cerita dari sejarah terbentuknya kota Samarinda. Game ini didukung dengan berbagai fitur didalamnya yang terdiri dari berbagai jenis misi dan semtuhan graphic 2d. Setelah game Sejarah Terbentuknya Kota Samarinda dibangun, maka dilakukanlah pengujian untuk mengetahui apakah game berjalan dengan baik sehingga game ini dapat dijadikan sebagai media informasi yang dapat membuat pemain tertarik mempelajari sejarah terbentuknya kota Samarinda. Dari hasil pengujian secara fungsionalitas game ini memenuhi harapan dari peneliti untuk mengemas pendidikan dalam bentuk game
Analisis Pemanfaatan Metode Markerless User Defined Target Pada Augmented Reality Sholat Shubuh Randy Gusman; Meyti Eka Apriyani
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.53

Abstract

Aplikasi augmented reality pada umumnya menggunakan marker khusus untuk menjalankan aplikasi (marker based). Penggunaan marker tersebut membuat aplikasi menjadi ketergantungan, karena aplikasi hanya akan dapat dijalankan jika marker tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan objek 3 dimensi pada lingkungan augmented reality tanpa menggunakan marker khusus pada perangkat android. Aplikasi dibuat menggunakan metode markerless user defined target dan melakukan pengujian tentang pemanfaatan metode tersebut menggunakan parameter seperti kontras warna permukaan datar, bentuk objek, jarak, cahaya dan sudut kamera pada saat tracking. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa seluruh benda dapat digunakan pada metode markerless user defined target. Benda terbaik untuk menampilkan objek 3 dimensi adalah permukaan datar kertas dengan kontras bagus, sudut tracking 45°, menggunakan sumber cahaya terang yang tidak tegak lurus dengan marker dan jarak ideal 15 cm sampai 25 cm.
Analisis Penggunaan Marker Tracking Pada Augmented Reality Huruf Hijaiyah Meyti Eka Apriyani; Miftakhul Huda; Sandi Prasetyaningsih
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.54

Abstract

Teknologi augmented reality berdasarkan metode pelacakan (tracking) terbagi menjadi dua yaitu marker based tracking dan markerless. Kedua metode ini memiliki persamaan yaitu dipengaruhi oleh jarak pendeteksian dan intensitas cahaya dalam keberhasilannya memunculkan suatu objek. Akan tetapi belum diketahui berapa jarak yang tepat dan kondisi intensitas cahaya yang ideal bagi kedua metode tersebut. Penelitian ini diusulkan untuk menganalisis pengaruh jarak pendeteksian serta integritas cahaya terhadap metode marker based tracking dan markerless. Variasi jarak yang digunakan adalah 5cm, 10cm, 20cm, 30cm, 40cm, 50cm, dan 80cm sebagai sub indikator jarak pendeteksian kemudian untuk mendapatkan variasi besarnya intensitas cahaya digunakan sumber cahaya matahari, lampu berwarna kuning, merah, hijau, biru, dan putih (terang). Metode pengujian yang digunakan yaitu menentukan jarak minimum dan jarak maksimum pendeteksian serta menentukan besarnya intensitas cahaya untuk memunculkan suatu objek. Hasil pengujian ini adalah jarak minimum dan maksimum pendeteksian serta intensitas cahaya yang didapatkan untuk kedua metode yang diusulkan yaitu marker based tracking memiliki rata-rata jarak minimum 7.5 cm dan maksimum 80.5 cm. Sedangkan markerless rata-rata jarak minimum 3.8 cm dan maksimum 300 cm. Sistem dapat memunculkan objek pada intensitas 97 lux -1605 lux

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2025): February 2025 Vol 17 No 4 (2025): November Vol 17 No 3 (2025): August Vol 17 No 2 (2025): May Vol 16 No 4 (2024): November 2024 Vol 16 No 3 (2024): August 2024 Vol 16 No 2 (2024): May 2024 Vol 16 No 1 (2024): February 2024 Vol 15 No 4 (2023): November 2023 Vol 15 No 3 (2023): August 2023 Vol 15 No 2 (2023): May 2023 Vol 15 No 1 (2023): February 2023 Vol 14 No 4 (2022): November 2022 Vol 14 No 3 (2022): August 2022 Vol 14 No 2 (2022): May 2022 Vol 14 No 1 (2022): February 2022 Vol 13 No 4 (2021): November 2021 Vol 13 No 3 (2021): August 2021 Vol 13 No 2 (2021): May 2021 Vol 13 No 1 (2021): February 2021 Vol 12 No 4 (2020): November 2020 Vol 12 No 3 (2020): August 2020 Vol 12 No 2 (2020): May 2020 Vol 12 No 1 (2020): February 2020 Vol 11 No 4 (2019): November 2019 Vol 11 No 3 (2019): August 2019 Vol 11 No 2 (2019): May 2019 Vol 11 No 1 (2019): February 2019 Vol 10 No 4 (2018): November 2018 Vol 10 No 3 (2018): August 2018 Vol 10 No 2 (2018): May 2018 Vol 10 No 1 (2018): February 2018 Vol 9 No 4 (2017): November 2017 Vol 9 No 3 (2017): August 2017 Vol 9 No 2 (2017): May 2017 Vol 9 No 1 (2017): February 2017 Vol 8 No 2 (2016): November 2016 Vol 8 No 1 (2016): May 2016 Vol 7 No 2 (2015): November 2015 Vol 7 No 1 (2015): May 2015 Vol 6 No 2 (2014): November 2014 Vol 6 No 1 (2014): May 2014 Vol 5 No 2 (2013): November 2013 Vol 5 No 1 (2013): May 2013 Vol 4 No 2 (2012): November 2012 Vol 4 No 1 (2012): May 2012 Vol 3 No 2 (2011): November 2011 Vol 3 No 1 (2011): May 2011 Vol 2 No 2 (2010): November 2010 Vol 2 No 1 (2010): May 2010 Vol 1 No 2 (2009): November 2009 Vol 1 No 1 (2009): May 2009 More Issue