cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019" : 10 Documents clear
GAMBARAN PENYEMBUHAN LUKA POST OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN PEMBERIAN ANTIBIOTIK CEFTIZOXIME SEBAGAI PROFILAKSIS DOSIS TUNGGAL DI RUMAH SAKIT SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYATAHUN 2018 Wulan Anggraeni; Hj. Yulia Herliani, SST,M.Keb; Etin Rohmatin, SST,M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.195

Abstract

A. ABSTRAK Kematian tersebut adalah infeksi pasca persalinan. Persalinan dengan Sectio Cesarea/SC memiliki resiko lebih besar mengalami infeksi dibandingkan persalinan normal. Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi pasca persalinan dengan SC adalah dengan memberikan antibiotika profilaksis sebagai pencegahan Infeksi Luka Operasi Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian antibiotik ceftizoxime sebagai profilaksis dosis tunggal terhadap penyembuhan luka operasi pada ibu post operasi sectio caesarea Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental quasi (semu). Rancangan yang digunakan adalah post test only design. Sampel adalah ibu bersalin dengan sectio caesarea di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya pada bulan Oktober-November tahun 2018 sebanyak 53 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan Format isian. Hasil penelitian diperoleh seluruh ibu bersalin (100%) diberikan antibiotik ceftizoxime sebagai dosis tunggal pada ibu pre operasi sectio caesarea. Penyembuhan luka operasi ibu pre operasi sectio caesarea pada hari ketiga sebagian besar termasuk kategori sembuh (83%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian antibiotik ceftizoxime berpengaruh terhadap penyembuhan luka operasi sectio caesarea . Oleh karena itu, tenaga medis dapat menggunakan antibiotika profilaksis ceftizoxime pada prosedur SC untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka.
EFEKTIVITAS PENYERAPAN Fe DENGAN PEPAYA TERHADAP KENAIKAN HAEMOGLOBIN (HB) DI MTS. AN-NUR KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2018 Upus Piatun Khodijah, SST., M.Kes; Neneng Euis Encas Taryati, Amd.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.196

Abstract

Anemia sebagai salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia sampai kini memiliki prevalensi cukup tinggi pada remaja putri yaitu sekitar 27,1%. Prevalensi anemia pada remaja putri ini karena pada masa remaja terjadi pertumbuhan yang cepat (growth spurt). Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyerapan Fe dengan pepaya terhadap kenaikan Hb. Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian eksperimen dan desain eksperimen semu. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan hemoglobin dan memberikan perlakuan berupa pemberian papaya dan Fe pada kelompok intervensi dan memberikan Fe kepada kelompok control selama satu bulan. Jumlah sampel sebanyak 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukan bahwa kenaikan Hb pada kelompok yang diberikan intervensi Fe dengan pepaya lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberikan Fe saja dengan (p sama dengan 0,034). Penyerapan Fe efektif dengan pepaya terhadap kenaikan Hb. Diharapkan hasil penelitian ini bisa di terapkan dalam penangan anemia.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PENGRAJIN MEBEUL KAYU D KABUPATEN TASIKMALAYA Isyeu Sriagustini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.197

Abstract

A. ABSTRAK Pertumbuhan sektor industri mebeul di Indonesia semakin berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Setiap tempat kerja mengandung potensi bahaya. Adanya keluhan dari pengrajin seperti tidak nyaman karena debu, tersayat, tergores tangan saat mengerjakan proses kerja, menandakan adanya risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada pengrajin mebeul kayu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisi risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada pengrajin mebeul kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dilanjutkan dengan tahapan analisis risiko yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko dan penentuan tingkat risiko. Objek penelitian seluruh pekerja, semua proses kerja dan lingkungan kerja. Hasil penelitian Secara umum industr yang harus diperhatikan yaitu : debu kayu, kebisingan, fisiologi, mekanik, dan bahan kimia. Dari 39 risiko yang teridentifikasi, sebanyak 18 kemungkinan risiko memiliki tingkat risiko sedang dan 20 lainnya memiliki tingkat risiko tinggi. Disarankan untuk risiko sedang tindakan pencegahan perlu diperhitungkan dengan teliti dan dibatasi Untuk risiko tinggi Pekerjaan dilaksanakan sampai risiko telah direduksi.
PERBANDINGAN KADAR KALSIUM PADA IBU BERSALIN NORMATENSI DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT (PEB) DI RUANG VK RS SMC TASIKMALAYA TAHUN 2018 Ingelda Soraya; Nunung Mulyani APP; Qanita Wulandara
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.198

Abstract

A. ABSTRAK Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan kalsium yang akan diserap oleh janin sehingga diperlukan keseimbangan kadar kalsium untuk perkembangan janin dan kebutuhan metabolisme ibu serta pencegahan tekanan darah tinggi. Pada kehamilan normatensi, keadaan kadar kalsium lebih tinggi bila dibandingkan dengan pada kehamilan preeklampsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi dengan ibu bersalin PEB di Ruang VK RS SMC Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi komparatif, karena dengan menggunakan metode ini dapat mencari perbedaan pada dua kelompok yang berbeda yaitu kadar kalsium pada ibu bersalin normal dan PEB. Sampel adalah ibu bersalin yang datang ke ruang VK di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya pada bulan November tahun 2018 sebanyak 48 orang yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Data diperoleh dengan menggunakan Format isian kemudian dianalisis dengan uji indepent sampel T tes. Hasil penelitian diperoleh kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi sebagian besar termasuk normal (91.7%). Sedangkan kadar kalsium pada ibu bersalin dengan PEB sebagian tidak normal (90.3%). Hasil uji statistik diperoleh terdapat perbedaan kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi dengan ibu bersalin PEB di Ruang VK RS SMC Tasikmalaya 2018 dengan p value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi dengan ibu bersalin PEB. Oleh karena itu, bidan dapat memberikan asuhan kebidanan dalam rangka mencegah komplikasi kebidanan dengan memberikan asupan kalsium pada ibu hamil.
PENGALAMAN PENCEGAHAN ULKUS BERULANG PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AWILUAR Aneng Yuningsih; Dian Melasari; Kurniawan .
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.199

Abstract

A. ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan terjadinya kelainan dalam metabolisme glukosa di dalam tubuh dengan ciri hiperglikemi. Komplikasi Diabetes Mellitus diantaranya adalah ulkus, yang merupakan penyebab tingginya angka amputasi dan kematian pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman pengalaman pencegahan ulkus berulang pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Awiluar Kabupaten Ciamis dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sampel penelitian sebanyak tujuh partisipan dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui in-dept interview dengan analisis data menggunakan content analisis. Dari hasil analisis penelitian ini teridentifikasi enam tema utama yaitu pola diet, latihan jasmani, jenis terapi, menejemen lingkungan, menejemen diri, dan istirahat pada penderita Diabetes Mellitus. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita Diabetes Mellitus yang pernah ulkus mengalami perubahan terhadap pola makan, olah raga, senam kaki, terapi kimia, herbal, alternatif, menejemen lingkungan, menejemen diri dan istirahat. Memperbaiki manajemen diri merupakan saran utama bagi penderita Diabetes Mellitus dengan ulkus sebagai upaya mencegah terjadinya ulkus berulang.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP, KEPERCAYAAN DAN TRADISI, SERTA PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 7-12 BULAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MANGUNREJA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Novi Siti Patimah, S. K. M; Sinta Fitriani, S.KM,M.KM; Hariyani Sulistiyoningsih, S.KM,M.KM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.200

Abstract

A. ABSTRAK Latar Belakang : ASI Eksklusif adalah sumber nutrisi yang banyak manfaatnya bagi bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah UPT Puskesmas Mangunreja pada tahun 2018 sebesar 39,0%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap, kepercayaan dan tradisi serta peran petugas kesehatan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di Wilayah UPT Puskesmas Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya tahun 2019. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, metode analitik, desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, dengan sampel penelitian 296 orang. Dengan Teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian lembar kuesioner, Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku ASI Eksklusif adalah sikap dengan value 0,001 dan kepercayaan tradisi p value 0,001, sedangkan variabel dukungan peran petugas 5. Saran : Meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dengan memberikan informasi, edukasi tentang ASI Eksklusif dan fakta, mitos ibu menyusui dengan penyuluhan atau media promosi kesehatan lainnya.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARKAT (STBM) DI DESA MANGUNREJA KECAMATAN MANGUNREJA UPT PUSKESMAS MANGUNREJA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Gan gan , S.KM; Isyeu Sriagustini, S.KM, M.KM; Teni Supriyani, S.Si, M.KM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.202

Abstract

A. ABSTRAK Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program pemerintah. STBM di UPT Puskesmas Mangunreja dari 6 desa 1 memiliki sertifikat ODF yaitu Desa Margajaya. Desa Mangunreja adalah salah satu dari 5 desa yang belum memiliki setifikat ODF, Desa Mangunreja memiliki permasalahan penyakit berbasis lingkungan yang paling tinggi di antara yang lain, salah satunya penyakit diare sebanyak 33%. Akan tetapi, dari sisi pemicuan Stop BABS, Desa Mangunreja justru mendapatkan pemicuan paling banyak di tahun 2018 yaitu sebanyak 2 kali dibandingkan dengan desa lainnya yang rata-rata pemicuan satu kali. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program STBM di Desa Mangunreja Kecamatan Mangunreja UPT Puskesmas Mangunreja Kabupaten Mangunreja tahun 2018. Penelitian ini mengunakan metode deskriftif evaluatif untuk memberikan evaluasi pelaksanaan Program STBM di Desa Mangunreja Kecamatan Mangunreja UPT Puskesmas Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Subjek penelitiannya adalah pemegang program STBM di UPT Puskesmas Mangunreja. Hasil penelitian ini menujukan dari strategi yang ada di permenkes no 3 tahun 2014 yaitu penciptaan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi, dan peningkatan penyediaan akses sanitasi, mayoritas belum memenuhi syarat. Dari 14 indikator yang ada, hanya 4 indikator yang terlaksana. Perlu penambahan tenaga fasilitator, koodinasi pemerintah dengan pemegang program UPT Mangunreja serta harus ada platihan fasilitator.
GAMBARAN KEPERCAYAAN DAN TRADISI IBU HAMIL DALAM ASUHAN KEHAMILAN DI WILAYAH DESA CIKUNIR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Chanty Yunie Hartiningrum, S.SiT, M.Kes; Annisa Rahmidini, SST., M.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.203

Abstract

A. ABSTRAK Kehamilan merupakan suatu keadaan dimana seorang wanita yang didalam rahimnya terdapat embrio atau fetus. Kehamilan dimulai pada saat masa konsepsi hingga lahirnya janin, dan lamanya kehamilan dimulai dari ovulasi hingga partus yang diperkirakan sekitar 40 minggu dan tidak melebihi 43 minggu (Kuswanti, 2014). untuk berubah tetapi ada kalanya juga dipertahankan. Ada proses dinamis yang mendukung diterimanya hal-hal dan ide-ide baru dan ada juga yang mendukung untuk mempertahankan kestabilan budaya yang ada. Hiller (2003) menyatakan bahwa ketika perubahan terjadi, maka terjadi destruksi nilainilai tradisional, kepercayaan, peran dan tanggungjawab, pendidikan, keluarga dan lain-lain yang hampir simultan dengan proses konstruksi cara baru sebagai pengaruh dari perubahan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kepercayaan Dan Tradisi Budaya Pada Masa Kehamilan Di Wilayah Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester I III yang berada di Wilayah Desa cikunir yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sample adalah total sampel dimana seluruh sasaran di jadikan sampel dalam penelitian ini. Instrumen peneliti yang digugunakan kuesioner yang mengukur gambran kepercayaan dan tradisi ibu hamil dalam asuhan kehamilan. Analisi data dilakukan dengan cara univariat yang disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi dan di jelaskan secara narasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa masyarakat yang melaksanakan Budaya/Tradisi Syukuran Empat Bulanan dan Tujuh Bulanan yaitu 32 orang (78.0%), Ibu hamil memiliki pantangan/larang yang harus diikuti ibu hamil pada saat hamil yaitu Tidak setuju 35 orang (85.4 %), Ibu hamil Jangan makan di piring besar yaitu sebanyak setuju 27 orang (65.9%), Ibu hamil jangan makan pisang dari pohon tumbang yaiyu sebanyak setuju 24 orang ( 58.5%), Ibu hamil jangan Minm Air ES yaitu sebanyak setuju 25 orang (61.0 %), Ibu hamil memakan makanan pedas menyebabkan bayi lahir sakit yaitu sebanyak setuju 25 orang (61.0%), Ibu hamil tidak boleh makan nanas, dure, dan tape yaitu sebanyak setuju 21 orang (51.2%), Ibu hamil sering minum air kelapa muda yaitu setuju 25 orang (61.0%), Ibu hamil sering minum minyak kelapa yaitu setuju 27 orang (65.9%), Ibu hamil yang minum madu dan kocokan telur ayam yaitu setuju 27 orang (65.9%). Simpulan dari penelitian ini adalah Agar ibu hamil lebih meningkatkan kunjungan kehamilan ke tenaga kesehatan dan meningkatkan upaya pencairan informasi kesehatan melalui kegiatan kelas ibu hamil seperti pelatihan, penyuluhan.
GAMBARAN PARITAS PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Hapi Apriasih; Reynalda Aprilia
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.333

Abstract

Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia saat ini, data RISKESDAS menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada 2018 mencapai 30,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami masalah kesehatan masyarakat yang berat dalam kasus balita stunting, wilayah kerja Puskesmas Singaparna termasuk kedalam zona merah stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran paritas dari ibu yang memiliki balita stunting di Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif untuk menggambarkan paritas pada ibu yang memiliki balita dengan stunting. Populasi adalah semua semua ibu yang memiliki balita dengan stunting sebanyak 139 orang, dengan total sampling. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s.d April 2019, bertempat di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kab Tasikmalaya Tahun 2019. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan data primer yaitu diperoleh dengan survey langsung kepada responden ibu yang memiliki balita stunting dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dalam bentuk table. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 139 orang ibu yang memiliki balita dengan stunting adalah dengan paritas primipara (jumlah anak 1) sebanyak 35 orang (25%) , paritas multipara (jumlah anak 1-4) sebanyak 86 orang (62%) dan paritas grande mulitapara (lebih dari 4) sebanyak 18 orang (13%). Simpulan dari penelitian ini adalah kejadian balita stunting tidak terlepas dari status paritas ibu dimana semakin banyak ibu memiliki anak semakin besar peluang terjadinya kejadian stunting pada anak yang dapat diakibatkan oleh faktor pola pemberian makan, ataupun pola asuh dikeluarga, sehingga diharapkan para bidan dapat membantu ibu dalam upaya membatasi jumlah anak yaitu dengan penggunaan alat kontrasepsi.
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI BALITA STUNTING DI DESA CIKUNIR TASIKMALAYA TAHUN 2019 Tupriliany Danefi; astri Novia Nurfalah
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.334

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting disebabkan oleh dua faktor yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Secara langsung yaitu ASI Eksklusif, penyakit infeksi, asupan makan, dan berat badan lahir. Dan yang merupakan faktor secara tidak langsung pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan status ekonomi keluarga. Desa Cikunir merupakan desa tertinggi ke 2 kejadian sebanyak 139 kasus stunting dan Desa Cikunir merupakan desa binaan dari STIKes Respati. (Laporan Hasil BPB Puskesmas Singaparna, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambara pemberian ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi balita stunting di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi balita yang stunting di desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya pada bulan April 2019 sebanyak 32 orang dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar Pada bayi balita Stunting Desa Cikunir Kecamatan Singaparna mendapatkan ASI Eksklusif sebanyak 21 orang (65,63%), sebagian besar Kejadian Stunting pada Pada bayi balita Stunting di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya ada pada kategori Stunted (pendek) yaitu sebanyak 24 orang (75%), dan hasil tabulasi silang didapatkan sebesar 19,05% bayi balita dengan Stunted (pendek) yang pemberian ASI nya secara ekslusif, sedangkan sebanyak 54,54 % bayi balita dengan Stunted (pendek) yang pemberian ASI nya secara ekslusif. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat Sebagian besar bayi balita stunting di Desa Cikunir ada pada kategori Stunted (pendek). Sebagian besar bayi balita stunting di Desa Cikunir mendapat ASI secara Ekslusif. Saran bagi Bagi tenaga kesehatan untuk lebih dapat mendukung dan memotivasi dengan melakukan pendampingan kepada ibu dan keluarga sejak hamil agar ibu memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

Page 1 of 1 | Total Record : 10