cover
Contact Name
Andree Wijaya Setiawan
Contact Email
fpb.andre@uksw.edu
Phone
+628156580993
Journal Mail Official
jurnal.agric@adm.uksw.edu
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Gedung I, Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRIC
ISSN : 08549028     EISSN : 25499343     DOI : https://doi.org/10.24246/agric.2023.v35.i1
AGRIC Journal of Agricultural Science is a peer-reviewed and published two times a year by Agriculture and Business Faculty of Universitas Kristen Satya Wacana. Agric journal publishes original articles on agronomy, horticulture, plant breeding, plant science, pest or diseases of plant, agriculture and food processing, food science, microbiology, biotechnology, agribusiness.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 32 No. 2 (2020)" : 8 Documents clear
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI DAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) A. Marthin Kalay; Reginawanti Hindersah; Irene A. Ngabalin; Marina Jamlean
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p129-138

Abstract

Growth and production of corn plants require land with sufficient nutrients. Utilization of biological fertilizers and organic materials carried out with the aim of increasing the yield of corn. The treatments that were tried were the provision of compost, livestock manure, compost and livestock manure, each of which was added by spraying a consortium of biological fertilizer. The experiment was designed using a randomized block design with five replications. The results showed that the application of organic-based fertilizers affected plant height from 17 - 49 days after planting, weight of fruit with kelobot, weight of cob and ear length. Provision of compost or livestock manure and added with a biological fertilizer consortium by spray gives a higher effect compared to the provision of compost or livestock manure which is not added to the consortium of biological fertilizer. To increase the productivity of maize plants it is recommended to use a consortium of biological fertilizers applied by spraying at intervals of seven days until the plants are 49 days after planting.
FAKTOR PENGENDALI KELARUTAN SILIKA DALAM LARUTAN TANAH Linca Anggria; Husnain Husnain; Tsugiyuki Masunaga
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p83-94

Abstract

Silica is a beneficial element for rice plants which can protect from blast disease, increase stem strength, and alleviate abiotic stress. Silicon in soil solution is affected by several factors such as pH, temperature, organic matter, and redox potential (Eh). This study aims to investigate the controlling factor of Si solubility in soil solution. In the present study, Japanese silica gel (JSG) and Ultisols were collected from Japan. In laboratory experiment, the effects of Ca (calcium), Mg (magnesium) and others on solubility of Si (silica) were investigated. Under submerged condition, ten gram of soil with silica gel, Ca and Mg in plastic tube were incubated at 300C for 29 days. Calcium and Mg were applied into soil, at the concentration of 5, 10, 15 mg Ca L-1(T2, T3, T4 respectively) and 5, 10, 15 mg Mg L-1(T5, T6, T7 respectively). There was two controls as a follow T0 (soil) and T1 (soil + silica gel). During incubation, Si, Ca, Mg, Fe, and Mn concentrations in surface water were measured using ICP spectroscopy at day 8, 15, and 29. The results show the soil before treatment was slightly acidic (pH 5.7) and extractable Si concentration was 267.1 mg SiO2 kg-1. It was classified to be below critical level of available Si for rice (300 mg SiO2 kg-1). Total concentration of Ca and Mg in soil solution were highest for treatment T4 and T7, respectively compared with other treatments. On the first 8 days of incubation, Si released into soil solution was higher in T1 and T2 compared to other treatments. The solubility of Si was significantly positive correlated with Mn, Eh, and negatively correlated with pH, that indicated these were the controlling factors of the Si release in soil solution. There was no correlation between Si and Ca or Mg concentration in soil solution.
PROFITABILITAS DAN EFISIENSI USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN SLEMAN Muhammad Fauzan
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p173-188

Abstract

Erupsi Gunung Merapi telah memberikan dampak yang serius pada usaha peternakan sapi perah rakyat di Kabupaten Sleman. Kematian ternak dan rusaknya lahan hijauan pakan ternak telah menyebabkan menurunnya pendapatan peternak sapi perah yang merupakan sumber penghidupan utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha ternak sapi perah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi susu, tingkat efisiensi teknis, dan faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya inefisiensi usaha ternak sapi perah di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan data primer hasil survei pada 62 responden dengan kuesioner. Analisis profitabilitas dan fungsi produksi stochastic frontier digunakan dalam penelitian ini untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usaha ternak sapi perah di Kabupaten Sleman adalah usaha yang menguntungkan dengan rata-rata pendapatan atas biaya produksi tunai per tahun adalah sebesar Rp 18.347.565,38 per usaha ternak atau sebesar Rp 6.437.742,24 per satuan ternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu adalah pakan konsentrat dan jumlah kepemilikan ternak. Tingkat efisiensi teknis peternak sapi perah adalah sebesar 88,9%. Tingkat efisiensi teknis dipengaruhi oleh umur peternak dan pemeriksaan kesehatan ternak.
IDENTIFIKASI SEED BANK GULMA LOKAL DAN PENGARUH FREKUENSI PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) Shalahuddin Mukti Prabowo; Sangrani Annisa Dewi; Dwi Hatmini
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p121-128

Abstract

Gulma merupakan organisme pengganggu tanaman yang keberadaannya sangat merugikan bagi produksi tanaman budidaya. Gulma dan tanaman utama bersaing untuk mendapatkan unsur hara, cahaya matahari, dan air sehingga ketersediaannya terbatas bagi tanaman utama. Kelimpahan gulma pada suatu lahan budidaya tidak lepas dari adanya seed bank gulma di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seed bank gulma yang ada di lahan budidaya cabai rawit di dusun Tandon, kecamatan Selogiri, kabupaten Wonogiri serta mengetahui frekuensi penyiangan yang tepat untuk mendapatkan produktivitas cabai rawit yang tertinggi. Identifikasi seed bank gulma lokal yaitu dengan dilakukan pengambilan sampel tanah pada empat kedalaman yang berbeda, a) kedalaman 0-5 cm; b) kedalaman 5-10 cm; c) kedalaman 10-15 cm; dan d) kedalaman 15-20 cm. Variabel yang diamati meliputi frekuensi gulma, kerapatan gulma, dan summed dominance ratio (SDR). Frekuensi penyiangan gulma tanaman cabai rawit, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan satu faktor perlakuan yaitu frekuensi penyiangan (tanpa penyiangan; 1 kali penyiangan pada 2 minggu setelah tanam (MST); 2 kali penyiangan pada 2 MST dan 4 MST; 3 kali penyiangan pada 2 MST, 4 MST, dan 6 MST; 4 kali penyiangan pada 2 MST, 4 MST, 6 MST, dan 8 MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan seed bank gulma terbanyak terdapat pada kedalaman tanah 0-5 cm dan 5-10 cm. Sedangkan pada frekuensi penyiangan menunjukkan frekuensi 3 kali penyiangan memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit.
PREFERENSI WERENG HIJAU (Nephotettix virescens Distant) TERHADAP GALUR-GALUR HARAPAN PADI TAHAN TUNGRO Nur Rosida; Ema Komalasari; R. Heru Praptana
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p105-120

Abstract

Tungro merupakan penyakit penting tanaman padi yang disebabkan oleh dua jenis virus, yaitu Rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan Rice tungro spherical virus (RTSV) yang keduanya ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix virescens Distant secara semipersisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui galur-galur harapan padi yang tidak disukai (tahan) wereng hijau dan tahan virus tungro. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Loka Penelitian Penyakit Tungro dan di lahan petani di Kabupaten Polman Sulawesi Barat pada bulan Januari โ€“ Agustus 2019. Galur/varietas yang diuji adalah 48 galur harapan padi tahan tungro dan 2 varietas pembanding. Di Rumah kaca dilakukan uji preferensi dan uji survival wereng hijau yang disusun menggunakan rancangan acak kelompok dan diulang tiga kali. Di lapangan dilakukan observasi populasi wereng hijau dan persentase serangan tungro serta evaluasi hasil dan komponen hasil tanaman dengan menggunakan rancangan augmented dalam RAK 4 blok. Masing-masing blok terdiri dari 20 galur harapan padi tahan tungro dan empat varietas pembanding (Ciherang, Tukad Unda, Inpari 9 Elo, dan IR 64). Parameter pengamatan meliputi : jumlah wereng hijau yang hinggap dan bertahan hidup pada masing-masing galur/varietas, kepadatan populasi wereng hijau di lapangan, persentase serangan tungro (%) di lapangan, jumlah gabah isi ,jumlah gabah hampa, bobot 1000 biji dan hasil gabah pada kadar air 14%. Tercatat 10 galur harapan padi yang tidak disukai (tahan) wereng hijau dan tahan virus tungro dengan persentase serangan lebih rendah atau sama dengan varietas pembanding (Inpari 9) serta memiliki potensi hasil yang tinggi (6,2 โ€“ 10,2 t/ha).
PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI PELANGI (Capsicum annuum L.) PADA PERLAKUAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), KOMBINASI PGPR-PUPUK NPK, DAN PGPR-KOMPOS Jennefer Constantia; Rejeki Siti Ferniah
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p95-104

Abstract

Cabai Pelangi Bolivian Rainbow merupakan salah satu varietas cabai hias yang memiliki keunikan berupa warna buahnya yang berwarna-warni. Pertumbuhan vegetatif cabai hias ini memerlukan beberapa tambahan nutrisi dan peranan mikroorganisme untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan optimal cabai pelangi menggunakan pemberian pupuk hayati PGPR, kombinasi dari pupuk hayati PGPR dan pupuk sintetik NPK, serta kombinasi pupuk hayati PGPR dan pupuk organik kompos. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan. Keempat perlakuan tersebut adalah tanah hitam sebagai kontrol (P0), tanah hitam ditambah pemberian PGPR(P1), tanah hitam ditambah pupuk kompos + PGPR(P2), dan tanah hitam ditambah NPK + PGPR (P3). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji BNT pada tahap uji รก = 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi PGPR dan kompos atau PGPR dan NPK memberikan pertumbuhan vegetatif optimal dibandingkan perlakuan tunggal PGPR.
DAYA SAING EKSPOR REMPAH INDONESIA KE EUROPEAN UNION-15 Fadhlan Zuhdi; Lola Rahmadona; Achmad S Maulana
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p139-162

Abstract

Komoditas rempah sejak lama telah menjadi andalan ekspor Indonesia ke dunia. Oleh sebab itu, ekspor komoditas rempah perlu dijaga dan ditingkatkan nilainya agar dapat menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia. Potensi European Union 15 sebagai pasar ekspor rempah Indonesia yang besar, maka ekspor komoditas rempah harus ditingkatkan. Situasi yang memburuk saat ini (perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat) telah membuat urgency ekspor Indonesia ke negara lain menjadi meningkat. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan ekspor rempah-rempah Indonesia ke European Union 15 secara komparatif. Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) dan Trade Balance Index (TBI) digunakan untuk menetukan posisi daya saing ekspor komoditas rempah-rempah di European Union 15. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai RCA untuk pala, lada, dan cengkeh 1 sehingga komoditas tersebut merupakan komoditas rempah yang memiliki daya saing dan sudah berada dalam tahap kematangan karena memiliki TBI > 0.8. Jahe tidak memiliki daya saing dan masih berada dalam tahap pertumbuhan ekspor. Berdasarkan RSCA, variasi daya saing rempah pala, lada, dan cengkeh selama periode 2008 โ€“ 2018 memiliki nilai > 0 yang artinya memiliki daya saing komparatif, sedangkan untuk jahe nilainya < 0 sehingga jahe tidak memiliki daya saing komparatif. Upaya yang dapat ditempuh untuk semakin meningkatkan daya saing ekspor di pasar global adalah dengan mengembangkan produksi dan produktivitas agar dapat melakukan ekspor ke pasar potensial lainnya seperti ke benua Amerika dan Asia.
ANALISA EKONOMI PENGEMBANGAN KOMODITAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Shabil Hidayat; M.A Girsang; Sarman P. Tobing; Palmarum Nainggolan; Lermansius Haloho
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p163-172

Abstract

There are still many problems faced by shallot farmers in North Padang Lawas district, as horticultural farmers in other areas in Indonesia, become an obstacle in efforts to develop shallot commodities in North Padang Lawas Regency, so that it has not been able to provide optimal welfare to farmers. Although this commodity has traditionally been cultivated by farmers in several sub-districts within this district and The Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia has also designated North Padang Lawas Regency as one of the Development of National Shallot Commodity Agricultural Areas through Keputusan Menteri Pertanian Nomor 472 Tahun 2018 Regarding the National Agricultural Area, but it needs to be studied further to analyze the potential and economic development strategy of shallots as the aim of this study. This study was conducted from June to November 2019. The method used was a survey, followed by direct observation about the development of shallots in 6 (six) districts, interview with field extension officers, retailers and wholesalers in North Padang Lawas Regency. Data and information were analyzed descriptively and analyzed by R / C ratio. The results of the study show that shallot farming activities in North Padang Lawas Regency are very economically and financially feasible, with an ideal R / C ratio of 2.04 with a profit of Rp.76.108.500,- for each hectare of land cultivated for shallot cultivation.

Page 1 of 1 | Total Record : 8