cover
Contact Name
Andree Wijaya Setiawan
Contact Email
fpb.andre@uksw.edu
Phone
+628156580993
Journal Mail Official
jurnal.agric@adm.uksw.edu
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Gedung I, Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRIC
ISSN : 08549028     EISSN : 25499343     DOI : https://doi.org/10.24246/agric.2023.v35.i1
AGRIC Journal of Agricultural Science is a peer-reviewed and published two times a year by Agriculture and Business Faculty of Universitas Kristen Satya Wacana. Agric journal publishes original articles on agronomy, horticulture, plant breeding, plant science, pest or diseases of plant, agriculture and food processing, food science, microbiology, biotechnology, agribusiness.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 37 No. 2 (2025): in progress" : 4 Documents clear
Faktor Keberhasilan Pertanian Keluarga: Analisis Bibliometrik Ningrum, Priskilah; Sheliena , Esther; Prihtanti, Tinjung Mary
Agric Vol. 37 No. 2 (2025): in progress
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i2.p107-128

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian akademis terhadap penelitian pertanian keluarga telah meningkat secara signifikan. Pertanian keluarga mewakili sistem pertanian yang dominan secara global, berperan sebagai landasan utama keamanan pangan dan pembangunan pedesaan. Analisis bibliometrik ini mengkaji produksi ilmiah tentang keberhasilan pertanian keluarga antara tahun 1977 dan 2025 dari sumber Scopus. Analisis tersebut menemukan 84 artikel yang ditulis oleh berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Kuba, dan negara-negara di Eropa, Asia, dan Afrika, yang berkontribusi pada topik pertanian keluarga. Menarik untuk dicatat bahwa Indonesia cukup aktif dalam meneliti pertanian keluarga, karena terdapat jumlah yang signifikan dari pertanian keluarga di Indonesia yang merupakan operasi pertanian skala kecil. Analisis jaringan ko-munculan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor keberhasilan pertanian keluarga dalam literatur penelitian didominasi oleh tiga dimensi utama: (1) dimensi demografis yang menekankan karakteristik sumber daya manusia, termasuk aspek gender dan struktur usia, (2) dimensi geografis yang memprioritaskan konteks regional, terutama di Afrika dan Asia Timur, dan (3) dimensi metodologis yang berfokus pada pendekatan penelitian dan analisis demografis. Pertanian keluarga memproduksi sebagian besar makanan segar yang dikonsumsi di pusat-pusat perkotaan besar, namun kesuksesannya bergantung pada berbagai kebijakan publik, mulai dari penguatan fasilitas produksi hingga dukungan saluran pemasaran. Indonesia muncul sebagai simpul yang lebih kecil di bagian atas jaringan dengan koneksi terbatas, menunjukkan keterlibatan yang relatif rendah dalam kolaborasi penelitian internasional tentang pertanian keluarga meskipun memiliki sektor pertanian keluarga yang signifikan.  
The THE ECONOMIC VALUE AND CONTRIBUTION OF NON-TIMBER FOREST PRODUCTS TO THE INCOME OF RURAL FOREST COMMUNITIES IN KORIPAN VILLAGE, MATESIH DISTRICT, KARANGANYAR REGENCY Nur Wahyu Utami; Rahmadwiati, Rissa; Agustina, Ana
Agric Vol. 37 No. 2 (2025): in progress
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i2.p161-180

Abstract

Pemanfaatan HHBK untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau bahkan sebagai sumber pendapatan masyarakat sebenarnya sudah lama dilakukan terutama pada hutan rakyat. Agroforestri menjadi pilihan bagi masyarakat daerah sekitar hutan untuk memanfaatkan HHBK melalui pemanfatan lahan sebagai lingkungan yang mendukung proses pertumbuhan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi dan kontribusi HHBK terhadap pendapatan masyarakat Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel dan quota sampling untuk menentukan jumlah kuota responden di 10 dukuh. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hasil hutan bukan kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Koripan sejumlah 51 jenis dengan nilai total ekonominya sebesar Rp1.078.191.420/tahun dan jenis yang berpotensi terbesar yaitu durian. Total kontribusi pemanfaatan HHBK terhadap pendapatan Masyarakat Desa Koripan sebesar Rp1.098.161.500. Kontribusi HHBK per responden per tahunnya sebesar Rp12.201.794/orang/tahun atau 33,60% dari total pendapatan Rp36.309.116/orang/tahun, sehingga tergolong dalam kelas kontribusi kecil.
QUALITY ASSESSMENT OF ORGANIC MENTIK SUSU AND NON-ORGANIC CIHERANG RICE IN CANDIPURO, SOUTH LAMPUNG Handayani, Sri; Zaini, Muhammad; Oktaviani, Anggita Dwi; Marbudi
Agric Vol. 37 No. 2 (2025): in progress
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i2.p147-160

Abstract

Rice quality plays an important role in determining market value and consumer preference, particularly as organic rice gains popularity for its health and environmental benefits. This study aimed to evaluate and compare the physical quality of organic Mentik Susu rice and non-organic Ciherang rice according to the Indonesian National Standard (SNI 6128:2015). The research was conducted at the Quality Laboratory of Politeknik Negeri Lampung in August 2025. The analysis involved assessing head rice, broken rice, brewers, damaged grains, chalky grains, colored grains, foreign materials, and unhulled grains. The results showed that both rice varieties met the general requirements for quality rice, with no presence of pests, foreign odors, bran contamination, or harmful chemicals. Based on specific parameters, Mentik Susu met seven out of eight criteria for premium-grade quality, except for head rice, which fell slightly below the 85 percent minimum threshold and was classified as Medium I. In contrast, Ciherang met the Medium I category for several parameters but did not meet the standard for broken rice and brewers due to exceeding maximum limits. The findings indicate that Mentik Susu organic rice has better grain integrity and physical quality compared to Ciherang, although both require improved post-harvest handling-especially during drying and milling, to meet the premium standard. These results highlight the importance of optimizing cultivation and post-harvest management to enhance the competitiveness of local rice varieties in the premium market.
ADOPTION OF CULTIVATION TECHNOLOGIES AND FARMER GROUP DYNAMICS AS DETERMINANTS OF SARINAH RICE FARMING PERFORMANCE: A PATH-ANALYSIS APPROACH Samantha, Yuliana; Dasipah, Euis; Permana, Nendah Siti; Sari, Devita Marwana; Nugraha, Elly Halimiyati
Agric Vol. 37 No. 2 (2025): in progress
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i2.p129-146

Abstract

Adoption of superior varieties is a strategy for maintaining regional food production. Sarinah rice cultivar is a type of rice that is resistant to several types of pests and plant diseases. This variety is cultivated by farmers in several areas in West Java Province. This study aims to investigate: (1) the association between rice cultivation technology and farming performance; (2) the relationship between farmer group dynamics and farm performance; and (3) the joint effects of rice cultivation technology and farmer group dynamics on the overall performance of rice farming. This study employed a survey method, with the analytical unit consisting of farmers who are members of farmer groups cultivating Sarinah rice cultivar in Bojongpicung Subdistrict, Cianjur Regency, West Java Province. Sampling technique was carried out using a census approach, involving a total of 30 respondents. Collected data were analysed using path analysis, with analytical procedures aligned with results of hypothesis testing. Results of study indicate that adoption of rice cultivation technology is significantly associated with farming success, accounting for 30.4% of variation. In comparison, farmer group dynamics show a stronger significant association, explaining 64.0% of the variation. Among two factors, farmer group dynamics exhibited strongest relationship with farming success. Rice cultivation technology and farmer group dynamics, when considered simultaneously, have a significant combined effect on farming success, accounting for 94.4% of the variation. Remaining 5.6% is attributed to other factors that were not examined in this study.

Page 1 of 1 | Total Record : 4