cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023)" : 8 Documents clear
Model Pelayanan Yesus Menurut Injil Yohanes 13:1-17 Bagi “Gembala” Gereja Masa Kini Resi, Hironimus; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.298

Abstract

Gereja lahir dari Yesus Kristus sebagai Gembala bagi domba-domba-Nya. Kehadiran Gembala menunjukkan Gembala berbau domba, artinya Gembala yang sungguh menjadi hamba dalam pelayanan bagi umatnya. Hamba merupakan model pelayanan seorang Gembala yang penting dan utama dalam melaksanakan tugas sebagai Gembala bagi umatnya. Persoalan yang sering timbul adalah pemahaman tentang model pelayanan sebagai Gembala kurang aplikatif. Keadaan ini menyebabkan seorang Gembala dapat menjadi Gembala upahan. Penulis menawarkan model pelayanan sebagai Gembala seperti yang dilakukan Yesus dalam Injil Yohanes 13:1-17. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran secara spesifik tentang model pelayanan sebagai seorang Gembala dalam menggembala umatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara langsung terhadap pemimpin umum dan pemimpin komunitas untuk menggambarkan dan menganalisis model pelayanan sebagai seorang Gembala dalam Gereja masa kini. Kesimpulan, model pelayanan seorang Gembala merujuk pada model pelayanan Yesus dalam Injil Yohanes 13:1-17. Model pelayanan yang menjadi teladan, hamba, kerendahan hati yang menuntun pada cinta yang tulus dan ikhlas.
Prasangka Umum dan Realitas Hidup Mahasiswa Papua di Kota Malang dalam Teologi Praksis Malla, Crysan Dwiputra; Sudhiarsa, Raymundus I Made
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.313

Abstract

Studi ini berfokus pada makna serta kekhasan berteologi mahasiswa Katolik Papua di Malang. Sebagai pendatang (migran), mahasiswa Papua di Malang berhadapan dengan situasi dunia yang kompleks dan tentu tidak mudah. Di satu sisi, mereka tidak luput dari kesulitan-kesulitan dalam hal sosial, komunikasi, studi dan ekonomi. Di lain sisi, mereka adalah orang-orang beriman yang terus bergulat menghayati iman Katolik mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yakni studi kepustakaan dengan pembacaan dan interpretasi berteologi Praksis dari beberapa teolog seperti Stephen Bevans disertai data-data yang dapat memperkaya studi ini. Teknik pengumpulan data ialah dengan wawancara. Subyek yang menjadi sumber informasi dalam wawancara ialah para mahasiswa Katolik pendatang di Dekenat Malang. Pendekatan tersebut dipercaya mampu menunjukkan bahwa sebagai pendatang, mahasiswa Katolik khususnya mahasiswa Papua di Malang punya cara tersendiri dalam beriman. Sebagai orang asing, Mahasiswa Katolik Papua di Malang punya cara yang khas untuk mengekspresikan imannya dalam kesulitan hidup sehari-hari.
Upaya Meningkatkan Keaktifan dan hasil Belajar Siswa Kelas 4 SDK Wignya Mandala Melalui Pembelajaran Kooperatif: Indonesia Prameswara, Adrian Yanuar; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.327

Abstract

Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, masih banyak guru menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional, yang dimana peserta didik lebih banyak mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Akibatnya, siswa cenderung merasa bosan sehingga kurang dapat mengikuti pelajaran dengan baik, keaktifan siswa juga kurang karena gaya pembelajaran yang monoton. Hal ini membuat siswa menjadi pasif dan kurang aktif dalam pembelajaran. Masalah tersebut bisa diatasi dengan menerapkan beberapa model pembelajaran lain yang sifatnya inovatif, salah satunya melaui Pembelajaran Kooperatif. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pendekatan yang dilakukan oleh peneliti dengan cara observasi dan wawancara langsung terhadap siswa kelas 4 SDK Wignya Mandala mengenai pembelajaran kooperatif. Peneliti menerapakan prinsip dan prosedur pembelajaran kooperatif  dasar kepada siswa serta menemukan dampak yang di alami oleh siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif sangat menunjang siswa dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar serta lebih baik daripada model pembelajaran yang bersifat konvensional.
Membentuk Karakter Siswa Melalui Nilai-Nilai Kejujuran Terhadap Siswa Kelas IV Era Masa Kini di SDK Marga Bhakti Darianto; Priyambada, Lazarus Satya; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.337

Abstract

Education is also a medium to shape student character so that they become strong personalities and have good character. Education is also a medium to shape student character so that they have a strong personality and have good character. Elementary school is a formal educational institution that aims to develop students to become well-educated and characterized children. research methods based on interpretive philosophy or postpositivism, or used constructively for natural object conditions. and actions, based on religious norms, laws, manners, culture and customs. The mental revolution presents a new mentality that is valuable and noble, which will be revolutionized, namely the mentality of the nation's children who are increasingly chaotic to equip themselves.
Inkulturasi Gondang Sabangunan Batak Toba Dalam Liturgi Pemberkatan Perkawinan: Perjumpaan Kristus Dan Gerejanya Dengan Budaya Lokal S, Andreas Eden; Pereira, Alberto Alves
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pelaksanaan inkulturasi musik Gondang Sabangunan Batak Toba yang tepat ke dalam liturgi pemberkatan Perkawinan di bagian ritus penutup pemberkatan perkawinan tepat setelah penandatangan Surat Perkawinan dan proses perarakan keluar gereja sesuai dengan keseragaman Ritus Romawi. Pada penelitian ini penulis menerapkan pendekatan wawancara dan metode kesepadanan dengan enam tahapan. Lewat inkulturasi liturgi Pemberkatan Perkawinan, Gereja lokal berdialog secara intensif dan solid dengan adat budaya Batak Toba. Ini adalah cara terbaik bagi Gereja untuk mengajarkan pesan Injil, merangkul dan mengembangkan hal-hal apa saja yang unik dan kaya dalam musik Gondang Sabangunan Batak Toba seturut dengan ajaran Kristiani. Sementara, nilai-nilai sakral yang terkandung dalam musik Gondang Sabangunan mendukung keluhuran martabat Perkawinan Katolik. Inkulturasi Gondang Sabangunan Batak Toba dalam pemberkatan perkawinan merupakan perjumpaan budaya lokal, Kristus dan GerejaNya. Kendatipun membutuhkan proses yang panjang namun inkulturasi Gondang Sabangunan Batak Toba dapat menghantarkan umat beriman khususnya masyarakat Batak Toba kepada Kristus dalam mewjudkan sikap pertobatan, kekudusan dan keselamatan yang sejati.
Peran Gereja Partikular Dalam Konteks Misi Evangelisasi Di Era Digital Zandro, Agrindo
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.363

Abstract

Gereja partikular adalah pengaturan fungsional untuk evangelisasi kepada umat beriman. Gereja partikular hadir dalam persatuan dengan Gereja universal untuk penggembalaan, pewartaan dan pengudusan. Fokus artikel ini adalah untuk menggambarkan bagaimana Gereja partikular menjalankan misi evangelisasi ke tengah-tengah situasi saat ini yang ditandai dengan penggunaan komunikasi digital berbasis internet. Misi evangelisasi yang meliputi pewartaan Sabda, penggembalaan, dan pengudusan adalah titik sentral dari misi Gereja partikular. Situasi saat ini, yang ditandai dengan maraknya penggunaan media digital berbasis internet, menuntut Gereja partikular untuk menjalankan misi evangelisasi dengan cara baru, yaitu evangelisasi berbasis digital. Evangelisasi berbasis digital dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform media. Metodologi artikel ini adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur dari penelitian sebelumnya dan beberapa buku yang berkaitan dengan Gereja tertentu dan evangelisasi. Selain itu, artikel ini menemukan bahwa misi digital evangelisasi lebih menguntungkan dan dianggap sebagai akses yang mudah bagi masyarakat luas. Kontribusi artikel ini adalah pemahaman baru tentang evangelisasi berbasis digital yang diyakini dapat memfasilitasi pastoralisasi, pengudusan, dan proklamasi digital.
Literasi Digital dalam Pembelajaran PAK dalam Terang Deklarasi Gravissimum Educationis Daiman, Ernestina; Omin, Agnes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.405

Abstract

Artikel ini berfokus pada literasi digital yang relevan dalam pembelajaran PAK yang diterangi oleh deklarasi Gravissimum Educationis (GE). Masalah yang ditemukan adalah maraknya berita palsu (fake news) dengan kemampuan teknologi digital. Fenomena ini mempengaruhi siswa dan bahkan para guru dalam memperoleh sumber belajar yang tidak benar. Dengan menggunakan metode kepustakaan dan studi dokumen, penulis menyimpulkan bahwa literasi digital yang diterangi deklarasi Gravissimum Educationis dalam pembelajaran PAK menuntut konsep pendidikan yang benar, peran aktif orangtua, pembudayaan nilai moral dan keagamaan di sekolah, dan penanaman nilai moral berdasarkan spiritualitas Kristiani bagi lembaga Pendidikan Katolik. Prinsip pendampingan orangtua adalah perhatian pada pemenuhan hak dan kewajiban dalam pendidikan anak diiringi oleh adanya pendidikan moral di sekolah yang menekankan prinsip cinta kasih, kebebasan dalam terang Injil. Singkatnya, penekanan pendidikan menurut GE adalah kolaborasi yang sinergis antara komponen keluarga, sekolah dan masyarakat.
Efektivitas Strategi Pembelajaran Inkuiri: Sebuah Tawaran dalam Desain Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada Capaian Pembelajaran Pribadi Peserta Didik Fase E Soda Betu, Fransiskus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas strategi pembelajaran inkuiri (SPI) sebagai sebuah tawaran dalam desain tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada capaian Pembelajaran Pribadi Peserta Didik fase E. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang mengambil sumber data dari berbagai tulisan untuk analisis dan dipaparkan dalam satu kesatuan pemikiran yang utuh. Hasil yang diperoleh, yakni (1) Strategi pembelajaran inkuiri sebagai rangkaian kegiatan pembelajaran menekankan pentinya proses berpikir kritis dan analisis untuk menemukan apa yang ditanyakan, (2) SPI dapat meningkatkan efektivitas belajar peserta didik, (3) SPI dinilai cocok untuk desain Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada Capaian Pembelajaran Pribadi Peserta Didik Fase E. Dengan memanfaatkan strategi pembelajaran inkuiri, para pendidik memiliki alternative dalam mendesain tujuan pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 8