Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Guru Agama Katolik Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar di Sumba Barat Daya Pius X, Intansakti; Resi, Hironimus; Peha, Yohanis Dadi
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 1 No. 3 (2021): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.921 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v1i3.531

Abstract

Pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar zaman modern ini menjadi tantangan bagi guru agama Katolik dalam membentuk generasi muda yang berkarakter baik. Peran guru agama Katolik meliputi; pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, pembaru, model dan teladan. Karakter peserta didik dalam penulisan adalah karakter religius dan kejujuran. Karakter religus yaitu membiasakan diri membaca kitab suci dan berdoa, sedangkan kejujuran meliputi empat hal yaitu jujur terhadap diri sendiri, sesama, guru, dan orang tua. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui peran guru dalam pembentukan karakter peserta didik dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode pengumpulan data melalui penyebaran angket. Hasil penelitian diukur menggunakan teknik Skala Likert menunjukkan bahwa peran guru agama Katolik dengan interpretasi sangat baik (87%) dan pembentukan karakter peserta didik dengan interpretasi sangat baik 84%. Kesimpulan, peran guru agama Katolik sangat baik dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar Sumba Barat Daya. Dengan demikian hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.
Pelaksanaan Kegiatan Sekami di Paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong Darina, Darina; Agustiningtyas, Fransisca Widya; Pius X, Intansakti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 1 No. 7 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.039 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v1i7.1177

Abstract

Serikat Kepausan Anak Remaja Misioner Indonesia (SEKAMI) ialah salah satu sarana atau kegiatan yang dibuat Gereja urntuk membantu orang tua dalam membina iman anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sekami di Paroki Santa Maria. Hal penting dalam pelaksanaan kegiatan sekami adalah peran seorang Pembina yang harus menunjukkan tugas Yesus mengajar dan mewartakan kabar baik tentang keselamatan Allah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik angket. Subjek penelitian adalah responden berjumlah 30 orang. Dalam penyebaran kuesioner, peneliti mengunjungi 30 pembina di Paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong. Teknik analisis data menggunakan F prosen. Hasil penelitian menemukan bahwa secara keseluruhan menggunakan F prosen, diperoleh hasil skor 3,29 artinya pelaksaan kegiatan sekami di Paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong cukup baik. Dalam pelaksanaan Kegiatan SEKAMI Pembina ialah orang yang menjadi sumber informasi untuk membina iman anak, pembina SEKAMI ialah sebagai pendamping dalam pembinaan sekami dan orang tua yang tetap menjadi pemegang kunci utama dalam pembinaan.
Pengembangan Bahan Katekese Tentang Persoalan Kaum Muda di Stasi Santo Fransiskus Asisi Keuskupan Tanjung Selor Mantero, Elbertus; Sampelan, Anna Bernadette; Pius X, Intansakti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.186 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v1i8.1182

Abstract

Kaum muda adalah generasi penerus Gereja dan Bangsa. Salah satu bentuk pembinaan kaum muda adalah kegiaatan katekese kaum muda,yang bertujuan membawa kaum muda pada pengenalan akan Yesus Kristus, agar kaum muda mampu menghayati dan mengaktualisasikan imannya dalam kehidupan mengereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Stasi St. Fransiskus Asisi ini adalah salah satu stasi yang berada di Paroki Santa Maria Asumpta Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan utara. Berdasarkan wawancara secara langsung dan penulis turut terlibat aktif dalam kegiatan kaum muda yang sangat membantu pertumbuhan iman mereka namun dengan perkembangan zaman mengakibatkan perubahan terhadap kaum muda di Stasi St. Fransiskus Asisi, yang mana membawa budaya-budaya baru masuk, yang menyebabkan kaum muda tersebut terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang negatif. Situasi ini kini menjadi perhatian besar bagi orangtua, Pastor Paroki dan masyarakat setempat. Dari hasil uji coba penilaian produk dan bahan katekese yang telah diuji coba menunjukkan mayoritas adalah A, B dan dapat ditarik kesimpulan bahwa bahan yang diujikan baik. Adapun presentase pada nilai A pada setiap tema.
Analisis Media Komunikasi Sosial Menurut Catechesi Tradendae Artikel 46 dan Aplikasinya dalam Katekese Umat Leko, Anita Florentina Watu; Pius X, Intansakti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.382 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v1i8.1188

Abstract

Manusia pada tahun 2020 ini telah memasuki millennium ke-3 di abad ke-21, dimana manusia telah mengalami banyak perkembangan di berbagai spek kehidupannya. Terutama dalam hal teknologi informasi dan komunikasi, tampak nyata mengalami perkembangan yang pesat dimana teknologi disajikan dalam multimedia yang canggih. Hadirnya media komunikasi memudahkan informasi diakses dalam waktu yang relatif singkat dan didukung gambar serta suara yang nyata, sehingga mampu menggambarkan keadaan yang terjadi pada sebuah peristiwa. Gereja sangat terbuka dengan munculnya hal-hal baru di dunia media komunikasi sosial,sehingga para pemimpin Gereja tidak hanya bersyukur karena perkembangan media komunikasi yang memberikan sumbangan besar manusia dalam berkomunikasi atau dalam menyebarkan pikiran, ungkapan, gambaran, informasi, dan publisitas, tetapi juga melihat adanya peluang dan terobosan baru untuk mendukung karya Gereja, terutama karya Evangelisasi. Bapa Gereja menganjurkan umat sekalian sebagai Gereja untuk dapat memanfaatkan berbagai media komunikasi sosial untuk karya pewartaan, kesaksian,dan dialog kepada semua orang demi keselamatan manusia.
Model Pelayanan Yesus Menurut Injil Yohanes 13:1-17 Bagi “Gembala” Gereja Masa Kini Resi, Hironimus; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.298

Abstract

Gereja lahir dari Yesus Kristus sebagai Gembala bagi domba-domba-Nya. Kehadiran Gembala menunjukkan Gembala berbau domba, artinya Gembala yang sungguh menjadi hamba dalam pelayanan bagi umatnya. Hamba merupakan model pelayanan seorang Gembala yang penting dan utama dalam melaksanakan tugas sebagai Gembala bagi umatnya. Persoalan yang sering timbul adalah pemahaman tentang model pelayanan sebagai Gembala kurang aplikatif. Keadaan ini menyebabkan seorang Gembala dapat menjadi Gembala upahan. Penulis menawarkan model pelayanan sebagai Gembala seperti yang dilakukan Yesus dalam Injil Yohanes 13:1-17. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran secara spesifik tentang model pelayanan sebagai seorang Gembala dalam menggembala umatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara langsung terhadap pemimpin umum dan pemimpin komunitas untuk menggambarkan dan menganalisis model pelayanan sebagai seorang Gembala dalam Gereja masa kini. Kesimpulan, model pelayanan seorang Gembala merujuk pada model pelayanan Yesus dalam Injil Yohanes 13:1-17. Model pelayanan yang menjadi teladan, hamba, kerendahan hati yang menuntun pada cinta yang tulus dan ikhlas.
Upaya Meningkatkan Keaktifan dan hasil Belajar Siswa Kelas 4 SDK Wignya Mandala Melalui Pembelajaran Kooperatif: Indonesia Prameswara, Adrian Yanuar; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.327

Abstract

Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, masih banyak guru menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional, yang dimana peserta didik lebih banyak mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Akibatnya, siswa cenderung merasa bosan sehingga kurang dapat mengikuti pelajaran dengan baik, keaktifan siswa juga kurang karena gaya pembelajaran yang monoton. Hal ini membuat siswa menjadi pasif dan kurang aktif dalam pembelajaran. Masalah tersebut bisa diatasi dengan menerapkan beberapa model pembelajaran lain yang sifatnya inovatif, salah satunya melaui Pembelajaran Kooperatif. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pendekatan yang dilakukan oleh peneliti dengan cara observasi dan wawancara langsung terhadap siswa kelas 4 SDK Wignya Mandala mengenai pembelajaran kooperatif. Peneliti menerapakan prinsip dan prosedur pembelajaran kooperatif  dasar kepada siswa serta menemukan dampak yang di alami oleh siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif sangat menunjang siswa dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar serta lebih baik daripada model pembelajaran yang bersifat konvensional.
Membentuk Karakter Siswa Melalui Nilai-Nilai Kejujuran Terhadap Siswa Kelas IV Era Masa Kini di SDK Marga Bhakti Darianto; Priyambada, Lazarus Satya; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.337

Abstract

Education is also a medium to shape student character so that they become strong personalities and have good character. Education is also a medium to shape student character so that they have a strong personality and have good character. Elementary school is a formal educational institution that aims to develop students to become well-educated and characterized children. research methods based on interpretive philosophy or postpositivism, or used constructively for natural object conditions. and actions, based on religious norms, laws, manners, culture and customs. The mental revolution presents a new mentality that is valuable and noble, which will be revolutionized, namely the mentality of the nation's children who are increasingly chaotic to equip themselves.
Memberdayakan Umat Awam sebagai Fasilitator Katekese: Memperkuat Komunitas melalui Pelatihan Tarihoran, Emmeria; Pius X, Intansakti
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3491

Abstract

The active role of the laity in catechesis activities is vital in strengthening the ecclesial community. Unfortunately, however, awareness of the laity's contribution and involvement is still minimal in many Church circles. Efforts to empower the laity as catechesis facilitators have great potential to increase their participation in strengthening ecclesial communities. One of the work programs from Preaching the Good Shepherd Parish of Batu Diocese of Malang is this PKM, which aims to empower lay people as catechesis facilitators through intensive training programs. This study involved a participatory training method with a Role-playing model involving participants from the Parish of the Good Shepherd of Stone. The results of this training succeeded in increasing the laity's understanding of their roles and responsibilities in catechesis activities. The participants were able to hone their skills as facilitators and improve their catechetical knowledge and their communication skills. This activity aims to increase people's awareness of their duties and responsibilities in the Five Duties of the Church, especially in preaching. Through this activity, the Good Shepherd Parish of Batu Diocese of Malang can empower lay people as catechesis facilitators through effective training programs, improving their skills, knowledge, and understanding of the role.
Katekese Ekologis Kontekstual Berbasis Simbol Batang Garing dalam Budaya Dayak Kristeno, Marianus Rago; Chiaralazzo, Monica Innanda; Pius X, Intansakti
Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik Vol. 3 No. 2 (2026): April: Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sabar.v3i2.2094

Abstract

 The ecological crisis calls for faith formation that can foster contextual ecological awareness among the faithful. One relevant approach is through catechesis that integrates local wisdom, such as the Batang Garing symbol in Dayak culture. This study aims to explore the ecological values embedded in the Batang Garing symbol and to reflect on them in the light of Church teachings in order to formulate a contextual ecological catechesis model. The method used is qualitative research with a literature study approach, employing descriptive-analytical and comparative analysis of theological and cultural sources. The findings show that Batang Garing contains values of relationality, cosmic balance, and moral responsibility that are aligned with the concept of integral ecology in Church teachings. The integration of these values into catechesis enables a more contextual, communicative, and transformative faith formation. The implication of this study highlights the importance of developing catechetical models based on local culture as an effective means to foster ecological awareness among the faithful and to encourage concrete actions in caring for creation as an expression of faith.