cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
AUDIT ENERGI LISTRIK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA KHATULISTIWA Fernanda Khaira Alsey; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit energi listrik yang terjadi pada PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. PDAM Tirta Khatulistiwa adalah perusahan daerah pemasok air bersih utama di Pontianak yang berdiri sejak tahun 1975. Penggunaan energi listrik terbesar PDAM Tirta Khatulistiwa terletak pada Unit Instalasi Pengolahan Air Imam Bonjol dengan rata-rata penggunaan energi sebesar 1.051 MWh/bulan. Rata-rata penggunaan energi listrik perhari pada IPA Imam Bonjol sebesar 35.033 kWh/ hari dengan persentase penggunaan beban yaitu 85,6% untuk sistem pompa, 9,3% untuk pendingin ruangan (AC), 1,6% untuk lampu penerangan, dan 3,5% untuk beban komputer dan beban-beban peralatan listrik lainnya. Hasil dari perhitungan Intensitas Konsumsi Energi dilihat dari standar ASEAN-USAID tahun 1992, IPA Imam Bonjol untuk tahun 2018 masih dibawah standar untuk kategori perkantoran yaitu sebesar 223,20 kWh/m2. Untuk Intensitas Konsumsi Energi perbulannya menurut Standar IKE Departemen Pendidikan RI tahun 2004 masuk dalam kategori agak boros dan boros (14,58 s/d 23,75 kWh/m2). Dalam penelitian ini didapatkan Peluang penghematan pada stasiun pompa adalah sebesar 193,79 kWh/hari dengan menentukan pompa mana yang lebih efisien untuk dioperasikan, kemudian pada sistem penerangan didapatkan penghematan energi listrik sebesar 28,22 kWh/hari dengan mengganti 98 buah lampu TL 36 Watt menjadi lampu LED 22 Watt, dan penghematan pada sistem pendingin ruangan (AC) yaitu dengan mengganti AC konvensional dengan AC Inverter (30% lebih hemat dari AC konvensional) yang akan mengguntungkan senilai Rp.4.796.388,-  per 1 buah AC setelah pengoperasian selama 4 tahun.
ANALISIS DAYA TERIMA ANTENA AIRGRID M5HP CLIENT PT. JAWA POS NATIONAL NETWORK MEDIALINK PONTIANAK Ya’ Zulhikma Akbar .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 4, No 2: Juli 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v4i2.17388

Abstract

Antenna received power is one of the parameters that can indicate the quality of the Internet network used by the client. Technician PT. JPNN Media Link Pontianak installing client antenna to get good acceptance simply by estimating the distance and direction of the antenna manually into consideration to gain acceptance without performing mathematical calculations. This study was conducted on 10 client PT. JPNN Media Link Pontianak. Then the results of some research data comparisons will be drawn conclusions and suggestions about the factors that influence the quality of the received power antenna AirGrid M5HP client PT. JPNN Media Link Pontianak. The average yield received power at the antenna AirGrid M5HP 10 client PT. JPNN Media Link Pontianak is entered in both categories that have a range between -73 dBm to -66 dBm, based on the received power standards set by Ubiquiti Networks. From the testing that was done on 10 client, the client only 2 that have received power value in the category enough antenna, this is because the client 2 has the farthest distance of 20 km, the frequency used is also high at 5700 MHz and are a barrier in the beam path between the transmitter antenna and receiver antenna on the client 2. Factors that could cause the value of the received power decreases M5HP AirGrid antenna is the distance between the transmitter antenna and receiver antenna, the geographical situation of the earth through which the signal, frequency of use, and precision pointing of the antenna.   Keywords: Receive Power Antenna, AirGrid M5HP, Media Link, Wireless.  
KAJIAN KELAYAKAN POTENSI ENERGI ANGIN PADA KAWASAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK UNTUK DIMANFAATKAN MENJADI ENERGI LISTRIK ., Ryski
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v1i1.3213

Abstract

Energi listrik adalah salah satu unsur yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia pada umumnya. Hal ini menyebabkan energi listrik dari waktu ke waktu kian tinggi permintaanya. Energi listrik di Kalimantan Barat dihasilkan dari berbagai sumber  energi, baik berupa sumber penergi fosil maupun sumber energi terbarukan yang tak terbatas ketersediaannya di alam. Di kota Pontianak dan sekitarnya, sumber energi listrik yang kita nikmati sehari-hari bersumber dari sumber energi fosil berupa solar dan gas yang diberdayakan oleh PLN Pontianak untuk konsumen, yang dimana energi listrik yang bersumber dari sumber energi fosil ini memiliki kelemahan yang tak dapat dipungkiri, yaitu pembaharuannya membutuhkan waktu yang sangat lama serta tidak ramah lingkungan. Berbeda dengan sumber energi terbarukan seperti air, angin dan panas matahari (surya) yang keberadaanya akan terus tersedia untuk dimanfaatkan. Namun menggunakan sumber energi terbarukan memang menghasilkan energi listrik yang relatif lebih kecil dibandingkan energi fosil jika penempatannya tidak tepat. Universitas Tanjungpura Pontianak sebagai lokasi riset pemanfaatan energi angin dikonvesikan menjadi enegi listrik, dengan menggunakan Micro Wind Turbine AWI-E1000T 1000W terhadap data sekunder kecepatan angin dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) pada ketinggian 20 meter menghasilkan kecepatan angin rata-rata sebesar 2.341697864 m/s pertahunnya dan dikonversikan ke energi listrik dengan analisa dan perhitungan data menghasilkan energi listrik 62.05889 kWh/Tahun. Memperhatikan nilai energi listrik yang dihasilkan dari pengaplikasian data kecepatan angin pada Micro Wind Turbine AWI-E1000T 1000W dapat disimpulkan bahwa potensi angin disekitar Universitas Tanjungpura kurang layak untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik skala Pembangkit Listrik Tenaga Angin, namun jika dilakukan penelitian lebih mendalam dengan menggunakan data kecepatan angin pada ketinggian di atas 20 meter yang memungkinkan didapatnya data kecepatan angin yang lebih tinggi serta menggunakan turbin dengan spesifikasi yang cocok untuk kondisi angin yang ada, maka akan menghasilkan energi yang lebih optimal.
Evaluasi Instalasi Listrik Dan Penerangan Pada Gedung Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan Dan Holtikutura(UPBTPH) Kabupaten Mempawah Fafirius Fam; M. Iqbal Arsyad; Abang Razikin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35509

Abstract

Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pengembangan benih tanaman pangan dan hortikultura terpasang daya PT. PLN (Persero) sebesar 13.200 VA. Dengan adanya beberapa penambahan peralatan berupa Air Conditioning (AC), jumlah titik lampu, dan peralatan lainnya, daya tersebut tidak mencukupi lagi untuk melayani beban. Hal tersebut berindikasi sering terjadinya overload pada pembatas arus (MCB) pada waktu terjadinya penambahan beban. Berdasarkan hasil observasi dilapangan total beban pada saat ini sebesar 32.598 Watt dengan beban antar fasanya tidak seimbang, sehingga perlu dilakukan penambahan daya dan perbaikan instalasi untuk memperoleh keseimbangan beban pada setiap fasanya. Dengan upaya perbaikan instalasi pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah, diperoleh  jumlah beban pada fasa R sebesar 10.850 Watt, fasa S sebesar 10.877 Watt, dan fasa T sebesar 10.871 Watt. Sedangkan kapasitas daya PT. PLN (Persero) yang diusulkan sebesar 33.000 VA, dengan pembatas arus MCB sebesar 3 x 50 A pada masing-masing fasanya. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh bahwa kualitas penerangan untuk setiap ruangan pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah masih belum mencapai standar kualitas yang ditentukan SNI 03-6575-2001. Sehingga untuk memperbaiki kualitas penerangan pada ruangan-ruangan Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah yaitu dengan menambah titik lampu sesuai perhitungan atau mengubah lampu dengan daya lebih besar/terang.
PENGENDALIAN DISTRIBUSI AIR NUTRISI HIDROPONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 PADA TANAMAN SELEDRI MUHAMMAD GISBAN ABRAR .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.27863

Abstract

Jumlah larutan nutrisi hidroponik sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada pola cocok tanam sistem hidroponik. Penelitian ini menerapkan sistem kendali untuk mengendalikan jumlah larutan nutrisi dengan sensor water flow. Pengendali yang digunakan adalah mikrokontroler Arduino Mega 2560. Mikrokontroler berfungsi memproses sinyal masukkan dari sensor water flow sebagai komponen umpan balik, kemudian menghasilkan luaran yang ditunjukkan pada aktuator. Mikrokontroler diterapkan program yang berfungsi sebagai inisialisasi dan konfigurasi perangkat keras serta membaca sinyal masukkan dari sensor water flow yang kemudian memprosesnya dengan diberikan kondisi tertentu sampai menghasilkan luaran. Hasil penelitian ini adalah sistem dapat mengendalikan jumlah debit air nutrisi hidroponik secara otomatis pada pola cocok tanam sistem hidroponik berdasarkan pengukuran yang diperoleh dari sensor yang dipasang pada pengendali distribusi air nutrisi hidroponik. Aktuator akan aktif jika ketinggian air turun melewati batas yang ditentukan dan sebaliknya aktuator akan mati secara otomatis jika ketinggian air sudah berada dalam kondisi ideal. Pengujian sistem terhadap tanaman seledri dilakukan selama 30 hari. Hasil yang didapat adalah tanaman dapat tumbuh dengan baik, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi batang dari 11 cm sampai 18 cm dan penambahan jumlah batang 5 sampai 12 batang selama dilakukan pengamatan.Kata kunci : pengendalian distribusi air nutrisi, debit air, seledri, mikrokontroler Arduino Mega 2560
ANALISIS PERBANDINGAN PEMODELAN PROPAGASI NILAI LEVEL DAYA TERIMA PADA SISTEM DCS 1800 DI KOTA PONTIANAK Wawan Tristiyanto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.18905

Abstract

Digital Communication System 1800 is a derivative standard system of GSM 900.   A low transmission power is required for a short network and a propagation condition on 1800 MHz band. Level value of receptivity is an indicator to see a signal quality on the BTS coverage. The purpose of the present research is to analyze receptivity level on DCS 1800 system using Okumura-Hatta, Cost231- Hatta, and Walfisch-Ikegami propagation model. This research took place in the city center by measuring receptivity level which was radiated by using a software namely G-Net Track Lite Signal 4G. Results of the calculation and measurement compared with RSRP standard located in DARATSKIP are presented as follows. Results from Okumura-Hatta propagation model were categorized Very Good -58.04 dBm, - 48.58 dBm, and -66.77 dBm. Cost231-Hatta were categorized Very Good -62.39 dBm, -52.92 dBm, and - 77.11 dBm. Further, Walfisch-Ikegami were categorized Fairly Good -88,44 dBm, Very Good -71.66 dBm,  -81,49,  G-Net  Track  Lite  Not  Good  -93  dBm,  Very  Good  -78  dBm,  and  Good  -87  dBm. Comparisons of calculation and measurement at BTS Benua Melayu Darat using Okumura-Hatta propagation model were categorized Very Good -70.68 dBm, -59.28 dBm, and -64.21 dBm. Cost231- Hatta were categorized Very Good -71.79 dBm, -60.38 dBm, -68.57 dBm and G-NetTrack Lite were ranked Very Good -77 dBm and Good -83 dBm, 85 dBm.  Further, Walfisch-Ikegami were categorized Very Good -79.8 dBm, Good -83.51 dBm, -86.67 dBm. Comparisons of calculation and measurement at BTS Gajah Mada Mall using Okumura-Hatta propagation model were categorized Very Good -64.97 dBm, -58.59 dBm, and -71.22 dBm. Cost 231-Hatta were categorized Very Good -69.34 dBm, -63.2 dBm, and -76.27 dBm. Finally, Walfisch-Ikegami were categorized Very Good -70.06 dBm, Good -90,65 dBm, - 83,01 dBm, while G-Net Track Lite were Good -84 dBm, and Very Good -68 dBm, -67 dBm.   Key words:       DCS 1800, RSRP, Okumura-Hatta, Cost231-Hatta,Walfisch-Ikegami.  
ANALISA KOMPARATIF PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI PADA JARINGAN CDMA (CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS) DAN GSM ( GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION) DI PT. INDOSAT TBK Adi Kurniawan .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i1.5229

Abstract

Penelitian ini membandingkan antara penggunaan spektrum frekuesi CDMA dengan GSM, dimana pengambilan studi kasus penelitian dilakukan di PT. Indosat Tbk. Alat yang digunakan dalam pengukuran spektrum frekuensi tersebut adalah menggunakan Spectrum Analyzer. Pengaruh interferensi downlink CDMA terhadap uplink GSM pada alokasi spektrum bersama di PT. Indosat Pontianak mengalami interferensi Co-Channel. Hal ini disebabkan karena bekerja pada alokasi frekuensi yang sama, mengakibatkan tabrakan sinyal sehingga terjadi interferensi yang mengurangi kualitas sinyal. Jadi solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan interferensi pada spektrum frekuensi CDMA dan GSM, yaitu:1) Melakukan pemilihan kanal yang sesuai atau yang cocok antara kanal GSM dan CDMA agar tidak terjadi interferensi, hal itu dilakukan karena kedua kanal memiliki frekuensi kerja yang berdekatan sehingga tidak saling mengganggu; 2) Memperbesar jarak antara kanal agar tidak terjadi interferensi pada kanal yang sama (co-channel interference); 3) Mengurangi daya pancar atau mengatur daya pancar agar tidak melebihi dari standarisasi; 4) Menggunakan antena sektoral dan mengatur sudut kemiringan antena agar pola radiasinya dapat terarah dan tidak terjadi interferensi. Untuk itu dalam menyempurnakan desain, data pengukuran dan analisa yang dihasilkan adalah: 1) Perawatan alat-alat BTS harus dilakukan secara berkala minimal 6 (enam) bulan sekali, bila terjadi kerusakan pada salah satu peralatan BTS harus cepat dilakukan perbaikan agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah; 2) Untuk menjauhkan dari masalah interferensi, sebaiknya tidak melakukan sistem Co-Location dan Co-Tower. Walaupun biayanya agak sedikit mahal, tapi hal ini bisa menjauhkan dari masalah interferensi; 3) Perlunya dilakukan studi lebih lanjut tentang alokasi frekuensi kerja baik GSM maupun CDMA dan penomoran channel agar tidak terlalu rapat; 4) Mengatur penggunaan daya kontrol transmisinya tidak melewati batas maksimum, agar tidak terjadi tabrakan frekuensi; 5) Melakukan alokasi kanal yang sesuai untuk tiap sel BTS agar pada saat terjadi pengulangan frekuensi tidak terjadi tabrakan atau interferensi yang mengganggu kualitas sinyal; 6) Perlunya penelitian lebih lanjut dalam skripsi ini yaitu untuk melakukan proses optimasi dalam meningkatkan dan memelihara performansi jaringan. Kata Kunci : Spectrum Analyzer, Co-Channel Interference, Adjacent Channel Interference.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR TUMPUKAN ISI BAK SAMPAH MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED DENGAN TANDA PERINGATAN PENUH VIA SMS Febri Adiatma; Muhammad Saleh; Aryanto Hartoyo
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39143

Abstract

Bak sampah yang telah disediakan pemerintah sering terjadi penumpukan sampah atau meluapnya sampah dari bak tersebut. Salah satu penyebab dari peluapan sampah dari bak sampah adalah tidak adanya peringatan bahwa bak sampah telah penuh.  Pada tugas akhir ini dirancanglah  alat yang membantu dinas kebersihan untuk mengetahui peringatan bak sampah penuh berbasis SMS.  Pada sistem kerja alat ini adalah mempunyai 3 kondisi bentuk peringatan atau bentuk SMS yang mana SMS yang pertama adalah bak sampah kosong dan belum diangkut menginformasikan bahwa bak sampah tersebut belum siap diangkut karena belum penuh, kondisi kedua ialah bak sampah dalam keadaan penuh yang belum diangkut dengan peringatan SMS bahwa bak sampah telah penuh untuk segera diangkut, kondisi ke tiga adalah dimana bak sampah telah diangkut maka peringatan SMS memberitahukan bahwa bak sampah telah diangkut. Apabilah 3 kondisi tersebut  dilakukan  setelah diletakan kembali maka peringatan SMS akan kembali pada kondisi awal yang mana bak sampah belum penuh dan belum diangkut. Cara alat mengirim SMS adalah setelah 3 sensor infrared mengkur kurang dari 15cm dengan berlogika gerbang AND maka arduino mengirim SMS menggunakan modul SIM800L ke Dinas Kebersihan bahwa bak sampah penuh, saat posisi bak sampah telah diangkut maka maka arduino mengirim SMS menggunakan modul SIM800L ke Dinas Kebersihan bahwa bak sampah telah diangkut dan saat 3 sensor infrared mengkur lebih dari 15cm dengan berlogika gerbang AND dan posisi bak sampah belum diangkut maka arduino mengirim SMS menggunakan modul SIM800L ke Dinas Kebersihan bahwa bak sampah belum diangkut karena belum penuh.
ANALISIS GANGGUAN INTERFERENSI GELOMBANG FREKUENSI RADIO YANG SAMA (STUDI KASUS PENERIMAAN SIARAN TV INDOVISION DI DAERAH GAJAH MADA PONTIANAK MUHAMMAD ALHADI .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28920

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi multimedia pada saat ini berkembang dengan pesat. Frekuensi Radio adalah susunan pita frekuensi radio yang mempunyai frekuensi  lebih kecil dari 3000 GHz sebagai satuan getaran gelombang elektromagnetik yang merambat dan terdapat dalam dirgantara (ruang udara dan antariksa). Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika melalui UPT Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang sumber daya dan perangkat pos dan informatika. Fungsi layanan publik ini dilakukan melalui penerbitan izin spektrum frekuensi radio, termasuk pengaduan gangguan spektrum frekuensi radio, pengujian kompetensi dan sertifikasi operator radio, sertifikasi dan pengujian alat dan perangkat telekomunikasi. Radio direction finder (RDF) adalah pesawat radio pencari arah yang dioperasikan melalui penerimaan gelombang elektromagnetik oleh pemancar yang dipancarkan oleh stasiun pemancar. Receiver portabel R & S ® PR100 telah secara khusus dirancang untuk aplikasi radio monitoring di lapangan. Fungsi dan konsep kontrol penerima telah dioptimalkan untuk memantau tugas. Gangguan interferensi yang terjadi pada penerimaan siaran TV Indovision milik PT. MNC Sky Vision, Tbk disebabkan adanya transmisi emisi tersebar (Spourious Emition) dari perangkat Wi – Fi yang digunakan dan memancarkan frekuensi kerja yang sama yaitu pada frekuensi 2520 - 2670 MHz.  Emisi tersebar yang dimaksud disini, merupakan emisi dari suatu frekuensi radio yang muncul diluar lebar pita yang diperlukan yang levelnya dapat dikurangi tanpa mempengaruhi penyaluran informasi yang bersangkutan. Dari analisa, gangguan terjadi pada frekuensi 2554 MHz dan 2580 MHz yang di monitor menggunakan spektrum analyzer. Gangguan yang disebabkan perangkat tersebut juga dialami oleh pengguna lainnya yang berada di sekitar lokasi perangkat. Dampak yang dirasakan akibat gangguan tersebut berupa penerimaan gambar yang tidak jelas. Kata kunci : Radio Direction Finder, Receiver, Wi – Fi, Spourious Emition.
Rancang Bangun Kompor Gas Pintar Berbasis Mikrokontroler Arduino Mega Harmoko .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.19819

Abstract

Abstrak.-- Perkembangan teknologi memberi kemudahan dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan manusia  khususnya dalam proses memasak juga meningkat. Oleh sebab itu bermacam alat untuk memasak seperti kompor,  mulai dari yang manual sampai yang sudah menggunakan teknologi canggih. Beberapa teknologi yang digunakan telah memiliki berbagai fitur-fitur canggih seperti untuk keamanan dan kemudahan dalam proses memasak sehingga lebih aman dan nyaman dalam proses memasak. Kompor gas pintar ini dilengkapi dengan sensor gas MQ-5 sehingga mampu mendeteksi kebocoran gas di sekitar area memasak dan dapat memberi informasi apabila terjadi kebocoran gas dengan buzzer, Alat ini juga dilengkapi dengan sensor suara voice recognition vr3 sehingga bisa dikendalikan menggunakan perintah suara manusia. Kompor gas pintar ini bekerja efektif pada jarak 1-5 meter dengan persentase keberhasilan sekitar 70%. Kata kunci: sensor gas MQ-5, voice recognition vr3, arduino mega, buzzer.