cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KEMIRINGAN SUDUT PANCAR ANTENA SEKTORAL TERHADAP KUALITAS LAYANAN JARINGAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SELULER Moch Qadarfi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 2: Juli 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i2.6810

Abstract

Change the angle of transmit antennas transmit antennas and distance affect the level of signal quality in an area that is covered antennas, because they were planning a change by the tilt angle of the antenna is done to optimize the work of a site. This study analyzes the effect of changes in the tilt angle of the transmit antenna sector for service quality cellular mobile communication system network. The results of the calculation and measurement of the angle changes result in a change of transmit antennas transmit antenna distance calculation results in sector 2 at 2 ° tilt angle (before) condition before changing the tilt angle of the antenna spacing is as far as 2,135 km pancarnya and after conditions change to 4 ° tilt (after) commencing transmit be 2.609 km distance, the calculation in the third sector at a slope angle of 2 ° (before) condition before changing the tilt angle of the antenna spacing is as far as 2,135 km transmit and after changing the tilt angle to be 4 ° (after) transmit be 2.069 km distance and the measurement results distance transmit antenna to the results of the test drive is the best signal results expected in the coverage area of ​​the sector 2 Rasau Jaya on drive test measurement results measurable distance field transmit antenna to tilt 2 ° (before) cover areas as far as 1.12 miles and after changed to 4 ° (after) distance of the transmit antennas as far as 1.44 miles, sector 2 coverage area road Ahmad yani 2 on the measurement results for the tilt 2 ° (before) cover areas as far as 1.26 miles and after changed to 4 ° (after) cover areas as far as 0.98 km, while for the third sector coverage area of ​​Ahmad yani 2 on the measurement results of test drives transmit the measured distance covered as far as 1.07 miles to tilt 2 ° (before) and after changed to 4 ° (after) the distance as far as the transmit antenna 1.12 km, Sector 3 coverage area roads Charcoal unsteady transmit extent measurable distance of 0.94 to 2 ° tilt (before) and as amended on 4 ° tilt (after) transmit distance as far as 0.89 miles, Sector 3 coverage area roads Wonodadi transmit cover areas as far as the distance of 1.30 km at an inclination of 2 ° antenna (before) and after changed widened 4 ° (after) the transmit antenna as far as the distance of 1.20 miles. The results of each change in angle of the transmit antenna is the antenna 3 sectors that cover the area of ​​unsteady Charcoal rx value is -53 dbm level measured on the test drive using tems investigation 8.0.4. The dominant color of the resulting colored dark green with excellent category in the range -68 to 0. Keywords: coverage area, Handoff, Tems investigation 8.0.4, Rx-Level
ANALISIS KOMPARATIF PENGGUNAAN DURASI, PING DAN GRAFIK DALAM GAME PUBG PADA PERANGKAT KOMPUTER DAN HANDPHONE Willy Christian; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.40550

Abstract

Dari judul yang telah dilakukan maka didapat hasil dari  parameter-parameter QoS berdasarkan kualitas pada grafik Smooth, Balance, dan Hd, sedangkan untuk mengukur kecepatan download, upload, jitter, ping, packet loss, dan throughput menggunakan aplikasi speedtest. Pada percobaan dalam grafik Smooth dengan menggunakan perangkat Handphone  didapatkan hasil perhitungan dari Troughput dengan nilai rata-rata 54 bps, untuk hasil ping pengukuran diperoleh dari Speedtest dengan nilai rata-rata 86.55 ms, untuk hasil perhitungan delay dengan nilai rata-rata 86.55 ms, untuk hasil perhitungan  jitter dengan nilai rata-rata 0.85 ms, dan untuk perhitungan packet loss dengan nilai rata-rata 0.15 %, dengan hasil yang telah didapat dari parameter-parameter Qos yang tergolong sangat baik maka dapat disimpulkan suatu proses permainan yang dilakukan akan berjalan dengan sangat baik. Sedangkan saat menggunakan perangkat komputer didapatkan hasil perhitungan dari Troughput dengan nilai rata-rata 44.32 bps, untuk hasil ping pengukuran diperoleh dari Speedtest dengan nilai rata-rata 76 ms, untuk hasil perhitungan delay dengan nilai rata-rata 75.99 ms, untuk hasil perhitungan  jitter dengan nilai rata-rata 1.85 ms, untuk perhitungan packet loss dengan nilai rata-rata 0.19 %, dengan hasil yang telah didapat dari parameter-parameter QoS yang tergolong sangat baik maka dapat disimpulkan suatu proses permainan yang dilakukan akan berjalan dengan sangat baik.
EVALUASI PERBAIKAN LOSSES DAN FAKTOR DAYA PADA JARINGAN LISTRIK PT WILMAR CAHAYA INDONESIA TBK - PONTIANAK Agu, Sepriyantemi Berto; Gianto, Rudy; -, Fitriah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56968

Abstract

PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk-Pontianak merupakan perusahaan industri yang memiliki kapasitas trafo 3000 kVA untuk menggerakkan mesin listrik. Pendistribusian energi listrik tidak terlepas dari adanya losses dan penurunan faktor daya yang berkaitan dengan besarnya beban induktif. Tujuan dari penelitian ini untuk perbaikan losses dan faktor daya pada jaringan listrik PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk-Pontianak serta menentukan kebutuhan kapasitas kapasitor bank dan peletakkannya. Simulasi aliran daya menggunakan software ETAP. Standar yang digunakan adalah SPLN No. 70-1 Tahun 1985 tentang faktor daya yang diperbolehkan diatas 0,85. Pemasangan kapasitor bank dengan Global Compensation Pada LV Panel dan menggunakan metode perhitungan perbaikan faktor daya. Hasil penelitian yang didapat faktor daya sebelum perbaikan rata-rata selama 6 hari pada LV Panel disetiap plant adalah untuk PK A (FP) sebesar 0,80, PK A (SP) sebesar 0,80, PK B sebesar 0,89, PK C sebesar 0,84, Boiler Hamada sebesar 0,94, Smoke Extractor sebesar 0,74, Penerangan sebesar 0,88, Gudang Depan sebesar 0,97, WWTP sebesar 0,85 dan Tank Farm sebesar 0,70. Faktor daya setelah perbaikan menjadi 0,99. Nilai rata-rata losses pada data penelitian otomatis sebelum perbaikan 19,45 kW dan sesudah perbaikan 17,73 kW sehingga memiliki selisih 1,72 kW. Nilai rata-rata losses pada data penelitian manual sebelum perbaikan 19,88 kW dan sesudah perbaikan 17,98 kW sehingga memiliki selisih 1,90 kW. Untuk mendapatkan kapasitas kapasitor bank 923,38 kVAR data otomatis dan 927,75 kVAR data manual membutuhkan 960 kVAR atau 12 x 80 kVAR. Berdasarkan hasil yang didapat sudah mencakup Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN No. 70-1 Tahun 1985).
ANALISIS SIMULASI PENGARUH UJI KUAT SINYAL WIFI DARI BAHAN-BAHAN OBSTACLE M Hanafi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.30802

Abstract

Wifi networks Analizer is a software that can measure the signal strength received by a mobile phone so that it can see the signal strength that will be examined by looking at the signal quality scale of <-60 dBm with very good quality, -61 dBm to -70 dBm in good category, -71 dBm to -80 dBm with pretty bad quality, -8 1 dBm to -90 dBm with poor signal quality, and> -91 dBm signal quality shows very bad. For testing the wifi signal strength, the router and cellphone must be connected first, after connecting, then measuring the distance that has been determined by the tester, for the first test the Wifi router is not given a barrier to become a measurement barometer, after that it is measured with a barrier that has been determined by the distances that have been measured, so that another value can occur due to the barrier given to the Wifi router. From this research can be explained that there is a reduction in the wifi signal strength against the barrier given with different values on each barrier, and the influence of distance measurement also affects the quality of the network where to measure a distance of 5 meters to 15 meters is still in good quality, whereas with a distance of 20 meters to 30 meters signal quality is obtained with an average yield between - average for 70.33 dBm without barrier, 72.66 dBm plywood box, 76.33dBm concrete box and 75.66dBm ceramic box, when compared to the table RSSI indicator then the results can be quite bad.
PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN TOKO MENGGUNAKAN CAYENNE BERBASIS ARDUINO UNO R3 Yudi Avianto; Elang Derdian Marindani; Ade Elbani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48244

Abstract

Toko merupakan sebuah bangunan tempat berdagang yang digunakan sebagian besar orang sebagai salah satu mata pencaharian dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebuah toko selalu menyimpan barang yang akan dijual dan uang hasil penjualan di dalam toko tersebut, tidak sedikit penjual yang meninggalkan toko pada saat malam hari sehingga terdapat resiko di dalam toko tersebut seperti resiko kebakaran dan kehilangan barang atau uang akibat tindak pencurian, perampokan dan lain sebagainya. Oleh karena itu kebutuhan informasi yang cepat tentang  identifikasi keamanan bangunan toko yang kita miliki sangat penting untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Dengan memanfaatkan IoT (Internet of Thinks) menggunakan Platform Cayenne kita dapat menghasilkan rancangan sistem keamanan yang dapat memberi peringatan dini berupa notifikasi yang akan dikirim ke smartphone pengguna selaku pemilik toko apabila terjadi situasi yang membahayakan toko kita saat tidak ada orang yang menjaga. Untuk dapat membuat sistem keamanan tersebut kita dapat memanfaatkan mikrokontroller Arduino UNO yang terkoneksi dengan internet menggunakan modul koneksi internet Ethernet Shield W5100 sebagai pusat pengolah data, sensor PIR (Passive Infrared Receiver) sebagai pendeteksi keberadaan orang, sensor IR Obstacle Detector untuk mengetahui pergerakan pintu, sensor IR Flame Detector sebagai pendateksi nyala api, sensor DHT11 Display Humidity and Temperature) sebagai pengukur suhu dan tingkat kelembaban serta modul relay yang berfungsi seagai saklar ON/OFF dari output seperi buzzer dan selenoide. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada sistem keamanan yang dirancang perangkat yang terpasang pada toko dapat bekerja dengan baik, selain itu sistem juga dapat dipantau/monitoring melalui website cayenne secara real time dengan tingkat keakuratan dari hasil pengukuran sensor sebesar 99%, hasil pengukuran respon dari website cayenne dalam menerima data hasil sensor lalu mengirimkan notifikasi SMS terbilang baik, dengan rata - rata waktu penerimaan data 5,3 detik dan waktu rata – rata pengiriman notifikasi SMS ke smartphone pemilik bangunan 11,5 detik. Pada tampilan website cayenne juga tersedia tombol enable/disable system dimana dapat berfungsi sebagai tombol untuk mematikan sistem secara manual apabila pemilik toko ingin melakukan aksi penyelamatan pada toko. Cayenne dapat diakses melalui website https://cayenne.mydevices.com atau dapat juga men-download aplikasi Cayenne myDevices pada smartphone pengguna sehingga dapat memudahkan kita dalam memonitoring keadaan toko.
ANALISIS JARAK ANTARA DUA KANAL YANG BERBEDA YANG SALING BERDEKATAN PADA SATU BTS BERSAMA Abdul Samad Prayudi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 3: Juli 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i3.20732

Abstract

The  different  space  of  joint  BTS  would  potentially  create  interference  which could interfere the performance quality of an operator. Isolation denoted a value from each antenna which had common value of 30 dB. This minimum spacing calculation was used according to space isolation calculation. In case of frequency of 1710 up to 2170 Mhz, it was obtained that the minimum vertical spacing was 0.15 up to 0.19 meter, for frequency of 1710 up to 2170 Mhz, it was obtained that the minimum horizontal spacing was 0.63 up to 0.82 meter, for slant spacing obtained with isolation value was 71.436 dB. Spacing installation at BTS PAL 5 Jln   Husin   Hamsah,   RT/RW   005/001,   Kelurahan   Paal   Lima,   Kecamatan Pontianak  Barat  was  4.5  meter  for  vertical  spacing,  2  meter  for  horizontal spacing, and 71.436 dB which was more than 30 dB for slant isolation. Thus, the result obtained in the field showed antenna spacing at BTS PAL 5 Barat had met the standard for antenna isolation. Antenna with isolation value of <30 dB had to be adjusted toward installed antenna; extent spacing between one antenna to the others;  adjust tilt  of antenna in order to  increase isolation  value of antenna; adjust azimuth angle by getting it away from antenna that had been interfered so that the isolation value of the antenna met the standard. The receiving level of MS also had to be taken into account to measure the power of receiving signal of each MS from installed antenna, with Walfish-Ikegami method, it was obtained that the value of receiving power decreased upon spacing of 1km from antenna, so that there should be certain adjustments toward the height of the antenna.     Key Words: Antenna isolation, space isolatioan calculation, joint BTS, quality of signal
STUDI EVALUASI KINERJA PLTH Surya-Genset PADA BTS(Base Transceiver Station) PT. Telkomsel DI KECAMATAN LEMBAH BAWANG KABUPATEN BENGKAYANG Tri Susanto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i1.9028

Abstract

ABSTRAK - Sistem Hibrid Surya-Genset adalah salah satu pembangkit Alternatif digunakan pada sistem tenaga listrik pada Base Transceiver Station (BTS) Uso. Dimana dalam sistem ini kebutuhan listrik dipenuhi oleh sel surya dan genset dikarenakan keterbatasan PLN untuk memenuhi kebutuhan sistem BTS di daerah-daerah terprncil khususnya di Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Sistem hibrid atau PLTH dan BTS ini dibangun pada tahun 2012 dan beroperasi pada tahun 2013. BTS Uso dan sistem pembangkitan ini adalah program dari MENKOMINFO untuk memenuhi sistem telekomunikasi didaerah-daerah terpencil dimana daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN. Adapun beban total dc yang dibutuhkan sistem BTS ini adalah sebesar 720 watt yang didalamnya terdapat antena ZTE dan antena V-sat. Sedangkan beban AC sebesar yang dibutuhkan BTS sebesar 660 Watt yaitu daya yang dikonsumsi oleh Modem. Dalam sistem perencanaan pembangkitan pada PLTH Surya-Hibrid ini telah direncanakan arus ouput maksimum sebesar 66.4 Adc dan tegangan maksimum 75,96 Vdc. Namun setelah dilakukan pengukuran dan evaluasi yang ada bahwa arus yang output Array terbesar adalah hanya 31,7 Amper, ini terbukti bahwa telah dilakukan perhitungan data yang akurat arus maksimum output Array adalah 42,88 Amper. sedangkan tegangan terbesar output Array adalah 81,2 Volt, jika dilihat tegangan ini telah melebihi tegangan maksimum Array. Standar waktu cadang baterai pada umumnya direcanakan 48 jam suplai, namun telah dilakukan perhitungan waktu cadang baterai hanya mampu mensuplai 23 jam. Untuk pengisian baterai dengan Charge Controller yang ada diperlukan waktu 19 jam, ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Setelah dilihat dari hasil evaluasi tersebut bahwa  kinerja sitem PLTH Surya-Hibrid tersebut belum maksimal. Diharapkan dalam perencanaan-perencanaan yang akan datang dapat dilakukan perhitungan-perhitungan yang lebih teliti dan lebih akurat lagi.
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN DAN KUALITAS SINYAL 4G LTE TELKOMSEL DI AREA FAKULTAS TEKNIK UNTAN PONTIANAK - Jalaludin; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42007

Abstract

Berkembangnya jumlah penyedia layanan pada jaringan 4G LTE (Long Term Evolution), memaksa operator penyedia layanan untuk semakin memperkokoh jaringan dan mengoptimalkan layanan serta kualitas yang akan diberikan. Kualitas layanan yang akan diberikan harus sesuai dengan standar kualitas KPI yang telah ditetapkan. Penelitian pada area Fakultas Teknik UNTAN menggunakan aplikasi G-Net Track Pro dengan metode walk test yang menghitung kekuatan sinyal berdasarkan RSRP, RSRQ dan SNR. Hasil penelitian memperlihatkan nilai RSRP, RSRQ dan SNR membutuhkan perbaikan kualitas jaringan, karena kekuatan sinyal di beberapa titik tersebut belum maksimal. Dari hasil penelitian memperlihatkan nilai rata-rata keseluruhan RSRP -90,07 dBm dengan angka menunjukan pada skala medium (sedang) warna kuning. Untuk nilai rata-rata keseluruhan RSRQ -9,91 dB dengan angka menunjukan pada skala medium (sedang) warna kuning, Kemudian untuk nilai rata-rata keseluruhan SNR -6,69 dB dengan angka menunjukan pada skala medium (sedang) warna kuning. Dari data tersebut memperlihatkan kualitas sinyal yang terdapat di area Fakultas Teknik tersebut belum maksimal dan masih memerlukan perbaikan kualitas jaringan dengan melakukan perancangan dan pemasangan antenna
SISTEM MONITORING REAL TIME SALINITAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LORA (LONG RANGE) GATEWAY Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang; Marpaung, Jannus; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57141

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengukur dan menginformasikan kadar zat terlarut pada sumber air yang ada disekitar masyarakat. Karena menurut laman doktersehat.com, air yang baik digunakan untuk minum hanya 500ppm. Oleh karena itu dibangunlah rancangan sistem suatu alat pendeteksi kadar air menggunakan sensor Total Dissolve Solid (TDS) yang sudah dikalibrasi berbasis monitoring yang dapat menampilkan data dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan komunikasi wireless yang menjangkau jarak yang sangat jauh, salah satu teknologi tersebut yaitu Transceiver SX1276 atau disebut modul Long Range (LoRa) guna menginformasikannya ke masyarakat sekitar. Teknologi tersebut sudah diuji dengan jarak maksimum 435m pada kondisi Non-Line of Sight (NLOS) dengan nilai rata-rata RSSI adalah -115dBm, SNR adalah -10dB, dan ToA adalah 1,25s dan jarak maksmimum 840m pada kondisi Line of Sight (LOS) dengan nilai RSSI adalah -104dBm, SNR adalah 8dB, dan ToA adalah 1,5s.  
ANALISA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PT. PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN JARINGAN (APJ) PONTIANAK METODE RELIABILITY NETWORK EQUIVALENT APPROACH (RNEA) Fadli Atmajaya .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.31828

Abstract

Kualitas keandalan jaringan pelayanan energi pada sistem distribusi dapat dilihat dari seberapa sering terjadi pemadaman dan lamanya padam dalam kurun waktu tertentu. Indeks Keandalan merupakan ukuran keandalan yang dinyatakan dalam besaran probabilitas. Konfigurasi penyulang radial biasanya lebih komplek dan panjang jika dibandingkan penyulang spindle. Evaluasi keandalan penyulang radial memerlukan perhitungan yang cukup rumit dan sangat banyak. Metode Reliability Network Equivalent Approach (RNEA) digunakan untuk menganalisis keandalan sistem distribusi yang besar dan  kompleks menjadi bentuk yang sederhana dengan elemen pendekatan ekivalen. Rangkaian ekivalen digunakan untuk mengganti bagian jaringan distribusi, dan menyusun kembali kedalam bentuk seri . Sebagai sampel penyulang Benua Indah dan penyulang Sei Deras yang berkonfigurasi radial. Telah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode RNEA . Dari studi keandalan ini didapatkan nilai indeks keandalan load point dan indeks keandalan sistem.  Pada penyulang Benua Indah dengan menggunakan metode pendekatan ekivalen (RNEA) pada tahun 2017 dengan nilai SAIFI sebesar 0,921 [kegagalan/pelanngan/tahun] dan SAIDI = 2,31548 [jam/pelanggan/tahun]. Sedangkan pada penyulang Sei Deras memiliki nilai SAIFI sebesar 36,906073 [kegagalan/pelanngan/tahun] dan SAIDI sebesar 54,160658 [jam/pelanggan/tahun]. Berdasarkan hasil perhitungan penyulang Benua Indah dikategorikan andal karena nilainya berada dibawah standar SPLN 68-2 tahun 1986. Sedangkan pada penyulang Sei Deras dikatakan tidak andal karna nilainya sudah melebihi SPLN 68-2 tahun 1986 tersebut.