cover
Contact Name
Humiras Betty Marlina Sihombing
Contact Email
lembagappmuda@gmail.com
Phone
+6282217442010
Journal Mail Official
lembagappmuda@gmail.com
Editorial Address
Jl. DR. TD Pardede No.21, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL
ISSN : 23022523     EISSN : 27210073     DOI : 10.46930
Core Subject : Engineering,
The Civil Engineering Scientific Journal of the University of Darma Agung as one of the publication media of academicians, researchers, and practitioners is expected to be able to become a media for the dissemination of information development in Civil Engineering disciplines to the wider community, so that it can trigger new research ideas. Besides, the Civil Engineering Scientific Journal of the University of Darma Agung is also a means for students to carry out one of the obligations of the Tri Darma Perguruan Tinggi. To further enhance the results of research publications, the Civil Engineering Scientific Journal Editorial Board of the University of Darma Agung invited academicians, researchers, and practitioners to be able to publish their research through the Scientific Journal of the Civil Engineering University of Darma Agung.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS" : 10 Documents clear
ANALISA MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA JALUR TEROWONGAN PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN LAU-SIMEME KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Rahelina Ginting; Robinson Sidjabat; Elman Karyanus Hulu; Piyen Jones Immanuel Yosua Ziliwu
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v10i2.1628

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada pembangunan jalurterowongan proyek pembangunan Bendungan Lau-Simeme Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.Dalam pekerjaan terowongan pengelak terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan yaitu : Pekerjaan Pemetaan, Pekerjaan pengeboran, Pekerjaan peledakan (Blasting), Pekerjaan Scalling and Mucking, Pekerjaan Shotcrete, Pemasangan wiremesh, Pemasangan RockBolt, Pekerjaan Pemasangan besi penyangga (Steel support), Pekerjaan Pembuatan Lantai Kerja, Pekerjaan Pengecoran dinding bagian bawah dan dinding bagian atas.Untuk menghitung durasi pekerjaan dan rencana anggaran biaya berdasarkan Gambar shop drawing digunakan SNI 2016 dan harga satuan pemerintah Sumatera utara 2020. Setelah menganalisis dan memperhitungkan setiap tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan dilapangan, maka diperoleh durasi pelaksanaan pembangunan terowongan pengelak selama 832 hari kalender kerja dengan Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan struktur jalur terowongan dengan harga total biaya Rp.56.555.240.801,05 (Lima puluh enam milyar lima ratus lima puluh lima juta dua ratus empat puluh ribu delapan ratus satu koma nol lima rupiah).
EVALUASI PONDASI DAN ABUTMENT OVERPASS SEMAYANG STA. 0+350 PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL MEDAN - BINJAI Anjuma Roni Ardi Lingga
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap bangunan sipil seperti gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, menara, dam/tanggul dan sebagainya harus mempunyai pondasi yang dapat mendukungnya. Dalam pembangunan yang tanah dasar di bawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang diterimanya atau apabila tanah pendukung yang mempunyai daya dukung yang cukup letaknya sangat dalam, maka biasanya memakai pondasi tiang. Pada umumnya pondasi tiang ditempatkan tegak lurus (vertikal) di dalam tanah, tetapi apabila diperlukan dapat dibuat miring agar dapat menahan gaya – gaya horizontal. Untuk mengetahui daya dukung tiang tersebut dapat memakai perhitungan daya dukung tiang dengan metode Meyerhof dengan mencari nilai efisiensi kelompok tiang dengan menggunakan data SPT dan membandingkannya dengan hasi pengujian PDA dan mencari nilai beban vertikal struktur jembatan. Apabila nilai beban maksimum lebih kecil daripada daya dukung satu tiang maka daya dukung tiang dalam pembangunan itu aman.
EVALUASI PERENCANAAN TEMBOK PENAHANAN TANAH LONGSOR KABUPATEN TOBA – SIBORONG-BORONG STA 1 + 135 Roy Firmanto Sianturi; Andre Rejeki Simbolon; Masriani Endayanti; A. Gultom
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v10i2.2684

Abstract

Alternatif penanggulangan longsor pada kasus lereng di Toba – Siborong-borong STA 1+135 dilakukan dengan menggunakan dinding penahan tanah model Kantilever yaitu dinding penahan tanah yang terbuat dari beton bertulang yang tersusun dari dinding vertikal dan tapak lantai dimana konstruksi berbentuk dinding yang digunakan untuk menjaga kestabilan agar bidang tanah tidak bergeser atau longsor Hasil perhitungan perencanaan perkuatan lereng di Toba – Siborong-borong STA 1+135 dengan menggunakan dinding penahan tanah model Retaining wall terhadap gaya guling, geser, dan daya dukung dengan hasil = 5,1 ; = 3,71 ; = 3953,71 dimana Qg Pu . Nilai SF yang didapat menunjukan bahwa dinding penahan aman terhadap gaya guling,geser, dan daya dukung
ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR ATAS PADA APARTEMEN GRAND JATI JUNCTION MEDAN DI ZONA A Rahelina Ginting; Nelson Hutahaean; Ferry Tampubolon
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v8i1.1200

Abstract

A planner is required to be able to design with high usability, efficiency, and aesthetics. Many aspects must be considered when designing a construction, one of which is concrete. The effect of earthquake loads is one of the important things to analyze because the effects on buildings can be harmful to humans. Therefore, a good design is needed in order to reduce the level of accidents and losses caused. In this thesis, the building being reviewed is a 30-floor apartment building which is the newest apartment in the city of Medan. The calculation of the structure refers to SNI 2847-2013 for reinforced concrete designs, SNI 1726-2012 for designs against earthquakes and SNI 1727-2013 for loading on structures. The calculation of the building structure is reviewed for dead loads, live loads and earthquake loads. Calculations carried out include slab, beam, column and foundation elements. The SAP 2000 application was used to help calculate the structural element forces. From the calculation results there were differences with the designs used in the field, this happened because each structural planner used certain calculation rules and procedures in designing the structure. However, the difference between the results of the analysis and the design in the field is not very significant, so we can assume that the beam, column and floor slab designs are safe to use.
EVALUASI PERENCANAAN DINDING GESER PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PELINDO BELAWAN SUMATERA UTARA Arwes Perjuangenta Ginting
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding geser (shear wall) adalah dinding yang berfungsi sebagai pengaku yang menerus sampai ke pondasi dan juga merupakan dinding inti untuk memperkaku seluruh bangunan yang dirancang untuk menahan gaya geser, gaya lateral akibat gempa bumi. Dinding geser pada umumnya bersifat kaku, sehingga deformasi (lendutan) horizontal menjadi kecil. Untuk mengetahui kuat geser dari dinding geser dilakukan sebuah desain bangunan dengan struktur kombinasi open frame dan dinding geser (shear wall). Direncanakan bangunan dengan komponen-komponen strukturnya yaitu balok, kolom, shear wall dengan tebal dinding 15 cm dan tebal pelat 12 cm. Dari hasil perhitungan menggunakan program ETABS didapat Vmax yang terjadi pada shear wall adalah 4831110 N, dan direncanakan tulangan shear wall secara konvensional menggunakan dua layer ∅ 13-150 mm. Kuat geser dinding geser (shear wall) Vn = 6216108,118 N, maka dinding geser cukup kuat menahan gaya geser yang terjadi pada struktur.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI BOREPILE DAN STABILITAS KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN TOWER 150 KV RENGAT – PANGKALAN KERINCI SECTION 1 Daniel Afrizal Siahaan
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik terutama yang menggunakan tenaga air, biasanya terletak jauh dari pusat-pusat beban. Dengan demikian, tenaga listrik yang telah dibangkitkan harus disalurkan melalui saluran-saluran transmisi. Saluran-saluran ini membawa tenaga listrik dari pusat pembangkit ke pusat-pusat beban baik langsung maupun melalui gardu- gardu induk. Pada penelitian ini, saluran transmisi yang diteliti adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) berdaya 150 Kv. Secara ideal jalur saluran transmisi untuk SUTT yang terdiri dari beberapa tower adalah sebuah garis lurus. Akan tetapi dalam aplikasi lapangannya tidak demikian. Bisa saja berupa titik-titik dengan lokasi yang tidak beraturan, karena disesuaikan dengan kondisi lapangan. Setelah titik-titik rencana jalur saluran transmisi lokasi tower dapat dibuat, hal lain yang perlu didisain adalah dimensi pondasi tower tersebut. Apabila kita salah memilih atau merencanakan pondasi, maka kesalahan tersebut mengakibatkan terjadinya kerusakan pada struktur bangunan lainnya. Pondasi yang dipakai menggunakan pondasi sumuran (bore pile). Dari hasil perhitungan daya dukung pondasi diperoleh : Daya dukung tiang bore pile tunggal adalah sebesar 80,27 Ton, daya dukung kelompok tiang 231,117 Ton dan setelah dilakukan evaluasi kestabilan tiang diperoleh bahwa untuk kondisi pembebanan yang abnormal ( yang paling kritis) akibat putusnya kabel, maka pondasi tiang yang direncakan masih aman.
PENGARUH WAKTU TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS TIANG PANCANG PADA TANAH LEMPUNG LUNAK (STUDI PENELTIAN) Josua Lumban Gaol; Elfrijo Sinaga; Semangat Debataraja; M. Endayanti
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v10i2.2686

Abstract

Dalam dunia kontruksi terutama bagian pondasi, tanah lunak sering kali menjadi permasalahan utama. Yang membuat permasalahannya karena tanah lunak tidak mempunyai daya dukung yang tinggi guna menahan tekanan suatu konstruksi. Tanah lunak merupakan tanah kohesif yang terdiri dari sebagian besar butir – butir yang halus yang mengakibatkan tanah tersebut cukup lembek sehingga daya dukungnya tidak tinggi, koefisien permaebilitas kurang besar serta justru memiliki daya dukung rendah jika dibandingkan dengan tanah lempung lainnya. Bangunan yang didirikan diatas tanah lempung harus dikontrol terhadap besarnya penurunan konsolidasi, karena penurunan pada tanah ini proses pemampatannya membutuhkan waktu yang sangat lama dan besar. Untuk menangani permasalahan tersebut, harus dilakukan pekerjaan perbaikan tanah. Pengujian kapasitas tiang tersebut dicoba dengan membuat tiang friksi (friction pile) terbuat dari beton yang diberi tulangan dan dari kayu, dengan tiang kekasaran dan polos, dengan menggunakan variasi tiang tersebut kemudian tes daya dukungnya dengan melakukan pengujian pembebanan. Oleh sebab itu dilakukuan penelitian untuk mengetahui pengaruh waktu terhadap peningkatan kapasita tiang pancang pada tanah lempung lunak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan maka dapatdiambil beberapa kesimpulan yaitu diantara empat tiang pancang yang mendapat daya dukung yang paling besar di 0 hari adalah beton kasar, sedangkan daya dukung tiang yang paling besar di 16 hari adalah beton kasar dan kayu dimana memiliki daya dukung yang sama yaitu sebesar 19,863 kg. Kekasaran tiang dapat berpengaruh terhadap kapasitas dukung tiang. Dengan adanya variasi selimut tiang dapat memberikan perbedaan tingkat gesekan antara tanah terhadap tiang. Setelah 16 hari kapasitas dukung tiang kayu kasar memiliki selisih terhadap tiang kayu polos sebesar 4, 16 kg, sedangkan pada beton kasar memliki selisih terhadap tiang kayu polos sebesar 4,16 kg, sedangkan pada beton kasar memiliki selisih terhadap tiang beton polos sebesar 4,16 kg. .
ANALISIS LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA PADA PEMBANGUNAN TOWER TRANSMISI 150 kV PLTU. LABUHAN ANGIN SIBOLGA Masriani Endayanti; Junihar Bintang
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v8i1.1201

Abstract

One of the impacts of earthquakes is the loss of strength of the soil layer due to vibrations called liquefaction. Liquefaction generally occurs in poorly graded sandy soils. This kind of soil is found in the construction of the 150 kV Transmission Tower of the Labuhan Angin Sibolga PLTU. Therefore, the analysis of the potential for liquefaction is an important thing to do in the design of the transmission tower foundation. Geological threats, especially liquefaction events during large earthquakes on earthquake-prone routes, are something that can occur, and can cause extensive damage to buildings and infrastructure. Labuhan Angin Sibolga is an earthquake-prone area, where a 150 kV Transmission Tower was built with a loose sand-graded soil texture. To withstand the weight of a heavy building on the ground, a solid foundation is needed. If the soil conditions on the surface are not able to withstand the building, then the building load must be transferred to the hard soil layer below it. For this reason, deep foundation construction is used for the construction of the 150 kV Transmission Tower at PLTU Labuhan Angin Sibolga. The bore pile foundation planner must be able to bear vertical forces, horizontal forces and moments that occur due to lateral deformation caused by liquefaction. Sufficient resistance to carry this load can be obtained from the larger and stiffer pile dimensions, so the pile diameter is 60 cm. Based on the results of soil inspection (sondir test), for this transmission tower, bore pile foundation type (4 pile configuration) is obtained at a depth of 10 m with total skin friction Tf = 721.80 kg/cm (sondir data), diameter 60 cm.
ANALISA PERBAIKAN TANAH DASAR MELALUI PROSES KONSOLIDASI AKIBAT TANAH TIMBUNAN PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL MEDAN BINJAI SEKSI SATU TANJUNG MULIA HELVETIA STA 0+175-1+200 Wercandra Zamili
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL, Vol. 10, No. 2 (2021) Agustus : 109 - 116 Konsolidasi adalah proses pemampatan tanah, dan berkurangnya volume pori tanah. Dapat disebut juga pengecilan volume atau berkurangnya rongga pori secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas yang sangat kecil akibat pengaliran sebagian air pori dari lapisan tanah akibat adanya pembebanan. Proses tersebut berlangsung terus sampai kelebihan tekanan air pori yang disebabkan oleh pembebanan. Proses konsolidasi pada butir-butir tanah lempung membutuhkan waktu yang lama. Proses konsolidasi pada Proyek Jalan Tol Medan Binjai Seksi Satu Tanjung Mulia Helvetia STA 0+175 – 1+200 membutuhkan waktu yang lama, sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses konsolidasi. Dari hasil uji laboratorium diketahui bahwa sebagian lokasi merupakan tanah lempung lunak yang tidak mampu memikul beban-beban dari struktur atas dan tanah timbunan, sehingga dipastikan akan mempengaruhi lapisan perkerasan jalan tol yang akan dikerjakan. Akibat adanya beberapa lokasi tanah lunak pada pembangunan jalan tol ini, maka perlu dilakukan uji konsolidasi untuk mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses keluarnya air dari pori tanah. Penelitian ini memberikan hasil : 1). Untuk nilai koefisien konsolidasi yang berbeda pada kedalaman yang sama menghasilkan lamanya waktu konsolidasi yang berbeda : Sampel I Cv = 0,00767 pada kedalaman 580 cm untuk : Uv 10 % lamanya waktu konsolidasi t = 350,873 detik = 4,061 hari. Uv 90 % lamanya waktu konsolidasi t = 37192594,524 detik = 430,469 hari. Sampel II Cv = 0,00674 pada kedalaman 580 cm untuk : Uv 10 % lamanya waktu konsolidasi t = 399,287 detik = 4,621 hari. Uv 90 % lamanya waktu konsolidasi t = 42324510,385 detik = 489,867 hari. 2). Semakin kecil nilai koefisien konsolidasi Cv maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk proses konsolidasi, 3). Perbedaan nilai derajat konsolidasi pada kedalaman yang sama dengan nilai koefisien konsolidasi yang sama memberikan nilai waktu konsolidasi yang berbeda, 4). Semakin tinggi derajat konsolidasi maka waktu yang dibutuhkan untuk proses konsolidasi akan semakin lama
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA JALAN KARO LANGKAT DESA TELAGAH KM : 2+575 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FELLENIUS (Study kasus) Mikael Alexander Sihite
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pesatnya pembangunan di daerah perkotaan dan besarnya keinginan masyarakatuntukmemilikikediamandanrumahperistirahatandidatarantinggimenyebabkan pembangunaan di daerah lereng tidak dapat dihindari lagi. Daerahseperti ini sangat rentaan terhadap keruntuhan atau longsor. Hal – hal ini yangmenyebabkan beberapa kerugian yang dapat langsung dialami oleh masyarakat,sepertijatuhnyakorbanjiwaakibatlongsor,hilangnyatempattinggaldankerugianlainnya. Mengingat variasi faktor dan proses yang dapat menyebabkan kelongsoran sertabanyak kerugianyang akan dialami jika kelongsoran terjadi, maka perhitungandankondisikondisiyangmempengaruhikestabilitasanlerengmenjaditantanganuntukdianalisis.Diperlukansuatuketelitiandanketetapanuntukmenghasilkanperhitunganyangakurat,olehkarenaitu,seiringdenganperkembanganpengetahuandanteknologisaatini,akanjauhlebihbaikjikaperhitungan stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan metode fellenius.Dari hasil akhir Metode felleniusini dapat diketahui besar nilai faktor keamanansuatulerengdanmengetahui kondisistabilitas lerengyangada. PadahasilpenelitianmenunjukkanbahwanilaiSafetyFaktor(Fs)lerengyangditinjaudenganperhitunganmanualdenganmenggunakanperhitunganmetodeFelleniusadalah1.127.HasilpengujiantersebutlebihkecildarinilaiSafetyFaktor(Fs) yang telah ditentukan yakni 1,25. Yang berarti lereng tersebut Lereng Kritis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10