cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
journaldidactica@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran
Published by Actual Insight
Core Subject : Education,
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran memfokuskan pada kajian-kajian ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini menerbitkan hasil-hasil penelitian dari ilmuwan, dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan para praktisi pendidikan. Artikel yang diterbitkan mencakup isu dan tren terbaru tentang pendidikan tindakan kelas, kurikulum pendidikan, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, kajian kebijakan pendidikan, pendidikan sekolah dasar, pendidikan ekologis, dan pedagogi kritis. Jurnal ini mendorong pendekatan multi-metode dalam bidang pendidikan dan pengajaran, seperti mengintegrasikan teori dan praktek dengan analisis data. Naskah yang dikirim menggunakan metodologi yang paling sesuai dengan pertanyaan penelitian, baik itu kajian teoritis (literature research), penelitian tindakan (action research), analitik data besar, kajian eksperimental, survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi.
Articles 45 Documents
Upaya Meningkatkan Sikap Disiplin Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mardinding Kabupaten Karo Sari, Febriany Permata
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v1i2.972

Abstract

Tujuan penelitian ini lebih terarah pada upaya untuk meningkatkan sikap disiplin yang dilakukan guru pada peserta didik di sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokus penelitian ini berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mardinding Kabupaten Karo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi.Hasil penelitian menemukan bahwa pertama, dengan menerapkan disiplin, maka akan proses yang disebut dengan terpaksa, terbiasa, terpola, dan menjadi karakter. Upaya mematuhi peraturan memang sangatlah berat, namun dengan kesadaran yang tinggi, demi kepentingan orang banyak dan diri sendiri, maka kedisiplinan itu sangat indah. Kedua, kedisiplinan dilakukan dengan penerapan peraturan-peraturan yang mesti dipatuhi oleh peserta didik. Hal ini menjadi bentuk habituasi yang ada dalam diri peserta didik, yang nantinya menjadi bagian dari pendidikan karakter. Oleh sebab itu, peran Guru PPKn di dalam proses pembentukan karakter peserta didik dalam hal kedisiplinan, akan selalu bersinergi dengan rekan Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah.
Pembentukan Karakter Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pegagan Hilir Melalui Kegiatan Keagamaan Situmorang, Darlon
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v1i2.973

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk menguraikan proses pembentukan karakter siswa-siswi di Sekolah Menengah Negeri 2 Pegagan Hilir, Dairi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang menjadi sasaran penelitian ini adalah siswa-siswi di Sekolah Menengah Negeri 2 Pegagan Hilir. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunaan triangulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah yakni: pertama, untuk dapat merealisasikan pendidikan karakter di jenjang sekolah menengah dilakukan dengan kegiatan keagamaan atau kerohanian bagi umat Kristiani yaitu pada hari Rabu setiap minggunya. Hal ini didasarkan pada data bahwa siswa-siswi di SMP Negeri 2 Pegagan Hilir mayoritas memeluk agama Kristen dan Katolik. Kedua, guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menjalankan proses pembelajaran nilai-nilai keagamaan lebih mendasarkan pada nilai-nilai universal dengan menunjukkan pada adanya kemanusiaan dan toleransi bagi pembentukan pembentukan karakter dan pertumbuhan keagamaan peserta didik. Ketiga, orang tua, guru dan peserta didik sebagai bagian satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan karakter.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PPKn pada Materi Pendidikan Antikorupsi Subagja, Rizky Muhamad
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i1.1138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran PBL terhadap aktivitas dan hasil belajar PPKn siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini semua siswa kelas X dan objek dari penelitian ini adalah peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan tes hasil belajar. Untuk memperoleh persentase aktivitas dan hasil belajar siswa, teknik analisis data yang yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase aktivitas siswa pada pra siklus sebesar 44,44 %, siklus 1 sebesar 62,72% dan siklus 2 sebesar 87,46%, sedangkan hasil belajar siswa pra siklus sebesar 29.03%, siklus I sebesar 74.19%, dan siklus II sebesar 93.55%. penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran PBL terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PPKn siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran PBL dapat memotivasi siswa untuk belajar dan menambah pengalaman baru bagi siswa.
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Sekolah Rahman, Wisnu Fathur
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i1.1139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mencegah kenakalan remaja, serta hambatan yang dialami oleh guru. Adapun Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Trenggalek. Adapun subjek penelitian adalah : 1) Kepala sekolah, 2) Wakasek Bidang Kurikulum, 3) Guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Trenggalek (1orang), 4) Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Trenggalek (4 siswa). Teknis Analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan Trianggulasi data.
Pembelajaran Kontekstual dalam Upaya Meningkatkan Hasil Evaluasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn Sipangkar, Hotmartua
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i1.1140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil evaluasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data melalui tes penguasaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa khususnya materi memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila Pancasila. Teknik pengumpulan data melalui lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, catatan lapangan, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan tentang memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila pancasila dalam memahami pancasila secara utuh. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa tentang pahlawanku pada siklus I yaitu 50% siswa yang tuntas dengan rata-rata kelas 69, meningkat pada siklus II mencapai 80% siswa yang tuntas, dengan rata-rata kelas 77. Aktivitas guru dan siswa sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 100% pada akhir siklus II.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Metode Pembelajaran Contexstual And Learning Ningari, Wahyu Fitri
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i1.1141

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penerapan metode Contexstual And Learning, untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan tentang pahlawanku. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gurah Kediri, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data melalui tes penguasaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa khususnya materi memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila pancasila dalam memahami pancasila secara utuh, dan nontes berupa hasil observasi pelaksanaan metode pembelajaran melalui metode Contexstual And Learning dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, catatan lapangan, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan tentang memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila pancasila dalam memahami pancasila secara utuh. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa tentang pahlawanku pada siklus I yaitu 50% siswa yang tuntas dengan rata-rata kelas 69, meningkat pada siklus II mencapai 80% siswa yang tuntas, dengan rata-rata kelas 77. Aktivitas guru dan siswa sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 100% pada akhir siklus II.
Analisis Deskriptif tentang Urgensi Multikulturalisme dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Malang Andika, Mohamad Febri
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i2.1142

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk dapat menggali dan mengkaji informasi mengenai implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah; 1) proses berlangsungnya pembelajaran PKn berbasis multikultural terlaksana melalui langkah: memilih topik dan materi yang dapat diintegrasikan dengan muatan pendidikan multikultural dengan menggunakan metode pembelajaran bersama. 2) Faktor pendukung dalam pembelajaran PKn berbasis multikultural adalah siswa yang berlatar belakang berbeda-beda, materi yang menekankan pada kerukunan, media berupa audio visual, sumber belajar berupa buku teks, film yang bernuansakan multikulturalisme, evaluasi pembelajaran yang menekankan pada aspek kerjasama dan perilaku siswa. 3) Kendala dalam penerapan pendidikan multikultural dalam pembelajaran PKn tidak terlihat signifikan akan tetapi perdebatan yang dilandasi oleh emosi sesaat dan faktor usia yang masih muda. 4) Upaya dalam mengatasi kendala yang dihadapi, guru berperan lebih banyak untuk mengatasi perdebatan dan permasalahan yang muncul.
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Di Sekolah Rifki, Ahmad Wildan
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i2.1148

Abstract

Bagi guru bidang studi pendidikan kewarganegaraan membentuk karakter disiplin siswa merupakan tugas utama di sekolah. Hal ini dikarenakan guru pendidikan kewarganegaraan atau disebut sebagai role model bagi diri siswa dalam berdisiplin waktu, displin berpakaian dan berperilaku disiplin lainnya. Pengetahuan Kewarganegaraan menyangkut kemampuan akademik keilmuan yang dikembangkan menjadi tiga aspek yaitu : politik, hukum, dan moral. Dari ketiga aspek tersebut diharapkan dapat membentuk pengetahuan siswa yang memiliki karakter disiplin di sekolah, seperti aspek hukum sebagai implementasi dari peraturan atau tata tertib sekolah. Keterampilan kewarganegaraan merupakan kompetensi yang dikembangkan dari pengetahuan kewarganegaraan, yang dimaksudkan agar pengetahuan yang diperoleh menjadi sesuatu yang bermakna dalam menghadapi kendala-kendala sebagai siswa yang memiliki karakter disiplin di sekolah. Karakter kewarganegaraan kompetensi ini adalah bagian yang paling substantif dan esensial dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan dipandang sebagai muara dari pengembangan kedua kompetensi sebelumnya.
Pancasila sebagai Ideologi dan Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia Haq, Roisul
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i2.1149

Abstract

Peran Pendidikan Kewarganegaraan di era globalisasi sangat diperlukan mengingat posisinya yang sangat strategis khususnya untuk pembentukan bangsa dan pembangunan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pancasila pada posisi sebagai ideologi yang memberi ciri pada pendidikan Kewarganegaraan. Pancasila dijadikan sumber dan dasar dalam mendidik warga Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan sebagai sumber referensi. Teknik pengumpulan data melalui pembacaan pada sumber kepustakaan primer dan sumber kepustakaan sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan memberi penafsiran pada data yang telah dibaca dan disesuaikan dengan situasi zaman. Hasil penelitian menemukan bahwa Pancasila merupakan ideologi dan ciri khas pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Hasilnya membuktikan bahwa Civic Pendidikan harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila dalam semua aspek pembelajaran kewarganegaraan. Oleh karena itu Pancasila merupakan ciri Negara Indonesia sebagai sistem filosofis yang menjiwai seluruh konsep Kewarganegaraan ajaran dan harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Wahyu, Muchamad
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i2.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter, hambatan proses implementasi dan solusi proses implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Trucuk Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Trucuk Bojonegorodengan informan kapala sekolah, guru Pendidikan Kewarganegaraan dan guru Bimbingan Konseling serta siswa kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Trucuk Bojonegoro. Adapun fokus penelitian pada karakter disiplin, santun, kerja keras, bertanggung jawab dan jujur pada kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Trucuk Bojonegoro.Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer berupa hasil wawancara dan sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Trucuk Bojonegoro dilaksanakan oleh guru melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.