cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
journalpelita@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia
Published by Actual Insight
ISSN : 27764591     EISSN : 27755088     DOI : https://doi.org/10.56393/pelita.v2i4.1334
Core Subject : Education,
Pelita: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia. Jurnal Pelita merupakan jurnal yang memfokuskan kajiannya pada bidang pendidikan dan pembelajaran. Tujuan jurnal ini lebih pada upaya untuk memberi terang keilmuan bagi kemajuan pada pendidikan di Indonesia. Jurnal ini menerbitkan beragam hasil kajian ilmiah dari para pemikir, akademisi, dan praktisi di bidang pendidikan dan pembelajaran, baik itu ilmuwan, dosen, guru, dan mahasiswa. Jurnal ini menerima kajian-kajian dengan menggunakan isu aktual, pendekatan studi kasus, dan kajian lapangan. Metode yang digunakan bisa kajian teoretis, dan empiris.
Articles 45 Documents
Penanaman Nilai Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Silau Laut Satu Atap Kabupaten Asahan Nurhayati, Nurhayati
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v1i2.975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanaman nilai karakter peduli lingkungan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Silau Laut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif yaitu metode yang berupaya mengungkapkan keadaan yang terjadi saat ini, untuk selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan. menjelaskan bahwa metode deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Hasil penelitian menemukan bahwa penanaman nilai karakter peduli lingkungan di SMP N 3 Silau Laut Satu Atap ini dilakukan dengan pola habituasi. Habituasi dengan pemberian tanggung jawab kepada peserta didik melalui jadwal piket kelas dan piket kamar mandi siswa. Pelaksanaan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah secara rutin, memperindah lingkungan sekolah dengan menanam bunga dan merawatnya secara bersama-sama. Peran guru memberikan contoh nyata kepada siswa untuk lebih peduli lingkungan dengan turut serta bersama-sama siswa membiasakan diri dalam kegiatan gotong royong serta mengutip sampah hingga merawat bunga secara langsung.
Penerapan Karakter Religius Islami pada Siswa Siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Enok, Indragiri Hilir Luciana, Luciana
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v2i2.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya menerapkan karakter religius Islami pada peserta didik di sekolah. Lokus penelitian berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Enok, Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini didasarkan pada kajian pustaka. Sumber data berasal dari sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui uraian dan memberi tafsiran sesuai dengan konteks. Hasil temuan penelitian, pertama, pendidikan karakter religius merupakan usaha aktif untuk membentuk suatu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Kedua, penerapan karakter dengan menampilkan kebiasaan melalui 3S (senyum, sapa, salam). Hal Ini diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah yang mana setiap siswa yang datang harus menyalami guru. Ketiga, Metode pembentukan karakter religius terdiri dari lima, yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasihat, metode perhatian/pengawasan dan metode hukuman.
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran Model Role Playing pada Mata Pelajaran PPKn Suwandi, Marwan
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v2i2.988

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan pembelajaran kooperatif model Role Playing dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Kuala Keritang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII.1 dengan jumlah 23 orang. Instrumen penelitiannya menggunakan lembar observasi dan dokumentasi kemudian data dianalisis dengan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa hanya 70,33%, sehingga siswa yang telah tuntas hanya mencapai 74,82% dan yang belum tuntas mencapai 16,52%. Pada siklus II rata- rata aktivitas belajar siswa meningkat sampai 85,55%, siswa yang tuntas menjadi 89,96% dan siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan hingga 7,88%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif model Role Playing dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Kuala Keritang. Rekomendasi penelitian, guru terus mengeksplorasi berbagai model pembelajaran untuk diterapkan dalam kelas terutama pada mata pelajaran PPKn.
Peningkatan Minat Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI di SMAN 1 Lintongnihuta Simanjuntak, Yanty Lestari
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v2i2.989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa-siswi dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lintongnihuta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif mendeskripsikan dengan kata-kata tertulis berdasarkan yang diamati oleh peneliti dalam rangka mengetahui dan memahami tentang segala sesuatu yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa simpulan penelitian dengan judul “Peningkatan Minat Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI di SMAN 1 Lintongnihuta” dilakukan dengan strategi Learning Cycle. Strategi Learning Cycle Siklus belajar merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme yang pada mulanya terdiri dari tiga tahap, yaitu : pertama, eksplorasi. Kedua, pengenalan konsep. Ketiga, penerapan konsep konstruktivisme Pada proses selajutnya dikembangkan dengan lima tahapan yaitu, pertama, pembangkitan minat. Kedua, eksplorasi. Ketiga, penjelasan. Keempat, elaborasi, dan kelima, evaluasi. Rekomendasi penelitian terarah pada para guru untuk bereksplorasi terus untuk menggunakan beragam strategi pembelajaran.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Menggunakan Model Pembelajaran Pertanyaan Menggali Pada Siswa Kelas VIII 3 Muliani, Marito
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v2i2.990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PPKn dengan menerapkan Model Pembelajaran Pertanyaan Menggali pada siswa. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian setiap siklus dengan menggunakan Model Pembelajaran Pertanyaan Menggali dalam pembelajaran PPKn di kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Siabu menunjukkan adanya peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa. Ini dibuktikan dari pencapaian hasil belajar siswa pada akhir tindakan, di mana aspek kognitif ketuntasan belajar yang dicapai siswa yaitu siklus I 75% dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 90%. Ketuntasan belajar dari penilaian afektif pada siklus I 70% selanjutnya siklus II mengalami peningkatan menjadi 85%. Ketuntasan belajar dari aspek psikomotor yang diperoleh siswa siklus I 70% dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Pertanyaan Menggali berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PPKn di kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Siabu.
Penerapan Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Satu Atap Batang Serangan Simamora, Ongki Harapan
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v2i2.991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan upaya penerapan sikap disiplin di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Satu Atap Batang Serangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data didasarkan pada sumber literatur. Data dianalisis dengan pembacaan teks dan memberi pemahaman baru dari teks tersebut. Hasil penelitian menemukan, pertama, penegakan disiplin bisa mengantisipasi kasus atau pelanggaran. Kedua, faktor penyebab rendahnya tingkat kedisiplinan: (1) faktor budaya daerah dan pembiasaan sikap mengesampingkan peraturan sekolah; (2) tidak tegasnya memberikan sanksi berupa hukuman edukasi bagi yang melanggar peraturan; (3) pengaruh teman yang memberi efek buruk; (4) beberapa guru yang dicap kurang menegakan disiplin di sekolah. Ketiga, penerapan sikap disiplin, yaitu: (1) guru harus dapat menjadi contoh teladan dalam berdisiplin; (2) guru secara konsisten mensosialisasikan mengenai bentuk-bentuk peraturan sekolah kepada peserta didik; (3) guru menerapkan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas; (4) koordinasi antara sesama guru dengan orang tua/wali peserta didik mengenai perilaku serta perkembangan peserta didik; (5) pemberian hukuman.
Implementasi Kompetensi Guru PPkn dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran Berbasis ABCD di Sekolah Menengah Kejuruan Andika, Mohamad Febri
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1143

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran PPKn di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan SMKN 8 Malang, dengan informan guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data kualitatif dapat diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data antara lain seperti wawancara, yaitu tanya jawab langsung oleh peneiti kepada narasumber. Kemudian teknik yang kedua adalah dengan cara observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti. Teknik analisis data dilakukan dengan triagulasi dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru ppkn dalam merumuskan tujuan pembelajaran belum memenuhi 4 komponen tujuan pembelajaran, yaitu Audience, Behavior, Condition dan Degree (ABCD). Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, bagian Audience dan behaviour sudah terpenuhi dengan baik. Akan tetapi pada bagian condition dan degree belum terpenuhi. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam merumuskan tujuan pembelajaran belum optimal.
Peran Guru Menanamkan Karakter Sopan Santun Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Ningari, Wahyu Fitri
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sopan santun siswa. Di samping itu, juga untuk mengetahui strategi guru PKn menanamkan karakter sopan santun dalam pembelajaran Pkn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gurah Kediri. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dapat diuji keabsahannya dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menyukai strategi yang digunakan oleh pihak sekolah tetapi mereka lebih menyukai strategi yang lebih akrab dengan siswa dan bisa bersosialisasi dengan ramah kepada siswa. Dapat disarankan untuk menentukan kebijakan mendengar respon dari beberapa siswa sehingga baru diputuskan bagaimana strategi yang baik untuk menanamkan karakter sopan santun siswa, selain itu semua pihak guru harus mencontohkan kesopanan terhadap siswa-siswi, dan saat menegur pelanggaran dengan lemah lembut namun tetap berwibawa.
Review Literatur mengenai Karakter Peserta Didik yang Multikultural di Era Society 5.0 Herida, Ovri
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1145

Abstract

Pendekatan pendidikan multikultural di Indonesia harus dilakukan sedini mungkin dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam rangka pembentukan karakter bangsa yang ideal di era society 5.0. Hal ini disebabkan karena era society 5.0 yang terjadi secara global ini tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi warga di Indonesia, namun juga menimbulkan dampak negatif. Akibat teknologi yang serba mudah dan instan, kearifan lokal dalam budaya Indonesia semakin luntur, dan pudarnya toleransi. Tujuan penelitian ini untuk mereview melalui literatur karakter peserta didik yang multikultural yang dapat diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menemukan bahwa Upaya mengimplementasikan pendidikan multikultural ini peran tenaga pendidik sangat diperlukan dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam membentuk karakter individu yang mencerminkan identitas bangsa. Pendidikan multikultural sebagai bidang kajian melalui penelitian sosiologi-antropologis terus menerus dijadikan core research (kajian utama) dalam pendidikan di Indonesia. Implementasi pendidikan multikultural ini tetap relevan dengan multikulturalisme dan nasionalisme di Indonesia.
Implementasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi Peserta Didik di Era Digital Permana, Angga
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1146

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk menggambarkan konsep Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi generasi milenial di era digital. Era digital ditandai dengan internet of things dimana segalanya semakin dipermudah dengan adanya penggunaan internet, dan memunculkan generasi yang berkomunikasi melalui media dan teknologi digital. Hal ini akan berdampak pada terjadinya perubahan kebiasaan dan tingkah laku, serta mengarah pada kebiasaan buruk seperti perilaku pragmatis, materialis dan hedonis. Hasil penelitian, pertama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan harus diintegrasikan ke dalam kurikulum 2013 dan difokuskan dalam pembentukan karakter warga negara digital. Ideologi Pancasila pada dasarnya bersifat terbuka tersebut sangatlah visioner dalam menghadapi tantangan di era digital ini. Kedua, Peran Pancasila dan Kewarganegaraan pada peserta didik sebagai pedoman hidup. PPKn menjadi moral kehidupan negara dalam arti menuntut penyelenggaraan negara, serta menghargai dan menaati prinsip – prinsip moral atau etika hidup. Konsep dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sendiri adalah menekankan pada proses pembelajaran berbasis living values dengan memanfaatkan multimedia yang berbasis digital.