cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
journalpedagogi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Published by Actual Insight
Core Subject : Education,
Pedagogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal penelitian yang bertujuan menyediakan diskursus dan praktis ilmiah dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Selain itu, jurnal ini mempromosikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk kajian literatur dan hasil penelitian lapangan (empiris) dari para peneliti, dosen, tenaga profesional, pegawai pemerintah, guru, dan mahasiswa. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu dan tren terbaru yang terjadi secara nasional dan internasional dalam kurikulum pendidikan, pengajaran, pembelajaran, kebijakan, dan persiapan guru dengan tujuan untuk memajukan pengetahuan tentang teori dan praktik pendidikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): Januari" : 6 Documents clear
Upaya Merelevankan Kasus Top-Up Game Online pada Pendidikan Anak Dalam Paradigma Sains Sulvia, Sulvia
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v2i1.461

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji relasi antara kasus top up game online dari paradigma sains. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Hasil penelitian menemukan bahwa paradigma kemanusiaan dengan mendasarkan pada pemikiran Larry Laudan menyatakan manusia hendaknya kita sebelum bertindak, harus menelusuri dahulu apa masalah dan fakta di lapangan. Perilaku yang selalu dilandaskan rasa emosi dan tergesa-gesa menyebabkan banyak risiko yang akan dihadapi. Model jaringan bisa juga kita gunakan dalam memecahkan sebuah masalah, pertama model hirearkis terbatas, pertama harus membatasi diri agar tidak emosi agar tahu permasalahannya, kedua sifatnya independen. Hal ini digunakan untuk mengetahui lebih lanjut apakah keterangan tersebut benar atau tidak. Ketiga dapat diputuskan secara relatif. Sang pelaku di sini seharusnya tahu jika ia ketika melakukan pilihan, harus sesuai dengan norma masyarakat serta menilai dahulu apakah etis atau tidak.
Pengembangan Media Rainbow Circle untuk Kemampuan Mengklasifikasikan Warna dan Bentuk Anak Taman Kanak-Kanak Febrinasari, Angelica Merry; Wijayanti, Rina; Akbar, Mochammad Ramli
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v2i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mengklarifikasikan warna dan bentuk anak Taman Kanak-Kanak A di TKK Santo Fransiskus Lawang dengan menggunakan media rainbow circle. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) atau penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Sugiyono. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media rainbow circle dalam mengembangkan kemampuan mengklarifikasikan warna dan bentuk anak TK A. Berdasarkan hasil observasi pada uji kelompok kecil dapat diketahui hasil keseluruhan tiga responden adalah sebesar 80%. Setelah dikonversikan, table konversi menunjukan produk yang dikembangkan berada pada kualifikasi baik. Uji kelompok besar dengan jumlah responden lima memperoleh hasil sebesar 90%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan media rainbow circle untuk mengembangkan kemampuan mengklarifikasikan warna dan bentuk anak TK A di TKK Santo Fransiskus Lawang memenuhi kriteria dengan predikat baik. Media ini dapat mengembangkan kemampuan mengklarifikasikan warna dan bentuk anak TK A di TKK Santo Fransiskus Lawang.
Pembudayaan Demokrasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kempas dalam Mengembangkan Civic Disposition Supangat, Supangat
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v2i1.944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persoalan sikap dan watak kewarganegaran di kalangan generasi muda yang sangat memprihatinkan. Pemahaman terhadap demokrasi yang salah mengakibatkan disorientasi sikap dan watak kewarganegaraan (civic disposition) menghilangkan jati diri anak bangsa dan jauh dari nilai-nilai demokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis untuk memudahkan dalam menganalisis, mengkaji, dan mengungkapkan informasi argumentatif dan teoritis. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kempas berupaya memberikan penanaman nilai-nilai demokrasi. Sekolah mendidik setiap siswa untuk memiliki kepedulian terhadap negara. Pengembangan civic disposition di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kempas dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, kepedulian sosial, kebhinekaan, sikap taat terhadap peraturan, dan toleransi, serta memberikan materi-materi tentang nasionalisme. Civic disposition Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kempas dilakukan dengan; (1) keteladanan; (2) latihan dan pembiasaan; (3) mendidik melalui ibrah (mengambil pelajaran); (4) mendidik melalui mauidzah (nasehat); (5) mendidik melalui disiplin; dan (6) mendidik targib wa tahzid (bujukan dan ancaman).
Penerapan Karakter Disiplin dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Logas Tanah Darat Yanti, Irma
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v2i1.946

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pendidikan dalam menanamkan karakter yang baik. Peran tersebut ada pada guru dan orangtua dalam menanamkan kejujuran pada diri anak didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Lokus penelitian berada di sekolah SMP Negeri Satu Atap Kuala Keritang. Penelitian ini diorientasikan pada penerapan tindakan. Hasil penelitian menemukan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan beberapa indikator kejujuran mengetahui anak-anak didik sudah mengetahui tindakan yang tepat dan tindakan yang kurang tepat. Penanaman karakter jujur pada anak dilakukan untuk membentuk masa depan generasi penerus bangsa yang jujur dan tidak berprilaku menyimpang dalam kehidupan dirinya sendiri maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itulah, peran guru daan orang tua dalam menanamkan karakter jujur ini sangat penting. Agar bisa efektif dan efisien, guru harus memiliki kompetensi agar bisa memberikan keteladanan yang baik kepada anak didik. Orangtua juga memiliki pemahaman memadai dan kepribadian yang baik agar bisa memberikan keteladanan kepada anak.
Pembiasaan Karakter Melalui Sholat Dhuha pada Peserta Didik Muslim di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Pekanbaru Efendi, Efendi
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v2i1.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai karakter terhadap peserta didik di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Pekanbaru dengan Pembiasaan Shalat Dhuha. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan Obsevasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: pertama, pembiasaan shalat dhuha di SMA Negeri 4 Pekanbaru dilaksanakan setiap hari efektif sekolah. Shalat dhuha ini dilaksanakan secara mandiri. Saat proses pembelajaran saat jam pertama hingga jam ketiga kepada peserta didik diberi kesempatan untuk melaksanakan sholat dhuha secara bergantian ke mushola. Kedua, dampak pembentukan karakter peserta didik terhadap pembiasaan shalat dhuha dapat dikatakan cukup baik. Hal ini ditandai dengan perubahan perilaku positif. Perubahan itu terlihat: pada perilaku: (1) peserta didik memiliki akhlak yang baik terhadap Allah SWT, terhadap Al-Qur’an dan terhadap teman; (2) sifat religi meningkat; (3) kepribadian lebih positif. Ketiga, pembiasaan shalat dhuha terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMA Negeri 4 Pekanbaru diantaranya faktor internal dan faktor eksternal.
Dampak Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan Penggunaan Model Problem Based Learning Kelas VIII Citra, Nur
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v2i1.1791

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi pembelajaran yang hasil belajar peserta didik mengalami masalah terkait hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem pencernaan manusia melalui pendekatan Problem Based Learning yang lebih humanis. Metode penelitian tersebut memungkinkan siswa untuk belajar secara kolaboratif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang relevan dengan kehidupan nyata, sehingga materi pembelajaran dapat dipahami dengan cara yang lebih mendalam dan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam capaian belajar siswa setelah menerapkan metode baru ini. Persentase ketuntasan belajar naik dari 75% pada siklus pertama menjadi 84,61% pada siklus ketiga. Hal ini menandakan bahwa pendekatan Problem Based Learning ternyata mampu mendorong siswa untuk lebih aktif berpikir kritis dan bekerja sama dalam mengembangkan pemahaman. Rekomendasi penelitian ini bagi peserta didik untuk mempraktikkan Problem Based Learning agar meningkatkan kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Para guru juga dapat menggunakan Problem Based Learning dalam pembelajaran agar peserta didik sehingga bisa meningkatkan dimensi kognitif, afektif dan psikomotorik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6