cover
Contact Name
Azmi Yudianto
Contact Email
azmi@stimsurakarta.ac.id
Phone
+6287884368833
Journal Mail Official
warsito@stimsurakarta.ac.id
Editorial Address
JL. PARANGKESIT, NGRUKI, CEMANI, SUKOHARJO, JAWA TENGAH, INDONESIA 57552
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanaamul Quran : Jurnal Wawasan Keislaman
ISSN : 26562944     EISSN : 30264189     DOI : 10.62096
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Islamic Education Policy, Gender and Islamic Education, Comparison of Islamic Education, Islamic Education and Science, Nusantara Islamic Education, Pesantren, Education, Islamic Education and Social Transformation, Leadership of Islamic Education, Figure of Islamic Education, Islamic, Education Management, Curriculum of Islamic Education, Innovation of Islamic Education, Madrasah Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Seni Patung dalam Tinjauan Agama Islam dan Hindu Syahidatullah, Anisa; Novitasari, Shovi; Rosyidah; azzahro, Rufaidah
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v5i2.102

Abstract

This paper discusses Islamic and Hindu views on sculpture, particularly in the context of history, law, and social practice in Indonesia. In Islam, there are diverse views among scholars regarding the law of sculpture, with many forbidding it, especially when it resembles a living being, because it is feared that it will lead to idolatry. Meanwhile, in Hinduism, statues have an important role as a medium of worship and spiritual symbols, serving to connect the worshipper with the Divine. This research uses a qualitative method through literature review to explore the views of both religions towards statues and illustrate how these differences affect Indonesian society in religious practice. This study is expected to provide insight into the role of sculpture in maintaining religious and cultural values in society.
Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Panca Disiplin Unit Kepengasuhan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Putra Sukoharjo 2024/2025 Sutino, Sutino
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v5i2.96

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang manajemen pendidikan karakter berbasisi panca disiplin di Unit Kepengasuhan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses manajemen di Unit tersebut dan apa fasilitas pendukung yang ada. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskripti agar penelitian bisa dilakukan secara mendalam dan mampu menggambarkan hasil penelitian secara obyektif. Hasil penelitia menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis panca disiplin di Pondok Pesantren Al Mukmin telah melakukan proses yang baik menggunakan pola POAC (planning, organizing, actuating dan controlling. Proses manajemen pendidikan karakter tersebut di dukung oleh ketersedian guru yang memiliki kemampuan bahasa asing terutama Arab yang baik, guru agama yang memadai dan kyai yang memiliki kematangan dalam beragama serta desain lingkungan yang baik. Adapun kendala yang dihadapi adalah durasi waktu kerja yang terlalu lama, kurangnya kesadaran sebagian guru dalam disiplin bahasa, dan perkembangan arus teknologi dan informasi.
Nilai Pendidikan Akhlak dalam Lirik Lagu Album Kalimah Nasyid: (Studi Pendidikan Agama Islam Uin Raden Mas Said Surakarta) Handaryanto, Mustofa; Huda.Rohmadi, Syamsul
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v5i2.97

Abstract

Dalam penelitian ini penulis mengkaji nilai-pendidikan akhlak dalam lirik lagu album kalimah nasyid. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa lagu dewasa ini tidak hanya bisa dijadikan sebagai media hiburan semata, melainkan bisa dijadikan sebagai media pendidikan untuk menyampaikan nilai-nilai pendidikan akhlak. Tujuan dari penelitian ini, 1. untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung di dalam lirik lagu album kalimah nasyid, 2. Bagaimana internalisasi nilai-nilai pendidikan Akhlak dalam Album Lagu Kalimah Nasyid, 3. Bagaimana nilai pendidikan akhlak tehadap Allah, akhlak terhadap manusia serta akhlak terhadap diri sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data primer adalah Syair – syair dalam lirik lagu album kalimah nasyid sedangkan sumber sekunder diambil dari literatur, buku, jurnal tesis, skripsi dan artikel. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi berupa syair syair lagu album kalimah nasyid dan wawancara berupa keterangan dari group kalimah nasyid. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak melalui lagu nasyid dipengaruhi oleh lirik, irama dan penampilan seorang munsyid dalam membawakan lagu nasyid. Penelitian ini menunjukan bahwa didalam lirik lagu album kalimah nasyid terdapat nilai - nilai pendidikan akhlak didalam lirik syair-syair lagunya. secara garis besar terbagi menjadi tiga bagian meliputi, yakni; akhlak kepada Allah Swt, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada diri sendiri. Pertama, Akhlak kepada Allah meliputi: Tauhid (mengesakan Allah SWT), Ibadah, Syukur, Dzikir (mengingat Allah SWT), berdoa, Tawadhu’ (rendah hati)., kedua akhlak kepada sesama manusia Akhlak terhadap orang lain atau sesama manusia seperti peduli dan kasih sayang., dan ketiga akhlak kepada diri sendiri seperti halnya (malu, mandiri, sederhana) Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan bahwa implikasi nilai pendidikan akhlak dalam lirik lagu album kalimah nasyid terdapat nilai nilai pendidikan akhlak; akhlak kepada Allah Swt, Akhlak sesama manusia, dan akhlak kepada diri sendiri serta dalam lirik lagu album kalimah nasyid dapat memberikan dampak yang baik terhadap pendidikan akhlak.
Halal Bihalal Perspektif Islam dan Jawa: Pengertian Halal Bihalal, Dalil-Dalil Tentang Halal Bihalal, Halal Bihalal Perspektif Islam dan Jawa, Hikmah Halal Bihalal, Hukum Halal Bihalal Dhiyaul Haq, Alfiyyah
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v5i2.103

Abstract

Abstract Halal bihalal is a unique Indonesian tradition held after the month of Ramadan, serving as a moment for mutual forgiveness and strengthening bonds between individuals and community groups. The term "halal bihalal" comes from Arabic and has assimilated with Javanese culture. In this tradition, halal bihalal gatherings are not only social meetings but also carry deep religious and cultural values, reinforcing brotherhood and solidarity among community members. Although this concept is not explicitly mentioned in the Quran, the teachings of forgiveness and maintaining connections are significant principles in Islam, supported by various Quranic verses and hadiths. The history of this tradition dates back to the era of the Walisongo in the 15th century and later evolved through the efforts of religious figures and community leaders, including KH Wahab Chasbullah in 1948. In Java, halal bihalal is marked by the customs of sungkeman (a gesture of respect and apology) and communal meals, showcasing principles like ngaku lepat (admitting mistakes) and symbolism in food, such as ketupat, which represents acknowledgment of faults. Within Islamic and Javanese culture, halal bihalal is not merely about asking for forgiveness but also about fostering social and spiritual harmony within the community. Keywords: Halal Bihalal, Silaturahmi, Javanese Tradition. Abstrak Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang dilakukan setelah bulan Ramadan, sebagai momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi antarindividu maupun kelompok masyarakat. Istilah "halal bihalal" berasal dari bahasa Arab dan mengalami akulturasi dengan budaya Jawa. Dalam tradisi ini, acara halal bihalal tidak hanya menjadi pertemuan sosial tetapi juga mengandung nilai-nilai religius dan budaya yang mendalam, memperkuat persaudaraan dan solidaritas antaranggota masyarakat. Meskipun konsep ini tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an, ajaran tentang memaafkan dan menyambung tali silaturahmi merupakan prinsip penting dalam Islam, didukung oleh berbagai ayat Al-Qur'an dan hadits. Sejarah tradisi ini ditemukan sejak era Walisongo di abad ke-15, yang kemudian berkembang melalui peran para tokoh agama dan pemimpin masyarakat, salah satunya oleh KH Wahab Chasbullah pada tahun 1948. Halal bihalal di Jawa diwarnai dengan adat sungkeman dan makan bersama, menampilkan prinsip ngaku lepat dan simbolisme dalam makanan seperti ketupat yang menandakan pengakuan atas kesalahan. Dalam tradisi Islam dan budaya Jawa, halal bihalal tidak hanya sebatas meminta maaf tetapi juga merawat harmoni sosial dan spiritual dalam komunitas. Kata kunci: Halal Bihalal, Silaturahmi, Tradisi Jawa.
نموذج تعلّم اللغة العربية في عصر العولمة من خلال نهج تواصلي رقمي: MODEL OF ARABIC LANGUAGE LEARNING IN THE ERA OF GLOBALIZATION THROUGH A DIGITAL COMMUNICATIVE APPROACH Budiriyanto, Anis
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v5i2.114

Abstract

In the era of globalization, Arabic language learning faces unique challenges in adapting to the global flow, specifically by utilizing information technology as the primary source and medium. The purpose of this study is to explore the model of Arabic language learning through a digital communicative approach. The method used in this research is library research. The findings indicate that in the globalization era, the model of Arabic language learning through a digital communicative approach involves learning strategies such as discussions, Q&A sessions, problem-solving, report writing, message exchanges, and online writing. Keywords: Arabic language learning, Era of Globalization, Digital communicative approach.

Page 1 of 1 | Total Record : 5