Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Sumber Daya Manusia Kesehatan Instalasi Rekam Medis Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan Pramesti, Yolanda Fiegadini; Rosyidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1033

Abstract

Latar Belakang: Salah satu Metode perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) sesuai Permenkes Nomor 33 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian jumlah SDM yang tersedia dengan beban kerja khususnya di bagian pendaftaran, filing dan assembling instalasi rekam medis RSUD Muntilan. Metode: Metode penelitian kualitatif observasional. Pengambilan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi. Observasi untuk menghitung norma waktu petugas pendaftaran rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, filing dan assembling. Wawancara dengan koordinator bagian dan perwakilan staf bagian serta triangulasi dengan kepala instalasi. Hasil: Waktu Kerja Tersedia 72.187,50 Menit/Tahun dengan 6 hari kerja/minggu dan penerapan 3 shift di pendaftaran rawat inap dan gawat darurat, Komponen beban kerja ditetapkan melalui SPO. Besarnya norma waktu dan Standar Beban Kerja berbeda tiap kegiatan. Tugas penunjang rapat internal sebulan sekali selama 2 jam dan pemilahan berkas inaktif untuk petugas pendaftaran dan filing. Perhitungan kebutuhan petugas pendaftaran dan filing sebanyak 13 orang dan kebutuhan petugas di bagian assembling sebanyak 3 orang. Kesimpulan: perhitungan bagian pendaftaran dan filing, kurang relevan jika diterapkan untuk sistem shift karena belum mencakup petugas yang turun, libur maupun libur pengganti. Hasil perhitungan kemungkinan akan bertambah seiring bertambahnya kunjungan pasien dan apabila kegiatan sudah memiliki SPO.
Seni Patung dalam Tinjauan Agama Islam dan Hindu Syahidatullah, Anisa; Novitasari, Shovi; Rosyidah; azzahro, Rufaidah
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v5i2.102

Abstract

This paper discusses Islamic and Hindu views on sculpture, particularly in the context of history, law, and social practice in Indonesia. In Islam, there are diverse views among scholars regarding the law of sculpture, with many forbidding it, especially when it resembles a living being, because it is feared that it will lead to idolatry. Meanwhile, in Hinduism, statues have an important role as a medium of worship and spiritual symbols, serving to connect the worshipper with the Divine. This research uses a qualitative method through literature review to explore the views of both religions towards statues and illustrate how these differences affect Indonesian society in religious practice. This study is expected to provide insight into the role of sculpture in maintaining religious and cultural values in society.
PENGIMPLEMENTASIAN MEDIA LUDOLIFE (LUDO LITERASI FUN DAN EDUKASI) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA PADA PESERTA DIDIK BINAAN KPAJ KOTA MAKASSAR Sri Maryuni; Takdirmin; Nurmalasari, Yusriah; Rosdiana; Panda Alfira, Yuni; Suriani; Suryaningsih, Wiwiek; Rosyidah; Nur Islamiyah, Pramitasari; Sukarti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i3.2450

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi membaca anak jalanan yang didasarkan kebutuhan belajar. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak jalanan/marginal di rumah belajar binaan Adyaksa yang merupakan salah satu binaan Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Kota Makassar. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui inovasi Ludolife (Ludo Literasi, Fun, dan Edukasi), media pembelajaran berbasis boardgame, dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi membaca anak jalanan, pola pengajaran pendidikan non formal yang tidak berdasarkan pada kebutuhan dan karakteristik anak binaan yang beragam, manajemen peserta didik yang belum terstruktur, serta masih kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Kegiatan ini diawali dengan melakukan kegiatan pra pelaksanaan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Dalam kegiatan pra plekasanaan dilakukan pemetaan berdasarkan 3 klasifikasi karakteristik kemampuan membaca peserta didik, dilanjutkan pendampingan pengajaran hingga simulasi media pembelajaran yang dilakukan selama 2 pekan (4 kali pertemuan). Pada tahap pelaksanaan, peserta didik dibagi menjadi 4 tim dalam permainan boardgame Ludolife, dengan hasil yang ditunjukkan peningkatan literasi membaca peserta didik. Refleksi sebagai bentuk kegiatan evaluasi yang berlanjut dengan menggunakan survei kepuasan kepada pihak mitra terhadap pengimplementasian media pembelajaran ini. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya semangat yang baik dari peserta didik sehingga dapat terlibat aktif baik dalam tahap pengajaran hingga pelaksanaan kegiatan inti dengan memainkan media Ludolife. Adanya kegiatan ini dapat memberikan peningkatan literasi membaca anak serta membangun semangat anak yang tinggi untuk belajar sambil bermain.
Analisis Sumber Daya Manusia Kesehatan Instalasi Rekam Medis Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan Pramesti, Yolanda Fiegadini; Rosyidah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1033

Abstract

Latar Belakang: Salah satu Metode perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) sesuai Permenkes Nomor 33 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian jumlah SDM yang tersedia dengan beban kerja khususnya di bagian pendaftaran, filing dan assembling instalasi rekam medis RSUD Muntilan. Metode: Metode penelitian kualitatif observasional. Pengambilan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi. Observasi untuk menghitung norma waktu petugas pendaftaran rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, filing dan assembling. Wawancara dengan koordinator bagian dan perwakilan staf bagian serta triangulasi dengan kepala instalasi. Hasil: Waktu Kerja Tersedia 72.187,50 Menit/Tahun dengan 6 hari kerja/minggu dan penerapan 3 shift di pendaftaran rawat inap dan gawat darurat, Komponen beban kerja ditetapkan melalui SPO. Besarnya norma waktu dan Standar Beban Kerja berbeda tiap kegiatan. Tugas penunjang rapat internal sebulan sekali selama 2 jam dan pemilahan berkas inaktif untuk petugas pendaftaran dan filing. Perhitungan kebutuhan petugas pendaftaran dan filing sebanyak 13 orang dan kebutuhan petugas di bagian assembling sebanyak 3 orang. Kesimpulan: perhitungan bagian pendaftaran dan filing, kurang relevan jika diterapkan untuk sistem shift karena belum mencakup petugas yang turun, libur maupun libur pengganti. Hasil perhitungan kemungkinan akan bertambah seiring bertambahnya kunjungan pasien dan apabila kegiatan sudah memiliki SPO.
Padanan Aspek Pragmatik Jugendsprache dalam Film Serial Netflix Berbahasa Jerman: HTSDO(F) Lelyansari, Edwina; Rosyidah
Singular: Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Singular: Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/js.v1i2.8

Abstract

This study aims to identify the basic aspect in using Jugendsprache and to describe the pragmatic equivalence of the utterances in the German-language film series produced by Netflix, “How to Sell Drugs Online (fast)”. This is descriptive qualitative research with conventional content analysis method. The research data were derived by listening, reading, and noting techniques. The results of the study show that the use of Jugendsprache in the film series ist mostly based on two aspects, namely the credibility aspect and the affective-emotional aspect. Both aspects are related to the nature of teenagers whos tend to interact with their fellows. In addition, the results also showed that the equivalence of Jugendsprache utterances has been given an appropriate equivalent by considering pragmatic aspect to coney the intended meaning by the speaker.
The Representation of Symbols in Wolfgang Borchert's Short Story Nachts Schlafen Die Ratten Noch Putri, Calista; Surya, Rismauliya Melati; Syahyananda, Jovita; Rosyidah
Proceeding of International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) Vol. 2 No. 1 (2025): Interdisciplinary Approaches to Language, Literature and Linguistics in Digital
Publisher : Nexus Publishing NXP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/iconels.v2i1.64

Abstract

This article explores the representation of symbols in Wolfgang Borchert’s short story Nachts schlafen die Ratten noch, which reflects the social and psychological conditions of post-war German society. The story portrays trauma, grief, and subtle hope through simple yet powerful symbols. Symbols such as urban ruins, rats, and characters are analyzed to uncover deeper meanings related to themes of trauma, humanity, and hope. This study adopts a qualitative approach, using literature review as the primary method. Stuart Hall’s theory of representation and Charles Sanders Peirce’s theory of signs provide the theoretical foundation to examine how symbols construct meaning. The analysis reveals that the symbols in this short story not only reflect post-war realities but also convey universal humanistic messages. Through this approach, the article highlights the essential role of symbolism in literature as a medium for expressing emotions, collective experiences, and social meanings that cannot always be conveyed explicitly.
Grammatical Errors of Perfekt Sentences in the Writing of 2nd Semester Students in Sprachkompetenz 2 Course Li’munawar, Istiqlal Masfirotul; Sufriono, Mutiara Feby; Rosyidah
Proceeding of International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) Vol. 2 No. 1 (2025): Interdisciplinary Approaches to Language, Literature and Linguistics in Digital
Publisher : Nexus Publishing NXP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/iconels.v2i1.74

Abstract

Grammatical errors often occur when learning a language. This study aims to identify the forms of errors made by students when writing essays using past tense or tempus perfekt in German. The research method used is qualitative method with content analysis data collection technique. The subjects of this study were 2nd semester students of the UM German language education study program who attended the Sprachkompetenz 2 course. Data sources were obtained from the results of essay assignments in the form of perfekt sentences about activities carried out at the end of the year. From the results of the study it can be concluded that there are 3 main forms of errors that are often made in grammatical writing errors using tempus perfekt, including: (1) position errors in the sentence, (2) inaccurate use of hilfsverb or auxiliary verb and verben or verb in the sentence, and (3) mismatch of cases used.  
Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Skrining dan Edukasi Kesehatan Dasar Rosyidah; Sofiana, Liena; Gustina, Erni; Ayu, Suci Musvita; Muthi'ah, Tis'a Salma; Sinatrya, Alfadhila Khairil; Oktaviana, Ardywati Wira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2023

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia rentan yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya menjaga kesehatan akibat proses degeneratif yang alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan status kesehatan lansia melalui skrining kesehatan dasar dan edukasi yang tepat sasaran di Day Care Lansia ‘Aisyiyah Condongcatur. Metode yang digunakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta penyuluhan interaktif mengenai gaya hidup sehat dan manajemen penyakit kronis. Dari 80 peserta, tercatat 28% mengalami hipertensi, 6% memiliki kadar gula darah di atas normal, 52,65% kadar asam urat tidak normal, dan 71% kadar kolesterol tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa skrining dan edukasi kesehatan dasar efektif sebagai upaya deteksi dini dan promosi kesehatan lansia, serta penting untuk dilakukan secara berkala guna mendukung peningkatan kualitas hidup lansia dan program kesehatan nasional.
KUE JEJORONG SEBAGAI WARISAN KULINER TRADISIONAL BANTEN Dian Falahdita; Hanifa Rahmatunnisa; Rosyidah; Abel Octavia Suman; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6670

Abstract

Wisata kuliner merupakan salah satu daya tarik penting dalam pengembangan pariwisata daerah karena mampu merepresentasikan identitas budaya lokal. Kue Jojorong merupakan salah satu kuliner tradisional khas Banten, khususnya berasal dari wilayah Pandeglang dan Lebak, yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang signifikan. Penelitian ini membahas perkembangan kue Jojorong, proses pembuatannya, sejarah, filosofi, serta peran dan nilai ekonominya bagi masyarakat lokal. Jojorong telah dikenal sejak masa Kesultanan Banten dan awalnya disajikan dalam acara adat dan keagamaan, sebelum kemudian berkembang menjadi produk kuliner yang diperdagangkan secara luas. Proses pembuatannya masih mempertahankan teknik tradisional dengan bahan-bahan lokal seperti tepung beras, tepung tapioka, santan, gula merah, dan daun pisang, yang memberikan cita rasa serta identitas khas. Secara filosofis, Jojorong melambangkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kekayaan budaya masyarakat Banten. Dalam konteks ekonomi modern, Jojorong berperan sebagai produk unggulan UMKM yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, kue Jojorong tidak hanya berfungsi sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai aset budaya dan ekonomi yang potensial untuk dikembangkan dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kerakyatan di Provinsi Banten.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PADA PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DI KELAS VI SEKOLAH DASAR Dewi, Atika; Rosyidah; Hidayati, Isnah; Santoso; Rondli, Wawan Shokib
Satya Widya Vol. 41 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2025.v41.i2.p146-159

Abstract

This study aims to describe the implementation of differentiated learning in the practice of Pancasila values in elementary school students. A descriptive qualitative research method was used, with data collection techniques including classroom observations, teacher interviews, and documentation of students' learning outcomes at three different elementary schools. The results showed that teachers consistently applied differentiated learning by adjusting the content, process, product, and learning environment according to the students' needs. This approach successfully enhanced students' active involvement, learning motivation, and character development in alignment with the values of Pancasila. Differentiated learning has characteristics that align with supporting learning theories, such as Piaget's cognitive development theory, Vygotsky's Zone of Proximal Development (ZPD) theory, Kohlberg's theory of moral development, and Bruner's constructivist theory, which indicate that differentiated learning can be applied in the development of cognitive, affective, psychomotor, and character aspects that reflect Pancasila values through Civics Education (PPKn). However, there are some challenges, such as the implementation of initial assessments, limited time, and learning resources that need attention. This study provides implications for the development of effective and enjoyable Civics Education strategies at the elementary school level.