cover
Contact Name
Azmi Yudianto
Contact Email
azmi@stimsurakarta.ac.id
Phone
+6287884368833
Journal Mail Official
warsito@stimsurakarta.ac.id
Editorial Address
JL. PARANGKESIT, NGRUKI, CEMANI, SUKOHARJO, JAWA TENGAH, INDONESIA 57552
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanaamul Quran : Jurnal Wawasan Keislaman
ISSN : 26562944     EISSN : 30264189     DOI : 10.62096
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Islamic Education Policy, Gender and Islamic Education, Comparison of Islamic Education, Islamic Education and Science, Nusantara Islamic Education, Pesantren, Education, Islamic Education and Social Transformation, Leadership of Islamic Education, Figure of Islamic Education, Islamic, Education Management, Curriculum of Islamic Education, Innovation of Islamic Education, Madrasah Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
Dinamika Gender dalam Islam : Perspektif Muslimah Terhadap Feminisme di Era Digital Nabila, Nabila; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i1.123

Abstract

The issue of gender roles continues to develop along with the development of current technology. With the advancement of digital technology that is very significant, it provides a lot of space easily for everyone to build interactions with each other, one of which is a discussion about gender roles in Islam when associated with feminism. This provides Muslim women with an understanding of feminism that is very easy and fast. This study aims to examine how Muslim women's perspectives on current gender issues are when associated with feminism. This research was conducted using a qualitative method and interviews with Muslim women who are aware of issues regarding feminism with the help of literature studies as a data collection tool. The results of this study explain that feminism is a movement to defend and fight for women's rights. With this research, it can increase the insight of Muslim women in utilizing social media as a tool for open discussion with many people about gender equality.
Perspektif Ketuhanan Isa dalam Teori Agama Islam dan Kristen Layyin Na'imah, Asiyah; Nur Azizah, Fahriska; Khairunnisa, Khairunnisa; Aatina Sabilal Husna, Aatina Sabilal Husna
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i1.113

Abstract

Penelitian ini membahas perbedaan yang mendasar tentang Konsep Ketuhanan Nabi Isa dalam Teori Agama Islam dan Kristen. Dalam konteks agama Kristen, Isa atau Yesus Kristus dianggap sebagai Inkarnasi Allah dan termasuk dalam bagian doktrin Trinitas. Sedangkan dalam agama Islam, Isa adalah Nabi yang dikirim untuk memberitahukan petunjuk yang sesuai dengan ajaran Allah swt. untuk seluruh kaumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis literatur dari berbagai sumber dan data akademis seperti jurnal, artikel, dan makalah online yang relavan. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan pandangan tentang ketuhanan Nabi Isa tidak hanya bersifat kepada teologis, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika sejarah dan politik yang luas, terutama dalam perkembangan gereja Kristen. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pembaca interpretasi yang lebih komprehensif tentang perbedaan Islam dan Kristen mengenai sosok Isa al-Masih.
Kritik Islam Terhadap Determinisme Ekonomi dan Rasionalisasi Sosial: Analisis Tafsir dan Marx dan Weber Isfihani, Isfihani; Sutino, Sutino
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i1.130

Abstract

Modernitas dan kapitalisme telah menjadi paradigma dominan dalam analisis sosial dan ekonomi kontemporer, terutama melalui pemikiran Karl Marx dan Max Weber. Marx menekankan determinisme ekonomi dengan konsep base determines superstructure, sedangkan Weber menyoroti rasionalisasi sebagai faktor utama perkembangan kapitalisme. Kedua pemikiran ini cenderung mengabaikan dimensi spiritual dan etika dalam pembentukan tatanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritik Islam terhadap determinisme ekonomi Marx dan rasionalisasi sosial Weber dengan menggunakan pendekatan tafsir sosial dalam filsafat Islam. Penelitian ini menjawab dua pertanyaan utama: (1) Bagaimana filsuf Muslim mengkritik determinisme ekonomi dalam pemikiran Marx? (2) Bagaimana Islam memberikan alternatif terhadap rasionalisasi sosial Weber yang mengarah pada sekularisasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode tafsir berbasis analisis historis dan konseptual terhadap karya-karya Marx dan Weber, serta gagasan filsuf Muslim seperti Ibn Khaldun, Al-Farabi, dan Muhammad Iqbal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Islam menolak reduksi sosial hanya pada faktor ekonomi sebagaimana dikemukakan oleh Marx. Ibn Khaldun, melalui konsep asabiyyah, menegaskan bahwa solidaritas sosial dan moral memainkan peran penting dalam perkembangan peradaban. Islam juga mengkritik modernitas Weberian yang menekankan rasionalisasi sekuler dengan mengabaikan nilai-nilai transendental. Muhammad Iqbal, misalnya, mengkritik modernitas yang memisahkan manusia dari dimensi spiritualnya, sehingga menciptakan alienasi eksistensial. Sebagai alternatif, Islam menawarkan paradigma sosial yang berbasis keseimbangan (wasathiyyah), bahwa ekonomi, rasionalitas, dan spiritualitas saling melengkapi dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya wacana teori sosial Islam sebagai alternatif terhadap dominasi kapitalisme dan modernitas sekuler. Dengan pendekatan tafsir, kajian ini memberikan perspektif baru dalam membangun model peradaban yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga pada keadilan sosial dan spiritualitas.
Manajemen Madrasah dan Pondok Pesantrean: Antara Persamaan dan Perbedaan Sutino, Sutino
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i1.131

Abstract

   Penelitian ini dilakukan untuk  mendiskripsikan manajemen madrasah dan pondok pesantren. Dalam pembahasan ini penulis menemukan ada perbedaan karakteristik antara madrasah dan pesantren. Namun secara prinsip jika dilihat dari Pengelolaan, kurikulum. daya dukung, SDM dan pemberdayaan peserta didik Hal ini disebabkan karena durasi waktu belajar,   serta aktivitas dipesantren lebih banyak dari pada aktivitas di Madrasah akibat perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan sumber daya yang digunakan oleh pesantren maupun madrasah  
Kajian Hadith Tematik Tentang Udhiyah (Binatang Qurban) Rahmawati, Lc, M.Th.I., Lady Eka
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i1.153

Abstract

This research discusses the study of hadith related to Udhiyah, namely sacrificial animals. Qurban is one of the Islamic symbols that is prescribed based on the evidence of the Qur'an, hadith and ijma'. This paper will explain the hadiths in the matter of Udhiyah, by mentioning the time of slaughtering qurban, the age of animals that can be slaughtered, slaughter tools, and so on. The time for slaughtering the Udhiyah is after the Eid prayer and sermon until the end of the day of tasriq, which is the 13th of Dhul Hijjah. The scholars differed on the ruling on performing qurbani, with the most common ruling being that it is a Sunnah mu'akad. Penelitian ini membahas kajian hadith terkait Udhiyah yaitu binatang qurban. Berqurban merupakan salah satu syiar Islam yang disyariatkan berdasarkan dalil al-Qur’an, hadith dan ijma’. Makalah ini akan menjelaskan hadith-hadith dalam masalah Udhiyah, dengan menyebutkan waktu menyembelih qurban, umur binatang yang dapat disembelih, alat sembelih, dan lain sebagainya. Waktu menyembelih qurban adalah sesudah melaksanakan salat idul adha dan mendengarkan khutbah sampai akhir hari tasriq, yaitu tanggal 13 Dhulhijjah. Para ulama berbeda pendapat dalam hukum melaksanakan qurban, dan yang masyhur adalah sunnah mu’akad.

Page 1 of 1 | Total Record : 5